Jangan Tahajud dengan Pakaian Ini, Doa Tak akan Terkabul Kata Ustadz Adi Hidayat, Meski Menangis


Ternyata ada satu hal seple yang membuat doa tahajud tidak akan dikabulkan menurut Ustadz Adi Hidayat, yaitu pakaian.

Hal tersebut meski sepele, tapi sangat berpengaruh terhadap sebuah ibadah yang dilakukan manusia.

Ustadz Adi Hidayat mewanti-wanti agar umat Islam menghindari hal sepele tersebut tidak hanya saat tahajud, bahkan saat ibadah yang lain.

Dilansir PORTAL JEMBER dari video yang diunggah kanal YouTube Mentari Senja Tv pada Selasa, 18 Agustus 2021 menjelaskan tentang satu hal sepele tersebut.

Tahajud menjadi salah satu ibadah yang dianggap sebagai saat terbaik untuk berdoa. Hal itu karena pada waktu itulah Allah menjabah semua permintaan.

Sholat sunnah yang dikerjakan di sepertiga akhir malam tersebut, merupakan perantara yang luar biasa dalam berdoa.

Selain itu, pahala yang diberikan pun juga luar biasa besar, sehingga membuat orang sangat beruntung bila mengerjakannya.

Namun, ada satu hal sepele yang bisa membuat doa yang dipanjatkan setelah sholat tahajud tidak akan dikablukan sampai kapan pun.

Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, bahwa kalau tahajud dengan cara-cara yang salah tersebut, doanya tidak akan terkabul.

Bahkan, dalam sebuah hadist tidak akan pernah dikabulkan sampai kapan pun, meski sudah khusyuk.

“Sekhyusuk-khyusuknya antum berdoa, bahkan setelah tahajud kalau memiliki sifat ini, bahasa hadistnya sampai kapan pun gak akan pernah dijawab,” ujarnya.

Penyebabnya, karena orang yang melaksanakan sholat tahajud itu mengenakan pakaian haram.

Selain pakaian, ternyata semua yang dikonsumsi juga haram, sehingga doanya tidak akan sampai pada Allah.

“Jadi jangan sampai antum berdoa sampai menangis tersedu-sedu, disebut Asmaul Husna, dipanjatkan dipertengahan malam, tapi pakaiannya haram, makanannya haram, yang dikenakan haram, bagaimana bisa dijawab,” katanya

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bahwa Allah itu harus didekati dengan segala hal yang baik. Hal itu karena semua sifat Allah adalah hal yang baik-baik.

======

Kenali Tremor Beserta Penyebab dan Cara Penanganannya

Tremor adalah gerakan seperti gemetar pada satu atau beberapa bagian tubuh. Meski terlihat ringan, tremor tidak bisa dianggap sepele sebab bisa menjadi tanda adanya penyakit yang serius. Ketahui apa saja penyebab tremor, agar kondisi ini dapat diantisipasi dan ditangani dengan tepat.

Tremor biasanya terjadi karena adanya gangguan di bagian otak yang mengendalikan pergerakan otot. Kondisi ini dapat dialami siapa saja dan bisa terjadi secara berulang. Namun, tremor yang berulang dengan intensitas yang cukup sering, perlu Anda waspadai. Hal ini karena tremor bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan tertentu.

Penyebab Tremor

Telah disebutkan sebelumnya bahwa tremor dapat terjadi akibat masalah pada area otak yang mengatur gerakan otot tubuh. Selain itu, tremor juga dapat disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti:

  • Stroke
  • Multiple sclerosis
  • Cedera otak
  • Gagal hati atau ginjal
  • Penyakit yang berkaitan dengan fungsi saraf, seperti penyakit Parkinson
  • Hipertiroid
  • Hipoglikemia

Beberapa jenis obat yang digunakan dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan kondisi ini. Obat-obatan tersebut, meliputi amfetamin, kortikosteroid, dan obat-obatan untuk gangguan kejiwaan. Penyalahgunaan alkohol, konsumsi kafein berlebih, dan keracunan merkuri juga bisa menyebabkan tremor.

