Kakek Ini Ceraikan Istri, Lalu Nikahi Mantan Kakak Iparnya Sendiri, Terungkap Kisah Dibaliknya


Pernikahan beda usia bukan lagi hal yang biasa terjadi di Indonesia.

Kali ini, pernikahan seorang kakek berusia 90 tahun dengan seorang wanita berusia 28 tahun.

Uniknya lagi kakek tersebut menikah lagi dengan wanita yang� merupakan mantan kakak iparnya sendiri.

Sebelumnya kakek tersebut telah bercerai dari istrinya kemudian menikah dengan wanita yang merupakan mantan kakak iparnya itu.

Pernikahan itu terjadi di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Sontak saja kejadian tak biasa ini menghebohkan publik.

Dilansir dari Tribun Trends, menurut kabar yang beredar, pernikahan kakek dan mantan kakak iparnya itu digelar di Desa Puumbolo, Kecamatan Wawo, Kolaka Utara yang jatuh pada Selasa 14 Juni 2022 lalu.

Video pernikahan tak biasa itu dibagikan oleh akun Facebook Fatmalha Fatta dan langsung viral.

Menurut kabar yang beredar, pernikahan kakek dan mantan kakak iparnya itu digelar di Desa Puumbolo, Kecamatan Wawo, Kolaka Utara.

Alhamdulillah sahhh.

Anak muda gulung tikar.

Kakek 90thn lebih dengan gadis 20thn,” tulis akun tersebut di caption.

Dalam video tersebut, terlihat mantan istri sang kakek turut pula hadir dalam pernikahan tersebut.

Ia menemani kakaknya yang akan menikah dengan mantan suaminya sendiri.

Terlihat pula gerak-gerik wanita tersebut, sesekali ia memperbaiki letak gaun pengantin kakaknya.

Ini mantan istri, ini lagi jadi istri, kakak lagi jadi istri,”ujar perekam video.

Ia menyorot wajah kakak beradik tersebut secara bergantian.

Usut punya usut, mempelai wanita tersebut baru berusia 28 tahun.

Tanpa paksaan, pernikahan tersebut sudah disepakati oleh keluarga mempelai.

Alhamdulillah semua keluarga setuju.”

Sang kakek kabarnya menikahi istrinya dengan mahar seperangkat alat sholat dan uang tunai Rp5 juta.

Pernikahan viral tersebut didasari cinta dan anak-anak sang kakek merestui dan berharap agar ada yang merawat ayah mereka di masa tuanya.

Terungkap kisah di balik pernikahan sang kakek dengan kakak mantan istrinya.

Kakek itu diketahui bernama Haji Paduai asal Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Kepala Desa atau Kades Puumbolo, Arkam SPdi, mengungkapkan bagaimana sosok sang kakek dan kisah pernikahannya saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Minggu (19/06/2022).

Ia menyebut Haji Paduai adalah warga yang berdomisili di Ranteangin, Lasusua, Kabupaten Kolut.

�Haji Paduai ini berasal dari Ranteangin bukan Puumbolo. Dari desa tetangga sebelah,� kata Arkam melalui telepon seluler (ponsel).

Dari informasi yang didapat Arkam, Haji Paduai adalah seorang petani dan tuan tanah di kampung tersebut.

�Aji itu petani, tapi memang banyak tanahnya dan boleh dikatakan seperti itu (tuan tanah),� jelasnya.

Paduai memiliki banyak tanajh, antara lain berbentuk kebun seperti cokelat hingga kebun kelapa.

Arkam juga tak menampik sang kakek yang viral merupakan salah satu orang berada dan terpandang di daerah tersebut.

�Ya memang tergolong orang berada,� ujar Arkam menjelaskan sosok Haji Paduai.

Menikah Empat Kali

Terungkap fakta lagi jika Haji Paduai sudah empat kali menikah.

Namun di antara pernikahannya, resepsi dengan Sintia itulah yang kini viral dan menjadi buah bibir masyarakat.

Selain karena usia keduanya yang terpaut jauh hingga berpuluh-puluh tahun.

Tapi Paduai kini mempersunting kakak kandung dari mantan istri keduanya yang pernah dinikahinya medio 2018-2019 lalu.

Ya, rupanya sang istri adalah adik kandung dari Sintia itu bernama Sinta (25).

Pernikahan dengan Sintia itu menjadi yang keempat bagi Haji Paduai dan kedua bagi Sintia.

