Jangan Salahkan Istri Jika Penampilannya Sudah Tak Cantik Lagi, Karena 4 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Suami


Jangan Salahkan Istri Jika Penampilannya Sudah Tak Cantik Lagi, Karena 4 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Suami

Alasan yang sudah sangat klasik bagi para suami yang bersikap dingin pada istri atau bahkan dengan berani dan nekat berselingkuh biasanya tidak jauh dari kekurangan yang ada pada istrinya, bentuk fisik yang sudah tidak sama lagi dengan saat masih belum punya anak.

Padahal semestinya para suami ingat bahwa mempercantik istri adalah tanggung jawab mereka sebagai kepala rumah tangga, dengan memberikan beberapa hal yang dapat merubah penampilan istri menjadi lebih memuaskan saat di pandang mata.

Tidak sulit untuk menjadikan istri cantik seperti bidadari, kembali langsing seperti masih gadis, jika suami menyadari bahwa hal tersebut adalah tanggungjawabnya.

Akan tetapi hal ini menjadi sulit jika suami hanya bisa menyalahkan istri tanpa mau mengoreksi kesalahannya, beberapa kesalahan yang sering dilakukan suami misalnya:

1. Tidak Bersedia Bergantian Mengasuh Anak, Sehingga Istri Kelelahan dan Stres

Bagaimana bisa tampil cantik dalam kondisi lelah dan stres berkepanjangan? Cobalah berbagi waktu setiap harinya dalam pengasuhan anak, setidaknya satu hingga dua jam.

Tidak hanya bisa membuat istri berkesempatan beristirahat dan melepas stresnya, anak pun akan merasa senang karena terbangun kedekatan dengan ayahnya.

2. Tidak Memberikan Kesempatan Istri Untuk Merawat Diri

Dalam seminggu, adakah suami memberi kesempatan istri untuk mendapatkan “me time” yakni waktu untuk menikmati kesendirian?

Me time ini bisa diisi dengan perawatan diri di rumah, salon, refleksi, atau melakukan hobinya dengan tenang.

3. Tidak Memberikan Budget Untuk Perawatan Diri Istri

Untuk cantik sudahlah pasti diperlukan bahan-bahan untuk merawat diri, dari mulai yang murah dan alami seperti buah-buahan, herbal seperti madu atau zaitun.

Atau bahkan perawatan kecantikan profesional ala salon dengan berbagai alat dan mesin yang harganya lumayan menguras dompet. Apakah suami sudah memberikan budget tiap bulannya agar istri bisa merawat diri?

Menghilangkan stretchmark di tubuhnya yang timbul karena mengandung 9 bulan dan melahirkan anak-anak Anda, menghilangkan kerutan di wajahnya yang muncul karena terlalu lelah mengurus rumah dan usia yang tak lagi muda.

4. Tidak Mengedukasi Istri Untuk Belajar Mempercantik Dirinya di Hadapan Suami

Istri kelihatan lebih tua sepuluh tahun dari usia aslinya? Coba introspeksi diri, apakah Anda sebagai suami tidak pernah mendidik istri untuk menyenangkan pandangan Anda?

Didiklah istri untuk menjadi wanita yang genit di hadapan suami saja, minta ia belajar make up dari platform youtube misalnya, biarkan ia belajar beautyclass di pengajian.

Ingat, wanita di luar sana menghabiskan jutaan untuk perawatan dan kecantikan dirinya, jangan sampai istri Anda kalah update dalam memanjakan mata suami ketika berada di rumah.

Demikian, pada akhirnya… sebuah rumah tangga akan berjalan baik ketika suami sebagai pemimpin mengerti tugas dan tanggungjawabnya.

Bukan berarti istri tidak ada tanggungjawab soal perawatan dirinya sendiri, akan tetapi jika suami memahami hal ini dan mau mendidik istrinya untuk mempercantik diri, maka biasanya istri akan mengikuti arahan suami.

Wallaahualam.

======

Bisa Dukung Daya Tahan Tubuh, Ketahui 7 Manfaat Zat Besi untuk Bumil dan Buah Hati

Saat hamil, kebutuhan zat besi ibu naik menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil. Akan tetapi, tidak semua ibu hamil bisa terpenuhi kebutuhan zat besinya. Padahal, zat besi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ibu dan janin, lho.

Zat besi adalah mineral penting yang sangat dibutuhkan selama kehamilan dan bisa didapatkan dari berbagai makanan. Kendati begitu, faktanya satu dari dua ibu hamil di Indonesia masih mengalami anemia karena kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi pada ibu hamil bukanlah hal sepele yang bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, kurangnya asupan zat besi pada ibu hamil bisa menyebabkan bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah. Di saat persalinan, anemia akibat kekurangan zat besi juga dapat meningkatkan risiko kematian ibu.

7 Manfaat Zat Besi untuk Ibu Hamil dan Janin

Zat besi dibagi menjadi dua jenis, yakni zat besi heme yang berasal dari hewan dan zat besi nonheme yang berasal dari tumbuhan. Apa pun jenisnya, kedua macam zat besi ini sama-sama memiliki segudang manfaat untuk ibu hamil dan janin, antara lain:

1. Mencegah anemia pada ibu hamil

Ibu hamil sangat rentan mengalami anemia karena tubuhnya secara alami membutuhkan lebih banyak pasokan zat besi daripada sebelum hamil, yaitu sekitar 27 mg setiap hari. Kebutuhan ini meningkat lantaran volume darah di dalam tubuh ibu hamil juga meningkat.

