Jangan Sedih Jika Tidak Disukai Keluarga Suami, Coba Lakukan 3 Hal Ini

232 views


Permasalahan dalam rumah tangga tidak selamanya hadir dari pihak istri atau pun suami.

Terkadang dari pihak keluarga suami maupun istri tercipta suatu masalah tertentu yang mengganggu pikiran Anda.

Dan biasanya, masalah seperti ini sulit untuk diselesaikan apalagi jika kebencian itu telah bersarang sebelum adanya pernikahan.

Sebagai seorang istri, Anda harus mampu bersikap baik kepada suami dan keluarganya. Walau kini Anda sedang tidak bersama keluarga suami, tapi silaturahim harus tetap dijalankan.

Lalu, bagaimana jika keluarga suami malah membenci Anda?

Pertama: Barangkali kebencian yang nampak dari mereka terbangun di atas pemikiran yang tidak benar mengenai diri Anda, yang bisa jadi hanya bersifat temporer dan pada akhirnya akan hilang dan sirna jika Anda berusaha menampakkan kebaikan kepada mereka.

Sebab, kita tidak bisa memvonis masa yang akan datang dengan hanya memandang sekilas. Berapa banyak pemudi yang awalnya dibenci keluarga suami.

Namun kemudian ketika mereka bergaul dengannya, melihat kebaikan dan akhlaknya yang bagus, maka berubahlah pandangan (buruk) mereka terhadapnya.

Celaan mereka berubah menjadi pujian dan kebencian mereka menjadi kecintaan.

Untuk itu, janganlah Anda menetapkan berbagai kejadian dan meramalkan kesialan terhadap masa depan Anda bersama suami Anda.

Kedua: Hendaknya Anda mempersembahkan akhlak terindah yang ada pada diri Anda kepada keluarga suami Anda.

Di mana mereka memiliki hak kebaikan atas diri Anda dikarenakan keberadaan mereka sebagai keluarga suami Anda.

Khususkan hal tersebut pada kedua orang tuanya. Perhatikanlah ibunya dan jagalah ia sebagaimana halnya ibu Anda.

Ketika ia berkunjung ke rumah Anda, berupayalah untuk menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan keceriaan.

Jangan banyak menyibukkan diri dengan suami Anda selama ia ada bersama Anda berdua. Sebab, hal ini akan menyalakan sumbu kecemburuan yang tak dapat dikendalikan.

Ketiga: berdoalah kepada Allah. Mintalah kepada-Nya agar Dia memberikan taufik kepada Anda untuk memperbaiki hubungan mereka, melembutkan hati-hati mereka serta menyusupkan rasa kecintaan Anda dalam hati mereka.

Ketahuilah, bagaimana pun Anda mencari berbagai macam solusi, taufik sesudah itu hanya ada di tangan-Nya.

Untuk itu, menghadaplah kepada-Nya dengan kesempurnaan raghbah (cinta) dan inabah (taubat).

Cara Menghadapi Mertua Egois dan Banyak Tuntutan

Menikah dengan seseorang berarti juga harus siap menerima seluruh keluarga dari pasangan. Tapi, bagaimana jika ternyata mertua berperangai menyakitkan hati?

Simak ulasan permasalahan rumah tangga tersebut kali ini, Sabtu (21/8/2015), yang pernah dimuat di Harian Umum Solopos edisi Jumat (26/9/2014) lalu.

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Saya lulusan S1 tahun 2011. Kata orang, saya termasuk perempuan yang berparas cantik dan menjadi idola cowok-cowok di kampus. Pada Februari 2012, saya dinikahkan dengan pemuda keturunan orang terhormat dan keturunan darah biru.

Mertua saya termasuk pengusaha sukses dan kaya raya. Sekarang saya masih ikut mertua karena suami anak lelaki yang sangat disayangi oleh ibunya. Walaupun saya menjadi menantu orang kaya, akan tetapi saya merasa tidak dihargai, mertua sering ngomong yang sangat menyakitkan hati saya.

Saya ingin hidup berumah tangga sendiri agar pikiran tenang dan bahagia. Saya sering melamun, stres, dan ingin lari dari keluarga yang egois, banyak tuntutan, dan sebagainya.

Saya mohon nasihat Ustaz sebab waktu Ustadz ceramah saya merasa mendapat siraman rohani yang sangat menyejukkan. Saya hampir dua tahun berumah tangga, tetapi belum diberi momongan.

Meskipun rumah bagus, punya mobil, tetapi hati tidak tenang dan ingin bercerai saja rasanya. Bolehkah istri minta cerai ke pengadilan agama? Saya katakan kepada suami untuk mendirikan rumah tangga sendiri, tetapi ibu mertua melarangnya.

Hati saya tersiksa karena Ibu mertua saya sangat egois dan saya dianggap sebagai pembantu. Apa artinya harta banyak, punya mobil, tetapi hati tersiksa? Terima kasih atas jawaban Ustaz.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. [Triwigati/ Yogyakarta]

Jawaban:
Wa’alaikumsalam warahmatullaahi wabarakaatuh.

Ibu Triwigati yang sedang prihatin, tujuan perkawinan adalah membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah.

Ibu Tri oleh Allah SWT diberi paras cantik dan sudah sarjana, punya suami ganteng, sarjana, turunan bangsawan (darah biru), dan juga kaya, akan tetapi mengapa tidak/belum bahagia?

Mungkin ibu mertua Anda memandang Anda adalah manusia biasa/rakyat miskin sehingga diperlakukan seperti pembantu.

Ibu harus sabar, berikhtiar, tawakal, dan berdoa semoga Allah membuka hati sang mertua, agar sadar, jangan sombong karena turun bangsawan dan jutawan.

Allah tidak melihat harta, jabatan, pangkat, atau kedudukan. Akan tetapi, Allah akan melihat kepada hambanya, yaitu hatinya dan amal perbuatannya.

Saya sering diundang mengisi pengajian di Kota Jogja yang diadakan oleh ibu-ibu pejabat, pengusaha, di gedung Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) Yogyakarta.

Ajaklah dengan cara bijaksana agar Anda, suami, dan ibu mertua mau menghadiri pengajian tersebut. Saya yakin pasti ada perubahan sikap dan perilaku setelah mendengarkan tausiah.

Solusi/saran dan nasihat saya sebagai berikut:

  1. Ujian berumah tangga memang bermacam-macam maka harus sabar, berikhtiar, tawakal, dan berdoa.
  2. Adakan musyawarah keluarga (pengajian khusus) dan menghadirkan ustaz yang sudah berpengalaman mengenai sukses berumah tangga.
  3. Adakan musyawarah keluarga untuk mencari titik temu yang baik sebab tidak ada manusia sempurnya, pasti ada kekurangan dan kelebihannya.
  4. Bercerai dalam rumah tangga itu sesuatu hal yang halal, akan tetapi dibenci Allah SWT. Jangan ada keinginan untuk bercerai sebab hak cerai itu ada di tangan sang suami. Kalau tidak ada pelanggaran syar’i maka istri dilarang untuk mengajukan perceraian.
  5. Lakukan salat berjemaah, banyak membaca Alquran, gemar bersedekah, banyak bersilaturahmi, lakukan ibadah mahdhoh dan ghoiru mahdhoh, banyak berzikir, wirid, istighfar, tahlil, tahmid, insya Allah doa akan dikabulkan sehingga rumah tangga Anda menjadi sakinah mawadah warohmah, bahagia dunia dan akhirat. Amin

Tags: #cara mengatasi bila tidak disukai keluarga suami #menghadapi mertua egois #mertua banyak tuntutan #mertua egois #tidak disukai keluarga suami