Jangan Lagi Anggap Sepele! Gegara Cuci Daging Ayam Sebelum Memasaknya Ternyata Bisa Memb*nuh Seisi Rumah, Loh!


Masyarakat masa kini sudah banyak yang sadar akan pentingnya hidup sehat dan mulai menerapkan gaya hidup sehat.

Salah satu cara mengikuti gaya hidup sehat adalah dengan makan makanan yang juga sehat.

Salah satu makanan sehat adalah daging ayam, terutama yang tanpa lemak seperti dada ayam, karena memiliki protein tinggi dan serat makanan yang baik.

Banyak orang menghubungkan dada ayam sebagai makanan para binaragawan karena efektif dapat membentuk otot.

Meski mudah untuk dikreasikan, kita tetap harus waspada dalam mengolah daging ayam.

Dari proses membeli hingga masuk dalam panci, ada sejumlah hal penting yang wajib dilakukan untuk mengolah daging ayam.

Salah satunya adalah jangan lagi mencuci daging ayam.

Laman Reader Diggest, merangkum sederet kesalahan yang kerap dilakukan ketika mengolah daging ayam.

1. Membiarkan daging ayam terlalu lama

Banyak koki yang menaruh ayam di atas meja terlalu lama. Padahal, pada suhu kamar daging dapat mengembangkan bakteri berbahaya.

Jika dikonsumsi, bakteri yang dikembangkan oleh daging tersebut dapat mengakibatkan berbagai penyakit bawaan alias mengakibatkan keracunan makanan.

Jadi, simpan ayam di lemari es segera usai berbelanja. Ambil ayam ketika akan memasaknya saja.

Jika ayam dibekukan, cairkan dalam kulkas dua hari sebelum dimasak.

2. Menyimpan dengan cara yang salah

Daging ayam tak bisa ditempatkan di mana saja, meski kita menyimpannya di lemari es.

Cairan dari daging bisa merembes di luar wadahnya, yang bisa mengontaminasi makanan lainnya.

Sebaiknya, kita menyimpan ayam di atas piring. Lalu, tutup dan simpan di rak kulkas paling bawah.

3. Mencuci ayam sebelum memasaknya

Sebaiknya, kita tidak mencuci ayam yang akan kita masak.

Mencucinya, terutama dengan cara dibilas, justru menyebabkan bakteri pada ayam menyebar dan melekat di permukaan sekitar.

Jadi, lebih baik kita langsung menggorengnya atau memasaknya dengan suhu yang tepat.

4. Memberi bumbu dengan cara yang salah

Membaluri ayam dengan bumbu akan membuatnya terasa nikmat. Selain itu, ini cara termudah agar daging ayam lebih empuk.

Namun, merendam ayam dengan bumbu terlalu lama bisa membuat daging ayam tercemar bakteri. Bakteri akan tumbuh lebih baik dalam suhu hangat.

Selain itu, jangan gunakan kembali bumbu yang sudah bersentuhan dengan daging mentah.

Lebih baik kita merendam ayam dengan bumbu dalam kantong plastik atau wadah tertutup lainnya di kulkas.

Lalu, buang wadah yang kita gunakan setelah selesai.

5. Memakai kembali alat yang telah bersentuhan dengan daging mentah

Jangan pernah menggunakan alat yang telah bersentuhan dengan daging ayam mentah untuk memasak makanan lainnya.

Alat yang telah bersentuhan dengan daging ayam mentah berisiko tercermar salmonella.

Jadi, kita harus mencuci seluruh bagian yang telah bersentuhan dengan daging ayam usai memakainya.

6. Mencampur daging ayam mentah dengan bahan lainnya

Bagi mereka yang bekerja di dapur kecil, menghemat tempat menjadi hal wajib yang harus dilakukan.

Namun, menempatkan potongan daging ayam mentah di tempat yang sama dengan bahan makanan lainnya dapat membahayakan kesehatan.

Bakteri pada daging ayam bisa menyebar dan mencemari bahan makanan lainnya.

Jadi, kita harus menghindari menempatkan ayam mentah di dekat bahan yang belum dimasak.

7. Lupa mencuci tangan

Tangan menjadi ‘alat’ terbaik untuk memegang dan membumbui bahan makanan.

Tapi, ketika tangan kita bersentuhan dengan ayam, bakteri pada ayam tentu akan menempel dan mencemari apapun yang kita sentuh.

Jadi, kita harus berhati-hati dan jangan menyentuh apapun setelah memegang ayam mentah.

Setelah menyentuh ayam mentah, pastikan untuk segera mencuci tangan.

Untuk lebih memastikan kebersihan, sebaiknya kita memegangnya dengan satu tangan saja.

Dengan begitu, tangan yang lain bisa kita pakai untuk menyentuh apa pun, seperti mengambil garam atau menyalakan air ketika dibutuhkan.

8. Mengabaikan kebersihan spons pencuci piring

Berhati-hati saat mencuci peralatan yang bersentuhan dengan daging ayam mentah tidak cukup menjamin kebersihannya.

Spons yang kita gunakan untuk mencuci juga menunjang kebersihan karena bisa menjadi sarang patogen dan bakterio yang berbahaya.

Apalagi, jika kita telah menggunakannya untuk mencuci alat yang telah menyentuh daging ayam mentah, maka risiko terkontaminasi dengan bakteri akan lebih besar.

Sebaiknya, bersihkan spons pencuci piring yang kita pakai setiap dua hari sekali, dan secara teratur membersihkan handuk piring yang kita pakai.

Kita juga bisa meletakan spons cuci piring yang basah di bawah microwave selama dua menit untuk memastikannya bebas dari bakteri.

