Ini Dia 5 Tanda Kecil Kalau Suami Sudah Pindah ke Lain Hati. Istri Harus Waspada


Ini Dia 5 Tanda Kecil Kalau Suami Sudah Pindah ke Lain Hati. Istri Harus Waspada

Mama nggak sadar kan, kalau laki-laki terkadang sungguh pintar menyimpan rahasia hati? Yeah, sangat sulit untuk dideteksi jika Mama nggak peka dengan hal-hal yang menunjukkan tanda-tanda kalau suami sudah pindah ke lain hati.

Tapi sepandai-pandainya laki-laki menyimpan rahasia hati, sebenarnya ada cara gampang kok buat mendeteksinya. Mama harus lebih peka jika suami menunjukkan sikap tak menyenangkan yang dilakukan berulang-ulang.

Nah, ini nih, 5 tanda kecil yang sebenarnya nggak disadari suami yang bisa menunjukkan dirinya sudah tidak respek lagi dengan Mama, dan ada kemungkinan besar sudah pindah ke lain hati. Coba Mama lebih peka lagi jika suami selalu melakukan hal sepele yang tidak menyenangkan ini.

1. Pertengkaran Kecil

Hanya karena Mama menolak membantu suami mengambilkan sesuatu, terus suami pun langsung mengeluarkan kata-kata yang memicu pertengkaran.

Walaupun hanya pertengkaran kecil tapi ucapannya bisa bikin mata Mama jadi panas berair. Suami sudah nggak bisa toleransi lagi kalau Mama nggak bisa memberikan pertolongan setiap waktu, bahkan di saat Mama sedang dalam keadaan repot.

Egois sekali ya, Ma. Tapi secara nggak langsung ini kode buat Mama kalau suami sudah nggak peduli lagi dengan Mama.

2. Masalah Kecil yang Dibesar-besarkan

Perempuan memang makhluk sensitif dan kompleks. Tapi bukan berarti harus selalu menjadi drama queen jika ada masalah.

Untuk masa awal pernikahan mungkin masalah kecil masih terasa indah, tapi kalau suami mulai menunjukkan gelagat selalu membesar-besarkan masalah yang menurut Mama sangat sepele sekali, itu sudah merupakan masalah yang sangat besar buat Mama.

3. Mencari-cari Kesalahan

Apa saja yang Mama lakukan selalu salah di mata suami. Padahal Mama sudah merasa melakukan yang terbaik, tapi masih saja selalu dikomplain untuk urusan yang remeh temeh.

Sekali dua kali mungkin masih wajar, tapi bila berkali-kali dan Mama selalu jadi kambing hitam dari semua permasalahan, mulailah berpikir logis, Ma. Ada apa dengan suami yang dulunya terlalu manis tapi sekarang jadi terlalu pahit?

4. Gampang Bad Mood

Cuma gara-gara Mama lelet beberes rumah, muka suami langsung ditekuk tiga. Gara-gara Mama terlambat menyiapkan hidangan makan, mendadak suami jadi nggak nafsu makan. Sepele sekali ya, Ma.

Tapi hal itu selalu bikin suami bad mood dan uring-uringan nggak jelas. Apalagi kalau Mama mulai mengeluhkan masalah keuangan yang semakin mepet, pasti mukanya langsung sepet.

5. Begitu Mudah Mengucapkan Kata Pisah

Ini yang paling bahaya, Ma, suami selalu mencari celah untuk mengucapkan kata pisah. Kesalahan Mama sekecil apa pun bisa berpotensi memicu suami untuk mengucapkan berpisah dari Mama.

Seolah sudah tidak ada hasrat untuk mempertahankan pernikahan dan sudah tidak peduli dengan perasaan Mama saat suami dengan entengnya mengucap kata pisah.

Kalau sudah begini lebih berhati-hati ya, Ma. Mungkin tidak ada yang salah dalam diri Mama, tapi itu hanya upaya suami untuk bisa lepas dari Mama.

Suami sudah punya tambatan hati yang lain yang menurutnya lebih baik dari Mama dari segala sisi. Berpikir positif memang perlu sekali, tapi bila suami sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut sungguh sangat perlu dipertanyakan, Ma.

Jangan biarkan hal yang kelihatan sangat sepele itu bisa merusak pernikahan Mama. Mama jangan langsung menyalahkan orang ketiga juga, bisa jadi memang keinginan suami sendiri karena menganggap Mama sudah tidak lagi bisa menjadi pendamping hidup yang ideal.

Setiap orang memang selalu punya kekurangan, Ma. Tapi hanya kesabaran yang mampu mengalahkan segalanya.

======

Tips Perawatan Diri bagi Ibu Menyusui

Di sela-sela kesibukan merawat bayi, tidak sedikit ibu menyusui yang mengabaikan perawatan untuk dirinya sendiri. Padahal, perawatan diri bagi ibu menyusui merupakan hal yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mentalnya.

