Inilah Tidur yang Dimurkai Allah, Jangan Sampai Anda Tidur Dengan Posisi ini!


Sering kita lakukan tanpa sadar.

Atau bahkan sudah menjadi kebiasaan. Padahal tidur dengan posisi ini dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya, bahkan tidur yang dimurkai Allah.

Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari Radhiyallahu Anhuma, meriwayatkan dari ayahnya, “Ayahku berkata, ‘Ketika aku sedang tidur tengkurap di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang menggerak-gerakkan aku dengan kakinya, seraya berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah tidur yang dimurkai Allah.’ Lalu aku pun melihat, ternyata dia adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.” (HR. Abu Dawud)

“Tidur tengkurap,” adalah tidur di atas perut atau tidur dengan badan menghadap ke bawah. Sedangkan “Menggerak-gerakkan aku dengan kakinya,” maksudnya yaitu membangunkan dengan menggunakan kaki.

Lalu yang dimaksud dengan “Tidur yang dimurkai Allah,” yakni posisi tidur dengan tengkurap itu tidak disukai Allah. Dan tentu saja, apabila Allah tidak menyukai hal itu, niscaya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun juga tidak menyukainya.

Allah dan Rasul-Nya tidak menyukai posisi tidur tengkurap, karena pada hari kiamat kelak, orang-orang yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya akan diseret ke dalam siksa api neraka dalam posisi ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِى ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا۟ مَسَّ سَقَرَ

Artinya: (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!” (QS. Al-Qamar 48)

Api neraka berada tepat di atas wajah orang-orang durhaka itu, karena mereka diseret dengan wajah dan badan menghadap ke bawah.

Itulah karenanya, Allah dan Rasul-Nya tidak menyukai posisi tidur tengkurap. Selain itu, tidur dengan posisi ini juga kurang baik bagi kesehatan.

Sedangkan dari sisi kesopanan, tidur dengan posisi seperti ini terkesan tidak etis dan tidak bagus untuk dipandang. Apalagi jika di tempat yang mudah dilihat orang lain.

Dalam hadits riwayat Muadz bin Jabar Radhiyallahu Anhu disebutkan, bahwa orang-orang yang tidak pintar menjaga lisannya, maka mereka akan diseret ke dalam neraka dengan posisi tengkurap (kepala menghadap ke bawah) kelak di Hari Kiamat.

Dr. Muhammad Khair Fathimah berkata, “Hendaknya dihindari tidur tengkurap, karena tidur dengan posisi demikian membawa dampak buruk bagi kesehatan jiwa dan jasad.”

Dalam kitab Zad Al-Ma’ad, Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa tidur dengan posisi tengkurap seperti ini merupakan posisi tidur yang paling buruk.

Ia menyebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu,

“Bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati seseorang yang tidur tengkurap di masjid, lalu beliau membangunkan orang tersebut membangunkan orang tersebut dengan kakinya seraya bersabda, “Bangunlah, atau duduk. Sesungguhnya ini adalah posisi tidurnya penghuni neraka jahanam!”

Jadi ingat ya, Allah dan Rasul-Nya tidak menyukai tidur dengan posisi tengkurap. Dan sebagai umat muslim yang bertaqwa, hendaknya kita juga menghindari posisi tidur seperti ini.

Wallahualam bishawab.

======

8 Waktu Sunnah Melakukan Hubungan Suami Istri Bagi Pasangan yang Sah Menikah

Bukan hal yang tabu lagi membicarakan soal hubungan suami istri bagi pasangan yang sudah dinyatakan sah menikah. Pernikahan adalah suatu ibadah. Begitu pula dengan melakukan hubungan suami istri atau hubungan int*m yang akan diganjar sebagai amalan sunnah setiap kali melakukannya. Di mana jika dilakukan akan dihitung sebagai ibadah, sedangkan jika tidak dikerjakan, maka tidak juga sebagai dosa. Intinya, melakukan hubungan suami istri sama halnya dengan melakukan ibadah bersama-sama. Jadi bukan hanya kesenangan dan kenikmatan saja yang bisa didapatkan oleh pasangan tersebut, melainkan juga Allah akan memberikan pahala bagi mereka untuk setiap hubungan int*m yang mereka lakukan.

