Kalau Dah Menikah Lebih Baik Berumah Sendiri Meski Hanya Ngontrak

533 views


Mau tinggal di rumah sendiri atau tetap tinggal di rumah orang tua, pengantin-pengantin baru di luar sana punya pertimbangan sendiri-sendiri. Tapi tinggal sendiri selepas menikah meski cuma mengontrak lebih baik daripada terus menumpang orang tua. Ini dia alasannya! sebagai alasan. (Foto cover: ilustrasi rumah kontrakan)

1. Memulai hidup mandiri

Sedari kita lahir ke dunia ini berkat jasa ibu kita, kita udah dirawat sama orang tua kita. Mereka menjaga dan mengasihi kita dengan tulus dan ikhlas, kita hidup selalu bergantung sama mereka karena kita belum bisa apa-apa. Nah, setelah kita dewasa, udah bisa menghidupi diri sendiri, dan bisa berkeluarga, udah saatnya kita memulai hidup mandiri.

Hidup mandiri bukan berarti kita melupakan orang tua kita ya gan, tapi kita memulai untuk terbiasa bertahan hidup dengan kemampuan sendiri, ga selalu mengandalkan orang tua lagi. Contoh kecilnya memasak, yang dulunya kita kalau mau makan tinggal makan, sekarang berusahalah untuk menyiapkan makanan untuk kita dan keluarga kita sendiri.

2. Menghindari konflik dengan orang tua

Namanya juga tinggal bareng dibawah atap yang sama, gak menutup kemungkinan bakal ada hal-hal yang bikin perasaan kita atau orang tua kita gak enak. Entah itu masalah kecil, kayak kurang rapi kalo kerja, atau kalo bangun kesiangan, yang bikin mereka mengeluarkan kata-kata yang gak enak buat kita, dan kita pun bisa merasa tinggal disana gak ngebantu apa-apa, malah tambah nyusahin. Biasanya ini dialami oleh menantu dan mertua hihihi. Solusi tepat ya lebih baik tinggal terpisah dari mereka, mau itu ngontrak atau beli rumah sekalian.

3. Bekerja lebih keras

Dulu waktu masih anak-anak sampe remaja, kita terbiasa hidup enak karena diurus sama orang tua, mau makan tinggal ke dapur, baju dicuciin, uang jajan dikasih setiap hari, belum lagi biaya sekolah kita yang gak sedikit. Nah, sekarang ini setelah kita menikah, saatnya kita bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan keluarga kita sendiri.

Terutama buat cowok ya, pada saat kita udah nikah, kita gak cuma cari uang buat diri sendiri tapi juga buat istri dan anak-anak kita. Kita udah gak bisa lagi tuh males-malesan atau santai kerja. Kita harus inget kalo kita punya anggota keluarga yang harus kita nafkahi, bukan hanya untuk hari ini tapi untuk selamanya. Untuk itu harus SEMANGAT cari uang.

4. Bebas mengatur rumah

Kalo punya rumah sendiri, kita bakal lebih leluasa buat mengatur semuanya. Entah itu dari soal dekorasi rumahnya atau juga soal rumah tangga kita sendiri. Kalo masih nebeng dirumah orang tua mana bisa kita ngatur-ngatur, toh orang tua kita udah punya aturan lebih dulu disana, dan gak mungkin kita mau ngerubah sendiri tanpa persetujuan mereka.

5. Masalah dengan pasangan, gak perlu sampe kedengeran orang tua

Namanya juga hidup berumah tangga, nantinya bakal ada masa-masa dimana kita dan pasangan akan dihadapkan pada sebuah konflik yang membuat kita berdua bersitegang, bisa-bisa saling mencaci, iya kan? Kebayang gak kalo misalnya kita tinggal sama orang tua, terus pas kita lagi ada masalah sama pasangan kita bertengkar disana, kita diem-dieman, dan itu semua gak luput dari perhatian orang tua.

Kan enak kalo tinggal terpisah dari orang tua, jadi mereka gak akan tau boroknya rumah tangga kita. Selain hal itu bakal bikin kita malu, memang yang namanya masalh rumah tangga itu lebih baik cukup kita dan pasangan aja yang tau, orang lain apalagi orang tua, itu gak perlu tau deh tentang persoalan rumah tangga kita.

6. Merasakan bagaimana rasanya jadi orang tua

Kita yang terbiasa hidup serba mudah dulu, pasti bakal sulit banget untuk hidup mandiri tanpa bantuan orang tua lagi. Dulu kita diasuh, dirawat dan dipenuhi semua kebutuhannya oleh orang tua. Sekarang waktunya kita yang merasakan jadi pencari nafkah, jadi perawat dan jadi pembimbing yang baik untuk anak-anak kita, sehingga nantinya anak kita akan menjadi anak yang baik dan berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsa.

