Ibu ‘Diusir’ dari Pernikahan Anaknya Sendiri. Jangan Emosi Dulu, Mari Lihat dari Dua Sisi.


Pernikahan seharusnya jadi hal yang penuh kebahagiaan. Kalau pun ada air mata, pastilah dari perasaan haru dan bangga. Namun pernikahan seorang penyanyi asal Singapore bernama Sufi Rashid ini mendadak jadi pembicaraan orang karena sebuah video viral yang beredar.

Banyak orang yang kemudian ngomongin aneh-aneh soal pernikahan Sufi Rashid karena melihat tingkah canggung antara ibu dan istrinya. Sang ibu bahkan curhat dia sempat diusir dari acara pernikahan tersebut. Wah, ada prahara apa ini? Jangan lekas menuduh anak durhaka dulu, mari kita kupas duduk perkaranya bareng Hipwee Boys berikut.
Banyak media memberitakan dari satu sisi melalui sudut pandang sang ibu. Memang benar si ibu, Irma Mahamud, sempat curhat di akun Facebook perihal kehadirannya yang nggak diharapkan di pernikahan anak kandungnya sendiri

Kisah ini jadi viral ketika Irma Mahamud mengunggah sebuah videonya di pernikahan anaknya, Sufi Rashid. Irma ketika itu datang menghampiri sang anak dan memeluk erat anaknya sambil menangis. Sementara sang istri yang tadinya mendampingi justru perlahan melepaskan genggam tangan suaminya dan turun dari pelaminan. Seketika video ini mengundang kemarahan dari bannyak orang. Sekilas terlihat berapa sang anak dan menantu nggak menghormati orang tuanya sendiri.

Belum lagi curhatan Irma Mahamud di status Facebook-nya yang mengatakan dia nggak diundang. Irma juga sempat diusir dan nggak diperbolehkan memasuki acara. Nggak heran, prahara ini mengundang banyak warganet bersimpati pada Irma sekaligus marah pada perlakuan anak dan menantunya.
Namun di sisi lain, Sufi Rashid memberikan klarifikasi bahwa sejatinya hubungannya dan sang ibu sempat renggang. Istrinya pun pernah mendapat ‘tindakan’ nggak mengenakan

Hubungan Sufi dan ibunya sendiri memang sempat merenggang sebelum dia kemudian menikah. Diduga permasalah restu dan beda pandangan membuat mereka nggak lagi tinggal bersama. Namun melalui unggahan di Facebook-nya, Sufi yang merupakan seorang penyanyi di Malaysia ini menyampaikan agar orang-orang jangan dulu salah paham. Sang istri sebenarnya pernah mendapatkan ‘tindakan’ nggak menyenangkan dari sang ibu. Detailnya, Sufi sampai nggak ingin mengatakan karena bisa jadi aib keluarga.

Sufi berpendapat bahwa sang istri sudah sabar dan saat ibunya datang, dia sebenarnya sudah menangis karena memendam perasaan dan kesabaran atas perlakuan ibu Sufi. Atas dasar itulah Sufi meminta maaf kepada khalayak dan berharap untuk nggak menggunjingkan video tersebut karena ditakutkan bakal terjadi fitnah ke beberapa pihak. Sufi bahkan bersedia memeluk ibunya sembari menggenggam tangan istrinya sebagai tanda bahwa dia sangat menyayangi kedua wanita itu.

Memang baiknya kita nggak suuzan ketika membaca informasi. Selalu ada dua sisi yang seharusnya kita pahami terlebih dahulu. Apalagi soal prahara keluarga begini, bakal memicu banyak banget kesalahpahaman. Intinya sih buat mencegah hal serupa terjadi kita memang perlu bijak menjaga hubungan dengan orang tua. Jangan lupa juga buat mendekatkan orang yang kita kasihi dengan keluarga, bagaimana pun mereka harusnya dipersatukan.

Uang Bisa Dicari, Ilmu Bisa Digali, Tetapi Kesempatan Untuk Mengasihi Orang Tua Takkan Terulang Kembali

Iya, uang bisa dicari dan ilmu bisa digali, tetapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang kembali, maka jangan sia-siakan kesempatanmu dalam berkasih sayang kepada orang tuamu saat masih bersama-sama diberi waktu nikmatnya umur panjang.

Tak peduli saat ini kau jauh ataupun tengah bersama dengannya, kesempatan berkasih sayang itu harus selalu dilakukan, ntah hanya sekedar sapaan dalan telphone semata, atau hanya sebatas dalam doa.

