Kisah Perjuangan Seorang Suami, Sabar Merawat Istrinya yang Sakit Hingga Akhir Hayat


Ia begitu setia menemani istrinya yang sakit tak berdaya.

Seorang suami yang membagikan pengalamannya ketika merawat istri yang sedang sakit hingga akhir hayat baru-baru ini menuai sorotan publik. Sebab, dedikasinya yang begitu luar biasa membuat orang-orang menjadi terharu.

Momen tersebut dibagikan Damar Kuncoro lewat Facebook, kemudian diunggah ulang akun @ndagels di Twitter pada Kamis (13/5/2021). Dalam beberapa foto yang diunggah, tampak seorang pria bernama Damar Kuncoro sedang merawat istrinya yang sedang sakit.

Adapun Damar menjelaskan bahwa istrinya menderita asites perut, yakni kondisi di mana rongga abdomen terisi cairan yang berlebihan. Sehari-hari, selama delapan tahun terakhir, ia menjaga dan merawat sang istri tercinta dengan penuh kasih sayang.

Memang aku orang yang tidak mampu, tapi aku akan terus berjuang dalam ketidakmampuanku untuk kebahagiaan orang-orang yang aku sayangi. Maafkan ayah yang belum bisa membahagiakan kalian berdua,” kata Damar di salah satu unggahannya.

Dari salah satu foto, tampak Damar dengan sabar memandikan istrinya. Sementara di unggahannya yang lain, ia selalu menemani sang istri, mulai dari berbaring di rumah hingga perawatan ke rumah sakit.

Salah satu yang membuat warganet sangat terharu ketika sang istri menangis di pundak Damar. Pria yang sehari-hari berjualan teh tarik dan menjadi kuli tersebut selalu jadi tempat bersedih buat sang istri.

Menangislah di pundakku. Aku akan terus berjuang demi kesembuhanmu, apa pun akan aku lakukan buat kesembuhanmu,” kata Damar kepada istrinya.

Pada 11 Mei lalu, Damar membawa sang istri ke instalasi gawat darurat (IGD). Namun sayang, sehari berselang, ia mengumumkan bahwa sang istri tercinta telah mengembuskan napas terakhirnya.

“ Mohon maaf apabila istriku banyak salah di masa hidupnya,” ujar Damar.

Tepat di hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, pada 13 Mei 2021, Damar mengunggah momen ketika dirinya dan sang putri kecil melakukan ibadah salat Id. Ia lalu mengenang ketika tahun lalu masih bertiga bersama sang istri tercinta.

Kita salat sunah berdua. Tahun kemarin masih ada bunda. Dedek mudah-mudahan ibu diampuni semua dosa-dosanya dan berada di surga-Nya,” ungkap Damar.

Kini unggahan tersebut pun viral, dicuitkan oleh lebih dari 6 ribu kali di Twitter dan total disukai oleh ratusan ribu orang. Beragam komentar diberikan warganet, kebanyakan yang salut dengan Damar, tak lupa ikut berduka.

“ Laki-laki sejati yang sesungguhnya,” kata akun @ndagels.

“ Tolok ukur suami yang baik gak melulu soal mapan. Yang penting bertanggung jawab,” sebut akun @nwrhdytlh.

“ Omnya beneran setia banget. Bahkan dia bilang beli esku. Please, selain dia setia sama alm. Istrinya, dia juga pantang mengemis. The real true love,” ujar akun @optimusprank.

Curahan Hati Wanita yang Stres Jadi Ibu Rumah Tangga, Jangan Sepelekan Pekerjaannya!suami wajib tau bun

Menjalani pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tidaklah mudah. Hampir semua pekerjaan rumah dilakukan oleh kaum ibu, mulai mengurus anak, suami, hingga pekerjaan-pekerjaan domestik yang tentu saja memerlukan kekuatan fisik yang cukup besar.

Saking beratnya posisi ini, tak jarang para ibu rumah tangga pada akhirnya mengalami depresi. Di mana mentalnya turut terkena dampak karena beban pekerjaan tersebut.