Diketahui, istri pertama Paduai sudah meninggal dunia.

Dari pernikahan pertama itu, dia dikaruniai beberapa anak.

Sedangkan, pernikahan keduanya dengan Sinta yang merupakan adik kandung dari Sintia yang kini diperistrinya.

Dari istri keduanya itu, Haji Paduai tidak dikaruniai anak.

�Yang setahu saya, istri pertamanya itu sudah meninggal dan mereka dikarunai anak,� kata Arkam.

�Kalau istri keduanya yang saya tahu ini adiknya dari istri sekarang yang dia kawini. Jadi ini istri keempat,� lanjutnya.

Nikahi Kakak dari Mantan Istrinya Adapun pernikahan viral antara Haji Paduai (90) dan Sintia (28) sebelumnya berlangsung di Desa Puumbolo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolut, Provinsi Sultra, pada Selasa (14/06/2022) lalu.

Sintia tak lain adalah mantan ipar dari Paduai. Dia pernah menikah dengan aduk kandung Sintia bernama Sinta (25) pada tahun 2018-2019 lalu.

Tetapi, biduk rumah tangga keduanya itu tak berlangsung lama.

Beberapa bulan setelah menikah, Paduai dan Sinta bercerai.

Sinta lantas menikah lagi dengan laki-laki lain. Sedangkan, Haji Paduai juga menikahi perempuan lain.

�Jadi Aji ini juga kawin lagi juga dengan perempuan lain tapi dari Desa Puumbolo juga,� ujar Arkam.

Baca juga: Ikut Campur soal Jodoh, Seorang Putri Polisikan Ibu Kandung Minta Ganti Rugi Rp 158,9 Juta

Seperti kisah yang hampir serupa, seorang kakek yang berusia 69 tahun menikah dengan janda muda yang usianya 19 tahun.

Dilansir dari Tribunnews.com, rekaman tersebut viral setelah diunggah oleh sejumlah akun di platform, seperti Instagram dan Facebook.

Dalam video itu, tampak seorang pria berpakaian putih sedang bersalaman dengan wanita.

Mereka sebelumnya melaksanakan prosesi ijab kabul dan mempelai wanita kemudian mencium tangan suaminya.

Pasangan ini pun lantas disoraki warga sekitar yang merekam prosesi pernikahan.

Tampak ekspresi tersipu malu dari pasangan pengantin ketika warga meminta mempelai pria mencium mempelai wanita.

“Petta aji cium dulu keningnya,” kata seorang warga.

Dilansir dari�Tribun-Timur.com, mempelai pria diketahui bernama H. Andi Linge.

Dia adalah seorang kakek berumur 69 tahun asal Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), sedangkan mempelai wanita berstatus janda muda bernama Ira (19).

Pernikahan Andi dan Ira membuat heboh warga sekitar karena selisih umur mereka terpaut 50 tahun.

Kendati demikian, hal tersebut tidak menghalangi cinta keduanya.

Ketika dimintai keterangan, Kepala Desa (Kades) Sanrego, Andi Malla membenarkan isi video yang viral.

“Iya benar ada warga Sanrego yang menikah kemarin,” katanya, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Ia mengatakan, kisah cinta kedua pasangan saat keduanya bertemu di sawah, sebab pihak pria merupakan seorang tuan tanah di Sanrego.

Sawahnya cukup luas di bagian Bone Selatan itu.

Lanjut Malla, adapun uang panai yang dibawakan pihak wanita tidak tinggi agar tidak memberatkan seperti tradisi Bugis pada umumnya.

“Uang panaiknya cuma Rp 10 juta,” kata Malla.

Punya Delapan Istri Dalam Satu Rumah, Begini Cara Pria Ini Berhubungan Tiap Kamar Isi Dua Bergiliran

Seorang pria memiliki delapan istri yang masih muda dan tinggal serumah jadi sorotan.

Padahal poligami di tempatnya tinggal adalah sesuatu yang dilarang.

Ternyata, bagi pria ini tidak begitu sulit menaklukkan hati wanita.

Buktinya dia bisa memperistri 8 orang.

Bahkan dua istrinya didapat dari perkenalan di medsos.

Pria tersebut adalah Ong Dam Sorot.

Ia adalah seorang seniman tato muda di Thailand yang mengkhususkan diri dalam gaya yantra tradisional,

Baru-baru ini diwawancara oleh seorang komedian populer Thailand tentang status perkawinannya yang kontroversial.

