Janda Kaya Raya Akan Nikahi ‘Berondong’, Rela Tes Kesuburan agar Bisa Hamil Lagi


Janda Kaya Raya Akan Nikahi ‘Berondong’, Rela Tes Kesuburan agar Bisa Hamil Lagi

Pengusaha kaya raya Datuk Seri Vida (DSV) kembali menjadi sorotan publik di Malaysia. Miliarder asal negara tetangga ini dikabarkan akan menikah dengan seorang pria yang jauh lebih muda dari dirinya alias ‘berondong’.

Datuk Seri Vida yang saat ini berstatus janda akan menikah dengan mantan asisten pribadinya, Ahmad Iqbal Zulkefli.

Perbedaan usia di antara mereka membuat romansa mereka menjadi perbincangan publik. Datuk Seri Vida diketahui berusia 49 tahun. Sedangkan Ahmad Iqbal Zulkefli berusia 27 tahun.

Iqbal menyebut banyak karakter Vida yang membuatnya jatuh cinta. Dia tidak peduli dengan usia Vida karena kepribadian Vida yang membuatnya jatuh cinta.

Menurut Iqbal, Vida mampu menurunkan ego yang ada pada dirinya. Selain itu, Vida juga dianggap selalu lembut sehingga dirinyan jatuh cinta.

Iqbal pun mengungkapkan jika sang pengusaha rela menjalani pemeriksaan kesuburan untuk memastikan dirinya masih bisa memiliki anak.

Melalui serangkaian klip yang diposting di IG Story-nya, DSV mengungkap kesuburannya setelah mencapai usia 50 tahun. Dia mengatakan dirirnya menjadi khawatir ketika dia tidak menstruasi selama empat bulan terakhir. Awalnya, dia mengira gejala itu bisa jadi salah satu tanda pra-menopause yang dialami wanita seusianya.

Meski begitu, pelantun “I Am Me” itu mengaku belum putus asa. Dia juga mengonsumsi suplemen kesehatan, termasuk produknya sendiri Pamoga, hingga akhirnya dia mengalami menstruasi kembali.

“Alhamdulillah, siklus menstruasi saya kembali normal, seperti halnya keguguran,” terangnya.

Wanita berusia 50 tahun itu menambahkan bahwa dia merasa lega bahwa “bagian pribadinya” masih baik-baik saja dan dia dapat mengandung anak setelah memeriksakan kesuburannya.

Selanjutnya, pemilik Qu Puteh juga melalui Instagram-nya membagikan video editan khusus dirinya dengan sang kekasih.

Ia mengiringi postingan tersebut dengan caption manis yang berbunyi, “Mari kita berdoa untuk yang terbaik. @ahmadiqbalzulkifli selalu bersamaku.”

======

Kenali Jenis Osteoporosis dan Cara Mencegahnya

Osteoporosis merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Setidaknya, ada tiga jenis osteoporosis yang dapat terjadi. Ketahui apa saja perbedaan ketiga jenis osteoporosis tersebut dan cara mencegahnya.

Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya kepadatan tulang yang dapat menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah. Osteoporosis awalnya tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga jarang disadari sedari dini. Kondisi ini biasanya baru diketahui saat seseorang mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang.

Secara umum, osteoporosis terbagi dalam dua kelompok, yaitu osteoporosis primer dan sekunder. Berikut ini penjelasan lebih detail mengenai jenis osteoporosis:

Jenis Osteoporosis Primer

Osteoporosis primer terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu osteoporosis idiopatik yang umumnya terjadi pada orang berusia lanjut (lansia) dan osteoporosis juvenile yang terjadi pada anak-anak.

Osteoporosis idiopatik

Osteoporosis idiopatik belum diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, kondisi ini sering kali dikaitkan dengan faktor usia atau penuaan. Ada dua tipe osteoporosis idiopatik, yaitu:

  • Osteoporosis tipe 1, yaitu osteoporosis yang terjadi pada wanita dengan kadar estrogen yang rendah, biasanya pada wanita menopause
  • Osteoporosis tipe 2 atau osteoporosis senilis, yaitu kondisi pengeroposan tulang yang dikaitkan dengan proses penuaan

Osteoporosis juvenile

Osteoporosis juvenile merupakan jenis osteoporosis pada anak-anak atau remaja yang tidak diketahui penyebabnya. Usia penderita osteoporosis ini berkisar antara 1–13 tahun, tetapi rata-rata kasusnya terjadi pada usia 7 tahun. Osteoporosis juvenile tergolong kondisi yang jarang terjadi ketimbang jenis osteoporosis lainnya.

Jenis Osteoporosis Sekunder

Kerapuhan tulang yang terjadi pada osteoporosis sekunder disebabkan oleh adanya faktor lain, baik itu penyakit atau konsumsi obat-obatan tertentu. Faktor yang bisa menyebabkan jenis osteoporosis ini antara lain:

  • Penyakit genetik, seperti renal hiperkalsiuria, fibrosis kistik, sindrom Marfan, dan sindrom Ehlers-Danlos
  • Gangguan endokrin, seperti diabetes mellitus, sindrom Cushing, akromegali, hipertiroidisme, dan hipogonadisme
  • Sindrom malabsorpsi atau kekurangan gizi, seperti anoreksia nervosa, penyakit hati kronis, alkoholisme, serta kondisi kekurangan protein, kalsium, dan magnesium
  • Penyakit peradangan, seperti penyakit Crohn, rheumatoid arthritis, spondilitis ankilosa, dan penyakit lupus
  • Gangguan hematologi, seperti hemokromatosis, hemofilia, leukemia, limfoma, dan thalassemia
  • Obatan-obatan, seperti antikonvulsan, antipsikotik, furosemide, dan penghambat pompa proton

Cara Mencegah Berbagai Jenis Osteoporosis

Agar bisa senantiasa aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik, osteoporosis sebaiknya dicegah sejak dini.
Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah berbagai jenis osteoporosis:

1. Olahraga secara rutin

Otot dan tulang perlu dilatih secara teratur agar kondisinya tetap kuat. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menguatkan otot dan tulang adalah dengan berlatih angkat beban setidaknya 30 menit, 3 kali seminggu.

2. Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D

Kalsium dan vitamin D merupakan nutrisi penting untuk meningkatkan serta mempertahankan kesehatan tulang. Beberapa makanan tinggi kalsium dan vitamin D yang bisa Anda konsumsi meliputi susu, keju, yoghurt, bayam, kubis, kedelai, hati sapi, kuning telur, serta ikan berlemak, seperti tuna, mackerel, dan salmon.

3. Batasi konsumsi minuman beralkohol

Orang yang sering minum minuman beralkohol memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis. Oleh sebab itu, para ahli membatasi konsumsi alkohol pada pria dewasa sebanyak 2 gelas per hari dan wanita dewasa sebanyak 1 gelas per hari. Satu gelas minuman beralkohol setara dengan dengan 350 ml bir atau 125 ml anggur.

4. Hindari kebiasaan merokok

Orang yang aktif merokok juga lebih berisiko mengalami patah tulang akibat osteoporosis, bahkan waktu pemulihannya pun akan lebih lama. Selain itu, kebanyakan wanita yang merokok akan memproduksi estrogen lebih sedikit dan cenderung mengalami menopause lebih awal, sehingga risiko pengeroposan tulang lebih tinggi.

Dengan mengetahui jenis osteoporosis serta cara mencegahnya, Anda diharapkan bisa lebih mengantisipasi penyakit ini. Bila Anda termasuk yang lebih rentan terkena osteoporosis, selain melakukan langkah pencegahan sejak dini, ada baiknya Anda juga melakukan kontrol ke dokter secara rutin.

======

Tanda-Tanda Apatis dan Cara Mengatasinya

Apatis adalah sikap tak acuh atau tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar. Tanda-tanda apatis beragam, mulai dari kurang semangat untuk melakukan apa pun hingga sulit untuk berkomitmen.

Apatis normal untuk terjadi di waktu-waktu tertentu dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Namun, jika sikap ini menetap, apatis bisa menjadi gejala dari gangguan mental, seperti depresi, dan penyakit fisik yang memengaruhi otak, seperti stroke, demensia, penyakit Huntington, penyakit Parkinson, dan penyakit Alzheimer.

Tanda-Tanda Apatis

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada beragam tanda-tanda apatis, di antaranya:

  • Kurang semangat atau kurang bertenaga untuk melakukan apa pun
  • Tidak termotivasi untuk menggapai suatu tujuan
  • Kesulitan atau tidak tertarik untuk melanjutkan tugas yang harusnya diselesaikan
  • Tidak tertarik lagi dengan hal-hal yang tadinya disukai
  • Bergantung pada orang lain dalam merencanakan sesuatu
  • Tidak memiliki keinginan untuk mempelajari hal-hal baru dan tak acuh dengan orang baru di sekitarnya
  • Tidak tertarik dengan pengalaman baru
  • Tidak merasakan emosi apa pun saat hal baik atau hal buruk terjadi
  • Tidak peduli dengan masalah yang sedang menimpa diri sendiri
  • Kurang tertarik dengan berita, acara sosial, dan pemikiran yang mendalam
  • Tidak dapat berkomitmen dalam segala hal

Cara Mengatasi Apatis

Awalnya, pemilik sikap apatis mungkin tidak akan merasa dirinya bermasalah. Namun, orang-orang di sekitarnya biasanya akan terdampak oleh sikap ini. Karena bisa disebabkan oleh penyakit yang serius, tanda-tanda apatis yang menetap perlu ditangani oleh dokter.

Dokter akan menanyakan gejala, baik secara langsung ke pasien maupun tidak langsung ke keluarga atau kerabat yang mengantarkan, menelusuri riwayat kesehatan, serta melakukan pemeriksaan fisik guna menentukan penanganan yang tepat.

Beberapa perawatan yang direkomendasikan untuk membantu mengatasi apatis adalah:

Obat-obatan

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa apatis muncul karena penyakit tertentu, dokter akan meresepkan obat sesuai dengan penyakit yang diderita. Pada penderita penyakit Parkinson misalnya, obat stimulan dopamin mungkin akan diresepkan. Sementara pada penderita depresi, dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan.

Psikoterapi

Jika apatis dipicu oleh depresi atau gangguan kecemasan, dokter mungkin juga akan merekomendasikan psikoterapi. Salah satu jenis psikoterapi yang sering digunakan adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku negatif menjadi positif.

Perubahan gaya hidup

Memang tidak mudah untuk melakukannya, tetapi penderita apatis harus berusaha untuk mengubah gaya hidupnya. Penderita apatis disarankan untuk bersosialisasi kembali dengan orang-orang terdekat, meski keinginan untuk bersosialisasi tersebut tidak ada.

Selain itu, melakukan kembali hal-hal yang dulu disukai juga bisa membantu. Menjalani berbagai macam aktivitas yang menyenangkan dapat membangkitkan kembali semangat yang hilang.

Tanda-tanda apatis tidak boleh diabaikan, karena sikap ini bisa mengurangi kualitas hidup seseorang. Jika Anda mengenal dekat seseorang yang menunjukkan tanda-tanda apatis, rangkul dan ajak ia untuk berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog.

Tags: #cara mencegah apatis #cara mencegah osteoporosis #janda nikahi brondong #jenis osteoporosis #rela tes kesuburan agar hamil lagi #tanda-tanda apatis