Dari situ kita nantinya bakal ngerasain dah gimana rasanya berjuang sekuat tenaga buat menghidupi keluarga kita. Dan kita bakal sadar betapa hidup itu keras, dan apa yang dilakukan orang tua kita itu gak mudah, mereka berusaha sekuat tenaga mencari nafkah dan merawat anak-anaknya tercinta.

7. Mengembangkan diri di lingkungan baru

Welcome to the new life, the real story of life! Ini hidup yang sebenarnya gan, ente bukan lagi dikenal sebagai anaknya Bapak Rido atau anaknya Ibu Rida, tapi ente bakal dikenal sebagai Bapak Radi, ente adalah pemimpin dari keluarga ente sendiri. Ini sama halnya dengan kita punya perusahaan, kita harus bisa mengatur perusahaan itu sebaik mungkin, biar bisa dikenal sama orang dengan reputasi yang baik, kita harus punya karyawan yang berprestasi dan punya loyalitaas tinggi agar perusahaan bisa berjalan dengan baik tanpa hambatan yang berarti. Bagaimana lingkungan kita menilai kita adalah tergantung bagaimana kita bersikap dengan tetangga, bagaimana cara kita mendidik keluarga kita bergaul dengan baik. Ini adalah cara kita untuk mengembangkan diri di lingkungan yang baru.

Hidup terpisah dari orang tua akan membuat kita semakin mengerti apa artinya hidup, dan akan membuat kita semakin menghargai hidup, karena kita sadar betapa hidup itu keras, dan kita harus bertahan demi keluarga kita tercinta. Yuk, yang masih numpang sama orang tua, kita sama-sama berdoa dan berusaha, semoga segera dikasih rezeki untuk beli rumah sendiri. Orang tua juga pasti ikut bahagia dan bangga kalo kita bisa hidup mandiri lho.

======

Ingat Dan Waspada ! Ini Tanda-tanda Penyakit Ginjal Stadium Awal yang Tak Boleh Diabaikan

Tanda-tanda Penyakit Ginjal Stadium Awal yang Tak Boleh Diabaikan

Penyakit ginjal kronis atau biasa disebut penyakit ginjal adalah gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal sampai tahap gagal ginjal.

Banyak penderita penyakit ginjal terlambat mengetahui dirinya punya masalah kesehatan.

Menurut National Kidney Foundation, hanya 10 persen penderita penyakit ginjal kronis yang sejak awal menyadari masalah kesehatannya.

Adapun fungsi ginjal yang utama adalah membuang limbah dan kelebihan cairan dari tubuh.

Sisa limbah tersebut dikeluarkan tubuh lewat urine melalui proses ekskresi.

Padahal, penyakit ginjal sebenarnya bisa dideteksi lewat pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahun.

Pemeriksaan ini penting, terutama bagi orang berisiko mengidap penyakit ginjal, antara lain:

  • Punya tekanan darah tinggi
  • Memiliki masalah diabetes
  • Ada keluarga dengan riwayat gagal ginjal
  • Usia di atas 60 tahun

Selain mengetahui faktor risiko penyakit jantung, ada baiknya Anda mengetahui beberapa gejala atau tanda-tanda penyakit ginjal.

Berikut tanda-tanda penyakit ginjal yang kerap tidak disadari:

1. Sering merasa lelah

Melansir Web MD, ginjal adalah organ yang berguna untuk menyaring limbah atau racun dari darah.

Limbah ini kemudian dibuang dalam bentuk urine.

Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, racun dapat menumpuk di dalam tubuh.

Saat kinerja ginjal terganggu, fungsi ginjal yang bertugas menghasilkan hormon pemberi kode pada tubuh untuk memproduksi sel darah merah jadi terganggu.

Jika produksi sel darah merah berkurang, darah tidak bisa optimal mengirimkan oksigen ke otak dan otot.

Akibatnya, tubuh jadi gampang lelah, lemah, dan lesu terus-menerus.

2. Sleep apnea

Studi menunjukkan masalah tidur apnea (sleep apnea) sangat terkait dengan penyakit ginjal kronis.

Sleep apnea yang membuat penderitanya kurang oksigen saat tidur, saat terjadi berkepanjangan bisa merusak ginjal.

Sebaliknya, penyakit ginjal kronis lambat laun juga bisa menyebabkan sleep apnea karena memicu tenggorokan bisa makin sempit, penumpukan racun, dan lain-lain .

