Jangan Biasakan Menyuapi Anak Sambil Bermain, Status Ibu Ini Beri Pesan Menohok Pada Semua Orang Tua


Semua orang tua pasti sayang kepada anaknya. Mereka benar-benar memberikan perhatian kepada anaknya dengan seksama.

Bahkan jika anaknya susah makan, orang tua akan repot dan kesusahan mencari cara. Kadang anak tidak mau makan karena asik bermain.

Seperti tak punya cara lain, akhirnya orang tua juga meladeni apa yang diinginkan sang anak.

Mereka menyuapi anaknya sambil bermain, berjalan, digendong bahkan kadang sambil berenang dan main air.

Perilaku orang tua kepada anaknya ini sangat sering kita lihat di kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Kadang orang tua malah sengaja menyuapi anaknya sambil berjalan atau pergi ke main lihat bebek atau ayam.

Ternyata cara menyuapi anak yang seperti ini tidak dianjurkan. Makan sambil melakukan aktifitasdapat mengganggu sistem pencernaan anak.

Belum lagi kuman dan bakteri yang ada di sekitar tempat bermain bisa masuk bersamaan dengan makanan.

Nah, ada sebuah status Facebook viral yang dibuat oleh seorang ibu terkait dengan kebiasaan menyuapi anak sambil bermain ini.

Setelah membaca status ini bisa mungkin seluruh orang tua di Indonesia bisa sadar, betapa pentingnya makan dengan duduk tenang dan tak melakukan aktifitas.

Postingan viral ini dibuat oleh Saleha Juliandi

  • “bu2… jangan lakukan ini ya…
  • Menyuapi anak sambil berenang.
  • Sama halnya dengan kasus2 di bawah ini. Jangan dilakukan:
  • Menyuapi anak sambil mengajak anak jalan-jalan,
  • Menyuapi anak sambil anak bermain larian-larian, bersepeda, dan jenis permainan lain (termasuk sambil berenang )

Anak2 kami dulu saat baru saja pulang ke Indonesia, mereka sempat shock. Katanya: “Bunda, kok anak-anak di Indonesia pada makan sambil jalan dan main, sih? Trus juga kok masih pada disuapin?”
Pasalnya di restoran yang tersedia arena bermain, sering sekali mereka melihat ibu-ibu yang menyuapi anak sambil si anak bermain perosotan, ayunan, mandi bola dan lain-lain..
Ditambah lengket-lengket makanan yang berceceran jatuh di arena bermain menimbulkan rasa risih pada mereka.

Makanya mereka sempat shock waktu itu

Pertanyaan saya selama ini: Apa benar kita beragama?Bukan kah agama menganjurkan agar makan dan minum sambil duduk?? Bahkan anjuran tersebut juga sudah diperkuat loh… oleh para dokter bahwa makan sambil beraktivitas aktif akan mengganggu sistem pencernaan. Apalagi kalau makan sambil jalan-jalan di jalan umum. Udah deh, itu asap knalpot, debu, kuman langsung hinggap mesra ke dalam makanan.
Yuk mulai sekarang (bagi yang belum), biasakan anak makan dan minum sambil DUDUK.

Berikut saya tulis juga tips agar anak mau makan sambil duduk:

1. Siapkan meja atau APA SAJA yang bisa memotivasi mereka tertarik duduk selama makan. Misal bisa meja yang bergambar. Bagi yang ingin lebih hemat, bisa cukup ditempeli gambar yang disukai anak. Atau ortu bisa bersama2 anak menghias meja dengan hiasan kesukaan anak.

2. Jangan pernah mengenalkan kepada anak sistem “makan sambil gendong-gendongan” atau “makan sambil bermain.” Saat anak masuk usia 6 bulan dan ortu ingin memperkenalkan makanan, ini momen yang sangat tepat membiasakan anak makan sambil duduk. Karena kalau sudah dikenalkan dengan 2 sistem tadi, pasti akan keterusan dan menganggap itu lah cara yang benar.

Seperti pepatah: bayi ibarat kertas kosong. Menjadi apa mereka nanti tergantung dari tulisan/coretan yang ditulis pada kertas kosong tersebut. Jadi isilah kertas kosong dengan sesuatu yang benar.

