Heboh Rendang Babi, Gus Miftah: Sejak Kapan Rendang Punya Agama?

81 views


Gus Miftah ikut buka suara soal viralnya makanan khas Sumatra Barat, rendang babi yang kini hebohkan media sosial, Senin (13/6/2022).

Akhir-akhir ini publik digemparkan dengan kemunculan menu baru dalam masakan khas asal Sumatra Barat, yaitu rendang. Kalau biasanya daging rendang yang ditemukan masyarakat ialah dading sapi atau ayam, namun belum lama ini kemunculan rendang yang dari daging babi memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Peristiwa tersebut hebohkan warganet ketika sebuah rumah makan bernama Babiambo yang menyajikan menu khas Padang degan bahan baku daging babi. Pemberitaan terkait rumah makan tersebut kini menjadi ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia.

Pasalnya, selama ini rendang dianggap sebagai makanan yang halal sesuai dengan jalur keislaman yang dianut masyarakat Minang kebanyakan. Polemik ini pun hebohkan media sosial hingga bermunculan beberapa tokoh Islam perihal rendang yang memakai daging babi.

Salah satu tokoh yang ikut buka suara perihal kasus ini ialah Gus Miftah. Di akun Instagram pribadinya @gusmiftah ikut menyampaikan pendapatnya perihal rendang yang terbuat dari daging babi dan kehalalannya.

“Assalamualaikum wr wb Allah SWT berfirman di dalam surat di dalam surah Al-Baqarah ayat 168 , Wahai para manusia makanlah makanan yang halal dan baik yang ada di muka bumi,” kata Gus Miftah.

Gus Miftah pun mengatakan bahwa makanan yang halal itu untuk orang Islam saja sehingga jika mereka yang muslim untuk memakan rendang yang dari babi tentunya tidak ada masalah.

“Kewajiban makan makanan yang halal itu kan untuk orang Islam, orang non Islam yang terserah mau makan apa, termasuk mau dimasak dengan bumbu apa, dengan cara apa? Ya selera mereka,” tambah Gus Miftah.

Sahabat Deddy Corbuzier itu pun tak lupa mengucapkan terima kasih pada orang yang telah memberikan label nonhalal pada makanya tersebut sehingga umat muslim tidak terkecoh dengan makanan yang dijualnya.

Rendang Menurut Gus Miftah

“Saya justru malah berterima kasih kepada penjual makanan yang menjual makanan haram dan memberikan label nonhalal, sehingga ketika melihat makanan nonhalal yang kita lakukan jangan emosi, cukup ga usah dibeli, selesai,” imbuhnya.

“Ngomong-ngomnong sejak kapan ya rendang punya agama,” tanya Gus Miftah sembari menutup videna tersebut, dilansir pada Senin (13/6/2022).

Unggahan Gus Miftah lantas dibanjiri komentar warganet. Berikut beberapa komentar yang ditinggalkan warganet dalam unggahan video Gus Miftah tersebut.

“Betul banget Gus.. makanan kan gak punya agama,” komentar akun @lilifirawati****.

“Ini baru Ustad Saya.. Semoga sehat-sehat selalu dan dibawah lindungan Allah SWT.. Aammin ya rabbal alamin aammin,” imbuh yang lainnya.

Heboh Ada Pengusaha Jual Rendang Daging Babi, Arief Muhammad Sebagai Duta Nasi Padang Angkat Bicara

Belakangan jagat maya dihebohkan dengan adanya pengusaha yang jual rendang daging babi.

Produksi tempat pengusaha berjualan rendang daging babi itu diduga berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sejak adanya laporan tersebut, pihak kepolisian, Kapolsek Kelapa Gading melakukan pemeriksaan pada Jumat (10/6/2022) lalu.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Vokky Sagala mengatakan pihaknya telah memeriksan pengusaha bersangkutan.

“Kebetulan pemiliknya ada di lokasi, sekarang masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” lanjut dia.