Seperti halnya yang dialami oleh seorang ibu yang videonya dibagikan oleh akun Instagram @insta_julid ini. Dalam video tersebut terlihat seorang ibu yang sedang menggendong anaknya yang masih kecil. Sang ibu menangis.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya, berikut kisahnya:

Stresnya Menjadi Ibu Rumah Tangga

Ibu ini merasakan beban yang cukup berat dalam menjalankan posisinya sebagai seorang ibu rumah tangga. Sehingga air matanya pun tak mampu dibendung lagi.

Kau bisa saja cinta setengah mati pada anakmu, ingin memberinya semua hal terbaik di dunia. Tetapi, untuk mengurusnya siang dan malam bisa sangat melelahkan dan menghilangkan semangat,” tulis keterangan di video tersebut.

Tak hanya mengurus buah hatinya saja, seorang ibu rumah tangga juga mengurus pekerjaan-pekerjaan domestik yang tak bisa dikatakan ringan. Jika pekerjaan itu sudah terlalu berat dan tanpa diimbangi dengan hiburan untuk merilekskan tubuh dan pikiran, maka depresi pun bisa hadir kapan saja.

“ Ibu rumah tangga yang diam di rumah cenderung lebih mudah terkena depresi dibandingkan ibu yang bekerja,” tulis di video.

Depresi Ibu Rumah Tangga Nyata Adanya

Depresi yang menyerang ibu rumah tangga memang benar adanya. Hal itu pun telah dibuktikan melalui sebuah ajang survei di tahun 2012 yang disebut dengan Gallup Poll.

Melalui laporan itu dibuktikan bahwa ibu rumah tangga yang hanya diam saja di rumah akan mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan ibu yang bekerja. Dalam hal ini adalah tentang emosi positif yang ada dalam diri mereka.

“ Laporan dari pemungutan suara itu mengatakan, ibu rumah tangga yang diam di rumah mengalami ketertinggalan dibanding ibu yang bekerja, dalam hal emosi positif,” tulis di video.

Para ibu yang hanya di rumah saja ini akan lebih jarang tersenyum maupun tertawa. Bahkan mereka juga jarang mempelajari hal-hal yang baru atau melakukan kegiatan yang menyenangkan.

“ Mereka jarang tersenyum atau tertawa, mempelajari hal baru maupun hal yang menyenangkan pun jarang terjadi pada mereka,” tulis di video.

Lebih Bahagia Jika Pekerjaannya Dihargai

Menjadi seorang ibu rumah tangga tidaklah bisa dikatakan sebagai “ hanya”. Pekerjaan ini justru lebih berat bahkan mampu menekan mental mereka. Ibu rumah tanggai juga penting untuk selalu dihargai dan diakui. Karena inilah bentuk rasa terima kasih sekaligus dukungan kepada ibu rumah tangga. Dengan begitu, mereka bisa bahagia menjalankan pekerjaannya.

mungkin para ibu akan lebih merasa bahagia jika pekerjaan mereka sehari-hari lebih diakui dan dihargai,” tulis di video.

Dari hasil riset Gallup juga semakin memperkuat bahwa depresi yang dialami oleh ibu rumah tangga tidaklah bisa dikatakan remeh. Perlu adanya kerjasama antara suami dan istri dalam mengurus rumah tangga, serta penting juga keterlibatan dari masyarakat. Sehingga secara emosional, ibu rumah tangga akan lebih baik.

Jangan Menyepelekan Ibu Rumah Tangga

Jadi, janganlah pernah meremehkan pekerjaan para ibu rumah tangga atau menghakimi orang yang memiliki asisten rumah tangga. Pada dasarnya, mereka yang memakai jasa tersebut karena memang sangat membutuhkan bantuan untuk mengurus pekerjaan rumahnya yang berat.

“ Jangan pernah lagi sepelekan pekerjaan ibu rumah tangga, dan jangan menghakimi mereka yang memilih memakai jasa pembantu atau asisten untuk membantunya mengurus rumah,” tulis di video.

Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga itu tidak kalah berat dengan pekerjaan lainnya. Mereka adalah orang-orang hebat juga. Dan akan lebih baik jika saling memberikan semangat kepada para sesama ibu rumah tangga yang berjuang untuk keluarganya, serta jangan pernah saling membandingkan antara ibu yang satu dengan ibu yang lainnya.

“ Saling support ya, jangan membanding bandingkan sesama Moms,” tulis di video