Kakek Ini Buta, Tapi Rajin Salat Meski Harus Meraba-raba Dinding Masjid, Netizen Terharu


Salat merupakan kewajiban bagi umat Muslim.

Salat juga masuk dalam Rukun Islam dan dianggap sebagai tiang agama.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia.

Baru-baru ini, beredar video menyentuh hati tentang seorang kakek-kakek yang tidak bisa melihat alias buta.

Meski menyandang tuna netra, kakek tersebut tetap berupaya memenuhi kewajibannya.

Belum diketahui identitas lengkap lelaki ini. Namun videonya beredar usai diunggah ke media sosial oleh akun Instagram @sahabatreligitv, Senin (28/9/2020).

“Buta di dunia terang di akhirat,” tulis keterangan video tersebut.

Pada video itu, terlihat seorang lelaki tua mengenakan peci hitam sedang meraba-raba dinding masjid.

Dia terlihat kepayahan berjalan akibat tidak bisa melihat.

Meski demikian, lelaki tua tersebut akhirnya berhasil menemukan sajadah dan kemudian langsung menunaikan salat.

Video ini pun menarik perhatian netizen yang terharu dengan keteguhan hati sang kakek.

“berikan dia rahmat dan mukjizatmu ya allah,” tulis @prass.tyok.

“Inget bapak gua di rumah, sekarang kalo ke mesjid sendiri dia,” tulis @dedi_alfiansyah24.

“Ya allah keinget alm kakungku dulu punya penyakit glukoma jadi buat melihat buram gak jelas,kalo sholat pasti mintanya di masjid dan tepat waktu sebelum adzan harus sudah sampai masjid. Ya allah ampunilah segala dosa kakungku dan berilah tempat yang terbaik buat kakungku ya allah. Amin,” tambah @arif_didit04.

“Gua cowo dan gua mewek….” tulis @januarpoo.

======

Mengenal Terapi Air Putih Beserta Risikonya

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terapi air putih juga dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan. Meski demikian, terapi ini tidak boleh dilakukan sembarangan, sebab kebiasaan minum air terlalu banyak juga dapat membahayakan kesehatan.

Air memiliki beragam fungsi penting bagi tubuh, seperti melancarkan pencernaan, mengendalikan suhu tubuh, dan membantu metabolisme di ginjal. Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sangatlah penting dilakukan.

Kebutuhan cairan setiap orang umumnya berbeda-beda. Namun, orang dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi sekitar 2 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya. Nah, terapi air putih merupakan salah satu cara untuk memenuhi asupan cairan, tetapi caranya sedikit berbeda.

Apa Itu Terapi Air Putih?

Terapi air putih dilakukan hanya dengan banyak minum air saat bangun pagi, ketika kondisi perut masih kosong. Cara ini diyakini dapat menjaga kesehatan usus dan melancarkan pencernaan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalani terapi air putih, yaitu:

  • Gunakan air bersuhu normal atau hangat dan hindari minuman dingin.
  • Minumlah air dengan menggunakan gelas berukuran 160 ml, sebanyak 4–5 kali pada pagi hari.
  • Hindari menggosok gigi setelah minum air.
  • Tunggu sekitar 45 menit sebelum sarapan atau mengonsumsi makanan apa pun.
  • Batasi durasi makan hanya selama 15 menit dan tunggu selama 2 jam sebelum mengonsumsi makanan lain.

Ketika pertama kali melakukan terapi air putih, Anda akan buang air kecil berkali-kali hingga tubuh mampu beradaptasi dengan peningkatan jumlah cairan.

Selain menjaga kesehatan usus dan saluran cerna, terapi air putih juga dipercaya dapat mencegah berbagai penyakit, seperti dehidrasi, hipertensi, diabetes tipe 2, dan kanker.

Namun, di balik beragam manfaat kesehatan yang dapat diperoleh, terapi air putih juga berisiko menyebabkan keracunan atau intoksikasi.

Apakah Terapi Air Putih Berisiko Menyebabkan Keracunan?

Proses pengaturan dan pembuangan cairan di dalam tubuh diatur oleh ginjal. Normalnya, ginjal orang dewasa muda yang sehat dapat mengeluarkan setengah liter air dalam waktu satu jam.

Nah, terlalu banyak mengonsumsi air dalam waktu singkat bisa membuat ginjal harus bekerja lebih berat dalam mengolah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Seiring waktu, hal ini bisa menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal.

