Jangan Cemberut Ketika Suamimu Menafkahi Ibu dan Adik-adiknya, DoakanSemoga Rezekinya Bertambah


Jangan Cemberut Ketika Suamimu Menafkahi Ibu dan Adik-adiknya, DoakanSemoga Rezekinya Bertambah

Untukmu wanita, tidak perlu cemberut dan merasa tidak senang ketika suamimu menafkahi ibu dan adik-adiknya, justru kamu harus bahagia dengan sifat baik yang dimilikinya, dan doakan dirinya agar rezekinya selalu bertambah.

Jangan pernah kamu mengeluh kesal, sungguh sebelum dia mencintaimu dan mengajak kamu masuk dalam kehidupannya, dia sudah diperkenalkan pada cinta luar biasa oleh ibu dan keluarganya, sehingga dia bisa menghargaimu.

Maka pantas saja jika cintanya kepada keluarganya masih begitu lekat di hatinya, meski kamu sudah ada bersamanya dengan cinta yang sama.

Bersyukurlah Dengan Kebaikan Suamimu Kepada Keluarganya, Karena Meski Dia Ada Kamu Ternyata Dia Tidak Lupa Tanggung Jawabnya

Karenanya, kendalikan hatimu untuk merasa tidak enakan saat suamimu berlaku baik kepada ibunya, sering memberikannya sesuatu yang sama denganmu, karena ibunya dan kamu memang sama-sama spesial.

Lalu bagaimana dengan adik-adiknya? dia baik karena mungkin dia merasa bahwa dia harus membalas jasa orang tuanya melalui adik-adiknya, sebab sampai kapanpun jika dipikir secara akal balas budi kepada orang tidak akan ada habisnya.

Jadi bersyukur saja dengan kebaikan suamimu kepada keluarganya, karena meski dia telag ada kamu ternyata dirinya tidak lupa akan tanggung jawabnya.

Ibunya Adalah Lebih Utama Daripada Kamu, Maka Jangan Pernah Tersinggung Saat Suamimu Lebih Mengutamakan Ibunya

Dan jangan pernah kamu lupa, bagi laki-laki ibunyalah lebih utama daripada kamu, maka jangan pernah kamu tersinggung jika terkadang suamimu mengutamakan ibunya dalam beberapa keadaan.

Kamu harus mampu menghargainya, dan sekalipun ada yang janggal menurutmu maka tanyakanlah secara baik-baik kepadanya tentang alasan dia berbuat demikian.

Kamu Harus Mampu Menjadi Wanita Yang Penyabar, dan Selalu Berbesar Hatilah Dengan Sikap Suamimu

Jangan pernah kamu marah, kamu harus mampu menjadi wanita yang penyabar, yang selalu mensuport suamimu melakukan kebaikan, dan selalu berbesar hati dengan sikap suamimu yang yang loyal kepada keluarganya atau pun orang lain.

Kamu Harus Menjadi Wanita yang Selalu Mendukungnya Dalam Berbuat Baik Pada Ibunya, Karena Disitulah Dia Akan Semakin Mencintaimu

Intinya kamu harus mampu menjadi wanita yang selalu mendukungnya dalam berbuat baik kepada ibunya, adik-adiknya, atau pun siapa saja yang diingininya, karena disitulah dia akan semakin mencintaimu.

Tapi ke orang tuaku dan keluargaku sepertinya dia tidak begitu baik? jika kamu merasa demikian, maka beranilah kamu bertanya kepadanya, karena takut kamu saja yang memandang berbeda dan selalu kurang.

Tidak ada yang rumit kok dalam rumah tangga, jika kamu dan pasanganmu selalu berkomunikasi dengan baik atas setiap hal yang kamu alami.

Karena Laki-laki Bijaksana, Dia Tidak Hanya Akan Baik Kepadamu, Tapi Juga Akan Baik Kepada Keluarganya Dan Keluargamu

Ketahuilah pula, laki-laki bijaksana itu tidak akan hanya baik kepadamu, meski benar dia sangat mencintaimu. Dia akan tetap mengingat ibunya yang utama, di akan tetap baik kepada keluarganya, dan dia juga akan sangat menghargai dan menyayangi orang tuamu dan keluargamu.

Oleh sebab itu, tidak usah lebay cemberut bila terkadang suamimu memprioritaskan ibunya daripada dirimu, karena tanggung jawab kepada ibunya adalah yang utama, dan seharusnya kamu selalu mendukungnya menjadi suami sekaligus anak yang berbakti.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

======

Daun Seledri bisa Melebatkan Rambut Bayi, Mitos atau Fakta?

Selain sebagai pelengkap masakan, daun seledri juga sering digunakan untuk melebatkan rambut bayi. Memang sudah sejak lama, sayuran berdaun hijau ini dipercaya mampu membuat rambut bayi yang tipis menjadi tebal. Apakah itu memang fakta atau sekadar mitos?

Rambut yang tebal memang bisa menambah kelucuan bayi, ya, Bun? Namun, sayangnya tidak semua bayi terlahir dengan rambut yang lebat. Salah satu cara alami yang sudah lama digunakan untuk membuat rambut bayi yang tipis menjadi tebal, hitam, dan lebat adalah mengoleskan daun seledri ke rambut.

