Keluar Uang Banyak, 30 Orang Geruduk Rumah Ustaz Yusuf Mansur, Minta Kejelasan Investasi Batu Bara


Sebagian dari pengurus dan jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata, Bogor, Jawa Barat, menggeruduk kediaman Yusuf Mansur di Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang, pada Senin (20/1/2022) pagi.

Sebanyak 30 orang yang menggeruduk kediaman Yusuf Mansur, untuk meminta kejelasan soal investasi batu bara.

Mereka meminta Yusuf Mansur agar bisa diajak berdialog.

Namun, mereka hanya ditemui oleh orang yang mengaku sebagai kuasa hukum ustaz kondang itu.

Sekretaris Yayasan Pelita Lima Pilar, Herry M Joesoef mengatakan, sebanyak 250 pengurus dan jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata, Bogor mengaku mengikuti program investasi yang diinisiasi Jamaan Nurchotib Mansur, alias Ustaz Yusuf Mansur.

Ia berujar bahwa ratusan orang itu mengikuti program investasi bisnis batu bara.

Untuk diketahui, yayasan yang bergerak di bidang keagamaan itu kini mendampingi para jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata dalam menangani masalah mereka dengan Yusuf Mansur.

“Ada program investasi batu bara, yang melibatkan jemaah dan pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur,” ucap Herry saat dikonfirmasi, Senin (20/6/2022).

“Sebanyak 250 orang yang mengikuti investasi tersebut,” sambungnya.

Menurut Herry, ratusan jemaah dan pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata itu mengeluarkan uang untuk investasi dengan nominal yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, seorang marbot Masjid Darussalam Kota Wisata disebut mengeluarkan jutaan rupiah untuk investasi itu.

Sedangkan, kata Herry, seorang jemaah masjid tersebut yang berinisial Z menggelontorkan uang hingga Rp 80 juta untuk investasi batu bara tersebut.

“Besarannya (investasi) enggak sama. Kalau marbot masjid, itu ya paling nilainya (investasi) jutaan rupiah. Tapi kalau seperti Pak Z, seorang lawyer, dia mengeluarkan uang Rp 80 juta (investasinya),” urai dia.

Uang investasi tersebut dibayarkan dalam rentang waktu 2009 hingga 2010.

Herry menyatakan, mereka berinvestasi di program Yusuf Mansur itu karena dijanjikan keuntungan.

Menurut dia, keuntungan yang ditawarkan kepada setiap investor berbeda-beda, tergantung besaran investasi mereka.

“Banyak keuntungannya (yang dijanjikan Yusuf Mansur kepada para investornya), di atas 20 persen,” tuturnya.

Kata Herry, keuntungan itu seharusnya didapatkan oleh setiap investor program tersebut setiap bulannya.

Sebab, perusahaan batu bara yang diduga menerima investasi itu mengirimkan batu bara per bulan.

“Bukan (per tahun), tapi per bulan. Jadi per bulan ada proposal baru, begitu,” ucapnya.

Ustadz Yusuf Mansur Dituntut Ganti Rugi Imateriil Rp 250 Juta, Nawar Jadi Rp 1 Juta Per Penggugat

Mediasi kasus wanprestasi investasi hotel haji/umrah, yang melibatkan Jema’ah Ustadz Yusuf Mansur, di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kota Tangerang, gagal dilakukan.

Mediasi itu gagal dilakukan karena Yusuf Mansur enggan menyepakati ganti rugi imateriil sebesar Rp 250 juta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kuasa hukum penggugat Yusuf, Ichwan Tony.

“Mediasi terakhir itu tanggal 14 April (2022) kemarin. Cuma, hasilnya (mediasi) tidak ada kesepakatan, deadlock,” kata Ichwan mengutip Kompas.com, Kamis (9/6/2022).

Menurut Ichwan, ganti rugi imateriil sebesar Rp 250 juta itu adalah penawaran terakhir timnya, kepada pihak tergugat.

Selain itu, kuasa hukumnya juga meminta agar Yusuf Mansur dkk membayarkan uang ganti rugi para penggugatnya sebesar nilai investasinya terdahulu.

Dengan demikian, investor (sekaligus penggugat) yang berinvestasi Rp 10 juta diganti rugi sebesar Rp 10 juta.

“Kita minta kembalikan pokoknya saja, yang Rp 10 juta ya Rp 10 juta, yang Rp 12 juta ya Rp 12 juta. Itu sudah enak,” ucap Ichwan.

“Tapi, kita minta kerugian imateriil tetap ada, yang tadinya (minta kerugian imateriil) Rp 500 juta, kita minta Rp 250 juta. Itu sudah ringan banget, masuk akallah itu,” sambungnya.

Namun, tawaran itu ditolak oleh kuasa hukum Yusuf Mansur dkk.

Menurut Ichwan, kuasa hukum Yusuf Mansur dkk hanya hendak mengembalikan uang para penggugatnya sebesar nilai investasinya terdahulu dan ditambahkan Rp 1 juta per penggugat.

