Istri itu Penarik Rezeki Suami, T*rluka Hati Istri Putuslah Rezeki Suami

616 views


Ini alasan kenapa setelah menikah, rezeki mengalir berlipat ganda
Karena istri itu penarik rezeki, maka jangan lukai hati istri (foto cover: ilustrasi, sumber)

Tahukah anda saat menikah Allah melipat gandakan rezeki kita. Dia menitipkan istri dan anak dalam tanggung jawab kita maka Dia juga menitipkan rezeki mereka di tangan kita.

Jika sebelumnya kita miskin Allah akan mencukupkan rezeki setelah menikah sudah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Surat An-Nur ayat 32 :

Artinya: “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan, jika mereka miskin maka Allah akan menjadikannya kaya dari kurniaNya karena Allah itu adalah Maha Luas PemberianNya lagi Maha Mengetahui”.

Rasulullah SAW juga bersabda mengenai hal tersebut :

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda ” 3 orang yang haq bagi Allah untuk menolong mereka yaitu, 1). Orang yang menikah dan mengharapkan penjagaan (dari berbuat maksiat), 2) budak yang menginginkan melunasi (uang untuk pembebasannya) dan, 3) Orang yang melakukan jihad fisabilillah.”

Mencari nafkah bagi suami adalah kewajiban dan jalan mendapatkan pahala maka bersungguh-sungguhlah menunaikan tugas yang mulia ini. Ketika suami keluar mencari nafkah maka istri menunggu di rumah dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan anda.

Istri adalah pasangan sejiwa yang menemani di kala susah, mendukung di saat terpuruk dan mencintai anda dan anak anda dengan sepenuh hati. Mengurusi semua keperluan rumah tangga, mencukupkan belanja, mengasuh dan mendidik anak. Begitu besarnya tugas seorang istri.

Ketika seseorang mencintai maka ia akan mengutamakan yang dicintainya. Cinta seorang istri kepada suami dengan mengutamakan suaminya dalam segala hal.

Menjaga diri dan harta suaminya selama suami pergi, menjaga amanah berupa anak-anak yang dititipkan padanya dan menjadi tempat bersandar bagi suami yang kelelahan mencari nafkah,

Menyakiti istri menjauhkan rezeki

Kesuksesan seorang suami tidak terlepas dari dukungan dan doa-doa yang dipanjatkan oleh istrinya. Rasulullah SAW adalah figur teladan yang sangat mencintai istri-istrinya dan berusaha menyenangkan hati istrinya.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bagaimana Rasulullah yang saat itu sudah berumur meladeni istrinya Sayidina Aisyah r.a. yang masih belia untuk lomba lari.

Rasulullah pun memanggil Sayidina Aisyah dengan panggilan sayang “Humairah” yang artinya kemerah-merahan, karena pipi Sayidina Aisyah yang selalu memerah seperti buah plum.

Istri yang bahagia akan menjadi partner yang mendukung kesuksesan suaminya, menjadikan rumah tangga laksana surga yang dipenuhi rahmat dan kasih sayang.

Rumah tangga yang bahagia, saling menyayangi disukai Allah. Keselarasan doa antara suami istri akan mempercepat datangnya rezeki (Ippho Sentosa, 7 Keajaiban Rezeki). Ippho mengandaikan istri sebagai bidadari kedua dan ibu kandung adalah bidadari pertama.

Doa yang diselaraskan dengan sepasang bidadari dalam kehidupan seorang pria ini akan menembus langit dan mempercepat turunnya rezeki. Menyelaraskan impian maksudnya menyebutkan impian dalam doa-doa kepada Allah. Jika suami dan istri doanya sama ditambah lagi dengan do ibu (orang tua) untuk impian anaknya, maka kekuatannya menjadi lipat tiga kali.

Sebaliknya istri yang tersakiti akan membuat rumah tangga menjadi muram, jauh dari kasih sayang, penuh pertengkaran seakan seperti neraka. Rumah tangga yang runyam adalah kesukaan setan yang tidak berhenti menggoda sampai terjadi perceraian.

Perceraian meskipun halal tapi sangat dibenci Allah. Jika Allah sudah benci dengan kita bagaimana Dia akan menurunkan rezeki dan nikmat kepada kita?

Wahai para suami. Cintailah istrimu. Setia dan sayangi dia yang menjadi tanggung jawabmu. Engkau telah menerima tanggung jawab dari ayahnya saat menikahinya dan kelak di akhirat engkau akan ditanya Allah tentangnya. Pada detik engkau memperlakukan wanitamu dengan penuh syukur maka perbaikan rezekimu dimulai.

======

Mengenal Parenteral, Metode Pemberian Nutrisi dan Obat dari Pembuluh Darah

Parenteral adalah metode pemberian nutrisi, obat, atau cairan melalui pembuluh darah. Metode ini sering kali dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan fungsi pencernaan, seperti malabsorpsi, atau pasien yang baru menjalani operasi saluran cerna.

