Kisah Haru Seorang Supir Bus, Rela Pakai Br* Agar Bisa Gendong Putri Kecilnya Sebelum Kerja


Kisah Haru Seorang Supir Bus, Rela Pakai Bra Agar Bisa Gendong Putri Kecilnya Sebelum Kerja

Perjuangan seorang ayah tidak pernah ada duanya. Cinta dan kasih sayang seorang ayah yang rela melakukan segala hal untuk anak-anaknya memang selalu menarik simpati.

Seperti kisah seorang ayah yang juga berprofesi sebagai driver bus. Jarang pulang ke rumah karena harus melalang buana mengantarkan para penumpangnya dengan selamat, ayah muda yang tak disebutkan namanya ini melukis cerita baru penuh haru.

Viral Dua Wanita Remake Video Keong Racun, Banyak yang Bilang Mirip Banget sama Sinta-Jojo
Beredar di berbagai media sosial, perjuangan seorang ayah agar bisa menggendong putri kecilnya sebelum berangkat kerja ini pun berhasil menyita perhatian publik.

Dilansir dari laman Instagram @berbagaisemangat pada Rabu (18/8/2021), tak segan ayah muda ini rela mengenakan pakaian dalam alias bra istrinya agar bisa menggendong dan memeluk putri cantiknya dengan hangat. Simak kisah selanjutnya.

Media sosial baru saja digemparkan dengan video viral yang memperlihatkan penampilan seorang ayah yang rela berpura-pura memakai pakaian istrinya demi menggendong sang anak yang kerap rewel.

Tak mau digendong ayahnya, pria ini berpura-pura menjadi istrinya agar bisa menggendong bayinya dengan hangat.

Perjuangan banget, video viral yang menunjukkan usaha sang ayah itu diuanggah oleh sang istri melalui akun TikTok Winsya30.

Dalam video tersebut, pria itu tampak mengenakan bra berwarna hitam dan dalaman berwarna putih milik istrinya. Ia menggendong sang anak yang masih bayi itu dengan kain jarik berwarna merah.

“ Pura-pura pakai bra, soalnya anak gamau kalau gak digendong mamanya. Btw maaf ya paa, makasih sudah bantuin momong,” tulis istrinya dalam video Tiktok tersebut.

Tak hanya itu, perjuangan ayah tersebut juga terlihat ketika ia mengayun-ayunkan anaknya bak seorang ibu sambil mengipas pelan-pelan. Manis banget.

Berdasarkan keterangan dalam video, putri kecilnya itu kerap rewel jika digendong oleh ayahnya. Sehingga pria tersebut berinisiatif melakukan cara itu agar bisa menggendong sang putri.

“ Maaf tapi anakku memang setiap digendong papanya selalu nangis, makanya diakali begini baru diem,” tulis sang istri pada kolom komentar.

Bagikan kisah haru penuh perjuangan, video itu pun sontak ramai. Sekitar 1,6 juta pengguna TikTok bahkan telah menyaksikan video itu dalam waktu satu hari saja.

Video ini menuai beragam komentar dari para warganet yang salut dengan pria tersebut. “ Bapaknya kreatif,” komentar seorang warganet.

Dandan Sendiri untuk Resepsi Pernikahan, Makeup Cewek Ini Tuai Pujian

Kalau menurut Diazens gimana nih perjuangan ayah muda ini? Mau dikasi nilai berapa? Bisa komentar di bawah ya…

======

Penyebab Sering Merenung dan Cara Mengatasinya

Terkadang, merenung memang baik untuk diri kita. Namun, ada juga jenis merenung yang cenderung berisi pemikiran negatif dan tentunya tidak baik untuk kesehatan mental. Pernahkah kamu mengalaminya? Yuk, cari tahu di sini.

Merenung adalah ketika seseorang memikirkan suatu hal secara terus-menerus dan mendalam. Ketika yang dipikirkan adalah sesuatu yang baik, misalnya cara-cara untuk menghentikan kebiasaan buruknya atau introspeksi diri, tentunya efeknya akan baik untuk dirinya.

Namun, perenungan yang akan kita bahas di sini adalah yang berisi pikiran negatif. Pikiran-pikiran ini datang terus-menerus, berputar-putar, dan sulit untuk dihentikan, meski orang tersebut sebenarnya sudah tidak mau memikirkannya. Hal ini tentu bisa membuat dirinya merasa tertekan dan dihantui dengan hal-hal tersebut.

Ini Penyebab Sering Merenung

Kebiasaan merenung bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ini memang lebih sering dialami penderita beberapa jenis gangguan mental, misalnya OCD, PTSD, depresi, ketergantungan minuman beralkohol, dan gangguan makan. Sering kali, kebiasan ini memperparah kondisi gangguan mentalnya.