“Mereka maunya ngasih Rp 10 juta plus kerahiman Rp 1 juta. Yang Rp 12 juta juga begitu, dikasih Rp 1 juta. Itu menurut kami tidak adil,” ujar Ichwan.

Karena mediasi tersebut gagal, kasus wanprestasi itu kembali memasuki persidangan perdata.

Ichwan menyebutkan, timnya kembali meminta ganti rugi sesuai petitum, yakni kerugian materiil sebesar Rp 285,36 juta dan imateriil Rp 500 juta.

Di sisi lain, tim kuasa hukum para penggugat itu mengaku tetap membuka peluang jalur damai sebelum putusan sidang.

“Kami masih membuka peluang untuk islah, dalam arti kalau misal mereka berubah pikiran di dalam proses persidangan sebelum putus, ya kita terima. Tapi kalau tetap kekeuh, ya sesuai gugatan kita,” urai Ichwan.

Duduk perkara kasus wanprestasi

Ichwan sebelumnya berujar, ke-12 orang kliennya (penggugat) melayangkan gugatan terhadap Yusuf Mansur dkk karena para tergugat tak kunjung mencairkan dana hasil investasi para penggugat.

Padahal, hotel dan apartemen haji/umrah yang dibangun menggunakan dana investasi para penggugat sudah berwujud, yakni Hotel Siti.

Oleh karena itu, para penggugat melayangkan gugatan perdata kasus wanprestasi, bukan melaporkan Yusuf Mansur dkk atas tindak pidana penipuan.

Ichwan menjelaskan, Yusuf Mansur dkk digugat melanggar Pasal 1365 Kitab undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer).

Kembali Terjerat Masalah, Ustaz Yusuf Mansur Diduga Kabur setelah Terima Uang Investasi Puluhan Juta

Ustaz kondang ternama, Ustaz Yusuf Mansur diduga kabur setelah menerima uang investasi puluhan juta dari TKW.

Hal tersebut diakui setelah TKW Hong Kong memberikan pengakuan bahwa ia terjebak investasi oleh Ustaz Yusuf Mansur.

TKW Hong Kong bernama Dami itu mengaku sudah menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta untuk investasi pada Ustaz Yusuf Mansur.

Kejadian itu berawal saat Dami menghadiri pengajian Ustaz Yusuf Mansur pada 2014 lalu.

Seperti biasa, dalam ceramah atau pengajian yang diadakan Ustaz Yusuf Mansur, ia biasa memberikan tawaran untuk ikut investasi atau bahkan bersedekah.

Hingga saat itu, Dami tertarik saat Ustaz Yusuf Mansur menawarkan jamaahnya untuk melakukan investasi.

“Saya sebenarnya bukan penggemar Yusuf Mansur. Hanya pengin ikut pengajian. Karena saat pengajian itu ada tawaran investasi nabung tanah dari Yusuf Mansur akhirnya saya bersama dengan kawan-kawan yang lain ikut.

TKW tersebut akhirnya memberikan uang Rp 10 juta kepada Ustaz Yusuf Mansur.

“Saya menyetor Rp10 juta untuk investasi empat meter,” ujar Darni dikutip dari kanal Youtube JIA TV.

Saat itu, Yusuf Mansur menjanjikan Dami akan melakukan sistem bagi hasil pada investor setiap tahunnya.

Namun, setelah beberapa kali setor, TKW tersebut malah kesulitan ketika hendak menghubungi ustaz Yusuf Mansur.

Dami mengaku niatnya mengeluarkan uang cukup besar itu diperuntukan investasi, bukan untuk bersedekah.

Ia pun lantas meminta agar Pendakwa tersebut mengembalikan uangnya seperti yang dijanjikan sebelumnya

“Saya niatnya investasi, bukan sedekah. Jadi, ya, tetap meminta uang itu dikembalikan berikut dengan komitmen di awal ia menjanjikan,” jelasnya.

Sementara itu sebelumnya dikabarkan jika ada sekitar 60 investor dari berbagai investasi Ustaz Yusuf Mansur yang akan menggeruduk kediamannya di Ketapang, Tangerang.

Selain itu, para korban yang menggugat Yusuf Mansur menduga telah melakukan ingkar janji alias wanprestasi atas dana investasi uang patungan usaha hotel haji dan umrah.

Bangga Dapat Sedekah Rp 926 Juta, Ustaz Yusuf Mansur Kini Gigit Jari, Ternyata Pemberinya Koruptor

Ustaz Yusuf Mansur kepergok dapat sedekah ratusan juta dari seorang koruptur.

Hal tersebut diketahui setelah potongan ceramah Ustaz Yusuf Mansur kembali viral di media sosial.

Dalam ceramahnya, Ustaz Yusuf Mansur sempat membanggakan soal sedekah ratusan juta dari seorang teman.

Ia mengungkap jika teman tersebut memang memiliki hobi sedekah sampai ratusan juta lewat cek.

“Teman saya pengusaha buka cek tunai buat saya, Rp 926 juta. Apa kata dia, ‘Suf, doain ya ini baru buntutnya’ gitu.”