Perlu diketahui oleh pasangan suami istri ketika melakukan hubungan int*m. Ada delapan waktu yang diutamakan saat melakukan hubungan int*m, di mana pasangan suami istri bisa melakukan hubungan int*m yang akan menambah pahala baginya.

Inilah 8 Waktu yang Disunnahkan untuk Melakukan Hubungan Suami Istri Bagi Pasangan Sah Menikah

• Malam Senin
Alasan mengapa malam Senin menjadi waktu yang pas dan disunnahkan bagi pasangan suami-istri untuk melakukan hubungan int*m karena jika akhirnya membuahkan seorang anak, anak tersebut dipercaya akan hafal Al-Qur’an atau kitabullah. Anak tersebut pun juga akan memiliki keridhaan terhadap apapun yang dikaruniakan oleh Allah SWT.

• Malam Selasa
Malam Selasa rupanya juga sunnah bagi pasangan sah untuk melakukan hubungan int*m setelah malam Senin. Ini dikarenakan pasangan suami istri akan mendapatkan anak yang syahid atau syahadah. Dengan lahirnya anak seperti ini, maka anak ini akan terbebas dari siksaan bersama dengan orang-orang yang musyrik. Hati anak tersebut akan penuh dengan kasih sayang dan maaf. Mulutnya pun selalu wangi dan suci.

• Malam Kamis
Waktu-waktu yang disunnahkan untuk berhubungan intim salah satunya adalah malam Kamis karena pasangan yang melakukannya akan memperoleh anak yang penuh dengan kebijaksanaan.

• Hari Kamis
Berhubungan badan pun juga tidak lupa disunnahkan pada hari Kamisnya, jadi tidak hanya bisa malam Kamisnya. Setelah matahari terbit, pagi pun menjadi waktu yang tepat untuk berhubungan int*m. Berhubungan int*m pada hari tersebut maka pasangan akan memperoleh anak yang akan jauh dari setan. Bahkan sampai anak tersebut tua pun tidak akan ada setan yang berani mendekatinya. Satu lagi yang pastinya setiap pasangan inginkan anaknya bisa masuk surga.

• Malam Jumat
Hubungan int*m malam Jumat dianjurkan? Jawabannya adalah ‘ya.’ Malam Jumat bukan hanya disarankan, tapi menjadi sunnah bagi para pasangan Islam, khususnya jika ingin punya anak yang bisa menjadi orator atau Khatib nantinya kalau sudah besar.

• Malam Jumat Setelah Isya’
Melakukan hubungan int*m malam Jumat tepatnya sesudah Isya’ juga sunnah. Pasangan pun nantinya akan memperoleh anak yang bisa mirip sekali dengan orang tuanya.

• Hari Jumat
Ternyata tidak hanya malam Jumat saja yang sunnah, bahkan hari Jumatnya pun ikut sunnah, terutama waktu setelah ashar karena pasangan yang melakukan hubungan badan pada waktu tersebut akan memperoleh anak yang bisa menjadi ilmuwan terkenal.

• Malam Pertama Bulan Ramadhan
Selain dari etika berhubungan intim, melakukannya pada waktu yang disunnahkan akan membuat pasangan mendapatkan pahala dan kenikmatan dari Allah SWT. Salah satu dari delapan waktu sunnah ini adalah malam pertama pada bulan Ramadhan. Di bulan yang suci ini tentu pahala kebaikan menjadi berlipat-lipat ganda sehingga menjadi waktu sunnah juga bagi pasangan suami dan istri untuk berhubungan badan.

Memang semua hari diciptakan baik oleh Allah, tapi alangkah baiknya kalau bisa mengikuti 8 waktu sunnah tersebut. Selain dari kesenangan, ada pahala yang benar-benar besar untuk pasangan yang melakukannya. Hati-hati kalau tidak melakukannya, karena jika menjauhi sunnah malah akan dianggap berdosa. Dan istri, jangan menolak ajakan suami untuk melakukan hubungan int*m, karena itu adalah bentuk dari ketaatan seorang istri kepada suami. Semoga tulisan ini bermanfaat dan jika diterapkan akan membawa rumah tangga semakin harmonis dan menghasilkan keturunan-keturunan terbaik.

Tags: #posisi tidur yang dimurkai Allah #waktu sunnah melakukan hubungan suami istri