Zat besi bertanggung jawab dalam pembentukan sel darah merah dan hemoglobin yang sangat dibutuhkan untuk memasok oksigen serta nutrisi ke tubuh ibu hamil dan janin. Dengan mencukupi kebutuhan zat besi per hari, Bumil bisa terhindar dari anemia.

2. Menurunkan risiko terjadinya kelelahan pada ibu hamil

Kelelahan adalah gejala yang umum pada kehamilan. Namun, ibu hamil yang mengalami anemia biasanya akan jauh lebih mudah mengalami kelelahan dan merasa lemas.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan Bumil sulit untuk beraktivitas, padahal tetap aktif selama kehamilan penting untuk menjaga kesehatan Bumil dan janin, serta meningkatkan stamina untuk persalinan nanti. Jadi, agar tidak mudah lelah, salah satu cara yang bisa Bumil lakukan adalah mencukupi kebutuhan zat besi setiap hari.

3. Memperkuat daya tahan tubuh ibu hamil

Ibu hamil cenderung lebih mudah sakit atau terkena infeksi yang bisa membahayakan kesehatan dirinya sendiri dan janinnya. Oleh karena itu, ibu hamil sangat dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh, khususnya di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Karena meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah, zat besi juga secara tidak langsung akan meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil. Dengan daya tahan tubuh yang kuat, Bumil dan janin bisa terlindung dari berbagai macam penyakit.

4. Mendukung proses tumbuh kembang janin

Asupan zat besi yang dikonsumsi oleh ibu selama hamil juga memiliki peranan penting dalam proses tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Bila kebutuhan zat besi ibu hamil terpenuhi, janin bisa mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup melalui darah ibu, sehingga fungsi saraf dan otaknya akan berkembang dengan optimal, begitu juga fungsi organ-organ lainnya.

5. Menurunkan risiko terjadinya keguguran

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ibu hamil yang mendapatkan cukup zat besi memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami keguguran.

Hal ini karena kekurangan zat besi sejak awal kehamilan bisa menyebabkan gangguan pada pembentukan plasenta yang menyalurkan nutrisi dan oksigen ke janin. Bila ada gangguan pada plasenta, janin akan sulit untuk berkembang, sehingga terjadilah keguguran.

6. Mencegah kelahiran prematur

Kelahiran prematur dapat terjadi karena infeksi atau kondisi tubuh ibu hamil yang kurang sehat. Dengan mencukupi asupan zat besi, kesehatan ibu hamil bisa lebih terjaga dan daya tahan tubuhnya pun lebih kuat sehingga tidak mudah terkena infeksi.

Itulah alasan mengapa mencukupi asupan zat besi juga secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya kelahiran prematur.

7. Mencegah berat badan lahir rendah

Selain berat badan Bumil sendiri, menjaga berat badan janin di dalam kandungan juga tidak kalah penting. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah bayi memiliki berat badan lahir rendah.

Umumnya, bayi yang lahir dengan berat badan rendah lebih mudah sakit dan mengalami infeksi. Agar janin yang Bumil kandung memiliki berat badan normal dan dalam kondisi yang sehat, Bumil harus memenuhi kebutuhan nutrisi harian, termasuk mencukupi asupan zat besi.

Cara Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Saat Hamil

Berdasarkan beragam manfaat zat besi yang telah dipaparkan di atas, sudah seharusnya Bumil memenuhi kebutuhan harian tubuh akan mineral ini. Ada beberapa cara yang bisa Bumil lakukan.

Zat besi bisa Bumil peroleh dari makanan, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga daging dan ikan. Zat besi dari protein hewani diketahui lebih mudah diserap oleh tubuh. Namun penting bagi Bumil untuk mendapatkan variasi makanan dengan gizi seimbang selama hamil.

Bumil juga dapat mencukupi asupan zat besi dari vitamin prenatal yang diberikan oleh dokter. Pastikan Bumil mengonsumsinya sesuai dosis yang dianjurkan dokter, ya.

Selain dua cara tersebut, mengonsumsi susu ibu hamil bisa menjadi pilihan yang baik untuk mendapatkan tambahan asupan zat besi. Susu ibu hamil yang diperkaya dengan kandungan zat besi memiliki beragam rasa yang bisa Bumil pilih sesuai selera.

Tidak hanya zat besi, segelas susu ibu hamil juga dapat membantu Bumil memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya, termasuk berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin C yang bisa meningkatkan penyerapan zat besi. Rasa susu yang lezat pun membantu Bumil tidak mual saat meminumnya.

Selain memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, Bumil juga perlu rutin memeriksakan kandungan ke dokter. Untuk mengurangi risiko tertular virus Corona, tetap kenakan masker dan sediakan hand sanitizer sewaktu Bumil memeriksakan kandungan ke rumah sakit, ya.

Tags: #istri penampilannya sudah tidak cantik lagi #manfaat zat besi untuk bayi #manfaat zat besi untuk ibu hamil