Ibu-ibu Jangan Pernah Anggap Remeh Cuci Piring dan Bersihin Rumah, Karena Semua Ada Pahalanya


Kabar baik untukmu para istri, terlebih kamu yang sudah menyandang status ibu bagi anak-anakmu, yang biasanya suka gaduh melihat isi rumah berntakan dan harus pula selalu dirapiin, meski lelah kadang menyanding.

Jangan kamu pikir semua kerja kerasmu dalam mengurus keadaan rumah agar selalu terlihat indah dan rapi hanya sebuah pekerjaan biasa, karena semua itu telah Allah catat pengabdian dan tentu telah Allah sediakan ganjaran setimpal.

Sama halnya dengan rutinitasmu cuci piring dan bersih-bersih seperti biasa, jangan pernah anggap remeh semuanya itu, karena Allah sudah catat semuanya sebagai ibadah dan telah Allah sediakan pahala yang pantas untukmu.

Nikmatin Semua Lelahmu Mengurus Rumah, Sungguh Dalam Lelahmu Itu Allah Telah Siapkan Sesuatu yang Indah

Untuk itu, nikmatin semua lelahmu mengurus rumah, nikmatin kesibukanmu sebagai seorang istri sekaligus ibu rumah tangga, karena sungguh dalam lelahmu itu Allah telah siapkan sesuatu yang indah.

Allah tidak pernah mengabaikan usahamu dalam memperindah rumahmu, maka meski lelah kamu tidak boleh bermalas-malasan dan menggerutu kepada keadaan.

Jangan Mengeluh, Jalani Saja Semuanya Dengan Penuh Sabar dan Yakin Bahwa Allah Pasti Akan Mengganjarmu

Ikhlaslah, jangan pernah besarkan eluhanmu, jalani saja semuanya dengan penuh rasa sabar dan yakin bahwa Allah pasti akan mengganjar setiap kerja kerasmu.

Mungkin semua yang kamu lakukan terlihat biasa menurutmu, tapi sebiasa apapun sungguh telah Allah hitung pahala yang sempurna.

Merasa Lelah Itu Adalah Hal yang Wajar, Tapi Pastikan Hatimu Tetap Yakin Bahwa Allah Tidak Pernah Buta Melihatmu

Merasa lelah pun adalah hal yang wajar, semua wanita dan para ibu pasti akan merasakannya, tapi pastikan hatimu tetap yakin bahwa Allah tidak akan pernah buta melihatmu.

Yakinlah bahwa Allah selalu melihat setiap keringat yang kamu kucurkan demi menunaikan tanggung jawabmu, dengan demikian insyaallah kamu akan selalu menikmati peranmu sebagai ibu rumah tangga.

Allah Akan Memberimu Ganjaran Setimpal Dari Pengorbananmu, Maka Ikhlaslah Menjalankan Tanggung Jawabmu

Lantas selelah apapun mengurus rumah, jangan pernah kamu menggerutu, karena Allah akan memberimu ganjaran setimpal dari pengorbananmu.

Ikhlaslah, karena ketika kamu ikhlas menjalankan tanggung jawabmu, maka Allah akan menyediakan pahala yang besar terhadapmu.

Semua yang Kamu Lakukan Demi Mengurus Menyenangkan Suami dan Anak-anakmu Telah Allah Catat Pahala, Maka Bersabarlah!

Intinya, setiap usaha dan upayamu dalam mengurus serta menyenangkan suamimu, anak-anakmu, maka pasti Allah telah sediakan balasan terbaik untukmu.

Oleh karenanya, bersabarlah! sebab semua yang jerih payahmu dalam mengurus rumahmu agar menjadi “baitii jannatii” telah Allah catat dengan sempurna, dan telah Allah sediakan pahala yang luar biasa untukmu.

======

Fakta Seputar Cara Mengobati Usus Buntu dengan Kunyit

Cara mengobati usus buntu dengan kunyit hingga kini masih menjadi perdedatan. Sebagian pihak menilai hal ini hanyalah mitos, tetapi ada juga orang yang mengklaim bahwa cara ini terbukti efektif.

Penyakit usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi ketika usus buntu mengalami peradangan. Penyakit usus buntu bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, penyakit ini lebih sering terjadi pada usia 10–30 tahun.

Umumnya usus buntu bisa diatasi dengan antibiotik atau operasi. Bila memang ada obat alami yang diklaim mampu mengobati usus buntu, seperti kunyit, Tentu perlu diuji efektivitasnya dengan meninjau beberapa penelitian terkait klaim tersebut.

Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Tubuh

Kunyit masih tergolong ke dalam keluarga jahe-jahean. Selain umum dijadikan sebagai bumbu masakan, kunyit juga telah digunakan sejak lama dalam pengobatan tradisional. Hal ini karena kunyit mengandung senyawa kurkumin yang memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.

Selain memberi warna kuning khas pada kunyit, kurkumin diketahui memiliki sifat antioksidan yang kuat. Zat ini juga diketahui memiliki efek antiradang, antikanker, antibakteri, dan antijamur. Manfaat kandungan ini juga membuat kunyit dipertimbangkan untuk pengobatan asam lambung.

Maka dari itu, tak heran jika kunyit menjadi bahan alami yang berpotensi untuk membantu mengatasi maupun mencegah beberapa penyakit, misalnya osteoarthritis, diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau hipertensi, gangguan hati, dan kanker.

Namun, perlu diingat. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang dapat memastikan efektivitas dan keamanan kunyit sebagai obat. Oleh karena itu, Anda tetap perlu berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan kunyit untuk mengobati penyakit apa pun.

Fakta Medis Terkait Cara Mengobati Usus Buntu dengan Kunyit

Studi di laboratorium memang menunjukkan bahwa kunyit memiliki sifat antiradang dan antibakteri, sehingga banyak orang mengklaim bahwa tanaman herba ini bisa digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk usus buntu.

Menanggapi klaim tersebut, perlu diketahui bahwa cara mengobati usus buntu dengan kunyit hanyalah mitos. Faktanya, hingga kini belum ditemukan penelitian ilmiah secara medis terkait efektivitas kunyit dalam mengobati usus buntu.

Pada dasarnya, pengobatan usus buntu masih perlu dilakukan dengan operasi pengangkatan usus buntu (apendektomi). Hal ini perlu dilakukan agar radang usus buntu tidak sampai menimbulkan komplikasi berbahaya, seperti usus buntu pecah, peritonitis, dan sepsis.

Namun, jika kondisinya masih ringan dan belum menimbulkan komplikasi, usus buntu bisa diatasi tanpa operasi. Meski begitu, Anda tetap tidak dianjurkan untuk mengobati usus buntu sendiri tanpa bantuan medis dari dokter.

Oleh karena itu, mulai sekarang hindari cara mengobati usus buntu dengan kunyit, ya. Bukan berarti kunyit perlu dihindari sepenuhnya. Anda masih boleh mengonsumsi kunyit sebagai jamu untuk memelihara kesehatan tubuh atau untuk mencukupi asupan nutrisi sehari-hari.

Nah, itulah penjelasan mengenai cara mengobati usus buntu dengan kunyit. Jika Anda mengalami gejala usus buntu, seperti nyeri perut kanan bawah atau sekitar pusar, mual, konstipasi, diare, dan demam, segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

======

Berbagai Penyebab Sariawan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab sariawan saat hamil biasanya adalah karena perubahan hormon. Di samping itu, ada juga beberapa penyebab lainnya, mulai dari reaksi alergi terhadap sesuatu, infeksi, hingga penyakit tertentu. Agar Bumil bisa lebih waspada, yuk, pahami lebih jauh seputar penyebab sariawan saat hamil.

Saat hamil, tubuh Bumil akan menghasilkan banyak hormon, seperti estrogen dan progesteron. Hormon ini bisa menyebabkan perubahan pada jaringan di gusi, lidah dah mulut, sehingga meningkatkan risiko terjadinya sariawan saat hamil. Perubahan hormon juga bisa menyebabkan gusi Bumil menebal dan mudah berdarah.

Meski bisa terasa mengganggu, umumnya hal ini tidaklah berbahaya dan biasanya sariawan saat hamil bisa sembuh sendiri. Sariawan juga umumnya akan lebih jarang kambuh lagi setelah melahirkan.

Penyebab Sariawan Saat Hamil selain Akibat Perubahan Hormon

Selain akibat perubahan hormon, berikut adalah berbagai penyebab sariawan saat hamil yang perlu Bumil ketahui:

1. Morning sickness

Keluhan mual dan muntah saat hamil atau morning sickness tentu sudah bukan jadi hal yang asing bagi ibu hamil. Namun, hal ini ternyata bisa menjadi salah satu penyebab sariawan saat hamil, lho.

Saat muntah, asam lambung yang keluar dari lambung bisa melukai jaringan mulut, lidah, dan gusi Bumil. Hal inilah yang menyebabkan Bumil mengalami sariawan, jika sering mual dan muntah. Sariawan juga mungkin bisa Bumil alami, jika Bumil terlalu sering mengonsumsi makanan yang asam, misalnya stroberi, tomat, atau lemon.

