Inilah Hukuman Untuk Istri yang Tidak Mau Mengunjungi Mertua

333 views


Ketika seorang wanita telah sah untuk bersanding dengan seorang laki-laki, maka statusnya berubah menjadi seorang istri.

Dan kewajiban sebagai seorang istri ialah mentaati suaminya. Termasuk untuk tinggal dan mengikuti segala aturannya, segali itu masih berada dalam tuntunan syariat Islam.

Bukan hanya berlaku baik terhadap suami, sang istri pun harus berperilaku baik pula pada keluarga suami, termasuk kedua orang tuanya, yang menjadi mertua bagi istri.

Terkadang ada istri yang tidak begitu menyukai mertuanya sendiri. Hal ini terjadi akibat beberapa faktor yang berbeda.

Namun yang pasti, hal inilah yang menjadi penghambat hubungan silaturahmi untuk berjalan baik.

Lalu, bagaimana hukumnya istri yang tidak mau mengunjungi rumah mertuanya? Dan apa hak mertua atas istri?

Seorang istri wajib menaati suami dalam perkara-perkara yang tidak mengandung maksiat kepada Allah.

Syariat telah memberikan dorongan yang kuat kepada istri untuk menaati suami, serta memperingatkannya dari tidak mentaatinya dalam perkara-perkara yang ia bisa taat kepadanya.

Dalam Al-Musnad dan Shahih Ibnu Hibban disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda,

“Jika seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa satu bulan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu-pintu surga mana saja yang kamu kehendaki’.”

Dalam Al-Musnad, Shahih Ibnu Hibban dan Al-Mustadrak disebutkan bahwa Nabi bersabda,

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain (selain Allah), sungguh aku akan memerintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.”

Dalam kitab Ash-Shahih diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa yang paling besar? Yaitu, menyekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua.”

Kemudian beliau duduk setelah sebelumnya bersandar dan bersabda, “Ketahuilah, juga perkataan sia-sia.”

Beliau terus menerus mengulanginya hingga kami bergumam, “Sekiranya di antara sempurnanya ketaatan istri kepada suami ialah hendaknya ia berbuat baik kepada kedua orang tua suami, berbakti kepada keduanya, tidak berlaku buruk pada keduanya, serta bersabar terhadap apa yang muncuk dari keduanya. Semua itu dilakukan demi meraih ridha suami agar dengan itu ia memperoleh pahala dari Allah.

Jika ibu Anda marah pada istri Anda lantaran suatu sebab yang datang dari istri Anda, maka seyogyanya istri Anda meminta maaf darinya sebelum ia meninggal, agar ia meninggal dalam keadaan ridha terhadap istri Anda.

Namun, jika ibu Anda telah meninggal sedangkan istri Anda belum mengerjakan hal itu maka istri Anda wajib banyak mendoakannya agar mendapat ampunan.

Demikian pula seorang anak wajib banyak mendoakan kedua orangtuanya ketika keduanya masih hidup maupun sesudah meninggal. Allah berfirman,

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil’.” (QS. al-Isra’: 24).

Adapun mengenai hal itu dianggap sebagai kedurhakaan seorang anak kepada ibunya atau tidak, maka jawabannya adalah jika istri menyakiti ibunya sementara ia tidak mencegahnya, melarangnya dan menghukum perbuatan istri tersebut maka hal itu termasuk bentuk kedurhakaan.

Sehingga, ia harus banyak beristighfar dan memperbanyak amal shaleh.

Sesungguhnya Allah Mahamulia dan Mahamenerima taubat lagi Maha Penyayang.

Jika Dia mengetahui dari hamba-Nya kejujuran taubatnya maka Dia akan menerima taubatnya. Allah berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. az-Zumar: 53).

======

Ajaib Banget! Iseng Rebus Bunga Melati Selama 15 Menit dan Minum Airnya, Jangan Kaget Jika Tubuh Mengalami Efek Menakjubkan Ini!

Kebanyakan masyarakat Indonesia mengenal manfaat bunga melati hanya untuk ritual penting saja.

Harumnya yang semerbak membuat bunga ini digunakan untuk acara pernikahan, siraman hingga pemakaman.

Tak banyak yang tahu bahwa bunga melati ternyata memiliki manfaat kesehatan dan dapat dikonsumsi.

Melansir Kompas.com, beberapa manfaat bunga melati di antaranya adalah mengatasi nyeri otot, menyembuhkan luka, hingga menyehatkan sistem pencernaan.

Tak hanya itu, bunga melati juga bermanfaat untuk melembutkan dan melembapkan kulit, serta menyehatkan rambut.

Jika dikonsumsi, kamu bisa merebus bunga melati dan meminum air rebusannya untuk mendatangkan manfaat lainnya.

Berikut manfaat air rebusan bunga melati bagi kesehatan yang dikutip Grid.ID dari Sajian Sedap.

Mencegah penuaan dini

Setiap wanita pasti menginginkan kulit wajah yang kencang dana wet muda meskipun sudah bertambah umur.