Tidak hanya itu, minum air terlalu banyak juga dapat menurunkan kadar sodium dalam darah, yang dapat memicu ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam sel tubuh. Akibatnya, terjadilah keracunan atau intoksikasi air.

Intoksikasi air merupakan kondisi ketika kadar garam atau sodium dalam darah turun secara drastis hingga level yang terlalu rendah akibat terlalu banyak minum air dalam waktu singkat.

Seseorang yang mengalami intoksikasi air dapat mengalami gejala berupa mual, muntah, sakit kepala, diare, kejang, dan keram atau kaku otot. Selain itu, kekurangan cairan dan elektrolit dalam tubuh juga dapat memicu pembengkakan otak hingga koma.

Kapan Butuh Lebih Banyak Minum Air Putih?

Salah satu cara mendeteksi kecukupan cairan adalah dengan melihat warna urine. Warna urine kuning pekat merupakan tanda bahwa tubuh mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.

Sedangkan, warna urine yang jernih seperti air putih menandakan tubuh kelebihan air dan hal ini juga berbahaya. Oleh karena itu, Anda disarankan berhenti minum jika merasa sudah tidak haus.

Untuk beberapa kondisi, tubuh memang membutuhkan lebih banyak cairan sehingga Anda perlu lebih banyak minum. Berikut ini adalah beberapa kondisinya:

1. Hamil atau menyusui

Selama masa kehamilan, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 2,6 liter setiap harinya. Hal ini penting dilakukan agar kesehatan tubuh ibu dan janin tetap terjaga.

Selain itu, minum air putih saat hamil juga dapat mengeluarkan racun dalam tubuh, meningkatkan sistem imun, dan melancarkan pencernaan. Untuk ibu menyusui, asupan cairan yang dibutuhkan lebih banyak dari ibu hamil, yaitu sekitar 3 liter.

2. Olahraga

Saat olahraga, cairan tubuh akan hilang melalui keringat yang keluar dari dalam tubuh. Oleh karena itu, Anda dianjurkan mengonsumsi lebih banyak air putih, setidaknya 1,4 liter air yang diminum sebelum, saat, dan setelah olahraga.

Namun, bila olahraga yang Anda lakukan lebih intensif atau lebih dari satu jam, Anda juga perlu mengonsumsi minuman isotonik untuk mengganti elektrolit yang keluar dari tubuh bersama keringat.

3. Lingkungan yang bersuhu panas

Suhu panas atau lingkungan yang panas bisa membuat Anda lebih mudah berkeringat. Bila tidak diiringi dengan konsumsi air putih lebih banyak, tubuh akan kekurangan cairan dan berisiko mengalami dehidrasi.

4. Penyakit atau kondisi kesehatan tertentu

Saat mengalami muntah-muntah, diare, dan demam akibat masalah kesehatan tertentu, Anda dianjurkan untuk minum lebih banyak air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Penderita infeksi atau batu saluran kemih juga disarankan minum lebih banyak air untuk mengeluarkan kuman dan batu melalui urine. Namun, batasi asupan minum air putih, jika Anda sedang mengalami gangguan hati, penyakit ginjal, dan gagal jantung.

Nah, melihat akan manfaat dan risikonya, Anda dianjurkan untuk lebih hati-hati bila ingin mencoba terapi air putih. Meski demikian, Anda sebaiknya tetap minum air putih dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan dan dalam rentang waktu yang wajar.

Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar terapi air putih, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Selain memastikan apakah terapi air putih aman untuk Anda lakukan, dokter juga akan membantu Anda mengetahui jumlah asupan cairan yang tepat dan sesuai kondisi Anda

======

5 Manfaat Buah Delima untuk Anak

Mungkin banyak orang tua yang enggan memberikan buah delima kepada anaknya karena buah ini terdiri dari banyak biji dan sulit dimakan. Padahal, manfaat buah delima untuk anak cukup beragam, Bun. Tak hanya sehat dan bergizi, buah ini juga memiliki rasa asam, manis, dan menyegarkan, yang mungkin akan disukai oleh Si Kecil.

Buah delima atau Punica granatum kaya akan nutrisi. Selain itu, buah ini juga menyimpan banyak air pada bagian bijinya atau yang disebut aril. Nutrisi yang terkandung pada buah delima antara lain protein, karbohidrat, serat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, folat, dan kolin.

