Istri Sudah Cantik, Tapi Mengapa Wanita Jelek Lain Terlihat Lebih Cantik? Cuma 4 Solusinya


“Sebenarnya istri saya cantik, tapi entah mengapa kadang wanita lain yang tampak lebih cantik?”

Tahu tidak mengapa seperti itu? apapun alasannya memang godaan terberat lelaki itu adalah godaan wanita dan cuma ada 4 solusinya yang mudah agar tak tergoada wanita.

“Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik daripadanya di dunia ini.

“Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia. Ketika aku sudah menikahinya, aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik daripada dirinya.

“Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis daripada istriku.”

Salah satu hal yang harus dikendalikan oleh seorang muslim adalah syahwat terhadap lawan jenis. Seperti yang Anda ceritakan.

Bahkan seandainya seorang laki-laki memiliki empat istri tercantik di dunia dan ia melihat-lihat wanita lain, ia bisa mendapatkan wanita lain itu lebih menarik daripada seluruh istrinya. Itulah syahwat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan hal ini:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ

Artinya :

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita,” (QS. Ali Imran: 14).

Rasulullah bahkan menjelaskan bahwa godaan terberat bagi pria adalah godaan wanita.

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Artinya :

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, Islam memberikan panduan agar selamat dari godaan ini.

Panduan Agar Selamat dari Godaan Wanita Lain

1. Menundukkan pandangan

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ

“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, agar menundukkan pandangan mereka…” (QS. An Nur: 30).

Dengan menundukkan pandangan, mata lebih terjaga sehingga hati tidak tergoda. Sebaliknya, jika mata jelalatan, hati akan membandingkan.

Pepatah rumput tetangga selalu lebih hijau akan dihembuskan syetan melalui anak panah berupa pandangan.

2. Jika tak sengaja melihat dan tertarik

Jika tak sengaja melihat dan tertarik wanita lain, Rasulullah menganjurkan untuk segera pulang menemui istri. Bahkan jika diperlukan, segera bercinta dengan istri.

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا

Artinya :

“Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu,” (HR. Tirmidzi).

3. Jangan mendekati zina

Islam sangat tegas dalam hal ini. Jika seorang muslim tergoda dengan wanita lain, apa pun alasannya, ia tidak boleh mendekati zina.

Misalnya dengan mendekatinya dan mengajak berkenalan, tukar nomor HP hingga berduaan, apalagi kalau saling bersentuhan.

Sebab yang demikian akan membuat wanita tersebut semakin tampak cantik dengan hembusan-hembusan dari syetan.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya :

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk,” (QS. Al Israa’:32)

4. Berdoa

Banyak-banyaklah berdoa kepada Allah agar dijaga dari fitnah dan godaan; agar diistiqamahkan dalam Islam dan senantiasa berada di jalan yang lurus. Wallahu a’lam bish shawab.

Rumah Tangga Anda Tak Bahagia? Mungkin Belum Melakukan Hal ini

Kok rumah tanggaku membosankan gini ya?

Apa istri yang tidak becus mengurus rumah tangga, atau suami yang sudah bosan dengan istri?

Eits, jangan saling menyalahkan, lebih baik bangun kembali keharmonisan rumah tangga dengan cara berikut.

Semua orang pastilah menginginkan keluarga yang harmonis. Namun sayangnya, ada segelintir keluarga yang tidak bisa mendapatkannya.

Terlepas dari apapun faktor yang menyebabkan rumah tangga tidak harmonis, ternyata ada cara yang bisa membuat rumah tangga kembali bahagia.

Dan berikut 5 tips membangun rumah tangga bahagia yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

1. Membina rumah tangga dengan pedoman agama

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At- Tahrim: 6)

Adh-Dhahak dan Maqatil berkata mengenai ayat di atas,

حَقُّ عَلَى المسْلِمِ أَنْ يُعَلِّمَ أَهْلَهُ، مِنْ قُرَابَتِهِ وَإِمَائِهِ وَعَبِيْدِهِ، مَا فَرَضَ اللهُ عَلَيْهِمْ، وَمَا نَهَاهُمُ اللهُ عَنْهُ

Artinya: “Menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengajari keluarganya, termasuk kerabat, sampai pada hamba sahaya laki-laki atau perempuannya. Ajarkanlah mereka perkara wajib yang Allah perintahkan dan larangan yang Allah larang.” (HR. Ath-Thabari, dengan sanad shahih dari jalur Said bin Abi ‘Urubah, dari Qatadah. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 321).