Beberapa Jenis Tremor

Berikut ini adalah beberapa jenis tremor yang digolongkan berdasarkan gejala dan penyebabnya:

1. Tremor Parkinson

Sesuai namanya, tremor jenis ini terjadi pada penderita penyakit Parkinson dan umumnya menyerang mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Tremor Parkinson biasanya berawal salah satu tungkai atau bagian tubuh tertentu dan akan menjalar ke bagian tubuh lainnya.

2. Tremor esensial

Tremor esensial merupakan jenis tremor yang paling umum terjadi. Jenis tremor ini memiliki perkembangan yang relatif lambat dan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun hingga akhirnya menjalar ke bagian tubuh lain.

Sebelumnya, tremor esensial dianggap tidak berkaitan dengan penyakit atau kondisi apa pun. Namun, beberapa studi terbaru menyebutkan bahwa tremor ini berkaitan dengan kondisi degenerasi serebelum, yaitu penurunan fungsi bagian otak yang mengontrol gerakan.

Gejala tremor esensial bisa bersifat ringan hingga berat, tergantung bagian tubuh mana yang terkena. Gejalanya meliputi tangan gemetaran saat melakukan aktivitas, suara bergetar saat berbicara, dan sulit berjalan.

Gejala tersebut bisa semakin parah bila disertai stres, kelelahan, kelaparan, konsumsi kafein secara berlebihan, kebiasaan merokok, dan suhu ekstrem.

3. Tremor serebelum

Jenis tremor ini terjadi akibat adanya kerusakan otak kecil atau serebelum. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh stroke, tumor, dan penyakit, misalnya multiple sclerosis. Selain itu, tremor serebelum juga dapat disebabkan oleh ketergantungan kronis pada alkohol dan pemakaian obat-obatan tertentu dalam jangka panjang.

4. Tremor distonik

Tremor distonik atau distonia adalah gangguan pergerakan ketika kontraksi otot terjadi terus-menerus sehingga menyebabkan gerakan berputar dan berulang. Pada penderita distonia, tremor bisa membaik bila melakukan istirahat total.

5. Tremor ortotastik

Tremor ortostatik terjadi dalam waktu cepat dan ditandai oleh adanya kontraksi otot setelah berdiri dan akan mereda saat penderitanya duduk atau mulai berjalan. Banyak yang menganggap kondisi ini sebagai gangguan keseimbangan.

6. Tremor fisiologis

Tremor fisiologis dipicu oleh reaksi tubuh akibat pengaruh konsumsi obat-obatan tertentu. Jenis tremor ini juga merupakan salah satu gejala putus alkohol. Terkadang, kondisi gula darah rendah dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif juga bisa menyebabkan gangguan ini.

7. Tremor psikogenik

Jenis tremor ini dipengaruhi oleh kondisi psikologis. Tremor psikogenik dapat muncul atau menghilang secara tiba-tiba dan berubah-ubah lokasinya.
Orang yang mengalami jenis tremor ini umumnya mempunyai gangguan mental, misalnya gangguan konversi, yaitu kondisi saat seseorang mengalami gangguan fisik, tetapi tidak ditemukan kelainan medis yang mendasari.

Pengobatan Tremor

Pengobatan tremor tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Misalnya, tremor akibat hipertiroid akan membaik atau bahkan hilang setelah penderitanya menjalani pengobatan untuk tiroidnya.

Berikut ini adalah beberapa pilihan metode pengobatan tremor:

Obat-obatan

Ada beberapa jenis obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi tremor, antara lain:

  • Penghambat beta, seperti propranolol, atenolol, dan metoprolol
  • Antikejang, seperti primidon dan gabapentin, diberikan bila penghambat beta tidak efektif untuk mengatasi tremor
  • Benzodiazepine
  • Obat Parkinson, seperti levodopa dan carbidopa
  • Suntik botox

Terapi USG terfokus

Pengobatan ini dilakukan menggunakan gelombang USG dengan panduan hasil pencitraan MRI. Tujuannya untuk membuat lesi di area otak yang dianggap menjadi penyebab munculnya tremor.
Metode ini diperuntukkan bagi penderita tremor esensial yang tidak merespons pemberian obat-obatan.

