Ibu hamil harus Tau nih !! Inilah Posisi Tidur yang Terbaik dan Terburuk Ketika Hamil


Pada masa kehamilan, ketika hendak tidur seorang wanita biasanya bergulat untuk menemukan posisi tidur yang nyaman dan enak di spring bed.

Namun sangat disayangkan, ternyata posisi tidur yang dicari sangat susah ditemukan. Posisi yang sebelum hamil yang begitu nyaman dirasa, tak lagi memberikan rasa nyaman selama masa kehamilan.

Ada banyak hal yang membuat ketidaknyamanan bagi seorang wanita yang lagi hamil ketika tidur, tetapi ada banyak posisi tidur yang mampu menolongmu untuk memperoleh istirahat yang sangat dibutuhkan di masa kehamilan

Mengapa wanita hamil menjadi tidak nyaman dengan posisi tidur normal ketika tidak hamil? Saat kehamilan, tubuhmu mengalami beraneka perubahan. Mulai dari bentuk hingga hormon. Perubahan ini condong mengganggu kenyamanan tidur kamu.

Posisi Tidur Terbaik Tatkala Kehamilan

Bagi sahabat ladies yang sedang hamil, ada baiknya kamu pilih posisi tidur yangg cocok serta nyaman biar kamu serta janinmu terjaga bersama baik.

Posisi tidur yang baik buat wanita hamil merupakan Tidur posisi miring ke samping atau biasa dinamakan “Sleep on Side (SOS)”.

Bagi wanita hamil disarankan untuk tidur dengan posisi menyamping miring ke sebelah kiri. Tidur menyamping miring ke sebelah kiri mempermudah meningkatkan asupan darah serta jumlah nutrisi yang maksimal ke bayi.

Tambahkan bantal pas di tengah dengan menekuk ke-2 kakimu. Tetapi bila timbul nyeri di punggung atau perut, pindah segera bantal tersebut pas di bawah perutmu.

Bila timbul masalah spesifik seperti nyeri di ulu hati Anda, bersegeralah lakukan konsultasil ke dokter kandungan Anda berkenaan posisi tidur yang diijinkan serta cocok dengan umur kehamilan Anda.

Selain posisi SOS di atas, sahabat ladies yang sedang hamil dapat tidur bersandar. Bersandar di bantal yang ditinggikan juga cocok kamu jadikan alternatif supaya tidur kamu lebih nyaman.

Posisi Tidur yang Harus Dihindari Saat Hamil

Ada beberapa posisi yang tak diijinkan bagi seorang wanita hamil yakni tidur berposisi terlentang kala umur kehamilan mencapai 16 pekan. Di umur kehamilan ini, sangat tak dianjurkan bagi wanita yang sedang hamil buat tidur secara terlentang.

Posisi ini bakal menciptakan semua berat rahim tertumpu pada bidang belakang tubuh, vena cava inferior juga usus.

Diluar itu tidur dengan posisi terlentang di umur kehamilan 16 pekan bakal meningkatkan resiko terkena penyakit pencernaan, wasir, sakit di pinggang, serta terganggunya saluran pernafasan.

Seiring bertambahnya umur kehamilanmu sahabat Ladies, perutmu akan alami perubahan fisik serta membuat lebih susah untuk Anda berbaring di perut Anda.

Seiring membesarnya janin di dalam kandungaan bunda tentu bunda merasakaan kesulitaan dalam melakukaan aktifitasnya. Aktifitas yang sering membuat bunda sulit melakukaan gerakaan adalah pada saat tidur. Pada saat tidur bunda harus menjaga posisi tidurnya agar tetap nyaman dan tidak membahayakaan posisi janin didalam kandungaanya. Ada beberapa posisi tidur yang aman bagi ibu hamil. Berikut ini posisi tidur ibu hamil yang direkomendasikaan:

1. Hindari posisi tidur terlentang

Setelah kehamilan bunda memasuki trimester 2 atau usia kehamilaan sekitar 5 bulan, bunda tidak dianjurkaan untuk tidur dalam posisi terlentang. Hal ini dikarenankaan tekanan pembulu darah besar ( aorta dan vena cava inferior) bisa mengalami peningkataan pada posisi tidur terlentang. Jika ibu melakukan tidur terlentang bisa menghambat peredaraan darah ke tubuh ibu dan janin.

