Inilah Alasan Kenapa Iblis Lebih Takut Orang yang Tidur daripada yang sedang Shalat?


Ternyata ini alasan kenapa iblis takut orang tidur

Rasulullah SAW pun dibuat keheranan dengan sikap iblis yang ketakutan dan gemetaran ketika melihat orang sedang tidur. Tetapi jika dengan orang yang se sama sekali tidak takut dengan orang yang sedang shalat. Rasulullah pun berikan alasannya berikut ini

Hari itu sangat cerah. Dalam jangka waktu yang lama, kota tidak pernah ditimpa hujan. Hanya pada tempat-tempat tertentu saja yang dinaungi keteduhan.

Bahkan pohon-pohon pun sering kali tidak cukup untuk dijadikan tempat berteduh dari sengatan sinar matahari.

Dalam cuaca dan kondisi seperti itu, sepertinya banyak orang yang memilih untuk berdiam diri saja di dalam ruangan, daripada keluar.

Bagi Rasulullah SAW, tidak ada lagi tempat yang membuatnya nyaman selain di masjid. Masjid, baginya, sudah seperti halnya rumah sendiri.

Bagaimana tidak, untuk banyak keperluan hidup beliau melakukan dan memulainya dari Masjid. Bahkan Nabi pun merancang semua agenda-agendanya di dalam masjid bersama sahabat-sahabatnya.

Tapi, entah kenapa, siang itu masjid terasa sepi. Belum ada siapa-siapa di masjid. Mungkin para sahabat tengah mencari nafkah untuk anak dan istrinya. Maka Rasulullah pun bergegas melangkahkan kaki ke dalam masjid.

Tepat ketika Rasulullah akan memasuki pintu masjid, alangkah terkejutnya ia. Sebab, tepat di samping pintu masjid, beliau melihat sesosok tubuh. Membayang dan akhirnya semakin jelas.

Ternyata ia adalah Iblis yang terkutuk. Rasulullah nampak keheranan apakah yang dilakukan iblis di tempat sesuci itu. Ketika Rasululllah melihat ke dalam masjid, tampak ada dua orang di sana.

Seorang tengah melaksanakan shalat dan seorang lagi tampak tengah tertidur pulas dekat pintu.

Rasulullah bergegas menghampiri Iblis. Beliau bertanya dengan penuh keheranan, “Hai Iblis, apa yang sedang kaulakukan di sini?”

Ditanya oleh Rasulullah, Iblis mendelik. Ia tidak kaget sama sekali kalau manusia yang satu ini bisa melihat wujud dan berkomunikasi dengannya.

Ia tampak ketakutan dan menjawab, “Sejujurnya aku hendak masuk ke dalam masjid untuk menggoda dan merusak ibadah orang yang sedang shalat itu.”

Rasulullah mengernyitkan keningnya tanda semakin keheranan. Kalau itu saja yang ingin dilakukan mahluk terkutuk itu, apa sulitnya?

Rasulullah menduga-duga, pasti ada sesuatu yang lain. “Mengapa kauurungkan? Apa yang menghalangimu?”

Iblis tidak menjawab segera. Ia kembali menatap wajah Rasulullah. Tetapi segera tertunduk kembali. “Ada orang itu yang tengah tertidur di dekat pintu”

Rasulullah semakin keheranan, “Ia yang sedang tertidur? Ada ada dengannya?”

“Aku takut kepadanya,” jawabnya gemetar.

Nabi sekarang benar-benar tidak bisa menyembunyikan keheranannya. Bagaimana mungkin seorang Iblis bisa takut kepada manusia yang tengah tertidur pulas?

“Hai Iblis, aneh benar engkau. Aku tidak habis pikir, engkau justru takut kepada orang yang sedang tidur, padahal ia lalai dan lupa. Dan mengapa engkau tidak takut kepada orang yang sedang shalat itu, sedangkan ia berada dalam keadaan ibadah dan munajah kepada Allah?”

Iblis merunduk dan masih gemetaran. Melihat Iblis seperti itu, Rasulullah membiarkannya saja.

“Engkau ingin tahu, Rasulullah?” tanya Iblis.

Rasulullah mengangguk kepalanya segera. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang sangat menarik, mengapa Iblis bisa tak berdaya pada manusia yang tengah tertidur.

Akhirnya dengan masih ketakutan, Iblis berkata terpatah-patah,

“Ketahuilah olehmu, hai Rasulullah. Aku tidak takut pada orang yang shalat itu karena orang itu bodoh. Ia tidak pernah mencari ilmu sehingga ita tidak tahu bagaimana melaksanakan shalat yang benar. Bagiku, mengganggu dan merusak ibadahnya semudah membalikkan telapak tangan. Aku tidak akan bekerja terlalu sulit untuk membuatnya seperti itu”

Rasulullah masih heran mendengar penuturan Iblis, “Lantas, kenapa kautakut kepada orang yang tengah tertidur itu?”