Nah, salah satu cara untuk memiliki wajah awet muda adalah dengan meminum air rebusan bunga melati.

Meminum air rebusan bunga melati dapat mencegah penuaan dini dan telah dipraktikkan sejak lama oleh orang-orang Mediterania.

Mengatasi susah tidur atau insomnia

Bagi kamu yang memiliki masalah insomnia, cobalah untuk minum air rebusan bunga melati nanti malam.

Air rebusan bunga melati dapat membuat tubuh menjadi rileks sehingga membantu kamu untuk tertidur pulas.

Mengatasi sesak napas

Selain itu, air rebusan bunga melati juga dapat mengatasi masalah pernapasan seperti sesak napas.

Minuman ini pun dapat diandalkan bagi penderita asma ataupun pasien sesak napas karena terinfeksi Covid-19.

Mencegah kolesterol

Tanpa disangka, bunga dengan aroma yang khas ini juga bermanfaat untuk mencegah kolesterol.

Seperti yang kita ketahui, kolesterol yang tinggi sangat berbahaya untuk kesehatan karena dapat menyebabkan komplikasi.

Nah, dengan meminum air rebusan bunga melati secara rutin, kadar kolesterol pun akan tetap terjaga.

Untuk membuat air rebusan bunga melati pun mudah karena kamu hanya memerlukan segenggam bunga melati dan air.

Caranya adalah dengan meremas-remas bunga melati sebentar lalu masukkan ke dalam air mendidih.

Rebus bunga melati hingga 15 menit lalu minum air rebusannya selagi hangat.

======

Tahu atau Tempe, Mana yang Lebih Sehat untuk Anak?

Tahu dan tempe disukai banyak orang Indonesia, termasuk anak-anak. Walau sering dianggap sama, sebenarnya kedua jenis lauk ini diolah dengan cara berbeda, sehingga kandungan nutrisinya juga berbeda. Jadi, antara tahu dan tempe, manakah yang lebih sehat untuk anak?

Tahu dan tempe sangat mudah dijumpai dan harganya terjangkau. Kedua makanan ini terbuat dari kacang kedelai dan bisa diolah dengan beragam cara, mulai dari digoreng, direbus, ditumis, dibakar, hingga dikukus.

Meski bahan dasarnya sama, proses pembuatan tahu dan tempe berbeda. Itulah sebabnya, penampakan, bentuk, rasa, dan kandungan nutrisi tahu dan tempe pun berbeda.

Tempe dan Tahu Sama-sama Sehat untuk Dikonsumsi Anak

Untuk menghasilkan sebuah tempe, kacang kedelai harus melewati proses fermentasi oleh ragi atau jamur Rhizopus Sp. Selanjutnya, hasil fermentasi dipadatkan dan dicetak menjadi tempe.

Berbeda dengan tempe, pembuatan tahu tidak membutuhkan tahap fermentasi. Bila tempe dibuat dari kacang kedelai utuh, tahu dibuat dengan langsung melumat kacang kedelai. Hasil lumatan tersebut kemudian dimasak, digumpalkan, diperas, lalu dicetak menjadi balok-balok tahu.

Baik tahu dan tempe sama-sama mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh Si Kecil, Bun. Sebagai contoh, tahu dan tempe sama-sama kaya akan isoflavon, yakni senyawa tanaman yang bertanggung jawab untuk melawan radikal bebas.

Jika dilihat dari kandungan nutrisinya, tempe memang merupakan sumber protein dan serat yang lebih baik. Dalam 100 gr tempe, terkandung 21 gr protein dan 1,4 gr serat. Ditambah lagi, serat dalam tempe juga dapat berperan sebagai prebiotik yang baik untuk kesehatan sistem pencernaan anak.

Dalam jumlah yang sama, tahu mengandung 11 gr protein dan hampir tidak mengandung serat. Meski kandungan proteinnya lebih rendah daripada tempe, tahu tetap merupakan sumber protein nabati yang baik untuk anak. Selain itu, tahu mengandung lebih banyak kalsium.

Dari penjelasan di atas, dapat simpulkan bahwa tahu maupun tempe sama-sama sehat untuk anak. Jadi, Bunda tidak perlu bingung harus pilih yang mana.

Bunda bisa memberikan tempe dan tahu secara bergantian kepada Si Kecil, sebagai sumber protein nabati. Tentunya, Bunda juga harus menyertakan sumber protein hewani, karbohidrat, dan lemak yang sehat, serta sumber vitamin dan mineral dalam makanan Si Kecil.

Perlu diingat bahwa memberikan beragam jenis makanan sehat kepada anak tetap lebih baik daripada hanya memberikan satu jenis makanan, meskipun makanan tersebut padat nutrisi. Untuk mengetahui jenis-jenis makanan lain yang juga baik untuk anak, di samping tahu atau tempe, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Tags: #hukuman istri tidak mau mengunjungi mertua #khasiat minum rebusan bunga melati #manfaat tahu dan tempe untuk anak