Kapok Punya Istri Seperti Muzdalifah yang Terang-terangan Mempermalukannya, Nassar Ingin Punya Pendamping Hidup yang Jauh Berbeda dari Sang Mantan


Pernikahan Nassar dan Muzdalifah yang digelar secara meriah dan mewah nyatanya tak membuat rumah tangga keduanya bertahan lama.

Bahkan Nassar kini mengaku tak ingin memiliki pendamping hidup seperti Muzdalifah.

Saat masih berstatus sebagai suami Muzdalifah, Nassar mengaku pernah dipermalukan oleh janda tajir tersebut.

Sejak awal hubungan Nassar dan Muzdalifah memang mencuri perhatian.

Selain status Muzdalifah sebagai janda tajir melintir, perbedaan usia keduanya juga jadi sorotan.

Berstatus lebih muda, Nassar kala itu memutuskan menikahi janda empat anak dan pindah ke rumah megah sang istri.

Sayang rumah tangga keduanya hanya bertahan selama 3 tahun meski telah dikaruniai seorang anak laki-laki.

Perceraian keduanya pun tidak bisa dikatakan ‘berpisah dengan baik-baik’.

Pasalnya, pihak Nassar mengaku sudah dipermalukan habis-habisan oleh Muzdalifah.

Melansir dari Nova.ID, bahkan ayah Nassar mengatakan tidak begitu menyukai mantan menantunya tersebut.

Ahmad Hasan Sungkar mengaku senang ketika tahu anaknya digugat cerai oleh Muzdalifah.

Hal ini tak lepas dari insiden saat mobil yang dipakai Nassar tiba-tiba diambil oleh orang yang mengaku debt collector.

Ayah Nassar semakin meradang ketika Muzdalifah menyebut anaknya merupakan orang yang tidak tahu terima kasih.

“Apa dia lupa kalau sebelum menikah, Nassar itu jebolan KDI? Jadi bukan kacang lupa pada kulitnya. Harusnya bersyukur (jadi ikut terkenal) jangan malah di balik omongannya.”

Ahmad Hasan Sungkar pun merasa Nassar dan Muzdalifah memang harus bercerai karena dinilai sudah tidak ada kecocokan.

“Memang bukan saya yang menjalani, tapi kalau sudah tidak ada kecocokan buat apa lagi? Cerai ini jalan terbaik karena memang sudah bikin malu seluruh keluarga besar Sungkar,” ujarnya mantap.

Empat tahun bercerai dari Muzdalifah, Nassar kini mencoba membuka hatinya untuk kembali membina hubungan asmara.

Namun, kriteria wanita idaman Nassar justru beda dari mantan istrinya.

Jika Muzdalifah dikenal sebagai orang yang berkecukupan, Nassar justru mencari wanita yang mau diajak hidup susah.

Hal tersebut dilontarkan pelantun ‘Seperti Mati Lampu’ ini ketika ditemui Grid.ID beberapa waktu silam.

“Kalo emang ada perempuan yang emang serius, emang mau bener-bener.

Mau tuh bukan mau sekarang aja, tapi mau dibawa susah,” kata Nassar saat ditemui Grid.ID di The Sahira Hotel, Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/5/2019).

“Saya nggak tahu hidup saya ke depannya seperti apa. Kita harus berpikir kalo kita hidup susah nanti, mau nggak dibawa susah,” tukasnya.

Nassar mendambakan sosok wanita yang mau diajak susah lantaran tidak ingin rumah tangganya nanti kembali berakhir dengan perceraian.

“Kalau orang dari susah menjadi punya itu nikmat, tapi kalo pasangan kita ajak susah gak mau takutnya itu yang nanti ada gesekan bermasalah,” pungkas Nassar.

Karena Bingung, Orang Tua ini Beri 4 Nama Anak dengan Satu Huruf , Ga Nyangka Anak yang Sudah Dewasa Menoreh Prestasi

Cerita unik datang dari keluarga di Banyuwangi, Jawa Timur nih, Bunda. Keluarga ini menjadi viral karena memberi nama anak-anak mereka dengan satu huruf.
Mereka adalah pasangan suami istri, Sukari dan Wahyuningsih. Pasangan yang tinggal di Dusun Tapak Lembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi ini memiliki empat orang anak. Anak perempuan pertama yang kini berusia 16 tahun diberi nama V, anak laki-laki berusia 11 tahun bernama J, anak ketiga perempuan yang berusia 5 tahun bernama L, dan si bungsu berusia 2 tahun bernama N.

Bukan tanpa alasan Sukari dan Wahyuningsih memberi nama anak-anak mereka dengan satu huruf. Pasangan ini tak ingin ribet memberikan nama karena sempat kebingungan, Bunda.

“Sempat cari nama baik yang seperti orang biasanya. Tapi ya karena ingin simpel akhirnya huruf V yang saya pakai untuk anak pertama,” kata Sukari.

