Kaget Pertama Kali Melihat Istrinya Tanpa Make Up, Lelaki Ini Langsung Melakukan Sesuatu Yang Mengejutkan.


Make up atau berdandan merupakan kebutuhan wanita untuk bisa mempercantik diri.

Bahkan seseorang yang biasa-biasa bisa menjadi tampak sangat cantik setelah dimake up.

Meski demikian tidak seharusnya seorang wanita terus bermake up demi menutupi kekurangannya, terlebih di depan suami.

Hal ini karena tidak semua suami suka dengan istri yang berdandan secara berlebihan atau kadang ada suami yang berharap wajah asli istrinya bisa sama dengan saat dimake up.

Itu juga yang terjadi di Arab Saudi dimana seorang lelaki kaget ketika melihat wajah asli istrinya untuk pertama kali setelah saling mengenal selama 6 bulan.

Dilansir dari Asian Town, sang suami berusia yang 34 tahun tersebut tidak menyangka jika wajah asli istrinya tidak secantik saat berdandan dan menganggap sang istri telah menipunya.

Menurutnya, make up yang selalu digunakan sang istri dijadikan topeng untuk menutupi tampilan yang sebenarnya.

Diketahui memang istrinya tersebut tidak pernah berwajah polos dan senantiasa mengenakan make up kapan pun dan dimana pun.

Terlebih ketika bertemu dengan suaminya, ia akan berdandan dengan bedak yang tebal, bulu mata palsu dan bahan kosmetik lainnya.

Awal terungkapnya wajah asli sang istri adalah ketika suaminya mengajak bulan madu ke pantai Al Mamza di Dubai dan berenang bersama.

Karena terkena air, make up yang dikenakan sang istri pun luntur dan membuat suaminya tak mengenali lagi.

Setelah dijelaskan, rupanya sang suami tidak menerima dan langsung menceraikannya saat itu juga.

Sementara itu istrinya berusaha mempertahankan pernikahan dengan berkonsultasi ke psikolog berharap ada jalan keluar yang terbaik.

======

Ini Penyebab Bercak Putih di Wajah dan Cara Mengobatinya

Bercak putih di wajah sering kali memengaruhi rasa percaya diri orang yang mengalaminya. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan kurangnya menjaga kebersihan wajah. Padahal, munculnya bercak putih dapat disebabkan oleh berbagai hal dan penanganannya pun disesuaikan dengan penyebabnya.

Bercak putih di kulit, termasuk area wajah, dikenal juga dengan sebutan bercak hipopigmentasi. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang tampak lebih terang atau putih karena kekurangan pigmen melanin. Hipopigmentasi dapat dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari infeksi, iritasi, luka, hingga gangguan autoimun.

Penyebab Bercak Putih di Wajah

Munculnya bercak putih di wajah dapat disebabkan oleh banyak hal. Berikut ini adalah beberapa penyebabnya:

1. Tinea versicolor

Tinea versicolor atau lebih umum dikenal dengan panu, adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur. Panu biasanya ditandai dengan bintik berwarna merah muda dan putih serta tampak bersisik atau kering.

2. Vitiligo

Vitiligo merupakan penyakit autoimun yang memicu terjadinya kelainan kulit berupa hilangnya pigmentasi kulit. Vitiligo dapat muncul di berbagai area tubuh, termasuk wajah. Kondisi ini umumnya diawali dengan bercak putih berukuran kecil yang semakin lama semakin meluas.

3. Cedera pada kulit

Luka bakar, luka gores, infeksi, atau iritasi dapat menyebabkan kerusakan jaringan kulit. Area kulit yang rusak tersebut mungkin saja kehilangan pigmentasi, sehingga dalam penyembuhannya akan tampak seperti bercak putih.

Meski kondisi ini bersifat sementara, tetapi biasanya membutuhkan waktu cukup lama agar warna kulit kembali seperti semula. Kondisi ini dikenal juga sebagai hipopigmentasi pascainflamasi.

4. Pityriasis alba

Penyebab lain dari bercak putih di wajah adalah pityriasis alba, yaitu sejenis eksim yang tampak lonjong atau tidak beraturan. Kondisi ini biasanya dialami oleh anak usia 3–16 tahun dan hingga kini belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Meski demikian, kondisi ini diduga berkaitan dengan eksim atopik, paparan sinar matahari, atau infeksi jamur.

Beragam Pengobatan Bercak Putih di Wajah

Cara mengobati bercak putih di wajah tergantung pada penyebabnya. Jika bercak putih diakibatkan oleh vitiligo, dokter akan melakukan perawatan dengan tujuan mengembalikan warna pada kulit wajah dan menghentikan perluasan area bercak putih tersebut.

Dokter dapat memberikan obat oles, obat minum, maupun terapi sinar ultraviolet untuk mengatasi bercak putih yang muncul akibat vitiligo.

Sementara itu, untuk mengatasi munculnya bercak putih akibat panu, dokter dapat memberikan obat antijamur, baik dalam bentuk krim, losion, sabun, atau tablet minum.