Kepala rumah tangga yang baik hendaklah selalu mengajak anaknya untuk shalat sebagaimana perintah Nabi Muhammad Salallahu alaihi wasalam:

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ

Artinya “Perhatikanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Jika mereka telah berumur 10 tahun, namun mereka enggan, pukullah mereka.” (HR. Abu Daud, no. 495; Ahmad, 2: 180. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Coba perhatikan bagaimana nikmatnya jika rumah tangga dibina dengan agama. Sungguhlah nikmat dan sejuk.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh suami-istri untuk shalat malam bersama,

رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

Artinya: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah istrinya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Bila suaminya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah suaminya.” (HR. Abu Daud, no. 1450; An-Nasa’i, no. 1611. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

2. Istri selalu taat kepada suami
Rumah tangga pasti akan berbahagia jika istri taat pada suami. Sebab istri seperti inilah yang akan menyenangkan hati suaminya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Artinya: Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai, no. 3231; Ahmad, 2: 251. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Bahkan istri yang seperti inilah yang akan mendapatkan jaminan masuk surga lewat pintu surga mana saja yang ia mau. Disebutkan dalam hadits,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Artinya: “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1: 191; Ibnu Hibban, 9: 471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

3. Memiliki banyak anak
Masih menjadi kesalahpahaman hingga saat ini bahwa banyak anak maka banyak pengeluaran, dan jadilah banyak beban.

Padahal tidak demikian, makin banyak anak, maka makin banyak yang mendoakan. Namun, dituntut anak tersebut haruslah anak yang shalih.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih.” (HR. Muslim no. 1631).

Dari Ma’qil bin Yasaar, ia berkata, “Ada seseorang yang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Aku menyukai wanita yang terhormat dan cantik, namun sayangnya wanita itu mandul (tidak memiliki keturunan). Apakah boleh aku menikah dengannya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak.”

Kemudian ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kedua kalinya, masih tetap dilarang. Sampai ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketiga kalinya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَم

Artinya: “Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Daud no. 2050 dan An Nasai no. 3229. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits tersebut hasan).

4. Memberi nafkah yang cukup
Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ

Artinya: “Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud, no. 2142. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Hindun binti ‘Utbah, istri dari Abu Sufyan, telah datang berjumpa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu orang yang sangat pelit.

Ia tidak memberi kepadaku nafkah yang mencukupi dan mencukupi anak-anakku sehingga membuatku mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah berdosa jika aku melakukan seperti itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خُذِى مِنْ مَالِهِ بِالْمَعْرُوفِ مَا يَكْفِيكِ وَيَكْفِى بَنِيكِ

Artinya: “Ambillah dari hartanya apa yang mencukupi anak-anakmu dengan cara yang patut.” (HR. Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714)

Yang harus kita garis bawahi disini adalah nafkah yang cukup, bukan nafkah yang berlebihan.

Seorang istri hendaknya tidak meminta barang ataupun uang yang berlebihan, apalagi untuk urusan bermewah-mewahan.

Seperti halnya sabda Nabi diatas, nafkah yang cukup yaitu makan, pakaian, dan sikap yang baik.

5. Tidak mudah minta cerai
Masalah rumah tangga memanglah selalu ada, namun jangan sampai mudah minta cerai, meskipun hanya untuk alasan ingin menakut-nakuti saja.

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاَقًا فِى غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

Artinya: “Wanita mana saja yang meminta talak (cerai) tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, no. 2226; Tirmidzi, no. 1187; Ibnu Majah, no. 2055. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Begitu pula yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah,

وَالدَّوَامُ أَقْوَى مِنْ الِابْتِدَاءِ

Artinya: “Meneruskan lebih kuat daripada memulai.” (Majmu’ Al-Fatawa, 32: 148)

Yang jelas, apabila kita ingin mewujudkan rumah tangga yang bahagia, berjalanlah di atas sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga tips ini bermanfaat.

Tags: #istri sudah cantik #penyebab wanita lain lebih cantik #penyebab wanita lain lebih cantik dari istri #resep rumah tangga bahagia #wanita jelek lain lebih cantik #wanita lain lebih cantik dari istri