Ketika Harga Diri Suami Di*njak-inj*k Oleh Istri. Sebuah Renungan yang Sangat Menyentuh


Ketika Harga Diri Suami Diinjak-injak Oleh Istri. Sebuah Renungan yang Sangat Menyentuh

Saya seorang laki-laki (37) berasal dari keluarga yang disiplin, religius dan cukup terpandang di desa saya. Saya sarjana bekerja pada perusahaan BUMD di ibu kota propinsi (merantau), dengan gaji yang cukup untuk menghidupi saya beserta istri dan satu anak.

Istri saya (27) adalah hasil perjodohan oleh paman, dan berasal dari keluarga pas-pasan dengan pendidikan SLTA. Setelah berlangsung 7 tahun mengarungi biduk rumah tangga banyak riak dan gelombang yang saya hadapi.

Yang menjadi masalah adalah perbedaan cara pandang kami soal masa depan. Saya menganggap istri saya tak mau belajar dari kelemahan atau kejadian yang telah terjadi. Padahal, bukankah orang pintar mengatakan pengalaman adalah guru terbaik? Ia tidak mau menerima pandangan dari saya. Sebaliknya, istri saya sangat menghargai ucapan, atau nasihat itu dari ibu atau ayahnya. Lalu apa artinya saya sebagai suami?

Bukan sekali dua kali saya menasihati atau mengajari tapi istri memang wanita keras kepala. Ia juga menolak saran saya untuk mencari kerja agar bisa menabung untuk persiapan masa depan.

Jika hal ini saya bicarakan dengan orangtuanya, mereka malah membela anaknya dan membanding-bandingkan dengan pasangan yang lain yang istrinya juga tak bekerja tetapi toh dapat tetap hidup sejahtera.

Komunikasi antara saya, istri dan mertua tidak terjalin dengan baik karena setiap ide saya tidak ditanggapi dengan baik. Dia beranggapan saya ingin mengatur.

Yang membuat saya lebih risau, perlakuan mertua dan istri terhadap saya ini berpengaruh kepada cara pandang tetangga dan kerabat menilai diri saya. Kini, saya makin jarang dimintai pendapat bila ada masalah atau akan ada acara di kampung. Padahal, dahulu saya adalah rujukan utama mereka. Ini, kan merusak harga diri saya, Bu.

Beberapa kali saya mengajukan usul untuk bercerai, kalau sudah demikian, sikap mertua dan istri akan membaik. Tetapi hanya untuk sementara waktu saja. Sesudahnya, ya kembali seperti semula. Umur saya sudah mendekati 40, istri pun sudah bukan anak-anak lagi, tetapi mengapa kok kami tak bisa berinteraksi secara dewasa? Harus menunggu sapai usia berapakah hingga kedewasaan itu datang?

Saya ingin cerai Bu, tetapi seringkali saya ragu karena ingat anak yang pasti akan menderita karena perpisahan kami. Akan tetapi, membayangkan saya harus hidup lebih lama dalam situasi begini, membuat saya benar-benar merasa drop!

Kapan sebenarnya seseorang itu boleh, atau pantas, atau malah sudah seharusnya bercerai dan masyarakat tidak menghakimi ini sebagai kesalahan suami, Bu? Kok saya merasa lingkungan ini berpihak pada wanita ya Bu. Saran Ibu saya tunggu. Terima kasih.

Joko di X

Mas Joko yth,
Setiap hari yang berlalu akan otromatis membuat kita semakin tua. Tetapi menjadi dewasa, sesungguhnya adalah sebuah pilihan. Bila bertambahnya usia tidak disertai kehendak dalam diri untuk menjadi semakin dewasa, maka makin tua tak akan otomatis membuat seseorang jadi dewasa. Buat saya, dewasa adalah sebuah proses, to become kalau bahasa kerennya, dan bukan sebuah keadaan (to be).

Karena menjadi dewasa adalah sebuah proses, maka butuh upaya berkelanjutan untuk memelihara agar tidak terhenti di sebuah tahapan saja. Dan semakin hari mestinya ditandai oleh makin ikhlasnya kita untuk menerima kenyataan bahwa hidup ini adalah rangkaian dari pembuatan keputusan-keputusan yang tersedia di hadapan kita. Selain itu kita juga seharusnya semakin menyadari dan akhirnya makin berani mengambil tanggung jawab penuh atas konsekuensi yang ditimbulkan oleh pilihan yang kita ambil.

