Kasus Anak yang L*mpuh Total Ini Memperingatkan Kita Untuk Tidak Mencium Bayi yang Baru Lahir


Kasus Anak yang Lumpuh Total Ini Memperingatkan Kita Untuk Tidak Mencium Bayi yang Baru Lahir

Melody yang kini berusia 13 tahun benar-benar dalam kondisi yang memprihatinkan. Di usianya yang 13 tahun ia hanya bisa meringkuk di kamar tidur.

Melody tak bisa berjalan, tak bisa bicara, tak bisa makan sendiri. Alicia Brooks (33), ibunya, hanya bisa menangis melihat kondisi anaknya itu.

Gadis asal Leeds, Inggris, itu mengalami lumpuh total sejak ia masih bayi. Menurut Daily Star, Melody terkena virus herpes sejak bayi. Ibu Melody, Alicia, kini berharap semua ibu di dunia belajar banyak darinya.

Melody bisa terkena herpes karena penyebab yang sepele. Hal itu diketahui oleh Alicia saat pertama kali menerima vonis dokter, bahwa anaknya terkena virus herpes.

Awalnya, Melody yang lahir pada 2004 lalu terlihat sehat dan normal. Dua minggu setelahnya, Alicia menyadari ada luka melepuh di dada dan kaki Melody.

Dipikir biasa, luka itu ternyata bertambah besar dan parah. Ia pun membawa Melody ke rumah sakit.

Alicia pun akhirnya menerima kabar buruk itu. Melody dinyatakan terkena herpes. Penjelasan dokter tak membuatnya kalah kaget. Virus itu datang melalui kebiasaan yang sepele.

Diduga, virus itu datang lewat orang-orang yang datang berkunjung, untuk melihat Melody yang baru lahir.

Nah, ada salah satu pengunjung yang mencium Melody. Virus itu pun diduga datang lewat ciuman. Yang menyedihkan, virus itu akhirnya menjadi penyebab kerusakan otak Melody.

“Dalam semua kunjungan ke rumah sakit, dokter tak berdaya untuk menyembuhkannya,” ujar Alicia.

“Dia kehilangan semua fungsi, dan kini seperti kembali menjadi bayi, mengerikan melihatnya,” katanya lagi.

Alicia kini berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran agar para ibu lebih berhati-hati dari mereka yang datang untuk melihat bayinya.

Bukan Kasus Pertama

Pada 2015 lalu, bayi bernama Brooke Henderson baru-baru ini diketahui menderita herpes setelah dicium pada bagian wajahnya.

Kejadian ini dibeberkan oleh Claire Henderson, seorang ibu asal Inggris yang tidak ingin ada bayi lain mengalami kejadian serupa.

Claire bercerita dalam akun Facebook miliknya bahwa Brooke baru berusia tiga bulan ketika tertular virus herpes secara oral. Ia diduga tertular herpes karena dicium oleh teman atau anggota keluarga yang mengunjunginya.

Setelah ceriga bahwa bayinya mengalami kondisi yang tidak sehat, Claire segera membawa Brroke ke dokter.

Dokter pun mendiagnosis Brooke terkena herpes yang ditularkan dari air liur. Virus herpes memang sangat mudah menular melalui gelas, sedotan, bahkan lipbalm.

Selain virus herpes memang mudah menular, bayi berusia di bawah dua bulan belum memiliki kekebalan tubuh yang baik. Bayi belum bisa bertahan dalam serangan virus sehingga sangat rentan terkena penyakit.

Untuk menghindari kejadin ini terulang kembali, dokter mengingatkan para ibu untuk menjaga anaknya yang masih bayi. Batasi jumlah orang yang boleh menangani bayi serta menciumnya.

Jangan perbolehkan orang untuk mencium muka bayi, terutama bagian bibir. Dari bagian bibir dan pipi virus herpes sangat mudah untuk masuk ke tubuh bayi.

======

Daftar Manfaat Ikan Lele bagi Kesehatan Anak

Di Indonesia, terdapat beragam jenis ikan yang aman dan baik dikonsumsi oleh anak. Salah satunya adalah ikan lele. Selain rasanya nikmat, ikan lele juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan anak lho, Bun.