Vokky mengatakan, dalam pemeriksaan sementara, tempat penjualan makanan Minang tersebut tidak berbentuk sebuah restoran, melainkan sebuah rumah tinggal.

“Tadi setelah kita melakukan penyelidikan, kita datang ke rumah yang bersangkutan, rumah tersebut adalah rumah tinggal. Jadi bukan restoran atau toko, melainkan rumah tinggal,” kata Vokky.

Polisi pun mendalami terkait adanya penjualan masakan Minang yang diduga menggunakan bahan baku babi tersebut.

Di sisi lain, ramainya kabar tersebut pun membuat Arif Muhammad sebagai Duta Nasi Padang angkat bicara.

Diketahui, baru-baru ini Influencer sekaligus pengusaha Arief Muhammad secara mengejutkan mengunggah foto di akun media sosial Instagramnya yang memperlihatkan dirinya sebagai Duta Nasi Padang.

Foto tersebut langsung menarik perhatian publik dan menjadi perbicangan di tengah-tengah warganet.

Di dalam keterangan unggahanya, Arief Muhammad mengatakan bahwa dirinya akan sering berputar-putar ke luar kota untuk mencari tempat.

Sekedar informasi, Arief diketahui sebagai pemiliki warung Nasi Padang Payakumbuh.

“Mulai sekarang kayaknya hidup gue bakal berat di ongkos nih.. Boleh dong trik cara nyari tiket murah?” tulis Arief Muhammad seperti yang dikutip Grid.ID, Sabtu (11/6/2022).

Tidak hanya itu, unggahan Arief Muhammad di kolom Instagram Stories-nya juga menjadi sorotan.

Pasalnya, Arief angkat bicara soal masalah yang tengah jadi perbincangan mengenai rendang yang menggunakan daging babi.

Di kolom stories, Arief Muhammad mengatakan bahwa dirinya membebaskan mengenai menjual rendang dengan daging babi selama tidak membawa identitas Padang.

“Sebenarnya bebas-bebas aja kalau mau jualan babi, asal tidak membawa-bawa identitas ‘Padang’.”

“Karena di Sumbar (Sumatera Barat) sendiri orang-orangnya tidak makan babi. Bukan babinya, tapi penggunaan identitasnya yang melukai hati orang minang,” tulis Arief Muhammad.

Polemik Nasi Padang Babi, Ucapan Mahyeldi Tegas: Tak Boleh Lagi Ada Masakan Padang yang Nonhalal

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah merespons temuan restoran yang menjual rendang babi yang mengatasnamakan masakan padang. Mahyeldi menegaskan tidak boleh ada lagi masakan Padang yang nonhalal.

“Intinya tidak boleh lagi ada masakan Padang yang nonhalal. Kita harus pastikan masakan Padang itu semuanya halal dan dapat dikonsumsi oleh umat muslim,” katanya melansir Covesia.com–jaringan Suara.com, Minggu (12/6/2022).

Mahyeldi meminta Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) mengecek apakah restoran itu sudah memiliki izin dari Dinas atau Sudin Parekraf dan PTSP atau belum. Mahyeldi mengatakan bahwa makanan khas Padang dipastikan halal.

“Seluruh masakan pakai nama Padang itu adalah makanan halal. Itu sudah jelas,” sambung Mahyeldi.

Mahyeldi mengaku Pemda Provinsi Sumatera Barat telah menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal yang menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengembangkan industri halal dengan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para pelaku usaha produk halal khususnya pelaku di bidang kuliner, baik usaha makanan maupun minuman, untuk berpartisipasi melakukan sertifikasi halal.

Ia juga merespons soal keberadaan restoran itu yang ada di aplikasi layanan pesan antar. Pihaknya menyampaikan restoran Babiamboo sudah di hapus dari daftar restoran pada aplikasi layanan pesan antar makanan.

Terkait dengan di Sumbar, kata Mahyeldi, mempedomani Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, memberi ruang bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan pengawasan jaminan produk halal.