Di balik alasan tersebut, Sukari dan istrinya juga percaya bahwa nama yang diberikan ke empat anaknya ini memiliki makna positif. Berikut Bubun rangkum 5 fakta terkait keluarga Banyuwangi ini:

1. Sebut bawa rezeki

Menurut Sukari, anak-anaknya yang diberi nama satu huruf ini selalu membawa rezeki bagi keluarganya, Bunda. Salah satu rezeki yang didapatkan oleh Sukari dan istri adalah kesehatan.

Sukari menjelaskan kalau keempat anaknya tidak pernah sakit hingga di bawa ke rumah sakit. Keempatnya pun terlahir secara normal.

“Alhamdulillah tidak pernah sakit sampai parah dibawa ke rumah sakit. Mereka pun lahir secara normal dan tidak sesar,” ujarnya kepada detikJatim.

Tak hanya itu, Bunda. Perawatan keempat anaknya ini pun disebut murah. Keempatnya bahkan tak pernah menyulitkan Sukari dan istri.

“Dari anak pertama sampai si bungsu tak pernah merepotkan, bahkan saat sakit pun tak pernah sampai masuk rumah sakit. Kalau mau tidur ya tidur tidak pernah rewel. Pokoknya simpel sesuai namanya,” tambahnya.

2. Kado terindah

Sukari mengatakan kalau nama simpel yang ia sematkan kepada anak-anaknya ini membuat mereka tidak merasa kesusahan, Bunda. Sukari bahkan mengatakan kalau nama simpel ini tidak menjadi bawaan yang berat.
Selain itu, Sukari juga sangat bersyukur dengan kehadiran keempat anaknya ini. Empat anaknya ini menjadi kado terindah baginya dan sama sekali tidak berniat untuk mengubah nama mereka.

“Alhamdulillah bersyukur sudah dikaruniai empat orang anak dan ini jadi kado hidup saya bersama istri tercinta. Biarkan nama itu melekat dan menjaga mereka sampai mereka berkeluarga nanti,” paparnya.

3. Menoreh banyak prestasi

Kedua anak Sukari dan Wahyuningsih yang sudah beranjak remaja, Bunda. V dan J diketahui banyak menoreh prestasi, lho.

Prestasi V sendiri dimulai sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ia menjadi juara dua lomba Olimpiade IPA se-Kabupaten Banyuwangi di tahun 2017 lalu. Setahun kemudian, V menjadi runner up lomba Sains yang diadakan salah satu mal terbesar di Banyuwangi.

Sementara itu, J juga pernah menyabet gelar runner up dalam sebuah perlombaan, Bunda. Namun, J lebih memilih kompetisi yang bersifat non-akademik sambil mengasah bakatnya.

“J dapat runner up di kelas panahan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten saat masih kelas 4 SD,” kata Sukari sambil memperlihatkan medali anak keduanya.

Tak hanya itu, Sukari juga menyebut kalau V mahir bermain catur, Bunda. Namun, Sukari melarang anaknya ini menekuni olahraga otak ini karena sering pergi ke luar kota.

4. Sempat diprotes

Keputusan Sukari dan Wahyuningsih untuk memberi nama keempat anaknya dengan satu huruf ini sempat diprotes, Bunda. Meski begitu, pasutri ini tetap teguh pada pendirian mereka.
“Almarhum ibu saya juga pernah tanya. Katanya kenapa kok singkat ngasih namanya. Akhirnya saya kasih penjelasan dan akhirnya beliau pun akhirnya bisa menerima,” ujarnya

Bukan tanpa alasan, Ibunda Sukari mengatakan kalau dirinya hanya takut keempat cucunya mendapat bully dari teman-temannya. Meski begitu, Sukari menepis pikiran sang Bunda dan mengatakan kalau nama keempat anaknya sudah memiliki makna.

“Kata almarhum ibu saya kasihan, kan teman-temannya namanya panjang, sementara anak-anak saya namanya pendek. Ya bagaimana lagi saya inginnya simpel,” pungkasnya.

5. Kejadian unik

Sukari bercerita kalau ada banyak kejadian unik yang berhubungan dengan nama anak-anaknya, Bunda. Salah satunya adalah saat Sukari akan mendaftarkan V ke sekolah.

“Pernah saat mendaftarkan anak pertama saya, waktu itu petugas menyodorkan blangko untuk saya tulis. Setelah saya tulis malah dikembalikan lagi, katanya wajib diisi kolom nama. Padahal sudah saya tulis V, tapi katanya petugas itu cawang saja. Harus ditulis nama,” ujar Sukari.

Selanjutnya, Sukari kemudian menjelaskan jika nama anaknya adalah V. Petugas pun tersenyum mendengar penjelasan Sukari.

“Ya sudah saya jelaskan malah tertawa. Bagi saya nama anak saya ini juga membuat orang senang dan tertawa. Menghibur lah,” katanya.