Istri Antar Suami Menikah Lagi di Sulsel, Pengakuan Istri Pertama Bikin Haru

194 views


Pernikahan menjadi momen sakral bagi banyak orang. Namun dalam perjalanannya, tak semua memiliki kisah yang sama. Terkadang akan ada banyak keputusan yang harus diambil di dalam pernikahan.

Seperti halnya bagi seorang wanita asal Sulawesi Selatan yang diketahui mengantarkan sang suami untuk menikah lagi. Di hadapan istri pertama, sang suami pun mempersunting wanita lain. Dalam momen itu, sang istri pertama tampak tenang berada di sisi istri kedua suaminya.

Momen yang diabadikan dalam akun Facebook Nana Ratnawati Palaha itu memperlihatkan istri pertama mendampingi mempelai pengantin perempuan. Sesekali ia tampak tersenyum dan menunjukkan ketenangan di hadapan sang suami.

Dalam unggahan itu, istri pertama pun ikut menyematkan sebuah gelang untuk istri kedua dari sang suami. Tak hanya disaksikan sang istri, momen itu juga dihadiri anak-anaknya yang berada di sampingnya.

Melalui unggahan lain, istri pertama itu pun menyampaikan mengenai perasaannya. Diakuinya, ia sudah memahami apa tujuan dari keputusan pernikahan kedua itu. Sehingga usai akad, ia mengungkapkan perasaan lega dan bahagia lantaran sang suami sudah bisa menjalankan prosesi ijab qabul.

“Setelah akad nikah perasaan saya tu perasaan seperti orang yang menginginkan sesuatu yang indah dan terkabul. Sehingga luar biasa rasa syukur saya,” begitu ungkapnya.

Istri pertama pun mengaku, bahwa keputusannya dengan sang suami, bukanlah suatu hal yang mudah. Mereka juga memahami beragam tanggapan yang diberikan untuknya. Sehingga ia memilih menghargai pendapat yang disampaikan orang-orang.

“Kami sadar bahwa yang kami lakukan itu sesuatu yang tidak mudah bagi sebagian orang. Sama dengan banyaknya komentar dan tanggapan dari orang itu kami akan menghargai dan memaklumi, karena masing-masing orang punya pendapat,” imbuhnya.

Sementara itu, beragam reaksi warganet pun bermunculan dalam kolom komentar. Tak sedikit yang menyoroti keputusan dan sikap yang diberikan sang istri pertama.

“Istri pembuka pintu syurga itu….aku salut dgn beliau,” ujar Muti Tiara.

“Ya Allah tidak sanggup ka liat deh .ko aq yg baper,” kata Dal Fha.

“Maaf mba knp aku yg sdkit emosi ya liatnya ya…istri pertama trlalu sabar,” komentar Yanti We Aufar.

“Surga untuk ta’ Bunda. Hati ini belum tentu bisa menerima yg sperti ini. Tpi hati Bunda sungguh mulia,” sebut Dzakira Thalita Ali.

Kakak Perempuanmu Adalah Anugerah Terbaik Yang Kamu Punya, Ia Perempuan Hebat Setelah Ibu

Punya kakak perempuan itu adalah sebuah anugrah yang juga patut kita syukuri keberadaannya. Karena darinya kita bisa belajar banyak hal dan kakak perempuan itu juga bisa menjadi teman dan kadang bisa menggantikan peran ibu.

Bukankah kakak perempuan itu hebat dan luar biasa? Dia punya tanggung jawab untuk hidupnya sendiri dan kadang harus bertanggung jawab untuk hidup adik-adiknya.

Kakak Perempuan Juga Termasuk Anugrah, Kalau Ibu Tak Ada Dialah Yang Akan Menggantikan Peran Ibu Untuk Adik-Adiknya

Punya kakak perempuan itu termasuk anugrah, bagaimana tidak padahal dia juga seorang anak sama seperti kita tapi kadang harus menggantikan peran ibu untuk adik-adiknya.

Entah urusan menjaga kita atau mengurus hidup kita, saat sudah dewasa atau hidup masing-masing perannya memang sudah tak lagi terasa, tapi ketika masih sama-sama masih anak-anak perannya sangat terasa.

Kakak Yang Baik Pasti Akan Menjadi Teladan Yang Baik Untuk Adik-Adiknya, Bersyukurlah Dan Jagalah Hubungan Persaudaraanmu

Kakak yang baik pasti akan selalu berusaha menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya, pasti punya naluri untuk selalu melindungi dan bertanggung jawab pada adik-adiknya.

Terkadang dia harus menggambil peran seorang ibu, menjadi sahabat demi adik-adiknya, jagalah persaudaraanmu dengan kakak perempuanmu, maafkan salahnya karena bukan tidak mungkin dia tidak menyakitimu.