Sorot menikah bukan dengan satu wanita, tetapi dengan delapan wanita.

Semuanya tinggal di bawah satu atap dan menganggap diri mereka satu keluarga besar yang bahagia.

Di acara tersebut, Ong Dam Sorot memperkenalkan masing-masing istrinya dan berbicara tentang bagaimana mereka bertemu.

Kedelapan wanita itu menggambarkan suami mereka sebagai pria paling baik dan paling perhatian di bumi.

Para istri mengaku bisa bergaul dengan baik satu sama lain.

Sorot bertemu istri pertamanya, Nong Sprite di pernikahan seorang teman dan dengan segera memintanya untuk menikah.

Yang kedua, Nong L, bertemu di pasar, dan Nong Nan, istri ketiganya, di rumah sakit.

Istri keempat, kelima dan keenam Sorot bertemu melalui media sosial, Instagram, Facebook, dan TikTok.

Istri ketujuh, Nong Film, pertama bertemu dengannya saat mengunjungi kuil Phra Pathom Chedi bersama ibunya.

Adapun istri kedelapan dan terakhirnya, Nong Mai, dia temui saat berlibur di Pattaya bersama empat istrinya.

“Dia mungkin pria paling perhatian dan perhatian yang pernah kami lihat,” kata seorang istri yang langsung disetujui tujuh istri lainnya.

Sorot memperlakukan mereka dengan sangat baik sehingga mereka tidak perlu bertengkar.

Dua istri Sorot saat ini sedang hamil, dan dia sudah memiliki seorang putra dari istri pertamanya, Nong Sprite.

Para wanita tidur di empat kamar tidur.

Dua orang dalam satu kamar, dan menunggu giliran untuk tidur dengan suami mereka.

Rupanya, tidak ada yang mempermasalahkan pengaturan itu.

Berbicara tentang pertama kalinya Ong Dam Sorot membicarakan kemungkinan menikahi istri kedua, Nong Sprite mengatakan bahwa dia sangat mencintai suaminya sehingga memberi persetujuan.

Dia juga menghargai suaminya menanyainya terlebih dulu.

Dia pun meminta Sorot untuk membawa calon istri kedua ke rumah sebelum dinikahi.

Tujuh wanita yang setuju untuk menikahi seniman tato itu mengetahui bahwa dia sudah beristri.

Kebanyakan dari mereka hanya mengatakan bahwa mereka jatuh cinta pada Sorot dan menerima apa adanya.

Menurut para perempuan cantik itu, Sorot menawan, penuh perhatian, dan membuktikan bahwa dia bisa menjaga mereka.

Beberapa wanita kesulitan menjelaskan kepada keluarga mereka bahwa mereka akan menikah dengan seorang poligami, namun mereka tidak menyerah sampai akhirnya teman dan keluarga mereka menerima.

Ong Dam Sorot mengungkapkan bahwa ia berpesan kepada istrinya untuk selalu jujur ​​padanya.

Jika mereka menemukan orang lain yang dicintai, mereka harus datang dan memberitahunya. Sorot akan bertanya kepada mereka tiga kali apakah mereka yakin ingin putus, dan jika mereka mengatakan ‘ya’, mereka bisa berpisah.

Namun, sampai saat ini itu belum terjadi.

Ong Dam, yang memiliki akun media sosial dan YouTube populernya sendiri, mengatakan bahwa orang selalu menganggap bahwa dia kaya raya sehingga mampu sendiri menghidupi keluarga besarnya.

Tetapi dia menyatakan bahwa anggapan itu tidak benar.

Menurutnya, setiap anggota keluarganya memiliki kewajibannya masing-masing, dan istrinya mencari nafkah dengan melakukan pekerjaan rumah tangga, atau menjual berbagai produk, mulai dari makanan hingga kosmetik dan aksesoris buatan tangan.

Pengaturan dalam keluarga Ong Dam Sorot memicu perdebatan sengit di media sosial.

Beberapa orang menyatakan kekaguman mereka pada seniman tato itu karena berbagi rumahnya dengan begitu banyak wanita muda dan cantik, sementara yang lain dengan bercanda mengasihani dia karena harus berurusan dengan bukan hanya satu, tetapi delapan istri.

Larangan Poligami di Thailand

Lantas, bagaimana sebenarnya kebijakan poligami di Thailand?

Diberitakan The Thaiger, Senin (22/2/1/2021), poligami di Thailand sebenarnya tak diakui di bawah hukum negara.