2. Posisi tidur bumil menyamping ke sebelah kiri

Para ahli menyarankaan bumil untuk tidur dalam posisi menyamping kesebelah kiri. Hal ini bertujuaan untuk memperlancar sirkulasi darah yang menuju ke jantung, rahim, janin dan ginjal. Ada beberapa manfaat lain dari tidur menyamping kesebelah kiri, diantaranya:

  • Membuat lambung bumil dalam posisi nyaman dan kidak menekan organ lainya.
  • Mengurangi pembekakaan pada pergelangaan kaki, tungkak kaki dan tangan.
  • Memperlanjar kerja ginjal dalam membersihkaan zat sisa yang berada didalam tubuh.

3. Menggunakan alas bantal saat tidur

Ketika tidur sebaiknya menggunakaan alas bantal yang empuk. Tujuan dari menggunakan alas yaitu untuk membuat posisi tidur bumil lebih nyaman. Jika bumil merasakaan sesak nafas atau rasa nyeri pada bagian ulu hati,letakaan bantal pada samping untuk menganjal posisi kepala dan punggung.

4. Posisi Tidur 3/4 Badan.

Jika bunda masih sulit menemukaan tidur yang nyaman sebaiknya mengunakaan cara tidur tiga perempat. cukup bunda mempertahankaan satu kaki ditekuk dan satu kaki terlentang dengan bantal. fungsinya untuk mengurangi ketegangaan otot dan persendihaan bumil

5. Posisi Tidur Semi Tegak

Posisi tidur ini cukup mudah dilakukaan yaitu dengan cara meletakaan bantal di belakang punggung dan di samping kanan kiri tubuh bunda, seperti duduk di kursi hanya saja posisi kaki bunda tetap di atas kasur.

Jika Bumil Susah Tidur Nyaman, Lakukaan Hal ini…

Pasti ibu hamil mengalami gangguan ketika ingin tidur seperti: sesak nafas, sakit punggung, detak jantung meningkat, kram kaki, sakit pada ulu hati. Hal tersebut tentu membuat stress bumil ya.., Berikut ini beberapa langkah yang dapat membantu bumil tidur nyenyak.

  • Membuat jadwal tidur yang teratur pada jam yang sama setiap harinya.
  • Sebaiknya buang lah air kecil sebelum tidur.
  • Mandi dengan air hangat/ berendam dengan air hangat agar otot2 bumil bisa rileks.
  • Jangan melakukaan aktifitas olahraga ketika mendekati tidur.
  • Melakukaan relaksasi pada tubuh bumil yaitu dengan minum- minuman yang hangat dicampur madu.
  • Sebaiknya jangan minum- minuman yang mengandung kafein dan soda.
  • Melakukaan senam yoga khusus ibu hamil.

======

6 Fakta Eyelash Extension yang Penting untuk Diketahui

Eyelash extension dilakukan agar bulu mata tampak lebih panjang dan cantik. Namun, sebelum memutuskan untuk menjalani metode ini, ada beberapa hal mengenai eyelash extension yang perlu Anda ketahui. Yuk, simak fakta dan penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Eyelash extension atau sambung bulu mata adalah prosedur kecantikan yang dilakukan untuk mendapatkan bulu mata yang penjang dan lentik. Hasil eyelash extension tampak lebih alami dan bisa bertahan hingga kurang lebih 2 bulan lamanya.

Namun, layaknya prosedur kecantikan lainnya, eyelash extension juga memiliki risiko. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa fakta dan informasi penting seputar prosedur ini sebelum memutuskan untuk menjalaninya.

Berbagai Fakta Eyelash Extension

Ada beberapa hal terkait eyelash extension yang penting untuk Anda ketahui, di antaranya:

1. Tidak sama dengan bulu mata palsu

Jika bulu mata palsu melekat pada kelopak mata dalam satu strip, eyelash extension dilakukan dengan cara menempelkan bulu mata sambungan pada setiap helai bulu mata asli.