Tubuh mendapatkan nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Makanan dan minuman tersebut kemudian akan melalui proses pencernaan di dalam tubuh.

Namun, sistem pencernaan terkadang bisa mengalami gangguan, sehingga kemampuannya dalam mencerna dan menyerap nutrisi menjadi terganggu.

Ketika hal tersebut terjadi, tubuh akan sulit memperoleh nutrisi penting, seperti karbohidrat, Lama-kelamaan, tubuh bisa mengalami kekurangan nutrisi.

Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, Anda bisa mendapatkan asupan nutrisi secara parenteral dari dokter. Selain untuk memberikan nutrisi dan cairan, metode parenteral juga bisa dilakukan untuk memberikan obat-obatan melalui suntikan ke pembuluh darah atau infus.

Cara pemberian obat seperti ini biasanya dilakukan pada pasien yang sulit atau tidak bisa menelan, atau memiliki gangguan pencernaan.

Beberapa Kondisi yang Membutuhkan Pemberian Nutrisi Parenteral

Pemberian nutrisi parenteral akan disesuaikan dengan kondisi pasien secara keseluruhan, jenis nutrisi yang diperlukan, dan penyakit yang diderita. Sebagian pasien bisa mendapatkan nutrisi parenteral selama beberapa waktu saja, tetapi ada pula pasien yang membutuhkan nutrisi parenteral seumur hidupnya.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang membuat seseorang perlu mendapatkan nutrisi parenteral:

  • Kanker pada saluran pencernaan, misalnya kanker lambung dan kanker usus besar
  • Penyakit radang usus, seperi penyakit Crohn dan kolitis ulseratif
  • Riwayat operasi pada usus
  • Gangguan pada aliran darah atau iskemia
  • Penyumbatan di usus, misalnya ileus obstruktif
  • Malabsorpsi
  • Kesulitan menelan atau disfagia

Pemberian nutrisi parenteral juga bisa dilakukan pada bayi yang tidak dapat mencerna nutrisi dari ASI atau susu formula dengan baik, seperti pada kondisi necrotizing enterocolitis atau NEC.

Prosedur Pemberian Nutrisi Parenteral

Pemberian nutrisi parenteral dilakukan melalui suntikan atau infus. Secara umum, ada dua jenis metode pemberian nutrisi secara parenteral, yaitu:

Nutrisi parenteral total (total parenteral nutrition/TPN)

Metode pemberian nutrisi parenteral ini dilakukan pada pasien yang sama sekali tidak bisa mencerna seluruh jenis nutrisi, sehingga seluruh asupan nutrisinya diberikan sepenuhnya melalui infus.

Nutrisi parenteral parsial (partial parenteral nutrition/PPN)

PPN umumnya dilakukan dalam jangka waktu pendek pada pasien dengan kondisi dehidrasi atau memiliki kesulitan mencerna nutrisi tertentu (malabsorpsi).

Efek Samping dan Risiko Pemberian Nutrisi Parenteral

Meski bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh, pemberian nutrisi secara parenteral juga dapat menimbulkan beberapa risiko dan efek samping berikut ini:

  • Infeksi, biasanya pada pembuluh darah vena
  • Pembengkakan di tangan, tungkai, wajah, atau di organ tertentu, seperti paru-paru
  • Sesak napas
  • Gangguan elektrolit
  • Gula darah naik berlebihan (hiperglikemia) atau justru menurun terlalu drastis (hipoglikemia)
  • Demam dan menggigil
  • Pembekuan darah
  • Gangguan fungsi hati
  • Masalah pada empedu, misalnya pembentukan batu empedu atau radang empedu
  • Berkurangnya kepadatan tulang, terutama pada pemberian nutrisi parenteral jangka pajang

Untuk mengantisipasi dan mencegah efek samping tersebut, dokter akan memantau kondisi pasien selama memberikan nutrisi, obat, atau cairan secara parenteral.

Apabila efek samping yang muncul berpotensi membahayakan pasien, dokter akan menghentikan atau mengurangi pemberian nutrisi atau obat secara parenteral selama beberapa waktu hingga kondisi pasien membaik.

Jika kondisi Anda memerlukan pemberian nutrisi parenteral, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter mengenai manfaat, risiko, jangka waktu, dan hal-hal yang perlu dilakukan selama mendapatkan penanganan tersebut.

======

Seputar Ptosis, Gangguan pada Kelopak Mata

Ptosis adalah istilah untuk menggambarkan kelopak mata yang turun, sehingga mata terlihat mengantuk. Meski tidak terasa sakit, ptosis bisa saja menandakan adanya penyakit serius yang dapat menyebabkan kebutaan. Untuk mewaspadainya, kenali kelainan kelopak mata ini lebih dalam.