“Gue mikir kepalanya berapa nih buntutnya segitu,” ujar Yusuf Mansur dilansir dari YouTube Detektif Dhi yang diposting 2 Mei 2022, Minggu (29/5/2022).

Ustaz Yusuf Mansur kemudian membeberkan saat temannya dulu merintis usaha, tak ada seorang pun yang percaya padanya.

Sosok teman yang dimaksud Ustaz Yusuf Mansur itu ternyata adalah Rennier Latief.

“Temen saya Rennier Latief namanya,” bangga Yusuf Mansur.

Dengan bangga, Ustaz Yusuf Mansur menyebut jika Rennier Latief adalah seorang pengusaha sukses.

Rennier Latief juga disebut memiliki pesawat pribadi untuk berpergian ke luar negeri.

“Kalau mau ke Amerika ya dia pergi aja ke garasi pribadi dia di Halim. Pesawat dia sendiri,” beber Yusuf Mansur.

Pernyataan Yusuf Mansur ini lah yang kemudian menjadi perhatian.

Sebab, belakangan ini diketahui Rennier Latief ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi asuransi Asabri.

Rennier bahkan telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung, untuk ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung terhitung sejak 11 Maret 2022.

Sebelum itu, teman Ustaz Yusuf Mansur ini juga pernah dituntut perihal korupsi PT Danareksa Sekuritas.

Namun, saat di tingkat kasasi ia dilepas oleh Mahkamah Agung berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 328 K/Pid.Sus/2022 tanggal 7 Maret 2022.

Ngaku ditipu Wirda Mansur, pria ini dapat ancaman dari Ustaz Yusuf Mansur

Seorang pria bernama Fredi mendadak memberi pengakuan soal Ustaz Yusuf Mansur dan putrinya, Wirda Mansur.

Fredi mengatakan dirinya menjadi korban penipuan investasi oleh Wirda Mansur.

Sudah ditipu, Fredi justru diintimidasi dan mendapatkan ancaman dari Ustaz Yusuf Mansur.

Semua diceritakan oleh Fredi saat diwawancara dalam kanal YouTube Cahaya Islam pada baru-baru ini.

Fredi menuturkan, dirinya sempat beberapa kali mendatangi kediaman Yusuf Mansur untuk membicarakan persoalan ini.

“Karena nggak dikasih alamat kantor, ya saya cari alamat rumahnya.

Saya datang ke rumah Wirda Mansur, cuma kan Wirda Mansur serumah sama si Yusuf Mansur, gitu.

Saya juga nggak tahu sebenarnya masalah Yusuf Mansur,” ungkapnya dikutip TribunStyle.com, Selasa, 24 Mei 2022.

Penipuan yang dimaksud Fredi adalah terkait dengan bisnis investasi crypto I Coin yang didirikan Wirda Mansur.

Fredi lantas membeberkan kronologinya.

Awal mulanya Ustaz Yusuf Mansur beritikad baik dengan menyampaikan akan mengganti kerugian yang ia alami.

Namun, yang terjadi selanjutnya adalah Fredi merasa diintimidasi ketika Ustaz Yusuf Mansur memergokinya kerap mengambil video di rumah sang dai kondang.

Fredi menjelaskan, smartphone miliknya disita dan video-video yang sempat diambilnya dihapus langsung oleh Ustaz Yusuf Mansur.

Bahkan, dirinya mengaku juga sempat mendapat ancaman serangan fisik dari Ustaz Yusuf Mansur.

“Sebelum itu saya memang memvideokan kegiatan Yusuf Mansur di depan rumahnya, ada banyak polisi lah,” terangnya.

“Setelah itu di luar Yusuf Mansur mempermasalahkan video saya, saya diintimidasi, diancam, main fisik.

Main fisik di sini artinya ya memprovokasi saya, dia bilang ‘ini kalau lutut bisa kena muka’.

Kemudian HP saya disita, dipaksa tanda tangan, disuruh segera proses saja,” lanjut Fredi dilansir TribunStyle.com dari kanal YouTube kanal YouTube Cahaya Islam.

Sayangnya, sampai saat ini Ustaz Yusuf Mansur maupun Wirda Mansur belum memberikan keterangan apa pun atas tuduhan Fredi.

Ustaz Yusuf Mansur sendiri memang sempat terseret dan mendapat tuduhan terkait penipuan terhadap jemaahnya mulai dari investasi hingga patungan usaha.

Namun Ustaz Yusuf Mansur berkali-kali membantah dan meminta kepada semua pihak yang merasa dirugikan agar melaporkan ke polisi dengan melampirkan bukti.

Pernyataan itu disampaikan Yusuf Mansur melalui unggahan akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.

“Saya udah persilahkan jauh-jauh hari, ke polisi aja.

Ke hukum, biar tahu siapa sih yang nipu, siapa sih yang sebenernya bermain.

Mangga. Adapun saya mah lah, siapa sih.. masih untung cuma disebut penipu. Alhamdulillah,” tulis Ustaz Yusuf Mansur.