Iblis menjawab “Sedangkan orang yang sedang tertidur lelap itu adalah orang alim. Ia mempunyai banyak ilmu. Bahkan ketika ia tidurpun ia memakai ilmu hingga perlindungan Allah begitu kuat terhadapnya. Itu yang menyebabkan aku menjadi takut masuk ke dalam masjid. Karena jika aku sudah berhasil mengganggu orang yang tengah shalat itu, pasti orang alim tersebut akan bisa mengusir aku dengan doa yang dibacanya sebelum tidur!”

Rasulullah mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar keterangan Iblis yang terbuka itu. Beliau makin sadar bahwa ilmu adalah satu-satunya senjata dan modal bagi umatnya untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan baik di dunia dan di akhirat.

Rasululah teringat ia pernah diberitahu oleh Allah SWT, bahwa ketika Nabi Sulaiman disuruh memilih karunia yang disukainya, apakah harta, tahta, ataukah ilmu, Nabi Sulaiman justru memilih ilmu.

Kalau ia memilih harta, belum tentu tahta dan ilmu didapatnya. Jika ia mengambil tahta maka harta dan ilmu juga belum tentu bisa diraihnya. Tetapi dengan memilih ilmu, harta dan tahta bisa didapatkannya.

======

Meski Reaksinya Lambat, Obat Herbal Minim Efek Samping Dibanding Obat Kimia

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. Resna Murti Wibowo, Sp.PD, FINASIM, M.Kes menjelaskan perbedaan antara obat herbal atau jamu dengan obat kimia.

Kedua jenis obat ini memang diketahui memiliki manfaat dalam pengobatan penyakit.

Namun obat herbal cenderung ‘minim efek samping’ jika dibandingkan obat kimia.

Ia menyampaikan bahwa manfaat obat kimia biasanya dapat langsung dirasakan oleh pasien yang mengkonsumsinya.

Karena obat jenis ini menunjukkan reaksi yang cepat dalam menghilangkan gejala penyakit pada tubuh seseorang.

“Jadi kalau kita lihat perbedaannya, obat kimia ini bisa langsung menghilangkan gejala, reaksinya cepat,” ujar Dr Resna, dalam webinar ‘Peranan Jamu Sebagai Imun Booster Di Era Pandemik’, Selasa (23/3/2021) sore.

Namun dalam pemakaiannya, yang harus diwaspadai adalah obat kimia bersifat destruktif.

Jika tidak diperhatikan dosis penggunaannya, maka obat ini dapat melemahkan organ tubuh mereka yang mengkonsumsinya.

“Tapi (obat ini) bersifat destruktif, hati-hati, dia bisa melemahkan organ tubuh,” kata Dr Resna.

Oleh karena itu, para dokter pun sangat memperhatikan tiap dosis obat kimia yang diberikan kepada pasiennya.

Karena efek samping penggunaan obat kimia yang terlalu banyak atau sering, dapat menyebabkan kerusakan pada organ bagian dalam tubuh, seperti infeksi lambung hingga kerusakan pada ginjal.

“Jadi kita biasa kalau memberikan obat kimia harus evaluasi, berapa dosisnya, efek samping bisa infeksi lambung, hati, kerusakan pada bagian ginjal,” papar Dr Resna.

Ia kemudian menyebut bahwa hal ini pun harus diperhatikan oleh pasien yang mengkonsumsi obat pereda nyeri.

“Dan utamanya pada pasien-pasien yang menggunakan obat-obatan anti nyeri,” tutur Dr Resna.

Obat kimia, kata dia, memang memiliki reaksi cepat dalam menghilangkan gejala penyakit, namun dapat memicu munculnya alergi.

Ini yang membuat obat kimia berbeda dengan obat herbal.

“Reaksi terhadap tubuh juga cepat, maksudnya reaksi alergi biasanya lebih cepat dibandingkan dengan herbal,” tegas Dr Resna.

Obat herbal tidak hanya memiliki manfaat untuk memperbaiki atau mengembalikan fungsi organ tubuh, namun juga menyembuhkan dan mencegah munculnya penyakit.

Oleh karena itu jenis obat yang berasal dari tumbuhan ini disebut bersifat rekonstruktif dan kuratif.

“Nah obat herbal diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang besar, bersifat rekonstruktif, jadi kita berusaha mengembalikan fungsi pada tubuh kita. Kuratif, benar-benar targetnya menyembuhkan ya, memperbaiki sel-sel yang ada, mencegah penyakit yang baru dan pemulihan terhadap tubuh dari penyakit,” kata Dr Resna.

Kendati memiliki sederet manfaat bagi pemulihan kesehatan, obat herbal menunjukkan reaksi yang lambat dibandingkan obat kimia.

Namun jika dilihat dari efek sampingnya, obat herbal dapat disebut sebagai obat yang ‘minim’ efek samping.

“Reaksinya lambat tapi bersifat konstruktif dan efek sampingnya cukup minimal. Jadi obat kimia biasanya bersifat instan, tetapi obat herbal pada saat kita berperang (melawan penyakit) ‘baiklah kita harus serang’ tapi kita harus memperbaiki kondisi tubuh kita (terlebih dahulu),” pungkas Dr Resna.

Tags: #iblis lebih takut orang tidur #obat herbal minim efek samping