Fakta Manfaat Daun Seledri untuk Melebatkan Rambut Bayi

Untuk menambah jumlah rambut bayi yang dirasa kurang atau sedikit, orang tua zaman dulu biasanya membuat daun seledri menjadi jus, lalu mengoleskannya ke rambut dan kepala bayi sebagai masker rambut. Cara ini dianggap ampuh untuk menebalkan rambut bayi.

Sebenarnya ini dilakukan bukan tanpa alasan. Bila dilihat dari kandungan nutrisinya, daun seledri mengandung vitamin dan mineral yang bisa merangsang pertumbuhan rambut, antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin K, serta asam folat, dan magnesium.

Karena kandungan nutrisinya tersebut, wajar saja bila daun seledri digunakan sebagai penyubur rambut secara turun-temurun.

Meski demikian, bukan berarti penggunaan daun seledri serta-merta bisa membuat rambut bayi lebih cepat tumbuh dan menjadi lebih lebat. Hingga saat ini pun belum ada penelitian yang membuktikan bahwa daun seledri bisa melebatkan rambut bayi.

Penyebab Rambut Bayi Tipis dan Cara Melebatkannya

Perlu Bunda ketahui, lebat atau tidaknya rambut bayi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor genetik, perbedaan laju pertumbuhan rambut, kadar hormon tertentu, dan kecukupan nutrisi.

Selain itu, posisi tidur bayi yang terus-menerus hanya pada satu sisi atau kebiasaan bayi menarik rambutnya sendiri juga bisa menyebabkan rambut di area tertentu menjadi lebih tipis.

Oleh karena itu, orang tua tidak bisa hanya mengandalkan nutrisi dari daun seledri untuk menebalkan rambut bayi. Jika Bunda ingin rambut Si Kecil lebih lebat, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan, yaitu:

  • Jaga kesehatan rambut dan kulit kepala Si Kecil Kecil. Caranya, cuci rambut dan kulit kepalanya secara rutin menggunakan sampo khusus bayi.
  • Keringkan rambut Si Kecil menggunakan handuk bayi yang halus. Jangan menggosokkan handuk ke kepala dan rambut Si Kecil, melainkan cukup menepuk-nepukkannya secara lembut.
  • Oleskan lidah buaya, minyak kelapa, atau minyak zaitun ke rambut Si Kecil. Bahan-bahan alami tersebut dapat menutrisi kulit kepala dan akar rambutnya agar lebih cepat tumbuh.
  • Cukupi kebutuhan nutrisi Si Kecil dengan memberikannya ASI, susu formula, atau makanan bergizi setelah ia bisa makan MPASI.

Daun Seledri juga Baik untuk Kesehatan Bayi

Daripada hanya dipakai untuk melebatkan rambut bayi, alangkah baiknya bila daun seledri juga digunakan sebagai campuran menu makanannya.

Bila bayi Bunda telah berusia 6 bulan dan sudah bisa diberikan MPASI, daun seledri bisa melengkapi kebutuhan nutrisinya sehari-hari, mengingat kandungan gizi pada sayuran yang beraroma khas ini cukup banyak.

Sebagai makanan sehat, daun seledri tak hanya dapat menutrisi rambut bayi, tetapi juga memberikan segudang manfaat bagi kesehatan bayi, mulai dari mendukung tumbuh kembangnya, melancarkan pencernaannya, hingga memperkuat daya tahan tubuhnya.

Jadi, kesimpulannya adalah daun seledri memang mengandung nutrisi yang dapat merangsang pertumbuhan rambut, tetapi penggunaannya bukan dengan cara dibuat jus dan dioleskan ke rambut sebagai masker. Cara ini tidak bisa langsung membuat rambut bayi yang tipis menjadi lebat dan tebal.

Selain itu, pertumbuhan rambut bayi secara pesat umumnya terjadi di usia 6–12 bulan. Jadi, sangat wajar bila bayi yang belum mencapai usia tersebut terlihat memiliki rambut yang tipis dan sedikit.

Bila rambut Si Kecil belum juga terlihat tebal setelah usia tersebut, Bunda tidak perlu juga terlalu cemas, karena rambutnya akan terus tumbuh seiring pertambahan usianya. Jika bayi Bunda memiliki rambut yang tipis atau bahkan cenderung botak, bukan berarti nantinya ia tidak akan memiliki rambut yang lebat, kok, Bun.

Namun, apabila Bunda merasa khawatir dengan kondisi rambut Si Kecil yang tampak sangat tipis atau banyak sekali yang rontok, sebaiknya Bunda memeriksakannya ke dokter.

Bunda juga bisa bertanya kepada dokter mengenai makanan apa saja yang perlu diberikan kepada Si Kecil untuk melebatkan dan mempercepat pertumbuhan rambutnya, termasuk apakah Si Kecil perlu diberikan daun seledri.

======

Main Hujan Bisa Sebabkan Anak Pilek, Mitos atau Fakta?