3. Jika anak sudah terlanjur mengenal sistem gendong-gendongan atau sudah terlanjur terbiasa makan sambil bermain, kurangi SECARA BERTAHAP kebiasaan buruk tersebut. Bisa dikombinasi dengan cara 1 agar anak betah duduk. Tentu saja, “mengobati” lebih sulit daripada “mencegah”. Tapi bukannya tidak mungkin dilakukan

4. Jika saat makan anak meninggalkan meja makan, angkat anak dan kembalikan ke meja makan. Jika turun lagi, angkat lagi dan kembalikan lagi ke meja. Begituuu terus sambil katakan, “Tidak boleh makan sambil bermain.” tu cara yang saya saksikan di Jepang. Beuuh cape memang ya. Tapi tenang ibu…usaha tersebut akan segera membuahkan hasil jika ortu tegas dan konsisten.

5. Temani anak makan atau makan bersama keluarga. Kalau tidak memungkinkan makan bersama keluarga, minimal ibu atau pengasuh menemani anak makan. Sambil makan bersama, bahas lah topik2 sederhana. Tapi, harus diperhatikan juga agar tidak terlalu banyak bicara saat makan agar tidak mengganggu sistem pernafasan.

6. Walau menemani anak makan, usahakan semininal mungkin membantu menyuapi. Berikan kepercayaan kepada anak2 bahwa mereka bisa melakukan sendiri. Jangan terlalu banyak membantu. Dengan banyak membantu, kemandirian anak akan semakin lambat tercapai. Walau kotor tempat ya gapapa. Namanya juga sedang belajar. Ibu harus sabar ya.. jangan memarahi anak.

Tipsnya: berikan menu yang DISUKAI ANAK dan MUDAH DIPEGANG oleh tangan anak secara langsung TANPA MEMERLUKAN SENDOK. Penggunaan sendok/garpu/sumpit bisa diajarkan selanjutnya secara bertahap.

Yang penting anak sudah mulai dikenalkan dengan KEMANDIRIAN (sehingga anak tidak terbiasa mengandalkan orang lain dan maunya dilayani terus). Jenis makanan yang masih memerlukan sendok, selama anak belum mampu menggunakan sendok bisa dibantu disuapi ya. Secara paralel bisa dikenalkan cara menggunakan sendok.

7. Menerapkan kunci KONSISTENSI. Kebetulan saya membantu mengasuh beberapa daycare milik beberapa pengusaha. Keluhan mereka hampir sama: banyak kasus dimana anak datang yang didaftarkan masuk ke daycare dengan kondisi manja alias “makan harus digendong2, makan harus sambil diajak jalan-jalan, makan harus sambil bermain….”. Dengan metode 1-6 di atas dan disertai KONSISTENSI, anak2 terbukti sangat cepat beradaptasi.

Semoga bisa membantu ya Ibu..

Status ini saya tulis untuk tujuan kebaikan. Untuk membantu para orangtua yang kesulitan mengajak anak makan sambil duduk.

Bukan status HO*X apalagi status untuk mencari musuh. Yang tertarik menerapkan, silakan. Yang tidak mau menerapkan ya silakan. Jadi silakan berkomentar dengan sopan dan beretika. Apabila ada komentar yang bernada memancing permusuhan mohon maaf akan saya hapus. Mari kita sebarkan energi positif.

Jadi, setelah membaca ini apakah kalian akan tetap menyuapi anak sambil bermain?

Ciri Istri Solehah Yang Menyenangkan Hati Suami Dan 5 Dosa Istri Terhadap Suami Yang Harus Dihindari

Merajut mahligai rumah tangga adalah impian semua orang. Memiliki pasangan yang bisa diajak berpartner dalam segala hal tentu menjadi nilai tambah tersendiri.

Selain memiliki kepribadian yang baik, urusan agama juga penting untuk menjadi pertimbangan.

Oleh karena itu, setiap pria wajib memiliki kriteria-kriteria khusus dalam memilih seorang istri yang terbaik.

Nah, taukah anda seperti apa ciri-ciri istri sholehah menurut islam?