Dalam sebuah penelitian, merenung paling sering terjadi pada wanita sebagai reaksi terhadap kesedihan. Sedangkan bagi laki-laki, biasanya merenung menjadi wadah untuk meluapkan emosi ketika sedang marah. Selain itu, seseorang juga bisa sering merenung karena alasan berikut ini:

  • Sedang menghadapi masalah yang berada di luar kendalinya
  • Memiliki kepercayaan bahwa dengan memikirkan sesuatu secara berulang-ulang, ia dapat menemukan jalan keluar dari masalahnya
  • Memiliki riwayat trauma fisik maupun mental
  • Memiliki karakteristik kepribadian tertentu, seperti perfeksionis

Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Merenung

Merenung dengan pikiran-pikiran yang negatif jelas bukan suatu kebiasaan yang baik untuk dilakukan. Oleh karena itu, kebiasaan ini perlu dihentikan secepatnya. Berikut ini adalah cara yang bisa kamu terapkan untuk berhenti dari merenung:

1. Alihkan perhatian

Ketika tersadar bahwa kamu sedang merenungkan hal-hal yang menyedihkan, cobalah untuk segera mengalihkan perhatian dengan melakukan hal-hal yang positif. Kamu bisa menelpon teman atau anggota keluarga lain untuk berbagi cerita agar pikiranmu lebih rileks.

Di samping itu, kamu juga bisa melakukan hal-hal yang dapat menyibukkan pikiranmu dengan hal lain, misalnya berkebun, menonton film, menggambar, membaca buku, atau pergi berjalan-jalan ke luar rumah. Melihat foto atau video kenangan yang indah juga dapat membuat kamu melupakan pikiran-pikiran negatif.

2. Pikirkan jalan keluarnya, bukan masalahnya

Yang paling banyak dipikirkan saat merenung adalah masalah yang telah terjadi di masa lalu dan bagaimana cara mengubahnya. Memperbaiki masalah tentu saja boleh, tapi kamu harus ingat bahwa kesalahan yang terjadi di masa lalu tidak dapat diubah. Kamu hanya bisa move on dan menghindari kesalahan itu ke depannya.

Daripada hanya memikirkan masalah yang sudah lewat atau menyesali segala hal yang sudah terjadi, fokuslah dengan solusi yang bisa kamu lakukan sekarang. Cobalah untuk merilekskan pikiranmu terlebih dahulu, kemudian pikikan jalan keluar dari permasalahanmu.

Perlu diingat bahwa solusi tidak selalu datang dengan cepat. Jadi, kamu perlu bersabar dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil tindakan, ya.

3. Tempatkan diri pada lingkungan yang positif

Lingkungan yang baik tentu akan membentuk karakter diri yang baik pula. Jadi, cobalah untuk mencari lingkungan baru yang di dalamnya terdapat orang-orang yang memiliki pemikiran positif.

Dengan berada di lingkungan tersebut dan mendapatkan semangat dari mereka, tentu kamu akan bisa memaknai suatu peristiwa dengan lebih positif. Alhasil, kebiasaan merenung ini pun berangsur-angsur akan menghilang.

4. Belajar untuk mencintai diri sendiri

Agar dapat berhenti dari kebiasaan merenung dan terhindar dari efek sampingnya, belajarlah untuk mencintai dirimu sendiri. Perlakukanlah dirimu seperti kamu memperlakukan orang lain. Jika kamu sering memuji, bicara lembut, atau memberi hadiah kepada orang lain, lakukan hal yang sama juga kepada dirimu sendiri.

Maafkan segala kesahalan yang telah dirimu perbuat serta terus belajar dan berusaha agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Cara ini juga dapat meningkatkan harga dirimu dan membuat kamu lebih bahagia.

5. Lakukan meditasi

Ketika kamu sedang memikirkan suatu hal secara berulang, carilah tempat yang tenang lalu lakukan meditasi. Kosongkan pikiranmu dan fokuslah hanya pada tarikan dan embusan napasmu sampai kamu merasa tenang dan damai.

Selain menghentikan kebiasaan merenung, meditasi juga dapat memperbaiki mood dan mencegah berbagai penyakit.

Meski merenung terlihat sepele, kebiasaan ini tidak boleh diabaikan sebab dapat berdampak buruk bagi kondisi kesehatan mentalmu. Ditambah lagi, kebiasaan ini cenderung akan membuang waktu dan bisa-bisa mengganggu pekerjaanmu.

Oleh karena itu, kenali penyebab merenung dan lakukan cara-cara di atas untuk mengatasi kebiasaan ini. Jika kamu kesulitan untuk menghentikannya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.

======

Berhenti Membandingkan Dirimu dengan Orang Lain, Begini Caranya

Sikap membandingkan diri dengan orang lain bukanlah sesuatu yang baik untuk dipelihara. Jika dibiasakan, sikap ini dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial serta kesehatan mentalmu. Yuk, terapkan cara sederhana berikut untuk berhenti dari kebiasaan ini.

Hampir semua orang pasti pernah membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain. Sikap ini kadang kala dapat membangkitkan semangat untuk mempelajari banyak hal. Selain itu, sikap ini juga dapat menyadarkan segala kekurangan yang dimiliki sehingga memicu diri untuk memperbaikinya dan menjadi lebih baik.

