Jangan Sepelekan Kesemutan di Tangan, Bisa Jadi 4 Penyakit Ini Penyebabnya

353 views


Kesemutan pada tangan adalah salah satu keluhan yang kerap dialami dan seringnya dianggap sebagai gangguan yang sepele. Tapi jika kesemutan berlangsung secara terus menerus dan terasa sangat mengganggu, moms perlu waspada karena dikhawatirkan kesemutan itu adalah tanda adanya penyakit yang lebih serius.

Sepertinya setiap orang pasti pernah mengalami kesemutan, terutama pada tangan. Kesemutan merupakan sensasi tidak nyaman seperti tersengat, kebas, atau bahkan mati rasa. Kesemutan bisa menyerang bagian tubuh manapun, tapi biasanya kesemutan yang terjadi pada tangan disebabkan siku terbentur atau tangan dibiarkan pada posisi tertentu dalam waktu yang lama. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan umumnya tidak memerlukan pengobatan, karena sensasi kesemutan dapat hilang dengan sendirinya.

Penyebab Tangan Kesemutan

Meskipun tampak sepele, ternyata kesemutan yang terjadi di tangan bisa menjadi indikasi adanya penyakit berbahaya. Hal ini bisa disimpulkan apabila keluhan kesemutan pada tangan terjadi berulang dan menetap (kronis), disertai bengkak atau nyeri yang sampai mengganggu kualitas aktivitas. Untuk mengobati keluhan kesemutan di tangan yang berulang ini terlebih dulu harus diketahui penyebabnya, jika penyebab utama kesemutan sudah diketahui maka gangguan ini dapat dihilangkan.

Diabetes

Kesemutan kronis terjadi bisa disebabkan karena pembuluh darah kecil terganggu. Jika pembuluh darah yang rusak atau terganggu adalah pembuluh darah yang memasok saraf di jari tangan maka sensasi kesemutan, sakit, atau mati rasa bisa dirasakan. Hal ini dapat menimpa para penderita diabetes, kondisi tangan yang kesemutan dan mati rasa bisa membuat penderita diabetes tidak merasa sakit saat tangannya terluka. Hal tersebut tentu berbahaya karena luka pada penderita diabetes lebih susah sembuh dan bisa berkembang menjadi gangren.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Sindrom ini disebut juga dengan istilah sindrom terowongan kapal. CTS merupakan kondisi di mana saraf rusak yang disebabkan oleh tekanan berulang dan iritasi saraf medianus pada tangan. Salah satu ciri dari CTS yaitu tangan kesemutan terutama pada malam hari, pergelangan tangan sakit saat menggenggam barang atau adanya gangguan koordinasi tangan. CTS biasa terjadi karena trauma akibat pekerjaan yang dilakukan secara berulang dan terus menerus. Beberapa orang yang berisiko menderita CTS yaitu mereka yang sering bekerja dengan menggunakan tangan seperti untuk mengetik, menulis, dan mengemas barang.

Rheumatoid Arthritis

Gejala Rheumatoid Arthritis di tangan adalah sendi tangan dan jari-jari terasa hangat, bentuk sendi tampak cacat, serta nyeri atau rasa kaku pada saat bangun tidur yang terjadi selama lebih dari satu jam. Gejala Rheumatoid Arthritis mirip dengan CTS, yaitu timbulnya sensasi kesemutan pada pergelangan tangan yang sangat mengganggu, terutama terjadi pada malam hari.

Gangguan Tiroid

Disebut juga dengan hipotiroidisme, kondisi ini membuat kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup. Beberapa keadaan yang dapat terjadi akibat kondisi ini adalah tangan kesemutan, kelelahan, peningkatan berat badan, kulit kering, hingga rambut rontok.

Kekurangan Vitamin B

Vitamin B memiliki peranan untuk menjaga sistem saraf dalam tubuh. Oleh karena itu kekurangan vitamin B dapat menyebabkan beberapa gangguan tubuh yang berhubungan dengan saraf, salah satu yang sering terjadi adalah kondisi kesemutan yang terjadi pada tangan.

Hati – Hati Inilah 6 Gejala Kanker Otak Seperti yang Dialami Almarhum Agung Hercules


Glioblastoma merupakan tumor otak ganas yang dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Melansir WebMD, glioblastoma adalah jenis astrositoma, kanker yang terbentuk dari sel-sel berbentuk bintang di otak yang disebut astrosit.

Parahnya, glioblastoma ini menyuplai darah mereka sendiri sehingga mereka dapat tumbuh secara cepat dan menyerang jaringan otak normal.

Studi yang dilakukan Department Oncology, BSMMU, Bangabandhu Sheikh Mujib Medical University, sebuah universitas ternama di Bangladesh menemukan bahwa terdapat 16 ciri-ciri kanker otak yang harus diwaspadai.

Studi ini dilakukan pada 50 penderita dengan rentang umur 2 hingga 60 tahun.

Berikut gejalanya:

1. Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan ciri-ciri kanker otak yang paling umum, sebanyak 38 orang dari 50 responden atau sekitar 76 persen mengalami gejala ini.

Namun tentu sakit kepala kebanyakan bukan disebabkan oleh kanker otak, melainkan sakit kepala umum yang bisa terjadi pada siapa saja.

Bagaimana ciri-ciri sakit kepala kanker otak?