2. Stres berlebihan

Apakah Bumil akhir-akhir ini sering stres lalu mengalami sariawan? Jangan heran, stres memang bisa berpengaruh terhadap munculnya sariawan. Riset menyebutkan bahwa stres berat bisa mengganggu kinerja imunitas tubuh, sehingga tubuh lebih mudah mengalami peradangan. Jika terjadi di dalam mulut dan lidah, hal ini bisa menyebabkan sariawan saat hamil.

Tak hanya itu, stres juga kerap membuat daya tahan tubuh melemah. Hal ini bisa membuat kuman lebih mudah tumbuh di dalam mulut, sehingga Bumil pun bisa rentan sariawan.

3. Luka di mulut

Luka ini bisa terjadi ketika Bumil menyikat gigi dan lidah terlalu kencang. Luka yang awalnya kecil bisa menjadi lebih besar dan akhirnya menyebabkan sariawan.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya sariawan saat hamil, Bumil dianjurkan untuk menyikat gigi secara perlahan dengan sikat gigi berbulu lembut. Setelah itu, bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss).

4. Alergi dan iritasi

Sariawan saat hamil juga terkadang bisa terjadi karena reaksi alergi atau iritasi terhadap beberapa hal, misalnya makanan atau obat-obatan. Selain itu, paparan zat kimia yang terlalu keras, misalnya alkohol dan sodium lauryl sulfate dari pasta gigi atau obat kumur, juga bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan sariawan.

5. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi akibat Bumil susah makan juga bisa menjadi penyebab sariawan saat hamil. Riset menyebutkan bahwa kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi, asam folat, vitamin B12, vitamin D, dan kalsium, bisa meningkatkan risiko terjadinya sariawan.

Oleh karena itu, Bumil perlu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta menambah asupan nutrisi dengan suplemen kehamilan.

6. Penyakit tertentu

Selain berbagai penyebab di atas, sariawan saat hamil juga dapat terjadi karena kondisi atau penyakit tertentu, seperti penyakit autoimun, penyakit radang usus, penyakit Behcet. Saat hamil, daya tahan tubuh Bumil mungkin bisa menjadi sedikit lebih lemah. Hal ini bisa memicu bakteri mudah tumbuh di dalam mulut, sehingga menyebabkan terjadinya sariawan.

Tips Mencegah dan Mengatasi Sariawan Saat Hamil

Sariawan saat hamil mungkin bisa sering kambuh dan mengganggu kenyamanan. Namun, ada beberapa tips yang bisa Bumil lakukan untuk mengatasi dan mencegah munculnya keluhan ini, di antaranya:

  • Hindari makanan yang dapat mengiritasi mulut, seperti kacang-kacangan, keripik, makanan pedas, serta yang terlalu asin dan asam.
  • Hindari pemicu alergi, misalnya makanan, obat, debu, atau asap rokok.
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, misalnya buah dan sayuran, kacang-kacangan, ikan, telur, daging, susu, dan biji-bijian. Bumil juga bisa mencukupi asupan gizi dengan mengonsumsi vitamin prenatal sesuai rekomendasi dokter.
  • Jaga kebersihan gigi dan mulut secara rutin, yaitu dengan menyikat gigi dan flossing setiap hari. Gunakan sikat gigi yang lembut untuk mencegah iritasi.
  • Hindari pasta gigi dan obat kumur yang mengandung zat kimia keras, seperti alkohol dan sodium lauryl sulfate. Iritasi dari zat-zat tersebut bisa menjadi penyebab sariawan saat hamil.
  • Istirahat yang cukup dan kelola stres dengan baik, misalnya dengan meditasi.
  • Berkumur dengan air garam hangat selama 15-20 detik sebanyak 2 atau 3 kali sehari.

Sariawan saat hamil umumnya bukanlah kondisi yang berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari hingga sekitar1 atau 2 minggu. Setelah melahirkan, Bumil juga mungkin akan lebih jarang sariawan kembali.

Namun, jika sariawan saat hamil menyebabkan luka yang besar, menyebar, tidak hilang selama 3 minggu atau lebih, disertai demam, atau menyebabkan dehidrasi, karena Bumil sulit makan dan minum, Bumil perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Tags: #cara mengobati sariawan saat hamil #jangan pernah anggap remeh cuci piring dan bersih rumah #mengobati usus buntu dengan kunyit #penyebab sariawan saat hamil