Kakak Perempuan Itu Dituntut Untuk Meberikan Teladan Yang Baik Untuk Adik-Adiknya, Padahal Itu Tidaklah Mudah

Menjadi kakak perempuan itu berat, tidak mudah, maka sayangilah kakak perempuanmu. Sedari kecil dia dituintut untuk menjadi tleadan yang baik untuk adik-adiknya padahal itu bukanlah perkara mudah.

Sedari kecil kakak perempuanmu sudah belajar untuk bertanggung jawab menjaga dan melindungi adik-adiknya dari hal-hal yang buruk, dari hal-hal yang dapat menyakiti atau menjerumuskan adik-adiknya pada sesuatu yang dapat menyakiti atau merugikan adik-adiknya.

Tak Jarang Kakak Perempuanmu Harus Bersabar Dan Mengalah Demi Adik-Adiknya

Yang paling menyakitkan bagi seorang kakak perempuan itu adalah ketika mereka harus mengalah hanya demi kebahagiaan adik-adiknya. Harus bersabar demi membimbing adiknya agar dapat hidup yang lebih baik dari dirinya.

Padahal mereka juga sebenarnya ingin bahagia, ingin memikirkan hidupnya sendiri, tapi mereka harus mengalah dan besabar demi kebahagiaan adik-adiknya, yang mungkin saja bakalan melupakan dirinya saat sudah sukses.

Beban Pikiran Kakak Perempuan Itu Berat, Dia Harus Bertanggung Jawab Atas Dirinya Sendiri Dan Juga Adik-Adiknya

Beban pikiran seorang kakak perempuan itu berat, tak jauh berbeda dengan beban pikiran seorang ibu, apalagi kalau kakka perempuan harus menggantikan peran ibu yang tiada.

Ia bertanggung jawab untuk hidupnya sendiri dan hidup adik-adiknya, dimana dia dituntut untuk tidak egois atau bahkan dituntut untuk mengutamakan kepentingan adik-adik-adiknya ketimbang dirinya.

Lebih Utama Mana, Sedekah Pada Orang Miskin Atau Pada Kerabat Sendiri?
Lebih utama mana, sedekah kepaada orang miskin atau kada kerabat sendir? Pertanyaan ini mungkin dirasa sepele namun kenyataannya, kebanyakan muslim yang belum tahu lebih memilih untuk bersedekah pada fakir miskin daripada bersedekah terhadap keluarga atau kerabatnya sendiri.

Padahal, Setiap perintah sedekah dan infak di dalam al Qur’an, selalu yang pertama kali disebutkan adalah untuk karib kerabat. Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini: “….dan memberikan harta yang ia cintai kepada karib-kerabat…..” (QS. Al Baqarah 177)

“Dan berikanlah kepada karib-kerabat akan haknya dan orang miskin….” (QS. Al Isra 26)

Dan banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu. Jika kita cermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan. Yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk menerima infak atau apapun bentuk kebaikan.

Sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan apakah ada di antara orang terdekat yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur, tidak perlu disantuni lagi.

Amat disayangkan bila seseorang memiliki kekayaan yang membuat ia mampu menyantuni orang lain, dan ia sangat peduli dengan dengan masalah sosial di lingkungannya, mudah memberi kepada fakir miskin, anak yatim dan berbagai bentuk amal sosial lainnya.

Namun sayang beribu sayang ia sangat cuek dan pelit kepada saudara kandungnya sendiri. Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala. Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Allah. Oleh karena itu pemahaman yang salah ini perdu diluruskan.

Tidakkah memilukan, bila seseorang tinggal di rumah yang bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS (rumah sangat sederhana sekali).

Tidakkah kita mengangkat alis bila seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu mobil mewah dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung mewah ke gedung mewah berikutnya.

Namun saudara kandungnya menjadi kuli atau babu yang siap diperintah-perintah dengan suara tinggi sambil diacungi telunjuk kiri, wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta badan yang membungkuk.

Ingatlah.. Rasulullah SAW bersabda:

“….Wahai umat Muhammad, demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran, Allah tidak akan menerima sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memberikan sedekah atau bantuan itu kepada orang lain. Dan demi Allah yang jiwaku berada dalam genggamannya, Allah tidak akan memandangnya di hari kiamat nanti”. (HR. Thabrani)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

“Sedekah kepada orang miskin dinilai satu sedekah, sedangkan kepada karib (saudara dekat) nilainya sama dengan dua, nilai sedekah dan nilai menghubungkan persaudaraan”.

Ada pesan penting yang sangat jelas disini:

“Jika anda menjadi orang yang kaya, jadikanlah orang terdekat anda yang pertama sekali merasakan kekayaan itu. Ibu-bapak, anak-istri, saudara kandung, baru yang lainnya. Jangan sampai masyarakat anda memuji kedermawanan anda, sementara orang terdekat mengurut dada karena kebakhilan anda, padahal mereka dianggap kaya oleh orang lain karena anda sebagai saudaranya”.