Operasi

Ketika kondisi penderita tidak membaik setelah terapi obat-obatan atau mengalami tremor parah, dokter akan merekomendasikan langkah operasi, seperti terapi stimulasi otak (DBS) atau talamotomi.

Bila Anda mengalami tremor secara tiba-tiba atau tremor yang Anda alami semakin buruk dan sering terjadi, konsultasikan ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai penyebabnya.

======

9 Cara Menghilangkan Jerawat yang Efektif dan Ampuh

Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun, tahukah Anda bahwa menghilangkan jerawat tidak boleh dilakukan sembarangan? Jika salah melakukannya, usaha menghilangkan jerawat malah bisa memperparah kondisi jerawat atau meninggalkan bekas yang permanen.

Jerawat terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini dapat muncul di wajah, punggung, dan dada. Jerawat dapat dipicu atau diperparah oleh bakteri, perubahan hormon, stres, konsumsi makanan tertentu, atau efek samping obat-obatan.

Berbagai Jenis Pengobatan Jerawat

Tujuan pengobatan jerawat adalah untuk mengurangi produksi minyak, menghambat pertumbuhan bakteri, dan membuka sumbatan sel kulit mati pada pori-pori.

Secara umum, terdapat dua jenis pengobatan jerawat, yaitu:

Penggunaan produk bebas

Untuk mengobati jerawat ringan, Anda dapat menggunakan berbagai produk pembasmi jerawat yang dijual bebas di apotek. Produk tersebut umumnya tersedia dalam bentuk sabun, pembersih, krim, losion, dan gel yang mengandung bahan antijerawat, seperti:

1. Benzoil peroksida

Benzoil peroksida dapat membasmi bakteri penyebab jerawat dalam waktu setidaknya 4 minggu. Obat jerawat yang mengandung zat ini harus digunakan terus-menerus agar efeknya tetap bekerja.

Selain itu, berhati-hatilah ketika menggunakan benzoil peroksida untuk menghilangkan jerawat sebab dapat membuat kulit menjadi kering.

2. Asam salisilat

Asam salisilat dapat membantu pengelupasan sel kulit, membuka pori-pori, dan mencegah lesi. Sama seperti benzoil peroksida, asam salisilat juga harus digunakan terus-menerus agar jerawat tidak muncul kembali.

3. Sulfur

Jika digunakan bersamaan dengan alkohol, natrium sulfasetamid, dan asam salisilat, obat jerawat dengan kandungan sulfur dapat digunakan untuk mengatasi jerawat.

Zat ini mampu mencegah pori-pori tersumbat dan menghambat pertumbuhan bakteri. Namun, sulfur biasanya memiliki bau yang tidak sedap dan menyebabkan perubahan warna kulit sementara.

4. Retinol

Retinol dapat mencegah pembentukan jerawat. Ketika dioleskan pada jerawat yang sudah tumbuh, jerawat akan membesar sebelum akhirnya hilang. Retinol harus digunakan terus-menerus dan membutuhkan waktu 8–12 minggu untuk bekerja.

5. Alkohol dan aseton

Beberapa obat jerawat yang dijual bebas biasanya mengandung kedua zat ini. Alkohol bersifat antibakteri, sedangkan aseton dapat menghilangkan minyak dari permukaan kulit.

Namun, banyak dokter tidak merekomendasikan kedua bahan ini karena kurang efektif dalam mengatasi jerawat dan bisa menyebabkan kulit kering.