Selain itu, lem yang digunakan dalam eyelash extension umumnya merupakan lem yang biasa digunakan dalam prosedur pembedahan. Lem khusus ini tahan terhadap air, keringat, dan minyak sehingga lebih tahan lama.

2. Bahan bulu mata yang digunakan beraneka ragam

Sama halnya dengan bulu mata palsu, eyelash extension juga menggunakan bulu mata dari bahan alami maupun sintetis. Bahan-bahan tersebut biasanya bersifat tahan air dan berisiko rendah menimbulkan iritasi pada kelopak mata.

Bahan alami yang digunakan untuk membuat bulu mata pada eyelash extension bisa berupa benang sutra, bulu hewan, atau rambut manusia. Sementara itu, bahan sintetis yang umumnya digunakan untuk membuat bulu mata pada eyelash extension adalah serat plastik dan akrilik.

3. Prosedur berlangsung lama

Eyelash extension harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati. Oleh karena itu, prosedur ini bisa berlangsung selama kurang lebih 2–4 jam. Selama prosedur dilakukan, Anda akan diminta untuk memejamkan mata.

4. Perawatan setelah prosedur penting dilakukan

Seiring berjalannya waktu, helaian bulu mata palsu akan rontok dengan sendirinya. Namun, agar kerontokan tidak terjadi sejak dini, Anda perlu menahan diri untuk tidak menggosok atau mengucek mata.

Anda juga disarankan untuk tidak sering mandi dengan shower atau berenang karena dapat menimbulkan tekanan pada kelopak mata. Hal ini dapat membuat bulu mata menjadi mudah rontok.

Selain itu, Anda dianjurkan untuk mengganti pembersih wajah berbahan dasar minyak dengan produk berbahan dasar air. Hal ini karena minyak bisa membuat bulu mata yang terpasang menjadi lebih mudah rontok. Saat mencuci wajah, usaplah bagian mata dengan lembut dan hati-hati.

5. Risiko efek samping

Kebanyakan efek samping yang timbul dari eyelash extension adalah reaksi alergi atau iritasi terhadap bahan kimia yang terkandung dalam lem perekat bulu mata. Reaksi alergi atau iritasi tersebut dapat menimbulkan beberapa gejala berikut ini:

  • Mata merah dan bengkak
  • Gatal dan perih di kelopak mata
  • Muncul ruam di sekitar kelopak mata
  • Mata sulit dibuka
  • Mata berair
  • Mudah silau

Pada kasus yang lebih parah, extension bulu mata bisa menimbulkan infeksi mata, konjungtivitis, luka di kornea mata, dan radang kelopak mata (blefaritis). Hal ini lebih mudah terjadi apabila eyelash extension dilakukan dengan tidak hati-hati atau dengan alat dan bahan yang tidak steril.

6. Tidak semua orang bisa menjalani eyelash extension

Jika Anda menderita dermatitis kelopak mata, blefaritis, alopecia areata, atau trikotilomania, sebaiknya hindari prosedur eyelash extension atau konsultasikan ke dokter sebelum menjalaninya.

Begitu juga bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap tata rias mata, baru saja menjalani operasi LASIK, atau sedang menjalani pengobatan kanker seperti terapi radiasi dan kemoterapi.

Bulu mata yang panjang dan lentik memang bisa meningkatkan rasa percaya diri dan lebih menghemat waktu karena tidak perlu lagi menggunakan maskara. Namun, pastikan Anda memilih klinik kecantikan yang memiliki izin resmi dan praktisi yang ahli serta berpengalaman sebelum melakukan prosedur eyelash extension.

Selain itu, tanyakan pula mengenai jenis lem dan penggunaan bahan lain yang berpotensi menyebabkan Anda alergi. Sebelum menjalani prosedur eyelash extension, cobalah untuk mengoleskan lem yang akan digunakan di kulit Anda dan lihatlah apakah Anda mengalami reaksi alergi atau tidak.

Apabila Anda ingin tahu lebih jauh seputar fakta eyelash extension atau jika Anda mengalami gejala tertentu pada mata setelah menjalani prosedur ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Tags: #fakta eyelash yang perlu diketahui #posisi tidur terbaik untuk ibu hamil