Menyalahkan lingkungan, menganggap diri adalah korban dari keputusan yang diambilkan orang lain untuk kita, pada hemat saya menunjukkan bahwa kita masih perlu kerja keras untuk sampai pada tingkat kedewasaan yang memadai.

Dari surat Anda, saya berpendapat Anda gamang akan penghayatan peran Anda sebagai seorang suami, menantu, serta anggota masyarakat yang amat butuh penghargaan, tetapi tak kunjung memperolehnya. Akibatnya, perasaan positif terhadap diri lalu melemah dan Anda kemudian merasa ‘power’ sebagai individu juga ikut melorot.

Dua hal yang saya harap akan membantu Anda untuk segera mengatasi masalah ini adalah mengubah gaya komunikasi saat berinteraksi dengan istri dan keluarganya. Faktor kedua, mengubah pemahaman Anda tentang apa yang disebut harga diri dalam kaitannya dengan citra diri dan rasa percaya diri.

Harga diri tidak pernah bisa dicederai oleh orang lain tanpa izin Anda, Mas Joko. Artinya, harga diri hanya bisa turun kalau kita memang mengizinkan orang untuk meremehkan dan menghina kita. Bagaimana cara orang lain memperlakukan Anda akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana Anda memperlakukan orang-orang yang berinteraksi dengan Anda.

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh kita adalah berharap orang lain akan terlebih dahulu menghargai kita dan membuat kita merasa punya ‘harga’ yang tinggi. Kita lupa bahwa orang lain juga punya kebutuhan yang sama, kan? Maka, apa salahnya kalau dalam rangka menghargai diri dan menghormati diri sendiri, kita mendahului menampilkan sikap hormat pada lingkungan?

Pemahaman, kesediaan untuk selalu mencari sisi kelebihan orang lain, sembari menyadari bahwa tak ada orang yang memang tepat sama dengan kita cara berpikir dan memandang suatu masalah, pasti akan membawa Anda pada peluang lebih besar untuk merasa nyaman berada di lingkungan Anda.

Ketika ini terjadi, maka Anda pun akan memancarkan energi-energi positip pada lingkungan. Ini ditandai oleh kalimat-kalimat yang tidak sinis atau mencela, kemampuan untuk mengucapkan maaf kalau memang Anda yang khilaf. Anda jadi lebih mahir bertoleransi pada orang lain, dan ketika Anda mampu membuat orang lain nyaman berada bersama-sama Anda, percaya deh Mas joko, wibawa Anda akan muncul.

Jembatan paling utama bagi semua ini memang adalah komunikasi, yaitu bagaimana kita mencerimati apa yang sampai ke telinga, mata dan indera kita yang lain dan kemudian menafsirkannya. Mendengarkan itu jauh lebih penting dari bicara. Karena kalau kita terbiasa mendengar dengan menyimak, kita akan makin tahu, apa sebenarnya yang orang lain harapkan dari kita.

Nah, cobalah ubah gaya Anda ketika menyampaikan gagasan. Hindari pemakaian bahasa tinggi-tinggi ketika mau berdiskusi tentang masa depan. Misalnya, tanyakan pada istri apa yang ia inginkan untuk dijadikan tujuan dari perkawinan ini, 10 atau 15 tahun mendatang.

Ajak istri dan mertua untuk merasa bahwa mereka dilibatkan dalam apa saja keputusan yang ingin Anda ambil dalam rumah tangga Anda. Dengan demikian Anda akan terasa makin demokratis di mata mereka. Bila ini dapat terjadi, saya yakin sikap penolakan ataupun negatifi dari istri dan mertua akan berangsur menghilang.

Jadikanlah bercerai sebagai pilihan terakhir, Mas. Mudah-mudahan dengan gaya interaksi yang lebih mampu mengakomodasi perbedaan antara Anda dan lingkungan istri, Anda akan segera merasakan bahwa bukan power yang merupakan kebutuhan utama Anda, melainkan rasa nyaman karena Anda merasa diterima sekaligus dihargai sebagai suami maupun menantu. Salam hangat.

======

Mengenal 7 Manfaat Jujube bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat jujube bagi kesehatan tubuh sangatlah menarik. Bagaimana tidak, buah ini rendah kalori tapi kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Jujube juga memiliki tampilan yang khas. Ketika matang, jujube berbentuk seperti kurma yang berwarna merah keunguan.