Sakit kepala karena tumor otak sangat jarang ‘berdiri sendiri’, ia biasanya diikuti oleh gejala lain seperti mual, muntah, dan pusing.

Tak jarang gejala lain yang lebih ekstrem seperti kejang-kejang, kesulitan bicara, dan masalah penglihatan mengiringi sakit kepala karena kanker otak.

Biasanya, sakit kepala yang menjadi gejala kanker otak akan terus menjadi-jadi seiring waktu, minggu demi minggu, bulan demi bulan.

Sebaiknya kita memeriksakan masalah tersebut secepatnya dengan dokter yang berkompeten.

2. Perubahan Mental

Sebanyak 32 dari 50 peserta penderita kanker atau tumor otak yang diteliti mengalami perubahan mental drastis setelah mengidap kanker ini.

Tumor menyebabkan fungsi otak tidak berjalan normal atau maksimal yang berdampak pada kesehatan mental.

Ciri-ciri perubahan mental karena tumor otak di antaranya:

  • Kehilangan memori
  • Gangguan konsentrasi
  • Masalah dengan penalaran
  • Perubahan kepribadian dan perilaku
  • Peningkatan intensitas tidur

Jika kita mengalami perubahan mental drastis dan diiringi beberapa tanda yang berbahaya lainnya sebaiknya segera pergi ke dokter untuk melakukan tes pemeriksaan.

3. Muntah-muntah

Penelitian yang dilakukan oleh BSMMU mendapati 26 dari 50 penderita tumor otak mengalami gejala muntah (sekitar 52 persen).

Karakteristik muntah yang menjurus pada kanker otak adalah terjadi pada pagi hari tanpa adanya mual, terlebih jika diikuti tanda lainnya seperti sakit kepala.

Ciri-ciri muntah karena tumor otak di antaranya:

  • Terjadi secara tiba-tiba tanpa penyakit tertentu sebelumnya
  • Cairan muntah tidak normal (berwarna agak hijau)
  • Terjadi bersamaan dengan sakit kepala.

4. Gangguan Penglihatan

Sebanyak 23 dari 50 peserta penelitian yang mengidap tumor otak mengalami gangguan penglihatan, artinya 46 persen dari penderita kanker otak mengalami hal ini.

  • Apa saja gangguan penglihatan yang dapat kita katakan sebagai ciri-ciri kanker otak?
  • Melihat lampu seperti berkedip
  • Penglihatan kabur
  • Hanya mampu melihat lurus ke depan
  • ‘Kehilangan’ teks ketika membaca
  • Gangguan mata lainnya yang tidak lazim dialami

Gangguan penglihatan disebabkan oleh adanya saraf mata yang terganggu karena tumor otak. Hal ini juga tergantung lokasi dari kanker otak tersebut.

5. Kesulitan Saat Bergerak

21 dari 50 penderita kanker otak yang diteliti mengalami kesulitan saat bergerak, artinya 42 persen terjadi pada penderita kanker otak.

Tumor pada otak tentu akan membatasi fungsi otak normal manusia, salah satunya adalah sebagai motor penggerak tubuh.

Bagaimana contohnya?

  • Seorang dengan tumor di otaknya akan mengalami kesulitan dalam bergerak di salah satu sisi tubuhnya.
  • Berjalan tidak seimbang/kehilangan keseimbangan
  • Sering tersandung atau bersandar di dinding ketika berjalan
  • Sulit berkoordinasi ketika bergerak

Kesulitan bergerak merupakan akibat dari rusaknya saraf akibat kanker otak, otak adalah motor penggerak dan pengontrol organ tubuh lainnya, kerusakan akan membuat kita susah bergerak.

6. Kejang-Kejang

Cukup banyak yang mengalami kejang-kejang ketika terkena kanker otak, setidaknya 21 dari 50 peserta mengalami hal ini (36 persen).

Kejang-kejang ini terjadi karena aktivitas motorik pada otak tidak normal.

  • Berikut beberapa karakteristik kejang pada penderita kanker otak.
  • Serangan terjadi mendadak (tanpa tanda)
  • Diikuti kehilangan kesadaran pada tubuh dan kontraksi otot
  • Kehilangan kontrol fungsi tubuh
  • Menggigit lidah
  • Tidak bernafas jangka pendek (30 detik), menjadi biru kehitaman
  • Durasi kejang pendek 2-3 menit

Selain fakta tersebut, ada beberapa fakta lain tentang glioblastoma yang harus Anda ketahui, seperti yang dilansir dari News.abbvie.com.

1. Glioblastoma adalah jenis tumor otak primer ganas yang paling umum dan mematikan pada orang dewasa. Berdasarkan National Brain Tumor Society, pasien dengan glioblastoma biasanya memiliki tingkat kelangsungan hidup rata-rata 15 bulan.

2. Glioblastoma memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi, terjadi pada sekitar 90% pasien.

3. Risiko terkena glioblastoma akan meningkat seiring bertambahnya usia, dan lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita.

4. Tumor Glioblastoma sangat ganas karena sel bereproduksi dengan cepat. Mereka bisa sulit diobati karena tumor mengandung begitu banyak jenis sel yang berbeda.

5. Terapi untuk mengobati glioblastoma terbatas pada pembedahan, radiasi dan kemoterapi.

Tags: #ciri ciri kanker otak #gejala kanker otak #kesemutan ditangan #kesemutan ditangan penyebab penyakit ini #penyebab kanker otak #penyebab penyakit ini