Ptosis bisa terjadi pada satu atau kedua kelopak mata. Dalam kasus yang parah, penurunan kelopak mata dapat menutupi sebagian besar atau seluruh pupil, sehingga penglihatan jadi terbatas atau terhalang sepenuhnya.

Ptosis umumnya berkembang secara bertahap sejak lahir, walaupun ada juga yang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya, ptosis yang muncul tiba-tiba mengarah ke kondisi serius terkait gangguan pada otak, saraf, dan rongga mata.

Gejala Ptosis

Gejala utama ptosis adalah satu atau kedua kelopak mata bagian atas terasa kendur dan mengganggu penglihatan. Anda bisa memeriksa ada tidaknya ptosis dengan langkah-langkah berikut:

  • Lihat lurus ke depan cermin.
  • Perhatikan bagian pupil mata.
  • Pastikan tidak ada bagian dari pupil mata yang tertutup oleh kelopak mata.
  • Jika Anda melihat ada sebagian pupil mata yang tertutup, kemungkinan Anda mengalami ptosis.

Gejala lain yang bisa dirasakan penderita ptosis antara lain:

Harus memiringkan kepala ke belakang dan mengangkat dagu untuk melihat dengan sempurna
Perlu mengangkat alis untuk mengangkat kelopak mata lebih tinggi
Mengalami keluhan pada leher dan kepala, seperti nyeri leher atau sakit kepala, karena terlalu sering melakukan gerakan tadi

Di samping gejala-gejala di atas, Anda juga bisa mengalami gejala lain terkait gangguan medis yang mendasari ptosis. Misalnya, jika ptosis disebabkan oleh myasthenia gravis, Anda mungkin akan mengalami penglihatan ganda, kelemahan pada lengan atau tungkai, serta kesulitan berbicara, menelan, atau bernapas.

Berbagai Penyebab Ptosis

Pada dasarnya, ptosis terjadi ketika otot yang bertugas mengangkat kelopak mata (otot levator) melemah atau meregang. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah gangguan perkembangan otot levator sejak lahir. Kondisi ini disebut dengan ptosis bawaan (kongenital).

Selain itu, melemahnya otot kelopak mata juga bisa disebabkan oleh faktor usia dan beberapa kondisi medis, seperti:

  • Myasthenia gravis, yaitu kelainan yang menyebabkan kelemahan otot secara bertahap dan menyeluruh
  • Distrofi otot, yaitu kelainan pada otot yang bisa melemahkan gerakan otot mata
  • Kelainan pada otak, termasuk stroke, tumor otak, dan aneurisma otak
  • Sindrom Horner, yang disebabkan oleh kerusakan jalur saraf dari otak ke mata karena adanya gangguan medis lain
  • Infeksi atau tumor pada kelopak mata atau rongga mata

Tak hanya itu, ptosis yang terjadi saat dewasa juga bisa terjadi ketika saraf yang mengontrol otot levator palpebra mengalami gangguan. Hal ini biasanya disebabkan oleh cedera pada mata, efek samping operasi mata, atau efek samping suntik botox di area sekitar mata.

Pemeriksaan dan Perawatan Ptosis

Seperti telah dijelaskan, ptosis bisa disebabkan oleh beragam hal. Kondisi ini bisa ditangani, baik secara alami maupun melalui pengobatan medis, sesuai dengan penyebabnya. Tujuan perawatan ptosis adalah untuk memperbaiki penglihatan sekaligus penampilan.

Karena penanganan ptosis harus disesuaikan dengan penyebabnya, dokter mata akan menanyakan dulu keluhan yang dirasakan pasien dan riwayat kesehatannya, serta melakukan pemeriksaan mata dan beberapa pemeriksaan lainnya untuk menentukan penyebab ptosis.

Jika ditemukan bahwa ptosis disebabkan oleh penyakit di luar mata, dokter mata mungkin akan merujuk pasien ke spesialis lain agar penyakit yang menjadi penyebab ptosis bisa diatasi terlebih dahulu.

Pada kasus ptosis kongenital, operasi mungkin perlu dilakukan sedini mungkin guna mencegah kondisi yang lebih serius, seperti mata juling atau mata malas, yang bisa menyebabkan penglihatan makin buruk selama masa kanak-kanak.

Sementara itu, ptosis pada orang dewasa biasanya akan ditangani dengan operasi kelopak mata untuk menghilangkan kulit ekstra dan memperkuat otot kelopak mata. Selain operasi, pasien juga bisa diberikan kacamata khusus yang berfungsi untuk mengangkat kelopak mata sehingga bisa melihat dengan lebih baik.

Ptosis sendiri mungkin tidak berbahaya. Namun, kondisi ini bisa saja menjadi tanda dari penyakit lain yang perlu segera diatasi. Jadi, jika Anda mengalami ptosis, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tags: #gangguan pada kelopak mata #istri penarik rezeki suami #pemberian nutrisi dan obat dari pembuluh darah