Jangan Malu! Ngiler Saat Tidur Itu Tanda Hidupmu Seperti Ini, Beruntunglah Kamu yang Mengalaminya


Setiap orang butuh waktu untuk tidur nyenyak agar memiliki kualitas hidup yang aktif dan produktif.

Karena orang yang tidak cukup tidur setelah sepanjang hari kelelahan, maka akan merasakan ketidaknyamanan tubuh, dan memiliki mood buruk atau bahkan masalah kesehatan karena kekurangan energi.

Jadi terkadang tubuh berusaha membuat siklus tidur baru dan akhirnya Anda tidur di meja kerja, meja belajar bahkan di bus.

Nah saat Anda tidur dan ketika bangun bantal sudah banjir dengan air liur itu justru bermanfaat, tidak seperti yang anda pikirkan selama ini.

“Ngiler” terjadi sebagai pertanda bahwa istirahat Anda baik. Tindakan meneteskan air liur saat tidur merupakan tanda bahwa mimpi Anda cukup positif dan tubuh beristirahat dengan sangat baik.

Ada beberapa fase tidur, saat fase REM (rapid eye movement) terjadi pada 70-90 menit pertama setelah kita tertidur, dan terulang lagi setiap 90 menit pada tiap tahapan.

Ini adalah periode saat kita bermimpi. Tidur REM sangatlah penting untuk menjaga tubuh kita berfungsi optimal.

Otak berusaha menjaga kita tetap tertidur dengan cara kita tak mudah terbangun oleh suara-suara di sekitar yang bisa merusak tahap tidur ini.

Saat Anda “ngiler”, berarti fase REM tidak terganggu, jadi Anda tidak memiliki masalah tidur atau mengalami gangguan saat tidur.

Jika Anda tidak “ngiler”, justru menjadi tanda kebiasaan tidur Anda terpengaruh sepanjang malam dan istirahat tidak mencukupi.

Ingatlah bahwa untuk pengembangan pribadi dan profesional yang baik sangat penting untuk beristirahat. Jadi beruntunglah Anda yang termasuk kelompok orang yang “ngiler” saat tidur.

Jangan diejek, karena ternyata itu pertanda kualitas tidur kita.

Tak Perlu Malu Apalagi Menganggapnya Aib, ‘Ngiler’ Justru Bisa Jadi Pertanda Baik

Tidur adalah proses mendasar bagi tubuh kita. Jika kita ingin memiliki kehidupan yang produktif dan aktif, kita perlu tidur nyenyak setiap hari kita berakhir.

Orang-orang yang belum cukup tidur dan kelehan sepanjang hari bisa merasakan ketidaknyamanan di tubuh, mood buruk atau masalah kesehatan karena kekurangan energi.

Jadi terkadang tubuh berusaha membuat siklus tidur baru dan akhirnya Anda tidur di meja kerja, meja belajar bahkan di bus.

Nah saat Anda tidur dan ketika bangun bantal sudah banjir dengan air liur itu justru bermanfaat, tidak seperti yang anda pikirkan selama ini.

“Ngiler” terjadi sebagai pertanda bahwa istrihat Anda baik.

Tindakan meneteskan air liur saat tidur merupakan tanda bahwa mimpi Anda cukup positif dan tubuh beristirahat dengan sangat baik.

Ada beberapa fase tidur, saat fase REM (rapid eye movement) terjadi pada 70-90 menit pertama setelah kita tertidur, dan terulang lagi setiap 90 menit pada tiap tahapan.

Ini adalah periode saat kita bermimpi. Tidur REM sangatlah penting untuk menjaga tubuh kita berfungsi optimal.

Otak berusaha menjaga kita tetap tertidur dengan cara kita tak mudah terbangun oleh suara-suara di sekitar yang bisa merusak tahap tidur ini.

Saat Anda “ngiler”, berarti fase REM tidak terganggu, jadi Anda tidak memiliki masalah tidur atau mengalami gangguan saat tidur.

Jika Anda tidak “ngiler”, justru menjadi tanda kebiasaan tidur Anda terpengaruh sepanjang malam dan istirahat tidak mencukupi.

Ingatlah bahwa untuk pengembangan pribadi dan profesional yang baik sangat penting untuk beristirahat.

Jadi beruntunglah Anda yang termasuk kelompok orang yang “ngiler” saat tidur. Jangan diejek, karena ternyata itu pertanda kualitas tidur kita.

Bau Mulut Hingga Gagal Ginjal, Ini Dampak Negatif Petai untuk Kesehatan

Siapa yang tak kenal petai, makanan ini menjadi jawara dalam dunia kuliner Indonesia.

Mudah didapat, orang Indonesia menyajikannya dengan beragam cara.