Setelah melahirkan, Busui akan memasuki fase nifas. Proses pemulihan tubuh pada fase ini biasanya dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Pada fase ini pula, di samping sibuk menyusui, pikiran Busui akan fokus terhadap kesehatan dan perawatan Si Kecil.

Momen ini tentunya dapat menguras banyak energi. Jika tidak disertai dengan fisik dan mental yang kuat, Busui akan lebih rentan mengalami baby blues, kecemasan, hingga depresi pascamelahirkan.

Langkah Perawatan Diri bagi Ibu Menyusui

Untuk mendapatkan fisik dan mental yang sehat serta terhindar dari gangguan kesehatan pascamelahirkan, Busui perlu melakukan perawatan diri. Perawatan diri yang dimaksud bukan hanya sekadar pijat, manikur, atau spa, tapi juga menerapkan pola hidup yang sehat.

Berikut ini adalah tips perawatan diri yang perlu Busui terapkan:

1. Konsumsi makanan bernutrisi

Busui disarankan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat agar tubuh tetap berenergi. Pilihlah makanan yang bernutrisi tinggi, seperti daging, ikan, telur, buah-buahan, sayuran, atau kacang-kacangan.

Lengkapi dengan konsumsi susu atau produk olahan susu yang bebas atau rendah lemak serta mengandung kalsium tinggi. Pastikan juga Busui memperbanyak minum air putih agar tetap terhidrasi.

Perhatikan waktu makan, ya, Busui. Kesibukan mengurus Si Kecil jangan sampai membuat Busui lupa untuk makan. Selain untuk kebutuhan energi Busui, mengonsumsi makanan bernutrisi dan mencukupi asupan cairan juga dibutuhkan untuk memproduksi ASI.

2. Cukupi waktu istirahat

Merawat Si Kecil tentunya akan menyita waktu Busui, sehingga waktu istirahat pun akan berkurang. Hal ini tentu dapat membuat Busui menjadi lelah dan tidak konsentrasi ketika mengurus Si Kecil. Namun, di tengah kesibukan ini, pastikan Busui tetap mencukupi waktu istirahat, ya.

Sebisa mungkin, tidurlah saat Si Kecil tidur. Dengan begitu, Busui akan memiliki tambahan waktu tidur dan lebih bertenaga untuk mengurus Si Kecil.

Busui disarankan untuk mematikan ponsel dan lampu sebelum tidur, atau melakukan aktivitas yang bisa membuat tidur lebih berkualitas, misalnya mendengarkan lagu atau meminum teh chamomile.

3. Lakukan olahraga

Sempatkanlah waktu untuk berolahraga, ya. Busui bebas kok memilih olahraga apa saja yang disukai. Namun, sebaiknya lakukan olahraga dengan intensitas yang ringan atau sedang saja, seperti berjalan kaki atau yoga.

Susui Si Kecil atau pompa ASI terlebih dahulu sebelum memulai olahraga. Selain itu, pastikan Busui mengenakan bra yang tepat dan mandi setelah berolahraga. Rutin berolahraga akan membuat tubuh lebih rileks dan berenergi serta menghilang rasa pegal-pegal.

4. Lakukan aktivitas yang disukai

Sisihkanlah waktu untuk me time dengan melakukan aktivitas yang disukai, misalnya bermeditasi, memasak menu baru, menonton film, berkebun, atau hanya sekadar minum secangkir teh di teras rumah. Busui juga bisa melakukan perawatan diri, seperti creambath, masker wajah, berlulur, atau mempercantik kuku.

Selain membuat tubuh menjadi rileks, melakukan aktivitas yang disukai juga membuat mood meningkat, sehingga Busui akan lebih bersemangat merawat Si Kecil. Saat melakukan aktivitas ini, Busui bisa menitipkan Si Kecil kepada pasangan atau anggota keluarga lainnya.

5. Ikuti komunitas ibu menyusui

Bergabunglah dengan komunitas ibu menyusui. Di sini, Busui bisa memperluas pengetahuan seputar menyusui dan merawat bayi, serta bisa saling bertukar cerita. Berada di dalam komunitas ini juga membuat Busui dan anggota lainnya saling menguatkan serta mendukung satu sama lain.

Fisik dan mental yang sehat merupakan kunci utama untuk sukses menyusui dan merawat Si Kecil. Oleh karena itu, pastikan Busui menerapkan perawatan diri yang telah dipaparkan di atas agar tubuh berenergi dan suasana hati menjadi lebih baik.

Jangan ragu untuk meminta pertolongan pada pasangan dan anggota keluarga lainnya jika Busui merasa keteteran dalam mengurus Si Kecil, ya. Bila masih ada pertanyaan terkait perawatan diri bagi ibu menyusui atau cara merawat Si Kecil, konsultasikanlah dengan dokter.

Tags: #tanda kecil kalau suami sudah pindah ke lain hati #tips perawatan diri bagi ibu menyusui