Dosa Istri Kepada Suami yang Perlu Dihindari

1. Selalu melacak keberadaan suami

Cinta istri untuk suaminya baik-baik saja, asalkan itu masuk akal, namun, jika seorang istri terus meneror suaminya dengan pertanyaan “Di mana Anda? Siapa itu? Apa yang Anda lakukan?”

Setiap hari beberapa kali, ini bisa menunjukkan sikap posesif yang mungkin masuk ke level berlebihan dan membuat pasangan merasa dipenjara, Kecuali suami yang bahagia dan benar-benar bahagia diperlakukan seperti itu oleh istrinya.

2. Selalu berkata kasar

Seorang istri soleha tentu saja tidak marah kepada suaminya, apalagi menyindir dan memberi tahu suaminya dengan keras dengan alasan bahwa itu dilakukan atas dasar cinta, seharusnya, istri Soleha tidak melakukan hal seperti itu, istrinya yang baik tetap manis dan sopan terhadap suaminya.

3. Jauhkan suami dari ibu atau keluarganya

Kesal dengan ipar? Lalu jauhkan suami dari keluarganya sendiri? Tentu saja istri Soleha akan menghindari hal-hal seperti ini. Tetap pertahankan persahabatan antara suami dan keluarga Anda, dan juga hubungan antara suami dan keluarga Anda.

“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)

1. Penuh kasih sayang

Salah satu ciri dari wanita soleha adalah mereka memiliki sifat lemah lembut dan penuh dengan kasih sayang dengan orang-orang di sekitarnya

2. Berbakti pada suami

Istri yang solehah akan selalu berbakti kepada suaminya. Karena istri sadar bahwa untuk mendapatkan berkah Tuhan, mereka harus membuat suami mereka bahagia kepadanya.

Karena itu nabi mengajar umatnya untuk mencari istri karena agama mereka, bukan karena kecantikan, kekayaan, atau kedudukan mereka. Karena hanya wanita yang memiliki agama yang baik dapat menciptakan keluarga yang bahagia.

3. Jaga rahasia suami

Menjaga rahasia keluarga adalah hal mutlak yang harus dilakukan seorang wanita, terutama terkait dengan hubungan suami-istri. Jika ada kekurangan masing-masing pasangan dilarang memberi tahu siapa pun. Ini sesuai dengan hadits

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ

“Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian dig*ulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456,).

4. Rias diri Anda hanya untuk suami

Tidak seperti saat ini di mana ada banyak perempuan ketika meninggalkan rumah, perempuan hanya akan berpakaian ketika mereka di rumah dengan suami mereka. Karena ketika keluar rumah seorang wanita wajib menutupi aurat dan menyembunyikan kecantikannya.

Mereka para wanita sholehah berdandan untuk menyenangkan hati suaminya sehingga mendapatkan pahala dari apa yang dilakukannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417).

5. Melayani suami Anda di rumah

Wanita yang baik adalah yang melayani suaminya dengan baik. Bahkan dalam Islam mengajarkan seorang istri dilarang melakukan ibadah sunnah seperti puasa, safar, atau ibadah lainnya tanpa persetujuan suaminya, dikhawatirkan hal ini akan mencegah suaminya dari istimta ‘bersama istrinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari – Muslim).

6. Mensyukuri pemberian suami

Salah satu alasan banyaknya perempuan yang masuk neraka adalah kekufuran (tidak bersyukur) dengan apa yang telah diberikan suami mereka kepada mereka. Saat ini ada banyak istri yang memberontak terhadap suami mereka.

Mereka mendapatkan yang baik dari suami mereka selama setahun penuh dan ketika mereka menemukan yang buruk dari suami mereka, mereka berkata “Aku belum pernah melihatmu dengan baik”.

Oleh sebab itu sebagai seorang wanita sholehah wajib bersyukur dengan apa yang telah suami berikan. Karena azab yang sangat pedih telah Allah siapkan pada istri yang durhaka pada suaminya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ

“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa.)

Tags: #ciri istri sholehah #ciri istri yang menyenangkan hati suami #dilarang menyuapi anak yang bermain #dosa istri terhadap suami #dosa istri terhadap suami yang harus dihindari #jangan menyuapi anak sambil bermain #menyuapi anak yang di larang