Jangan Salahkan Istri Kalau Tak Punya Anak Lelaki, Suami itu Punya Peran Besar


Dokter: “Yang salahkan istri, bukti tidak berilmu”

Baik laki-laki atau perempuan itu sama-sama rezeki dari Allah SWT. Jika berkeinginan mendapatkan keturunan lelaki berdoa dan berusaha, bukan malah salahkan istri. Ini lo buktinya kalau suami berperan besar dalam penentuan jenis kelamin anak.

Sebagian masyarakat masih beranggapan harus punya anak laki-laki sebagai penerus nama keluarga. Sehingga ada kekecewaan jika tak punya keturunan pria.

Bahkan ada suami yang sampai stres dan depresi ketika tidak bisa memiliki anak laki-laki. Alhasil ia bersikeras dan ngeyel untuk terus punya anak sampai dapat anak laki-laki. Dan parahnya jika tak kunjung berhasil ada juga suami yang menyalahkan istrinya.

Dokter Ungkap Proses Penentuan Jenis Kelamin Anak

Fenomena menyalahkan pihak istri jika tak punya anak laki-laki, disorot oleh seorang dokter Nimelesh dari Malaysia. Ia mengunggah sebuah cuitan yang mendapat tanggapan positif banyak orang..

“Ada juga wanita yang dipersalahkan atas anak dengan jantina (jenis kelamin) tertentu. Orang yang salahkan wanita biasanya tidak berilmu, karena bukan wanita yang menentukan jantina bayi,” tulisnya.

Dokter Nimelesh lewat akun @HausofHilton mengunggah sebuah gambar untuk menjelaskan pernyataannya secara detail.

Gambar tersebut menunjukkan jenis kelamin bayi tergantung pada sperma yang dihasilkan oleh ayah, apakah membawa kromosom X atau Y.

Kromosom X bergabung dengan kromosom X ibu untuk membuat bayi perempuan (XX) sedangkan kromosom Y akan bergabung dengan ibu untuk membuat anak laki-laki (XY).

Cuitan ini kemudian viral usai memperoleh 19.700 retweets serta 16.300 likes.

Warganet ramai menanggapi cuitan tersebut, mereka juga menganggap wanita tidak patut disalahkan jika belum memiliki anak laki-laki.

Penyebab Belum Memiliki Anak Laki-laki

Studi yang dikerjakan oleh ilmuwan dari Universitas Newcastle, Corry Gellatly menunjukkan, jenis kelamin saudara kandung ayah turut menentukan jenis kelamin anaknya.

Seorang pria dengan saudara lebih banyak laki-laki, maka cenderung memiliki anak laki-laki. Namun bila seorang pria dengan banyak saudara perempuan, mereka cenderung memiliki anak perempuan.

Penelitian ini melibatkan studi 927 pohon keluarga yang berisi informasi mengenai 556.387 orang dari Amerika Utara dan Eropa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gen seorang ayah cukup berperan besar terhadap jenis kelamin anak nantinya.

“Studi pohon keluarga ini menunjukkan kecenderungan Anda memiliki anak laki-laki atau perempuan itu diwariskan. Kita sekarang tahu bahwa laki-laki lebih cenderung memiliki anak laki-laki, jika memang mereka mempunyai lebih banyak saudara laki-laki,” ujarnya.

Bagaimana dengan perempuan, apakah lebih banyak saudara lelaki atau perempuan ikut menentukan? “Pada wanita, kita tidak dapat memprediksinya,” ujar Corry.

Penjelasan Gen Ayah

Gen terdiri dari dua bagian, yang dikenal sebagai alel, satu diwarisi dari ayah dna ibu. Dalam makalahnya, Corry menunjukkan bahwa ada kemungkinan pria membawa dua jenis alel yang berbeda, yang menghasilkan tiga kombinasi yang mungkin dalam gen yang mengontrol rasio sperma X dan Y;

1. Pria dengan kombinasi pertama, yang dikenal sebagai mm, menghasilkan lebih banyak sperma Y dan memiliki lebih banyak putra.

2. Lalu, kondisi ke-dua dikenal sebagai mf, menghasilkan jumlah sperma X dan Y yang kira-kira sama dan memiliki jumlah putra dan putri yang seimbang.

3. Dan kondisi terakhir dikenal sebagai ff menghasilkan lebih banyak sperma X sehingga memiliki lebih banyak anak perempuan.

“Gen yang diturunkan dari kedua orang tua, yang menyebabkan beberapa pria memiliki lebih banyak anak laki-laki dan beberapa memiliki lebih banyak anak perempuan, dapat menjelaskan mengapa kita melihat jumlah pria dan wanita secara kasar seimbang dalam suatu populasi. Jika ada terlalu banyak laki-laki dalam populasi, misalnya, perempuan akan lebih mudah menemukan jodoh, sehingga pria yang memiliki lebih banyak anak perempuan akan mewariskan lebih banyak gen mereka, menyebabkan lebih banyak perempuan dilahirkan di generasi selanjutnya,” jelas Corry.

