Ibunda Celine Evangelista ‘Sumpahi’ Putrinya Tak Bakal Bahagia Seumur Hidup karena Sering ‘Menipu’, Ada Apa?


Kabar perceraian pasangan Stefan William dan Celine Evangelista masih terus menjadi perbincangan banyak netizen Indonesia.

Belum cukup ditimpa masalah perceraian, Celine Evangelista juga dikabarkan harus menyimpan luka usai mengetahui Stefan William sudah memiliki kekasih baru.

Pengakuan Itu bahkan sudah diakui Stefan William saat mengklarifikasi video dirinya dengan seorang wanita yang viral beberapa waktu lalu.

Melihat pernikahan putrinya kembali berujung pada perceraian, ibunda Celine Evangelista ternyata sudah memprediksi hal tersebut.

Bahkan, menurut mantan mertua Stefan William itu, Celine dan suaminya memang telah lama memutuskan untuk bercerai.

“Mereka memang menyampaikan sendiri bahwa niatan untuk bercerai memang sudah bulat,” ujar ibu Celine Evangelista seperti dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi.

Meski menyayangkan hal ini, Vicentia Nurul tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi kini posisinya sebagai ibu juga tak diakui oleh Celine Evangelista.

“Kalau dibilang sayang Tetapi itu kan prinsip masing-masing, mereka yang menikah, mereka juga yang memutuskan untuk bercerai,” kata Vincentia Nurul.

Meski posisinya sebagai ibu tak pernah diakui Celine Evangelista, Vicentia Nurul mengaku siap merangkul putrinya kembali.

Namun, sebelumnya, ibunda Celine Evangelista itu meminta putrinya untuk berhenti berbohong dan meminta maaf atas perbuatannya.

“Yang bisa menghilangkan itu semua itu cuman satu, datang dan minta maaf. Berhenti berbohong, berhenti berkamuflase, ini pesan saya buat Celine,” ujar Vicentia Nurul.

Vicentia Nurul tak butuh putrinya mengenalkan dirinya sebagai ibu ke khalayak luas, dia hanya menginginkan posisinya diakui di hati Celine Evangelista.

“Akui semuanya, enggak usah ke orang lain, cukup ke saya, semuanya akan baik buat dia nantinya,” ujar ibu Celine Evangelista.

======

Kandungan dan Manfaat Daun Katuk bagi Kesehatan

Manfaat daun katuk paling populer adalah sebagai pelancar ASI tradisional. Berkat manfaatnya tersebut, tak sedikit ibu menyusui yang kerap mengonsumsi daun ini. Padahal, selain melancarkan produksi ASI, masih banyak manfaat daun katuk lainnya bagi kesehatan.

Daun katuk (Sauropus androgynous) dapat dikenali dari daunnya yang berbentuk kecil dan berwarna hijau gelap, disertai corak keperakan di bagian tengahnya.

Oleh masyarakat Indonesia, daun katuk biasa diolah menjadi campuran bahan masakan atau dikonsumsi langsung sebagai lalap. Daun katuk juga dapat dikonsumsi sebagai teh herbal dan suplemen.

Kandungan Nutrisi Daun Katuk

Katuk merupakan tanaman dengan kandungan nutrisi yang cukup bervariasi. Di dalam 100 gram daun katuk, terkandung sekitar 35 kalori dan beragam nutrisi, seperti:

  • 5–7 gram protein
  • 1 gram lemak
  • 1,8–2 gram serat
  • 250 miligram vitamin C
  • 190 miligram folat
  • 1 miligram zinc
  • 45 miligram kalium
  • 120 miligram magnesium
  • 170 miligram kalsium
  • 2,7 miligram zat besi

Daun katuk juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, dan beragam antioksidan, seperti polifenol, flavonoid, lutein, dan zeaxanthin.

Manfaat Daun Katuk bagi Kesehatan

Berkat kandungan nutrisi, antioksidan, dan berbagai zat di dalamnya, daun katuk memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh, yaitu:

1. Menurunkan kadar gula darah

Beberapa riset menunjukkan bahwa salah satu manfaat daun katuk adalah menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil. Dengan demikian, daun katuk baik dikonsumsi untuk melindungi tubuh dari risiko diabetes.

2. Mencegah obesitas

Obesitas adalah masalah kesehatan ketika penderitanya memiliki berat badan berlebih, akibat penumpukan jaringan lemak di dalam tubuh.

Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak daun katuk dipercaya dapat mengurangi pembentukan jaringan lemak, sehingga baik untuk mencegah obesitas. Sayangnya, manfaat daun katuk ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

3. Menyembuhkan luka

Ekstrak daun katuk mengandung antioksidan serta efek antiradang dan antibakteri. Berkat efek tersebut, ekstrak daun katuk diyakini dapat mempercepat proses pemulihan dan penyembuhan luka.

4. Mengatasi peradangan

Daun katuk mengandung zat antiradang yang dapat mengurangi peradangan. Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera dan akan membaik dengan sendirinya.

Meski demikian, peradangan terkadang bisa terjadi dalam waktu lama. Seiring waktu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan kanker.

5. Meningkatkan produksi ASI

Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Sebuah penelitian menyatakan bahwa daun katuk terbukti dapat meningkatkan jumlah kedua hormon tersebut di dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan produksi ASI.