3. Kulit gatal-gatal

Ciri-ciri penyakit ginjal yang umum lainnya yakni timbul gatal-gatal pada kulit.

Kondisi ini bisa terjadi saat ginjal tidak dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh, dan racun menumpuk di dalam darah.

Penumpukan racun ini bisa memicu ruam dan gatal-gatal pada kulit.

Seiring berjalannya waktu, penyakit ginjal juga membuat keseimbangan mineral dan nutrisi dalam tubuh terganggu.

Kondisi ini bisa membuat kulit jadi kering dan gampang gatal-gatal.

4. Kaki bengkak

Ketika ginjal tidak bisa membuang kelebihan natrium dari dalam tubuh tubuh, cairan bisa menumpuk di berbagai bagian tubuh.

Akibatnya, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau wajah jadi membengkak.

Pembengkakan biasanya terjadi di kaki dan pergelangan kaki.

5. Kram otot

Kaki atau bagian tubuh lain yang sering mengalami kram juga bisa jadi gejala sakit ginjal.

Ketidakseimbangan kadar natrium, kalsium, kalium, atau elektrolit lainnya dapat menimbulkan gangguan pada otot dan saraf.

6. Sesak napas

Ketika seseorang memiliki penyakit ginjal, organ tubuh tidak bisa menghasilkan hormon erythropoietin.

Hormon tersebut bertugas memberitahu tubuh untuk memproduksi sel darah merah.

Tanpa hormon tersebut, Anda bisa mengalami anemia dan sesak napas.

Penyebab lain sesak napas yang jadi tanda-tanda penyakit ginjal adalah, adanya penumpukan cairan di dalam tubuh, terutama saat berbaring.

Penderita penyakit ginjal dapat merasakan dirinya susah bernapas seperti sedang tenggelam.

7. Susah konsentrasi dan bingung

Ketika ginjal tidak dapat menyaring semua limbah di dalam tubuh, penumpukan racun dapat memengaruhi otak.

Selain itu, kurang oksigen karena tubuh kekurangan sel darah merah pada penderita penyakit ginjal juga bisa menyebabkan seseorang pusing dan susah konsentrasi.

Terkadang, beberapa orang sampai bingung atau linglung dan susah menyelesaikan tugas sederhana.

8. Bau mulut tak sedap

Ketika ginjal tidak dapat menyaring limbah dengan baik, tubuh bisa mengalami uremia.

Salah satu dampak penumpukan racun di aliran darah bisa sampai ke mulut.

Makanan atau asupan yang masuk ke mulut bisa terasa seperti logam atau tidak enak.

Tak pelak, penderita penyakit ginjal pun jamak mengalami bau mulut tak sedap.

9. Tidak doyan makan

Tak hanya menyebabkan bau mulut tak sedap, urimia juga bisa menyebabkan seseorang tidak nafsu makan.

Selain itu, penyakit ginjal juga bisa memicu mual dan muntah yang bisa bikin perut tak nyaman.

Kondisi tersebut membuat penderita penyakit ginjal tidak doyan makan sampai berat badannya menurun.

10. Sering kencing

Melansir Kidney.org, peningkatan intensitas buang air kecil, terutama di malam hari, bisa jadi tanda-tanda penyakit ginjal.

Ketika saringan ginjal rusak, keinginan untuk buang air kecil jadi meningkat.

Namun, sering kencing bisa jadi tanda penyakit lainnya.

Di antaranya infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria.

11. Ada darah di urine

Ginjal yang sehat dapat mempertahankan sel-sel darah tetap di dalam tubuh.

Namun, saat filter atau saringan ginjal rusak, sel-sel darah dapat “bocor” ke urine.

Selain memberi sinyal penyakit ginjal, darah dalam urine dapat mengindikasikan tumor, batu ginjal, atau infeksi.

12. Urine berbusa

Gelembung berlebihan dalam urine menunjukkan ada protein dalam urine saat ginjal bermasalah.

Busa pada urine penderita penyakit ginjal ini tampak seperti busa yang saat telur dikocok.

Busa dalam urine bisa mirip dengan kocokan telur karena jenis protein keduanya sama, yakni albumin.

13. Mata bengkak

Adanya protein dalam urine menunjukkan gejala awal filter ginjal telah rusak.

Akibatnya, protein bisa bocor ke dalam urine.

Bengkak di sekitar mata dan wajah ini bisa disebabkan kebocoran protein dalam urine yang seharusnya tersimpan di dalam tubuh.

Jika Anda punya risiko sekaligus mengalami gejala atau tanda-tanda penyakit ginjal di atas, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Tags: #lebih baik ngontrak daripada serumah dengan mertua #tanda penyakit ginjal stadium awal