Berterima kasihlah kepada orang tuamu, sebab dengan kerja kerasnya, ntah dalam merawatmu, menjagamu, dan mengarahkanmu hingga kau tumbuh menjadi seperti sekarang, semua itu tak lain hanya karena kasih sayang mereka yang amatlah besar kepadamu.

Banyak Orang Yang Terlalu Terlalu Sibuk Dalam Pekerjaannya Hingga Lupa Dengan Orangtuanya, Walau Hanya Sekedar Untuk Bertanya “Ma, Pa…Sehat?”

Karena tak sedikit dari kita yang terkadang mulai melupakannya walau masih sama-sama diberi kesempatan umur yang panjang oleh Allah. Banyak orang tang terlalu sibuk dalam pekerjaannya.

Hingga lupa dengan orang tuanya, walaupun hanya sekedar memberikan sapaan hangat lewat angin (telphone) dengan sekedar bertanya “Ma, Pa…sehat?”,

Banyak Orang Yang Terlalu Sibuk Dalam Pekerjaannya Terkadang Hingga Lupa Walau Hanya Sekedar Mengingat Orangtuanya Dalam Doa Sehabis Shalat

Banyak orang yang terlalu sibuk dalam pekerjaannya hingga terkadang lupa walau hanya sekedar untuk mengingat kedua orang tuanya dalam doa sehabis shalat.

Tapi, mau gimana lagi terkadang yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya itu memang sudah lupa untuk berdoa kepada Allah, saking padatnya pekerjaan dunia yang membelenggu.

Lantas bagaimana caranya menyempatkan diri mendoakan orang tuanya untuk berkasih sayang, bila dirinya sendiri tak bisa berkasih sayang pada Allah untuk selalu memasrahkan hidupnya.

Padahal, Kesempatan Bersamanya Hanya Satu Kali Dalam Hidup Yang Kita Miliki Saat Ini

Padahal apabila kita ingat dengan bijak dan renungi secara perlahan-lahan, kesempatan bersamanya hanya satu kali dalam hidup yang kita miliki saat ini.

Namun ketidak tahuannya kita dalam bersyukur terkadang menghapus ingatan kita, sehingga kahirnya kitapun lupa untuk tetap berkasih sayang walau hanya sekedar sapaan hangat dalam telphone atau haanya sebatas doa setiap saatnya.

Ingatlah, berjauhan bukan batas untuk kita tetap berkasih sayang pada orang tua kita. Ntah karena kita telah bekeluarga, bekerja, ataupun tengah mengembara mencari ilmu, yang namanya berkasih sayang kepada orang tua harus tetap kita lakukan dengan baik, sebab merekalah salah satu jemabatan kita menjadi seperti saat ini, lantas tak bisakah kita terus mengigat jasa-jasanya?

Tidak Apa Jauh, Ntah Karena Pekerjaan Ataupun Mencari Ilmu Asalkan Tak Lupa Tetap Berkasih Sayang Walau Hanya Sekedar Sapaan Lembut Dalam Doa

Tidak apa jauh, ntah karena pekerjaan ataupu masih mencari ilmu asalkan tak pernah lupa untuk tetap berkasih syaang walau[un hanya sekedar sapaa lembut dalam doa.

Ingatlah betapa besar kasih sayang beliau yang dipersembahakannya untuk kita, dan beliau tak pernah meminta balasan untuk kita, sebab apa? Sebab cinta kasih yang dipersembahkan untuk kita selalu tulus sepanajang masa.

Maka, jangan jadikan jarak sebagai pemisah atau alasan untuk tidak berkasih sayang padanya setiap saatnya, terutama dalam mendoakannya, karena kasih sayang paling sempurna saat berjauhan adalah selalu menjaganya dalam bait-bait doa yang kita panjatakan kepada Allah.

Tidak Apa Jauh, Asal Kita Selalu Berbakti Padanya Dengan Selalu Mentaati Segala Perintah Baik Yang Sudah Dijarkan Sejak Dulu Dan Selalu Menjaga Kepercayaannya

Tidak apa jauh, asal kita selalu berbakti padanya dengan selalu mentaati segala perintah baik yang sudah diajarkan sejak dulu kepada kita. Tidak apa berjauhan saat ini dengan beliau, asalkan kita selalu menjaga teguh kepercayaannya.

Sebab berbakti kepadanya tidak harus selalu dilakukan dihadapannya, karena berjauhanpun akan dikatakan bernakti bila kita sempurna selalu mengindahkan nasehat baiknnya yang selalu dipersembahkan untuk kita sebagai tanda kasih sayang.