Namun, membandingkan diri dengan orang lain bukan lagi hal yang baik ketika orang lain menjadi patokan kualitas hidup kita. Kebiasaan ini dapat memicu perasaan iri yang dapat menurunkan rasa percaya diri, menghambat potensi diri, membuat murung, memicu quarter life crisis, dan menimbulkan perasaan tidak berharga atau menyalahkan diri sendiri.

Tips untuk Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Agar kamu terhindar dari dampak buruk sering membandingkan diri dengan orang lain, mulai saat ini kamu harus berlatih untuk berhenti melakukannya. Ada cara sederhana yang bisa kamu terapkan, di antaranya:

1. Kenali dan hindari pemicunya

Cara utama untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain adalah dengan mengenali dan menghindari pemicunya. Kamu harus mengetahui situasi apa yang membuatmu jadi bersikap demikian. Setelah itu, cobalah untuk perlahan-lahan membatasi atau menjauhi hal-hal tersebut.

Sebagai contoh, biasanya kamu akan membandingkan dirimu ketika melihat unggahan foto atau video teman di sosial media. Mulai saat ini, kurangi penggunaan sosial media agar kamu tidak terlalu fokus dengan kehidupan orang lain dan tidak membanding-bandingkan diri.

Contoh lainnya, jika temanmu yang selalu membicarakan kesuksesannya memicumu untuk membandingkan diri dengannya, cobalah sesegera mungkin mengalihkan perhatian atau membicarakan hal lain yang menjauhkanmu dari pikiran negatif. Bahkan, kamu boleh, lho, menghindari teman itu untuk sementara.

2. Biasakan positive self-talk

Ketika ada hal yang memicu kamu untuk membandingkan diri, cobalah untuk mengabaikan pemikiran negatif tersebut dan mulai biasakan positive self-talk. Sering-seringlah berbicara positif tentang dirimu kepada dirimu sendiri.

Misalnya, ketika sedang merasa iri dengan orang lain, katakan dalam hati, “Kamu adalah orang yang kuat dan kamu tidak membutuhkan apa yang dia miliki untuk jadi bahagia.”

Secara perlahan, positive self-talk dapat membantumu menumbuhkan rasa optimis dan percaya diri. Selain itu, kebiasaan ini bisa mencegah kamu mengalami kecemasan, depresi, atau stres.

3. Tulis semua pencapaian

Tulislah segala pencapaian yang telah kamu peroleh. Mulai dari pencapaian besar, seperti penghargaan pegawai terbaik di kantor, hingga pencapaian-pencapaian kecil, misalnya berhasil menggoreng ikan sendiri atau berhasil bangun lebih pagi hari ini.

Kalau bisa, lakukan ini setiap pagi. Mencatat semua pencapaian yang telah kamu raih akan membuat kamu lebih percaya diri dalam segala hal. Kamu juga akan lebih menghargai dirimu sendiri sehingga tidak lagi berpikir untuk membandingkan diri dengan orang lain.

4. Bersyukur dengan segala yang dimiliki

Percayalah bahwa dengan semua kekurangan yang terpikirkan olehmu, pasti ada banyak kelebihan yang bisa kamu banggakan. Syukurilah hal-hal dalam hidupmu, mulai dari yang kecil hingga yang besar, sehingga kamu akan merasa cukup atas semua itu.

Ketika kamu merasa dirimu dan hidupmu sudah cukup, kamu tidak akan lagi membuang waktu dengan membandingkan diri dengan orang lain. Sikap ini nyatanya juga bisa membuat kamu menjadi pribadi yang optimis dan memiliki kesejahteraan dalam hidup.

5. Lakukan hal yang kamu sukai

Daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik kamu perbanyak waktumu untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai. Kamu bisa berolahraga, membaca buku favorit, mencoba resep makanan baru, bersantai di kedai kopi, atau menjadwalkan liburan ke luar kota.

Melakukan hal yang kamu sukai ini juga merupakan bukti bahwa kamu mencintai diri sendiri. Jika kamu sudah mencintai dirimu, kamu tidak akan terpikirkan lagi untuk membandingkan diri dengan orang lain dan hidupmu akan jauh lebih bahagia.

Yuk, terapkan cara-cara di atas agar kamu berhenti dari kebiasaan buruk membandingkan diri dengan orang lain. Jangan buang waktumu untuk iri kepada orang lain dan berpikiran jelek atas dirimu. Ingatlah bahwa kamu istimewa dengan segala kemampuan yang kamu miliki.

Jika kamu masih saja sering membandingkan dirimu dengan orang lain, bahkan hingga menghambat aktivitasmu sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Dengan bantuan tenaga profesional, kamu bisa mendapatkan saran dan bimbingan yang tepat untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini.

Tags: #jangan membandingkan dirimu dengan orang lain #penyebab sering merenung dan cara mengatasinya #rela pakai bra sebelum pergi kerja untuk mengendong putrinya