Namun, daun katuk bukanlah satu-satunya cara untuk memperbanyak ASI. Untuk melancarkan produksi ASI, ibu menyusui perlu mencukupi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan minum air putih, mencukupi waktu istirahat, serta mengurangi stres.

6. Meningkatkan daya tahan tubuh

Daun katuk mengandung banyak vitamin C, vitamin A, dan antioksidan yang baik untuk memperkuat daya tahan tubuh. Tak hanya itu, beberapa riset juga menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

Daun katuk memang menyimpan beragam manfaat yang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, efektivitas dan tingkat keamanan daun katuk sebagai suplemen atau obat hingga saat ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Jika Anda memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Terlebih, bila Anda hendak menggunakan daun katuk sebagai pengobatan herbal atau dalam bentuk suplemen.

======

Tak Sekedar Mewah, Ini Manfaat Caviar bagi Tubuh

Caviar mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun, manfaat caviar bagi kesehatan sangat banyak dan tidak bisa dianggap remeh. Makanan yang dikenal dengan harganya yang mahal ini memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan jantung dan otak.

Caviar merupakan makanan yang terbuat dari telur ikan sturgeon yang diawetkan dengan garam. Ikan sturgeon adalah jenis ikan air asin yang dapat ditemukan di perairan Eropa dan Asia, serta pesisir selatan Samudra Atlantik. Ada 4 jenis caviar yang paling umum dikonsumsi, yaitu caviar ossetra, beluga, sevruga, dan siberia.

Kandungan Nutrisi Caviar

Di dalam satu sendok makan atau sekitar 15 gram caviar, terkandung 40–45 kalori dan beragam nutrisi berikut ini:

  • 3–4 gram protein
  • 2,5–3 gram lemak
  • 0,5 gram karbohidrat
  • 250 miligram natrium
  • 50 miligram magnesium
  • 30 miligram kalium
  • 10 mikrogram selenium
  • 45 miligram kalsium
  • 2 miligram zat besi
  • 150 IU vitamin A
  • 19 IU vitamin D
  • 0,3 miligram vitamin E

Caviar juga mengandung beragam nutrisi lain, seperti asam lemak omega-3, vitamin B, folat, kolin, dan antioksidan. Meski memiliki beragam nutrisi yang baik untuk tubuh, caviar juga mengandung banyak kolesterol. Dalam 1 sendok makan caviar, terkandung sekitar 940–950 miligram kolesterol.

Manfaat Caviar bagi Tubuh

Caviar biasa disantap dalam jumlah kecil sebagai hidangan pembuka, seperti olesan roti atau salad. Namun, caviar juga cukup umum ditaburkan di berbagai jenis makanan sebagai hidangan utama. Selain rasanya yang nikmat, berikut ini adalah berbagai manfaat caviar yang juga baik untuk kesehatan:

1. Mendukung fungsi dan kesehatan otak

Asam lemak omega 3, protein, serta antioksidan berperan penting dalam memelihara kesehatan dan fungsi otak. Nutrisi-nutrisi tersebut diketahui berperan dalam meningkatkan daya ingat dan konsentrasi serta mencegah pikun atau demensia, terutama pada lansia.

2. Menjaga kesehatan jantung

Kandungan kalium dan protein dalam caviar bermanfaat untuk mengurangi trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Meski demikian, konsumsi caviar secara berlebihan tidak baik untuk kesehatan, karena makanan ini banyak mengandung kolesterol. Jika asupan kolesterol Anda berlebihan, hal ini justru bisa meningkatkan risiko penyumbatan pada pembuluh darah (ateroskeloris) dan memicu penyakit jantung koroner.

3. Menjaga kesehatan mata

Caviar mengandung asam lemak omega-3, vitamin A, dan antioksidan lutein yang baik untuk kesehatan mata. Kekurangan omega-3 dan lutein diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit mata, seperti gangguan retina mata, degenerasi makula, dan sindrom mata kering.

4. Meredakan peradangan

Sebuah riset menunjukkan bahwa kandungan asam lemak omega-3 dapat meredakan gejala rheumatoid arthritis, terutama pembengkakan pada sendi. Manfaat ini berkat sifat asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi peradangan di dalam tubuh.

5. Memelihara kesehatan dan kekuatan tulang

Caviar mengandung vitamin D, kalsium, dan protein yang cukup tinggi. Nutrisi-nutrisi tersebut merupakan jenis nutrisi yang berperan penting dalam mendukung kekuatan tulang. Dengan tercukupinya vitamin D dan kalsium, Anda pun akan terhindar dari osteoporosis.

Tak hanya baik untuk kesehatan organ di dalam tubuh, caviar juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Caviar mengandung banyak antioksidan, mineral, dan zat yang bersifat antiaging. Kandungan caviar tersebut dapat menutrisi kulit sekaligus mencegah penuaan dini.

Itulah beragam manfaat caviar bagi kesehatan. Meski nikmat dan menyehatkan, caviar tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang. Makanan ini sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh penderita penyakit kardiovaskular atau kolesterol tinggi. Ibu hamil pun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi caviar.

Jika Anda memiliki penyakit atau kondisi tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi caviar.

Tags: #ibunda sumpahi putrinya tidak bahagia seumur hidup #manfaat caviar bagi tubuh #manfaat daun katuk bagi kesehatan