Karma? Dulu Sempat Geger Karena Hubungannya dengan Sang Pacar Tak Direstui hingga Laporkan Ibu Kandungnya Sendiri ke Polisi, Nasib Artis Cantik Ini Sekarang Jadi Sorotan Harus Bergelut di Dapur sampai Tengah Malam


Masih ingat dengan sosok Angbeen Rishi?

Ya, pemain sinetron cantik ini diketahui telah sah menikah dengan Adly Fayruz.

Meski perjalanan cinta keduanya melewati banyak sekali tantangan.

Sampai-sampai Angbeen Rishi nekat melangkahi restu sang ibu untuk menikah dengan Adly.

Lalu bagaimana kehidupan Angbeen Rishi saat ini?

Angbeen Rishi dan Adly Fayruz diketahui tak mendapatkan restu dari Yulia Irawati saat menikah.

Apalagi Adly Fayrus telah menjalin asmara dengan Angbeen saat ia baru berusia 18 tahun.

Sedangkan selisih usia pasangan ini hampir 10 tahun.

Seperti dimuat GridHITS sebelumnya, ada beberapa alasan Yulia tidak memberikan restunya pada sang putri.

Menurutnya, sifat Adly Fayruz juga kurang sopan dan Adly sering membentak Angbeen.

Konflik panas ibu dan anak ini bahkan sempat berlangsung cukup lama.

Meski sempat terhalang restu ibu, Angbeen Rishi pun akhirnya sah dinikahi oleh Adly dan kini sudah memiliki seorang putra.

Di balik kehidupannya yang sudah tak lagi muncul di layar kaca, Angbeen rupanya masih sering membagikan kegiatannya sehari-hari.

Bahkan belum lama ini, Angbeen Rishi nekat masuk dapur saat malam hari.

Hal itu ia ungkap di laman instagram pribadinya belum lama ini.

Rupanya aksi nekat Angbeen Rishi ini pun ramai menjadi sorotan netizen yang penasaran.

“Jam 10 malam belum ngantuk & gak tau mau ngapain..akhirnya bikin bolu kampung meises.”

“lupa di video sebelum dipotongnya hehehe harap maklum udh jam setengah 12 malem . Enjoooyyy Buunndd,” tulisnya.
Baca Juga: Tuai Pujian, Seperti Ini Tampilan Angbeen Rishi Saat Pamer Gaya Rambut Barunya

Rupanya Angbeen Rishi masih sibuk berada di dapur saat malam tiba.

Dibela-belain berada di dapur hingga tengah malam, Angbeen Rishi justru asik membuat kue.

Jika ditilik dari berbagai unggahan di media sosial, Angbeen Rishi memang kerap kali membagikan aktivitasnya memasak selain harus mengurus putra semata wayangnya.

Menikah dengan pria yang jauh lebih tua nampaknya Angbeen Rishi nyaman dengan statusnya saat ini.

Angbeen Rishi dan Adly Fayruzbahkan tak segan menunjukkan kemesraan mereka di berbagai kesempatan.

Pastikan Istrimu Adalah Ratu Dalam Rumahmu, Bukan Babu Untuk Sekedar Melayanimu

Saya suka bawa anak istri jalan pas sabtu minggu, pernah sesekali ke tempat rekreasi saya turun dan lihat satu ibu gendong anaknya di depan, tangan kirinya gandeng satu anak dan tangan kanannya menenteng 4 kantong barang, saya lihat kasihan sekali dan suaminya jalan duluan pakai kacamata hitam, kaos polo, dan jalan lenggak lenggok kayak boss dan tak lihat istrinya jalan kesusahan, anaknya sampe ngomong “Bu ayah jalannya cepet banget”. Saya kira ibu itu pembantunya.

Setelah punya anak saya kebiasaan menengok 2 kali ke tempat yang ada anak kecil, waktu lagi makan di restoran saya nengok ke arah suami istri yang duduk di meja depan saya, anak yang satunya duduk di kursi tinggi, yang saya lihat suaminya lagi makan istrinya sibuk tuang air panas mau bikin susu, bentar bentar tangkap anaknnya yang satunya lagi lari kesana kemari, sudah duduk harus di suapin, makanannya sampai sudah dingin di atas meja tapi belum di sentuh sama sekali.