Demi menjamin kebersihan, kita harus mengganti spons dan kain pembersih setiap 2-3 minggu, tergantung seberapa sering alat-alat tersebut bersentuhan dengan daging unggas.

Memang terdengar merepotkan. Tapi, seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa untuk melakukannya.

Demi memastikan kesehatan tubuh, sebaiknya kita tak boleh malas melakukannya.

Artikel ini pernah tayang di Sajian Sedap dengan judul Jangan Lagi Cuci Daging Ayam Sebelum Dimasak, Bahayanya Bisa Membunuh Nyawa Seisi Rumah

======

Ini Alasan Mengapa Anak Rewel Saat Ibu Stres

Tidak banyak yang tahu bahwa anak rewel bisa disebabkan oleh kondisi ibu yang sedang stres. Kok bisa? Memang ada hubungannya? Daripada menduga-duga alasannya, yuk, simak penjelasannya di sini.

Coba, deh, renungkan. Ketika stres, Bunda mungkin pernah merasa bahwa suasana hati Si Kecil juga “tertular” suasana hati Bunda. Tiba-tiba ia menjadi rewel dan lebih susah diatur. Kalau sudah begitu, Bunda juga, kan, yang repot?

Penyebab Anak Rewel Ketika Ibu Stres

Banyak hal yang bisa membuat seorang ibu stres, mulai dari pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai, pekerjaan kantor, ataupun anak yang susah makan atau tidak mau menyusu. Meski merawat anak memang melelahkan, usahakan untuk tetap kendalikan stres, ya, Bun.

Stres bisa memengaruhi segala aspek kehidupan Bunda. Ketika stres, Bunda bisa menjadi mudah marah dan tersinggung, sering sakit kepala, mengalami mood swings, mudah lupa, sulit berkonsentrasi, susah tidur, atau merasa tidak bahagia dan malas melakukan apa-apa.

Sadar atau pun tidak, gejala-gejala ini bisa dirasakan oleh buah hati, lho. Contohnya, bila biasanya Bunda tidak mengalami kesulitan ketika memakaikan baju anak, ketika stres Bunda rentan menjadi linglung.

Ada saja masalah, seperti lupa membalurkan minyak kayu putih, lupa memakaikan popok, yang membuat Bunda harus bolak-balik membuka dan memasang ulang baju Si Kecil. Jika hal ini terjadi berulang-ulang, wajar jika anak jadi tidak nyaman dan akhirnya rewel.

Seorang anak bisa menjadi cerminan perasaan ibunya. Faktanya, sejak lahir bayi dapat menangkap isyarat emosional dari orang di sekitarnya dan menirunya dalam bersikap terhadap sesuatu. Nah, karena Bunda adalah orang yang terdekat dengan Si Kecil, jangan heran bila ketika Bunda stres, buah hati jadi lebih rewel dan sensitif.

Saat sedang stres, kadar hormon kortisol Bunda juga akan meningkat. Bila saat ini Bunda masih menyusui anak secara langsung, hormon ini akan mengalir ke dalam ASI dan terminum oleh anak. Hal ini diduga dapat membuat anak menjadi ikut stres dan rewel.

Meski begitu, kaitan hormon kortisol di ASI dan stres pada anak masih membutuhkan penelitian lebih lanjut lagi. Jadi, Bunda tidak perlu berhenti menyusui Si Kecil ketika sedang stres.

Tips Mengelola Stres dengan Baik

Agar anak tidak tertular stres dan membuat Bunda makin pusing. Ada baiknya Bunda mengetahui tips mengelola stres berikut ini:

Cari tahu penyebab stres

Cari tahu apa penyebab Bunda mengalami stres. Bila stres ada kaitannya dengan Si Ayah atau orang lain, jangan ragu untuk membicarakannya dan carilah solusi yang tepat untuk masalah kalian.

Di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, terus berada di rumah juga bisa membuat Bunda stres. Untuk mengatasinya, Bunda sekeluarga bisa melakukan family time dengan berjalan-jalan di taman yang sepi. Namun, pastikan untuk tetap menerapkan protokol pencegahan infeksi virus Corona, ya.

Minta bantuan orang lain

Jika stres disebabkan oleh kelelahan, tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan suami atau keluarga. Dengan beban kerja yang lebih ringan, Bunda bisa lebih lega dan mengurus anak dengan perasaan yang baik.

Lakukan “me time”

Menjadi seorang ibu bukanlah pekerjaan yang mudah. Kadang kala merawat Si Kecil juga bisa membuat Bunda jenuh. Oleh karena itu, luangkanlah waktu untuk me time dan merawat diri sendiri agar suasana hati menjadi lebih baik, misalnya dengan membaca buku atau sekadar pergi berbelanja sendiri tanpa mengajak Si Kecil.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama-sama, stres yang kita rasakan dapat memengaruhi suasana hati anak. Meski begitu, stres merupakan sesuatu yang pasti ada dalam kehidupan dan sulit untuk dihindari.

Nah, bagaimana kita merespons stres dapat memberikan hasil yang berbeda pada anak. Hindarilah merespons stres dengan kekerasan, seperti berteriak, membentak, atau membanting barang. Langsung maupun tidak langsung, hal ini akan mengusik ketenangan Si Kecil dan bisa berdampak buruk bagi kesehatan mentalnya.

Bunda harus berusaha untuk mampu mengendalikan stres sebaik mungkin, agar Si Kecil tidak ikutan rewel ketika pikiran dan suasana hati Bunda terganggu. Bila usaha Bunda tidak membuahkan hasil, segera konsultasikan ke psikiater atau psikolog untuk mendapatkan saran yang tepat.

Tags: #alasan anak rewel saat ibu stress #cuci daging ayam bisa membunuhmu