Ikan lele banyak dibudidayakan di Indonesia, lantaran ikan ini mengandung banyak nutirisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan gizi ikan lele meliputi protein, lemak, kalsium, selenium, fosfor, natrium, kalium, serta beberapa vitamin, seperti vitamin A, B1, dan B12.

6 Manfaat Ikan Lele bagi Kesehatan Anak

Kendati memiliki bau yang amis, ikan lele merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk proses tumbuh kembang anak. Selain itu, ada beberapa manfaat ikan lele yang bisa didapatkan bila anak rutin mengonsumsinya, antara lain:

1. Mencerdaskan otak

Lemak dalam ikan lele terdiri dari banyak asam lemak omega-3. Ini merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk anak dapatkan dari makanannya. Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan lele sangat baik untuk mencerdaskan otak dan menghindarkan anak dari gangguan daya ingat atau mudah lupa.

2. Meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh

Kandungan protein pada ikan lele bisa menjadi sumber energi yang baik untuk menunjang aktivitas anak sehari-hari. Selain itu, protein juga berperan penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot dan sistem imun, serta menjadi bahan penyusun beragam hormon dan enzim tubuh.

Dalam 100 gram ikan lele terkandung sekitar 18 gram protein, sedangkan kebutuhan protein harian untuk anak berusia kurang dari 4 tahun hanya sebanyak 13 gram. Jadi, dengan membagi 100 gram ikan lele ini ke dalam 3 porsi waktu makannya, Bunda bisa memenuhi kebutuhan protein Si Kecil dalam sehari.

3. Mencegah anemia

Ikan lele sebanyak 100 gram dalam sehari telah mencukupi asupan vitamin B12 harian buah hati. Vitamin B12 yang terkandung pada ikan lele ini memiliki peranan penting dalam produksi sel darah merah. Oleh karena itu, vitamin ini penting untuk dicukupi kebutuhannya guna mencegah anemia pada anak.

4. Menyehatkan tulang dan gigi

Ikan lele adalah salah satu sumber vitamin D dan kalsium yang mudah dijumpai. Vitamin D dan kalsium ini berperan penting untuk meningkatkan kesehatan tulang dan gigi anak.

Dengan mencukupi kebutuhan harian vitamin dan mineral ini sejak masa pertumbuhan, tulang dan gigi Si Kecil bisa tumbuh dengan optimal, dan risiko ia mengalami osteoporosis serta masalah gigi di kemudian hari juga akan berkurang.

5. Menyehatkan jantung

Bunda perlu tahu bahwa penyakit jantung tidak hanya mengintai orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalami penyakit ini. Untuk menjaga jantung Si Kecil tetap sehat, asupan protein dan asam lemak omega-3 dari ikan, termasuk ikan lele, bisa menjadi salah satu kuncinya.

6. Melindungi sistem saraf

Ikan lele termasuk jenis ikan yang rendah merkuri. Dalam kadar yang tinggi, merkuri bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti kerusakan saraf, terutama pada anak-anak.

Nah, karena kandungan merkuri ikan lele rendah, Si Kecil tetap bisa mendapatkan manfaat ikan tanpa berisiko mengalami gangguan karena kelebihan merkuri.

Dengan mengetahui informasi di atas, kini Bunda tidak perlu ragu lagi untuk memberikan ikan lele ke dalam menu harian Si Kecil. Walau harganya lebih murah dibandingkan ikan salmon, nyatanya ikan lele tidak kalah bermanfaat dalam menunjang proses tumbuh kembang anak.

Meski begitu, jangan lupa untuk tetap memperhatikan cara mengolah ikan lele ya, Bun. Ikan lele memang populer disajikan dalam bentuk pecel lele. Namun, memberikan ikan lele goreng terus-menerus tentu dapat meningkatkan asupan lemak jenuh yang tidak sehat dari minyak goreng.

Jadi, cobalah mengolah ikan lele dengan cara lain, mulai dari direbus, ditumis, dikukus, atau dipanggang. Apa pun cara memasaknya, ikan ini tetap enak dan cocok dimakan kapan saja, kok.

Bila Bunda masih memiliki pertanyaan mengenai ikan lele dalam menu makanan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter gizi. Dokter bisa merekomendasikan menu sehat dengan ikan lele dan berbagai sumber nutrisi lainnya untuk makanan buah hati sehari-hari.