Tak hanya itu, buah ini juga sangat baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak karena mengandung antioksidan dan vitamin, seperti vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin K.

Daftar Manfaat Buah Delima untuk Anak

Buah delima cocok dijadikan camilan sehat bagi anak. Selain nikmat dimakan langsung, buah delima bisa diolah menjadi jus delima segar, sebagai campuran rujak atau salad buah, serta lezat pula bila ditaburkan ke semangkuk oatmeal untuk sarapan anak.

Berikut adalah manfaat buah delima untuk anak yang perlu Bunda ketahui:

1. Meningkatkan daya tahan tubuh anak

Buah delima merupakan salah satu sumber antioksidan, folat, zinc, vitamin C, dan vitamin E yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, lho. Kandungan nutrisi tersebut penting untuk menjaga kondisi Si Kecil tetap fit dan lebih kuat melawan berbagai kuman dan virus, termasuk virus Corona penyebab COVID-19.

Selain itu, buah delima juga memiliki sifat antibakteri dan antivirus. Efek ini tentu baik untuk mengurangi risiko Si Kecil mengalami infeksi.

2. Mendukung kesehatan otot

Pada 100 gram buah delima, setidaknya terkandung sebanyak 235 miligram kalium. Mineral ini berperan penting dalam mendukung kesehatan otot anak. Selain kalium, buah ini juga mengandung kalsium, protein, dan fosfor.

Tidak hanya baik untuk kesehatan otot saja, ketiga kandungan tersebut juga sangat baik dalam menyokong kesehatan tulang dan gigi, serta membuat tubuh Si Kecil tetap kuat dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari, Bun.

3. Memelihara fungsi dan kesehatan jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah delima terlihat memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan jantung. Ini berkat kandungan sejumlah gizi, seperti serat, antioksidan, serta vitamin C, dan kalium yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan mengontrol tekanan darah.

Dengan mengonsumi buah delima dan beragam makanan sehat lainnya, seperti sayuran, buah-buahan, kacang, dan biji-bijian, anak akan berisiko lebih rendah untuk terkena penyakit jantung dan hipertensi.

4. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Dibandingkan dengan teh hijau dan anggur merah, delima mengandung antioksidan hampir 3 kali lebih banyak. Selain berfungsi untuk menangkal efek radikal bebas, kandungan ini juga berkhasiat dalam melindungi sel-sel tubuh anak dari kerusakan dan mencegah pertumbuhan sel kanker.

5. Mencegah dehidrasi

Salah satu manfaat buah delima untuk anak yang juga tak kalah penting adalah untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Ini terjadi ketika anak kekurangan asupan cairan tubuh, misalnya karena diare, kurang makan dan minum, demam tinggi, atau banyak muntah.

Buah delima merupakan salah satu buah yang banyak mengandung air dan elektrolit, seperti kalium, magnesium, dan natrium. Oleh karena itu, buah ini baik diberikan kepada anak untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.

Manfaat buah delima untuk anak memang melimpah. Oleh karena itu, mulai sekarang Bunda tidak perlu ragu memasukkan buah ini ke dalam menu harian Si Kecil, ya.

Agar Si Kecil bisa merasakan khasiatnya, ada beberapa tips dalam memilih buah delima, Bun, yaitu pilihlah buah delima dalam keadaan segar dan tidak ada noda pada bagian kulitnya. Selain itu, pastikan buah delima yang Bunda pilih sudah matang, ya. Karena kandungan air dan nutrisi pada buah delima matang lebih tinggi dan sehat.

Sebelum memberikan kepada Si Kecil, pastikan Bunda telah mencuci bersih buah delima, membelahnya menjadi 2 bagian, dan mengeluarkan semua bijinya agar ia mudah untuk memakannya.

Ingat, pemberian buah delima kepada anak harus disesuaikan berdasarkan usianya, Bun. Pada anak Balita yang baru belajar makan MPASI, biji delima bisa saja membuatnya tersedak ketika dikonsumsi secara langsung.

Apabila Bunda masih memiliki pertanyaan seputar manfaat buah delima untuk anak atau ingin mengetahui makanan lainnya yang cocok dikombinasikan dengan buah delima untuk memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil, Bunda bisa berkonsultasi ke dokter.

Tags: #manfaat buah delima untuk anak #rajin salat meski meraba dinding masjid #terapi air putih dan resikonya