Suaminya seperti tidak melihat apa-apa sambil makan sambil main HP, konsentrasinya ke layar dan gk peduli istrinya sedang sibuk mengurus anak.Mungkin ada yang bilang saya ini bodoh, mau saja jadi budak istri tapi bagi saya istri saya jauh lebih susah dia harus jaga anak-anak yang lari lari lompat sana sini, bagi saya istri saya sudah membantu sangat banyak.

“Suami istri haruslah saling membantu, anak juga milik bersama seharusnya sama sama berperan dalam mengurus anak, mungkin ada juga yang mengganggap istri istri melakukan semua itu dengan senang hati, sukarela, coba tanyakan sendiri, Apakah kamu senang melakukan semuanya sendiri sedangkan pasanganmu cuma duduk enak enak di samping?

“Terakhir begitu saya masukan semua barang ke mobil saya melihat ada seorang ayah yang menggendong anaknya di tangan kirinya membawa barang belanjaan dan tangan kanannya menggandeng tangan istrinya yang tengah hamil.

“Cuma ada satu kata keren bisa terlihat istrinya tampak tersenyum bahagia mencuri pandangan semua orang seperti seorang ratu.

Jangan biarkan istrimu dilihat orang dari luar seperti babu.

Jadikan Istrimu Ratu yang bersinar dimata orang.

Jika Suami yang Temani Ketika Bersalin Beruntunglah Isteri, Satu Dalam Seribu

Untunglah Isteri Jika Mempunyai Suami Yang Teman Bersalin, Satu Dalam Seribu! | Setiap pasangan pasti mahukan cahaya mata sebagai pelengkap hidup mereka. Tidak hanya itu, anak juga adalah anugerah yang terindah dihantar dari Allah untuk kita.

Namun, tahukan suami disaat-saat isteri anda ingin melahirkan zuriat anda ke dunia ini seperti apa? Betapa besarnya pengorbanan seorang isteri untuk melahirkannya.

Kepada suami yang akan menimang cahaya mata, anda patut menemani isteri anda ketika bersalin kerana banyak kebaikkan yang akan diperoleh.

Adapun kebaikan apabila suami teman isteri bersalin :

1. Meredakan debaran di hati isteri

ingin melahirkan anak mestilah saat yang mendebarkan, bukan isteri sahaja yang berdebar, malah suami juga. Kehadiran suami di sisi isteri dapat meredakan debaran yang dirasai isteri. Jadi, sama-sama dapat meredakan debaran antara satu sama lain.

2. Meredakan kesakitan isteri

Kehadiran suami di sisi juga dapat meredakan kesakitan yang ditanggung oleh isteri walaupun hanya sekadar mengusap belakang isteri ketika kontraksi atau sekadar memberi kata-kata perangsang ketika isteri sudah sakit ingin bersalin.

3. Menimbulkan keinsafan di hati suami

Secara tak langsung, boleh timbul keinsafan kepada suami apabila melihat kesakitan yang ditanggung oleh isteri dalam usaha memberikan zuriat yang diinginkan.

4. Lebih menyayangi dan menghargai isteri

Apabila melihat betapa susahnya isteri bersalin anak untuk zuriat, bertarung nyawa dan menanggung segala kesakitan, boleh memberi keinsafan kepada suami untuk lebih menyayangi dan menghargai isteri. Hargailah isteri anda, wahai sang suami.

5. Lebih menghargai keluarga

Melihat proses bersalin, boleh membuatkan kita lebih menghargai keluarga, bukan setakat kepada isteri dan anak-anak, malah juga kepada ibu yang melahirkan kita. Seperti mana kesakitan yang ditanggung oleh isteri, begitu jugalah kesakitan yang ditanggung oleh ibu saat melahirkan kita.

Bagaimana suami boleh membantu, jika takut melihat darah?

Suami yang takut melihat darah, masih boleh menemani isteri pada peringkat awal (tahap pertama proses kelahiran). Pada tahap ini, isteri akan mengalami kontraksi yang lebih kerap.

Suami boleh membantu ketika isteri ingin bersalin dengan cara:

Memegang tangan isteri untuk menenteramkannya.
Memberi kata-kate semangat untuk isteri.
Mengurut bahagian belakang isteri untuk mengurangkan kesakitan.
Mengelap muka isteri apabila berpeluh.
Membasahkan bibir dengan air atau ketulan ais serta beri air kepada isteri.

Jadi, kaum Adam sekalian, yang telah bergelar suami, adakah anda menemani istri anda ketika bersalin? Apa perasaaan anda?

Author: 
author