Bercak putih akibat pityriasis alba umumnya diatasi dengan pemberian obat oles dalam bentuk krim oleh dokter. Obat ini bertujuan untuk menghambat perubahan warna kulit, menghilangkan kerak, serta mengatasi rasa gatal dan kekeringan pada kulit wajah.

Dengan mengetahui penyebab bercak putih di wajah, langkah penanganan yang tepat pun dapat dilakukan. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter bila muncul bercak putih pada wajah Anda. Selain itu, hindari pengobatan alami tanpa anjuran dari dokter.

======

Penyebab Keluarnya Flek Coklat saat Hamil

Keluarnya flek cokelat saat hamil merupakan hal yang umum terjadi dan sering dialami oleh sebagian ibu hamil. Meski demikian, Bumil tetap perlu waspada dan tidak menganggap sepele, terlebih bila flek keluar terus-menerus dan berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti kram perut.

Flek cokelat saat hamil adalah bercak perdarahan ringan yang keluar dari vagina. Kondisi ini bisa terjadi selama masa kehamilan, terutama trimester pertama. Sekitar 20 persen wanita mengalami perdarahan di 12 minggu pertama kehamilannya. Selain cokelat, flek juga bisa berwarna merah muda atau merah.

Warna cokelat pada flek merupakan pertanda bahwa darah sudah cukup lama berada di rahim atau tidak dikeluarkan dari tubuh dengan cepat sehingga darah berwarna lebih gelap saat keluar.

Berbagai Penyebab Flek Coklat saat Hamil

Keluarnya flek cokelat saat hamil dapat disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya:

1. Pendarahan implantasi

Pendarahan implantasi umumnya terjadi 6–12 hari setelah pembuahan. Implantasi adalah proses menempelnya sel telur yang telah dibuahi pada rahim. Umumnya, flek atau darah yang keluar sangat sedikit dan hanya terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari.

2. Iritasi serviks

Flek cokelat saat hamil juga bisa disebabkan oleh iritasi serviks. Ibu hamil akan mengalami lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke leher rahim atau serviks. Hal ini membuat serviks menjadi sangat sensitif dan lebih mudah teriritasi, sehingga mengeluarkan flek. Selain itu, iritasi serviks juga dapat disebabkan oleh infeksi atau berhubungan seks saat hamil.

3. Tanda-tanda persalinan

Keluarnya flek cokelat saat hamil tua dapat menjadi pertanda bahwa waktu persalinan sudah dekat. Kondisi ini umumnya terjadi beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan, yaitu saat usia kehamilan 36–40 minggu.

Ketika tubuh bersiap untuk menghadapi persalinan, leher rahim akan melunak dan melepaskan sumbatan lendir. Sumbatan ini melindungi rahim dari bakteri atau kotoran dari luar tubuh. Umumnya, lendir yang keluar berwarna putih, kecokelatan, merah muda, atau bahkan sedikit kehijauan.

4. Kehamilan ektopik

Dalam beberapa kasus, keluarnya flek cokelat saat hamil bisa disebabkan oleh kehamilan ektopik. Kondisi ini berpotensi mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Segera temui dokter jika pendarahan atau flek disertai dengan gejala berikut ini:

  • Pusing yang parah
  • Nyeri bahu
  • Tubuh terasa lemas
  • Nyeri perut atau panggul yang hilang timbul di salah satu atau kedua sisi
  • Kulit terlihat pucat
  • Sakit saat buang air kecil atau besar
  • Diare
  • Penurunan kesadaran atau pingsan

5. Keguguran

Perdarahan apa pun pada masa kehamilan bisa merupakan tanda awal keguguran. Jenis perdarahan ini biasanya disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Kram dan nyeri perut
  • Nyeri punggung bawah
  • Keluar darah merah dalam jumlah banyak
  • Keluar jaringan atau gumpalan dari vagina

6. Gangguan pada plasenta dan serviks

Dalam kasus yang jarang terjadi, flek cokelat saat hamil bisa menjadi pertanda adanya masalah pada plasenta dan serviks, seperti plasenta previa dan infeksi pada serviks atau rahim.

Langkah Tepat Mewaspadai Flek Cokelat Saat Hamil

Meski flek cokelat saat hamil merupakan hal yang normal terjadi, Bumil tetap dianjurkan untuk lebih waspada. Segera konsultasikan ke dokter kandungan bila Bumil mengalami flek kecokelatan, apalagi disertai gejala lain seperti nyeri berat, demam, kram perut, perdarahan hebat dari vagina, atau kontraksi pada rahim.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik disertai pemeriksaan penunjang, seperti USG, untuk memastikan kondisi Bumil dan janin baik-baik saja. Jika ditemukan masalah pada janin atau rahim Bumil, dokter akan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Selain penanganan medis, dokter juga akan menyarankan Bumil untuk banyak beristirahat, membatasi aktivitas fisik, tidak mengangkat benda berat, serta menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi banyak air putih.

Selain keluar flek cokelat saat hamil, Bumil tetap dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan bila terjadi perubahan apa pun selama kehamilan.

Tags: #kaget pertama kali melihat wajah istri tanpa make up #penyebab bercak putih di wajah #penyebab keluar flek coklat saat hamil