Tapi, pada praktiknya, poligami telah menjadi gaya hidup atau masih dipraktikan warga Thailand.

Pernikahan di Thailand diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan Komersial No. 5 pasal 1435 sampai 1535.

Dalam pasal 1457, disebutkan bahwa pernikahan hanya dapat terjadi jika pria dan wanita (yang berusia minimal 18 tahun) setuju untuk saling menjadi suami dan istri, dan persetujuan itu harus diumumkan di hadapan Panitera untuk dicatat oleh Panitera.

Pernikahan di Thailand dibuat dan diselesaikan pada pendaftaran resmi dan dimasukkan dalam daftar pernikahan pemerintah.

Sementara, dalam pasal 1452, diterangkan bahwa bigami atau menikahi satu orang saat masih menikah secara sah dengan orang lain di Thailand, tidak diizinkan.

Bigami juga bisa menjadi pelanggaran pidana menurut hukum pidana Thailand karena dengan sengaja membuat pernyataan palsu.

Soal pernikahan sesama jenis di Thailand, hukum di negara tersebut sebenarnya juga masih tidak mengizinkan tindakan itu.

Hanya pasangan lawan jenis yang berhak menikah dan dicatat dalam buku nikah secara resmi.

Praktiknya di Thailand

Diberitakan Thai Residents, ada kasus seorang pria dengan 2 istri dan 4 anak mengaku kehidupan mereka berjalan baik kepada outlet berita Sanook di Provinsi Ratchaburi, Thailand.

Seorang pria berusia 44 tahun itu menyatakan keluarganya sangat bahagia tanpa pertengkaran.

Dia saat itu mengaku telah hidup dengan 2 istri selama 7 tahun dan semua pihak tak masalah ketika dia bisa mencintai kedua istrinya dengan cara yang sama.

Pria itu bernama Wacharatorn Srionam yang lebih dikenal sebagai Tum.

Tum merupakan pemilik restoran mi yang menjual hidangan serba seharga 10 Baht Thailand per menu.

Tum menyatakan kedua istrinya memiliki hubungan yang sangat baik satu sama lain.

Dia menyebut, kedua istrinya adalah kekasih dan juga sahabatnya.

Menurut Tum, orang lain yang tidak tahu situasi mereka sering mengirah bahwa hubungan kedua istrinya adalah ibu dan anak.

Kedua istri Tum disebut saling bekerja sama dan menjaga anak-anak.

Tum menyebut istri pertama sebagai “istri besar” dan istri kedua “istri kecil”.

Kedua istrinya yakni bernama Worapat Sroinam atau dikenal sebagai Pla dan Kochakorn Tapchom atau dikenal sebagai Wan.

Tum mengklaim selama ini istrinya bisa hidup bersama tanpa konflik, kecemburuan internal, dan tidak satupun dari mereka yang ingin menjadi “istri utama”.

Pla istri pertama menyatakan dia telah bersama Tum selama 18 tahun.

Dia berusia 20 tahun ketika Tum mengenalnya.

Seseorang memberi Tum nomornya.

Mereka kemudian berbicara setiap hari di telepon dan Tum mengungkapkan kepada Pla bahwa istrinya baru saja meninggal.

Pla yang telah jatuh cinta bersedia untuk menikah dengan Tum.

Selang beberapa tahun, suatu hari Tum memberitahu Pla bahwa dia menginginkan istri kedua.

Pla mengaku awalnya terkejut dan bertanya mengapa.

Tum lantas mengatakan istri baru ini akan membantu pekerjaan keluarga untuk masa depan yang lebih baik bersama.

Pla saat itu punya satu syarat untuk Tum, yaitu harus mencintai mereka berdua dengan cara yang sama.

Setelah itu, Tum menyanggupi dan terjadilah praktik poligami.

Tum awalnya menelepon Wan dan mengaku sudah punya istri.

Tum ingin dia menjadi istri ke-2 dan membantu pekerjaan keluarga.

Tum akan bersama mereka masing-masing pada hari yang berbeda dan keduanya menerima sekitar 10.000 Baht Thailand (sekitar Rp4,3 juta) per bulan sebagai imbalan untuk membantu bisnis keluarga.

Selain toko mi, Tum juga bekerja di bidang real estate.

Keluarga Tum dilaporkan bahagia dengan kehidupan dan ingin berbagi pengalaman mereka kepada dunia.