======

Wanita yang Sedang Menstruasi Dilarang Cuci Rambut: Mitos atau Fakta?

Ada banyak mitos yang beredar tentang wanita yang sedang menstruasi. Salah satunya adalah larangan untuk mencuci rambut atau keramas selama tamu bulanan datang. Lantas, benarkah tidak boleh keramas saat sedang haid?

Keramas adalah bentuk perawatan rambut yang seharusnya dilakukan secara rutin. Selain berguna untuk menghilangkan kotoran dan minyak pada kulit kepala, keramas juga dapat mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri yang lebih mudah tumbuh pada kulit kepala berminyak.

Cuci Rambut Saat Menstruasi Boleh Dilakukan

Walau tujuan keramas sangat baik untuk kesehatan dan menjaga penampilan, tidak sedikit wanita yang percaya bahwa cuci rambut atau keramas saat menstruasi bisa berbahaya bagi kesehatan.

Sebagian dari mereka percaya bahwa saat sedang menstruasi, pori-pori di kulit kepala akan terbuka lebar, sehingga keramas pada waktu ini bisa memicu sakit kepala. Sebagian lainnya menganggap bahwa keramas saat menstruasi bisa memperbanyak darah haid yang keluar atau sebaliknya, menghambat aliran darah.

Sebenarnya anggapan tersebut adalah mitos belaka yang tidak perlu kamu percaya. Hingga saat ini pun belum ada penelitian maupun studi kasus yang melaporkan bahaya dari keramas ketika sedang haid.

Justru, cuci rambut saat haid perlu lebih sering dilakukan daripada biasanya. Hal ini karena saat menstruasi, produksi sebum atau minyak di kulit kepala akan meningkat. Jadi, saat menstruasi kamu mungkin akan merasa rambutmu lebih mudah lepek dibandingkan dengan saat sedang tidak menstruasi.

Bayangkan jika selama haid kamu tidak keramas, sementara umumnya waktu menstruasi adalah 2–7 hari. Minyak pada kulit kepalamu bisa menumpuk dan menyebabkan peradangan. Akibatnya, kamu bisa mengalami gatal-gatal pada kulit kepala, ketombe, dan aroma tidak sedap pada rambut.

Selain tidak boleh keramas, ada pula mitos yang mengatakan bahwa selama menstruasi wanita dilarang untuk mandi. Larangan ini sama sekali tidak beralasan dan tidak perlu diikuti, ya. Faktanya, mandi saat haid, terutama menggunakan air hangat, dapat membantu meredakan kram perut dan melancarkan aliran darahmu.

Tips Menjaga Kebersihan Saat Menstruasi

Menjaga kebersihan justru harus ditingkatkan saat kamu haid. Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti, di antaranya:

  • Gunakan pembalut dan ganti setiap 3 atau 5 jam sekali.
  • Bila kamu menggunakan pembalut sekali pakai, bungkus pembalut bekas dengan kantong plastik atau kertas, lalu buang di tempat sampah.
  • Bila kamu menggunakan menstrual cup atau menstrual pad yang bisa digunakan kembali, cuci bersih menggunakan sabun dan jemur di bawah sinar matahari hingga kering sebelum menggunakannya kembali.
  • Tetap rutin mandi 2 kali sehari.
  • Cuci rambut atau keramas jika rambutmu dirasa lepek.
  • Bersihkan daerah kewanitaan setelah buang air kecil, buang air besar, atau saat mengganti pembalut. Pastikan kamu mendahulukan membasuh vagina daripada anus, bukan sebaliknya.
  • Jangan lupa untuk cuci tangan dengan sabun hingga bersih setiap selesai dari kamar mandi dan sebelum melakukan aktivitas selanjutnya.

Dengan mengetahui informasi di atas, kini kamu tidak perlu ragu untuk mandi atau keramas saat haid, ya. Sedang menstruasi atau tidak, kebersihan diri sendiri tetap harus dijaga, agar kamu tetap terlindungi dari beragam jenis penyakit.

Tags: #jangan mencium bayi yang baru lahir #manfaat ikan lele bagi kesehatan anak #wanita sedang menstruasi dilarang cuci rambut