Jujube adalah buah kecil dari pohon Ziziphus jujuba yang banyak tumbuh di Asia Selatan. Karena bentuknya, buah ini dikenal dengan sebutan kurma merah atau kurma Cina. Jujube memiliki cita rasa yang manis dan tekstur yang kenyal.

Kandungan Nutrisi Jujube

Beragam manfaat jujube bisa Anda peroleh dari nutrisi yang terkandung di dalamnya. Dalam 100 gram atau 3 buah jujube terdapat sekitar 79 kalori dan berbagai macam nutrisi yang meliputi:

  • Karbohidrat
  • Serat
  • Kalium
  • Vitamin, seperti vitamin C dan A.

Jujube juga kaya akan aktivitas antioksidan dari senyawa bioaktif yang dikandungnya, seperti flavonoid, saponin, polisakarida, dan asam triterpenat. Di samping itu, vitamin C dalam jujube juga bertindak sebagai antioksidan.

Beragam Manfaat Jujube

Di bawah ini adalah beragam manfaat jujube yang bisa Anda dapatkan:

1. Meningkatkan kualitas tidur

Salah satu manfaat jujube yang paling terkenal adalah untuk meningkatkan kualitas tidur, terutama bagi penderita insomnia dan berbagai masalah tidur lainnya yang berkaitan dengan stres dan kecemasan.

Antioksidan dalam jujube, tepatnya flavonoid dan saponin, dipercaya mampu menurunkan aktivitas sistem saraf dan meningkatkan hormon yang dapat menenangkan pikiran. Khasiat ini akan memperbaiki kualitas dan lamanya tidur.

2. Melindungi fungsi otak

Selain meredakan kecemasan, senyawa aktif yang sama dalam jujube juga diduga dapat melindungi fungsi otak. Senyawa ini berpotensi dalam melindungi sel saraf dari kerusakan, membantu meningkatkan daya ingat, dan melindungi otak dari gangguan kognitif, seperti penyakit Alzheimer.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Beberapa senyawa yang terkandung di dalam jujube, seperti saponin, flavonoid, dan polisakarida, memiliki manfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Senyawa-senyawa ini bekerja dengan cara menurunkan inflamasi dan proses oksidasi yang diketahui dapat melemahkan komponen sistem imun dan membuat kita mudah terserang penyakit.

4. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Kadar serat pada jujube tergolong tinggi, bahkan mengalahkan apel. Serat ini diketahui mampu mempercepat pergerakan makanan melalui saluran pencernaan, melembutkan tinja, dan meningkatkan jumlah bakteri baik atau probiotik usus, sehingga sangat baik untuk kesehatan pencernaan.

Selain itu, senyawa aktif pada ekstrak jujube diduga dapat memberikan perlindungan pada dinding organ sistem pencernaan, mulai dari lambung hingga usus besar. Khasiat ini dapat melindungi sistem pencernaan kita dari tukak lambung, radang usus, dan infeksi bakteri berbahaya.

5. Menurunkan risiko kanker

Senyawa bioaktif yang terkandung di dalam jujube, seperti saponin, flavonoid, polisakarida, dan triterpenoid telah terbukti mampu memperlambat pertumbuhan dan bahkan membunuh beberapa jenis sel kanker. Contohnya adalah kanker ovarium, kanker serviks, kanker payudara, kanker hati, kanker usus besar, dan kanker kulit.

6. Mendukung kesehatan jantung

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa jujube terbukti mampu mendukung kesehatan jantung dengan cara menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Selain itu, jujube juga dapat mencegah penumpukan lemak atau aterosklerosis yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, mulai dari penyempitan pembuluh darah tangan, penyakit jantung koroner, hingga stroke.

7. Menurunkan kadar gula darah

Jujube juga diketahui dapat menurunkan gula darah. Menurut penelitian, khasiat jujube untuk menurunkan gula darah didukung oleh kandungan vitamin A-nya yang dapat meningkatkan penyerapan gula darah ke dalam sel tubuh. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko mengalami penyakit diabetes.

Buah jujube bisa dikonsumsi mentah sebagai camilan sehat, tetapi sering juga dikeringkan untuk dijadikan permen, teh, dan suplemen. Namun, perlu diingat bahwa buah jujube yang sudah dikeringkan umumnya lebih tinggi kalori dan gula daripada buah yang segar.

Apabila Anda masih ragu untuk mengonsumi buah jujube karena memiliki kondisi kesehatan tertentu, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsinya.

Tags: #harga diri suami diinjak-injak #manfaat jujube bagi kesehatan