Obat herba

Selain itu, ada pula obat jerawat yang berasal dari bahan herba, organik, atau alami, seperti tea tree oil. Bahan ini memiliki efek antiseptik dan dipercaya mampu meredakan peradangan pada jerawat. Namun, efektivitas produk tersebut umumnya belum terbukti secara medis.

Penggunaan obat dokter

Jika Anda telah mencoba produk antijerawat yang dijual bebas selama beberapa minggu, tetapi jerawat tidak kunjung hilang atau justru semakin parah, sampaikan keluhan Anda ke dokter.

Dokter dapat meresepkan obat untuk menghilangkan jerawat, menghindari kerusakan kulit, atau menyamarkan pembentukan jaringan parut di kulit. Beberapa jenis obat yang dapat diresepkan oleh dokter, meliputi:

Antibiotik

Antibiotik untuk pengobatan jerawat dapat berupa obat oles dan obat minum. Obat ini bekerja dengan cara membasmi bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan.

Antibiotik sering dikombinasikan dengan benzoil peroksida untuk mengurangi kemungkinan risiko resistensi antibiotik, yaitu kondisi ketika bakteri kebal terhadap antibiotik.

Antibiotik oral biasanya tidak boleh dikonsumsi selama hamil dan dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Retinoid

Sama seperti antibiotik, retinoid tersedia dalam bentuk obat oles dan obat minum. Retinoid dapat mengatasi jerawat dengan cara mengelupas sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru.

Obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Obat lain

Selain antibiotik dan retinoid, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan jenis lain untuk mengobati jerawat. Obat-obatan tersebut adalah asam azeleat, dapsone, dan pil KB.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Obat Jerawat

Menggunakan obat-obatan untuk menghilangkan jerawat kemungkinan dapat menimbulkan efek samping atau interaksi dengan obat lainnya.

Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan meliputi:

  • Kulit kering, merah, dan sensitif terhadap sinar matahari akibat penggunaan obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida dan retinoid
  • Mual, kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, dan lebih rentan terhadap infeksi jamur, terutama pada wanita yang menggunakannya selama beberapa minggu, akibat konsumsi obat antibiotik yang diminum
  • Reaksi alergi serius atau iritasi yang parah akibat penggunaan obat jerawat yang dijual bebas tanpa resep dokter

Jika terjadi efek samping di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Perawatan Pendukung untuk Menghilangkan Jerawat

Selain penggunaan obat-obatan, diperlukan juga perawatan pendukung yang tepat untuk menghilangkan jerawat juga dibutuhkan perawatan pendukung yang tepat, yaitu:

  • Jangan terlalu sering mencuci wajah yang berjerawat karena dapat menyebabkan iritasi. Bersihkan wajah setidaknya 2 kali sehari menggunakan air hangat dan sabun khusus wajah yang berbahan lembut.
  • Hindari memencet jerawat, termasuk komedo, agar tidak memperburuk kondisi jerawat dan meninggalkan bekas.
  • Pilihlah produk kosmetik berbahan dasar air dan berlabel non-comedogenic.
  • Hindari menggunakan kosmetik atau make up yang terlalu tebal dan jangan lupa membersihkan kosmetik hingga benar-benar bersih sebelum tidur.
  • Jagalah selalu kebersihan rambut dan usahakan agar helai rambut tidak mengenai wajah.
  • Segera mandi setelah melakukan aktivitas yang membuat Anda berkeringat, seperti olahraga.

Jerawat bisa muncul sesekali dan hilang dengan sendirinya, tetapi bisa juga muncul terus-menerus sampai mengganggu penampilan atau rasa percaya diri. Cara menghilangkan jerawat yang salah justru bisa memperparah kondisi jerawat dan meningggalkan bekas.

Jika jerawat kian membandel atau semakin memburuk, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk menghilangkan jerawat dengan cara dan pengobatan yang tepat.

Tags: #cara mengatasi tremor #cara menghilangkan jerawat #jangan tahajud dengan pakaian ini #penyebab tremor