Mulai dari langsung dimakan, direbus, digoreng, dibakar, hingga menjadi teman makan lalapan yang segar.

Kendati ada yang menjauhi petai karena baunya yang khas, petai mengandung zat gizi makro lengkap yaitu karbohidrat, protein dan lemak.

Selain itu, protein yang ada pada petai akan menjadi zat pembangun dan pengganti sel tubuh yang rusak.

Petai juga memiliki kandungan magnesium dan kalsium yang cukup tinggi, sehingga bermanfaat untuk kesehatan tulang.

Untuk ibu hamil, petai memiliki kandungan omega 3 yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mata serta otak janin.

Kendati begitu, ada baiknya jangan mengonsumsi petai secara berlebihan.

Hal ini disebabkan, konsumsi petai memiliki dampak negatif pada kesehatan. Apa saja?

Menimbulkan bau mulut
Tak mengherankan, ada sebagian besar orang yang menjauhi petai karena bau yang khas.

Hal ini tentu dapat mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri seseorang. Sebaiknya, gunakan cairan pembersih mulut setelah menyantap petai.

Sakit Perut
Kebiasaan memakan petai mentah masih sering dilakukan. Jika cara mengolahnya tidak bersih, besar kemungkinan masih terdapat cacing dan bakteri pada petai.

Kandungan karbohidrat kompleks nantinya juga dapat membentuk gas di perut, sehingga menimbulkan sensasi tersengat dan kembung.

Rematik
Walaupun rasanya menggoda selera, keseringan makan petai bisa memicu penyakit rematik.

Ada baiknya, sesekali cobalah hindari olahan petai dan pilih sajian lalapan yang rasanya tak kalah nikmat dan menyegarkan mulut.

Sakit Kepala
Memgonsumsi petai berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala, sehingga sebaiknya makanan berbentuk oval ini tak terlalu banyak dikonsumsi.

Meningkatkan Kadar Asam Urat
Selain tinggi asam amino, petai juga mengandung purin tingkat sedang atau tinggi. Seperti diketahui, makanan yang kaya kandungan purin dapat meningkatkan kadar asam urat.

Oleh karena itu, kendati memiliki banyak manfaat dan rasanya lezat sebaiknya tak dimakan berlebihan.

Penyebab Gagal Ginjal
Dikenal dapat meningkatkan selera makan, petai mengandung asam djenkolic. Petai juga kaya asam amino, dimana didalamnya terdapat zat sulfur yang sedikit beracun.

Jika terlalu banyak dikonsumsi, konsentrasi tinggi zat sulfur dapat mengakibatkan gagal ginjal akut, asam urat, obstruksi kemih dan nyeri spasmodik.

Bahaya, Hindari Makan Kepala Ikan Mulai Sekarang

Di balik manfaat kesehatannya, ikan juga memiliki racun alami yang tidak dapat dihilangkan dengan proses dimasak atau dibekukan.

Masalahnya, ikan di laut Indonesia begitu berlimpah dan berprotein tinggi.

Seperti diungkap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam bookletnya yang menyebutkan, racun Ciguatoksin misalnya, paling umum ditemui.

Racun ini berasal dari dinoflagelata, mikroorganisme laut yang menempel dan tumbuh pada karang mati.

Ciguatoksin umumnya terakumulasi pada organ dalam, kepala, dan sisik ikan. Racun ini juga terdapat pada hewan herbivora dan karnivora.

Begitupun dengan ikan yang hidup di karang, seperti Potato grouper, Tiger grouper, High Fin Grouper, Hump Head Wrasse, Flowery Grouper dan Leopard Coral Grouper (jenis kerapu).

Lantas bagaimana mencegah keracunan produk perikanan? BPOM mencatat ada 7 poin yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Jangan mengonsumsi produk perikanan terutama ikan yang hidup di karang dalam jumlah besar
  2. Jangan mengonsumsi produk perikanan yang tidak jelas jenis dan asal-usulnya
  3. Kurangi konsumsi ikan karang terutama yang ukurannya besar (di atas tiga kilogram)
  4. Hindari mengonsumsi kepala udang, kepala ikan dan organ dalam produk perikanan karena penumpukan toksin pada bagian itu
  5. Hindari mengonsumsi organ dalam dan sisik ikan karang
  6. Hindari minuman beralkohol dan kacang-kacangan ketika mengonsumsi ikan karang karena dapat meningkatkan keparahan keracunan
  7. Simpan produk perikanan pada suhu rendah untuk mencegah pertumbuhan bakteri

Tags: #beruntunglah orang yang ngiler saat tidur #dampak negatif makan petai bagi kesehatan #hindari makan kepala ikan #ngiler saat tidur tanda hidupmu seperti ini #tak perlu malu apalagi jadi aib saat ngiler