Mandi hujan merupakan wahana bermain air gratis yang menyenangkan bagi kebanyakan anak. Namun, sebagian ibu justru khawatir ketika melihat buah hati mereka hujan-hujanan karena menganggap main hujan bisa menyebabkan anak pilek. Benarkah anggapan tersebut?

“Jangan hujan-hujanan. Nanti sakit!”. Kalimat ini sering kali dilontarkan oleh orang tua untuk melarang anak main hujan. Tidak heran, karena selama musim hujan, memang biasanya lebih banyak anak yang sakit pilek atau flu. Karena alasan inilah, hujan dianggap bisa menyebabkan anak pilek.

Kaitan Antara Hujan dan Pilek pada Anak

Sebelum mengaitkan antara hujan dan pilek pada anak, Bunda harus paham betul apa itu pilek. Pilek adalah kondisi ketika hidung terasa mampet dan banyak mengeluarkan lendir atau ingus. Hal ini cukup sering terjadi pada anak-anak.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan anak mengalami pilek, mulai dari paparan polusi, alergi, asap rokok, hingga infeksi, seperti ISPA atau flu. Anak-anak bisa lebih rentan terkena pilek akibat penyakit tersebut ketika daya tahan tubuh mereka sedang lemah atau tidak fit.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa virus influenza cenderung lebih mudah menyebar selama musim hujan. Hal inilah yang membuat lebih banyak orang terkena flu dan pilek di musim hujan, termasuk anak-anak.

Jika Si Kecil jatuh sakit setelah main hujan, hal ini mungkin disebabkan oleh daya tahan tubuh atau imunitasnya sedang menurun sehingga ia mudah terserang penyakit, seperti flu.

Namun, jika imunitasnya kuat, tubuh Si Kecil bisa melawan virus dan kuman dengan baik. Hal ini membuatnya menjadi tidak mudah terkena pilek meskipun hujan-hujanan.

Suhu Dingin Saat Hujan Membuat Anak Lebih Rentan Mengalami Pilek

Tidak hanya karena infeksi virus atau bakteri yang lebih mudah terjadi di musim hujan, pilek pada anak juga bisa terjadi karena suhu dingin di musim hujan. Suhu dingin dapat membuat aliran darah di hidung terhambat, sehingga memicu gejala pilek. Hal ini bisa membuat anak yang memiliki rhinitis alergi atau alergi dingin mengalami kekambuhan gejala.

Selain dari udara dingin di musim hujan, suhu dingin yang menjadi pencetus pilek pada anak juga bisa berasal dari sumber lainnya, Bun. Misalnya, suhu kamar yang terlalu dingin karena AC atau suhu dingin dari makanan dan minuman yang dikonsumsi anak.

Pada anak yang memiliki riwayat alergi, risiko untuk mengalami pilek juga bisa meningkat ketika ia sering terpapar pencetus alergi lain, seperti asap rokok, debu, atau bulu hewan. Agar tercegah dari pilek karena alergi, anak yang memiliki alergi perlu senantiasa menjauhi faktor pencetus alerginya.

Sementara itu, guna mengurangi risiko anak Bunda terkena pilek atau flu saat musim hujan, Bunda perlu mengingatkannya untuk sering mencuci tangan. Selain itu, Bunda juga perlu mengajarkan Si Kecil untuk tidak sering menyentuh wajah, mulut, atau matanya, terlebih ketika tangannya kotor.

Jadi, Apakah Anak Boleh Main Hujan?

Berdasarkan informasi di atas, anggapan bahwa main hujan bisa menyebabkan pilek pada anak adalah fakta. Namun, hal ini bukan berarti Si Kecil tidak boleh main hujan sama sekali. Jika daya tahan tubuhnya baik dan ia tidak memiliki alergi dingin, Bunda boleh saja sesekali membiarkannya main hujan di luar rumah.

Hal ini karena kondisi buah hati Bunda yang sehat membuatnya berisiko lebih rendah untuk terkena pilek saat hujan. Selain itu, melalui hujan, Si Kecil bisa lebih dekat dengan alam dan bermain sambil belajar, Bun. Aktivitas bermain hujan pun baik untuk mendukung tumbuh kembangnya, terutama perkembangan motoriknya.

Namun, ingat. Saat anak Bunda main hujan, pastikan ia tidak bermain terlalu lama dan jangan biarkan ia bermain sendirian. Jika Si Kecil sudah kedinginan atau menggigil, segera bawa ia masuk ke dalam rumah dan hangatkan tubuhnya.

Bunda bisa memandikan Si Kecil dengan air hangat sebelum memakaikan pakaian yang kering. Setelah itu, berikan ia minuman hangat, seperti teh atau susu hangat, agar tubuhnya tidak kedinginan.

Bila masih ragu untuk memperbolehkan Si Kecil bermain hujan, apalagi jika ia memang memiliki kondisi medis tertentu atau baru sembuh dari sakit, sebaiknya Bunda memastikannya dengan bertanya kepada dokter.

Tags: #main hujan bisa sebabkan anak pilek #manfaat campuran kunyit dan daun sirih #suami menafkahi ibu dan adiknya