Itulah proses penentuan jenis kelamin anak. Meski sudah tahu bahwa ayah adalah penentu dalam prosesnya, alangkah baiknya tak menyalahkan suami jika belum memiliki anak lelaki.

Sebaiknya menerima dengan ikhlas atas anak yang sudah diberikan oleh Allah SWT, baik laki-laki maupun perempuan. Toh kehebatan orang tua tidak dinilai dari punya anak laki-laki atau perempuan, tapi bagaimana mereka mendidik dan merawat anaknya dengan baik.

======

Kondisi Lidah Ternyata Bisa Menandakan Ada Tidaknya Penyakit Jantung, Bisa Dilihat dari Warnanya

Penyakit jantung adalah salah satu yang paling ditakuti sekaligus mengancam nyawa manusia. Penyakit jantung sendiri merupakan istilah untuk menunjukkan gangguan atau masalah pada organ jantung.

Ternyata penyakit tersebut bisa terdeteksi melalui kondisi lidah. Itu diungkap oleh penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli dari Tiongkok. Mikroorganisme yang mengintai lidah dapat membantu mendiagnosis gagal jantung, kata mereka.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr Tianhui Yuan dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran Tiongkok Guangzhou. Menurut penelitian yang dilakukannya, dia mengklaim bahwa pasien dengan gagal jantung kronis memiliki lidah yang ‘sangat berbeda’ dengan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.

Seperti apa perbedaannya?

Menurutnya, jika lidah Anda berwara merah dengan lapisan kuning, maka Anda besiriko lebih besar terkena penyakit jantung, ia memperingatkan.

Dia pun menggambarkan bagaimana seharusnya lidah normal tanpa penyakit tersebut.

“Lidah normal berwarna merah pucat dengan lapisan putih pucat,” katanya.

Perbedaan tersebut terjadi karena komposisi serta jumlah bakteri yang berbeda di lidah pasien gagal jantung dan orang sehat.

Warna lidah bisa tunjukkan penyakit jantung

“Pasien gagal jantung memiliki lidah yang lebih merah dengan lapisan kuning dan penampilannya brubah seiring dengan perkembangan penyakit,” katanya.

“Studi kami menemukan bahwa komposisi, jumlah dan bakteri dominan dari lapisan lidah berbeda antara pasien gagal jantung dan orang sehat,” imbuhnya.

Tentu yang dapat dilihat langsung hanya warna dari lidah kita saja. Sementara mikroorganisme atau kuman/bakteri yang sangat kecil hanya dpaat dilihat dengan mikroskop, dan penumpukkannya dapat menyebabkan penyakit.

Temuan tentang kondisi lidah yang mengindikasikan ada atau tidaknya penyakit jantung didspat melalui pemeriksaan lidah sukarelawan. Untuk melakukan penelitian, peneliti memeriksa lidah mereka yang menderita gagal jantung dan tanpa gagal jantung.

Di antara mereka yang mendaftar dalam penelitian ini, 42 pasien mengalami gagal jantung kronis sementara 28 lainnya sehat. Tidak ada pasien yang mengambil bagian dalam penelitian tersebut memiliki masalah gigi atau mulut.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa tidak ada peserta yang menggunakan antibiotik atau imunosupresan dalam seminggu terakhir. Selain itu, mereka juga tidak hamil atau menyusui.

Untuk mengambil sampel dari lapisan lidah setiap pagi, sendok stainless steel digunakan. Ini diambil sebelum peserta menyikat gigi atau makan sarapan.

Para peneliti kemudian mengidentifikasi bakteri dari sampel yang disediakan.

Mereka menemukan bahwa pasien dengan gagal jantung berbagi mikroorganisme yang sama di lapisan lidah mereka, yang kemudian membuat lidah mereka lebih gelap.

“Diperlukan lebih banyak penelitian, tetapi hasil kami menunjukkan bahwa mikroba lidah, yang mudah didapat, dapat membantu dengan skrining skala luas, diagnosis, dan pemantauan jangka panjang gagal jantung,” kata Dr Yuan.

“Mekanisme yang mendasari menghubungkan mikroorganisme di lapisan lidah dengan fungsi jantung perlu diteliti lebih lanjut,” sambungnya.

Sementara studi baru, yang diterbitkan oleh European Society of Cardiology, menemukan bahwa pasien dengan penyakit jantung akan datang dengan lidah merah.

Penelitian sebelumnya juga menyarankan bahwa ini dapat mendeteksi kanker pankreas dini. Bakteri tertentu menciptakan kekebalan tetapi ketidakseimbangan dalam hal ini dapat merangsang penyakit dan peradangan.

Para peneliti mengatakan peradangan dan respons kekebalan juga memainkan peran kunci dalam gagal jantung.

Tags: #jangan salahkan istri jika tidak punya anak lelaki #kondisi lidah menandakan ada tidaknya penyakit jantung #suami punya peran besar memiliki anak lelaki