Kisah Tobat Bilal, Pemuda Juara Tato Dibisiki Hidayah Saat Dugem

101 views


Ini kisah Bilal yang bertaubat setelah mendapatkan hidayah di kala sedang berpesta.

Berbahagialah mereka yang masih diberikan kesempatan bertobat ketika masih diberikan kesempatah hidup. Tobat yang sepenuh hati membuat seseorang bisa mengarahkan kehidupannya ke arah lebih baik.

Cara seseorang mendapat kesadaran bertobat beraneka ragam. Hidayah Allah SWT terkadang tak pernah kenal waktu dan sulit dinalar dengan logika.

Seperti kisah yang dialami oleh Bilal, pria pemegang juara tato dan bahkan mempunyai cita-cita sebagai tattoo artist. Ia mendapatkan hidayah ketika sedang berpesta dengan teman-temannya lewat sebuah `bisikan` yang mengetuk hatinya hingga bertobat.

Setelah malam pesta itu Bilal merasa seperti bayi yang terlahir kembali. Hidupnya berbanding terbalik dengan masa lalunya yang dilalui penuh kemaksiatan. Semuanya menjadi lebih mudah. Hingga ia bisa menginjakkan kakinya ke tanah suci Mekah untuk menjalankan ibadah umroh.

Dihimpun dari kanal YouTube Cerita Untungs, ini adalah kisah pertaubatan dari sosok Bilal.

Hidayah dari Bisikan Hati Ketika Berpesta
Terjun di dunia pertatoan rupanya telah dilakoni Bilal sejak SMA. Saat masa-masa berseragam putih abu-abu itu Bilal sudah mengenal dunia tato. Perlahan-lahan seluruh tubuhnya sudah dilukis tato bahkan sampai ke sebagian wajahnya.

Kehidupan hiruk pikuk di Bali juga pernah dirasakannya selama 3 tahun. Hingga akhirnya ia kembali ke Jakarta karena jenuh dan bosan dengan kehidupan di Bali. Katanya, sudah dipuas-puasin berbuat maksiat.

Saat di ibu kota inilah Bilal merasakan mendengar bisikan hidayah dari Allah SW ketika berkumpul bersama teman-temanya di basecamp. Tanpa mengenal waktu, hidayah itu datang kala bilal sedang berpesta ria.

” Jam 2 atau 3 malam, tiba-tiba ane nangis di depan teman-teman. Di dalam hati ane kayak ada yang bisikin, ‘elu tuh Gua ciptain bukan untuk seperti ini’. Detik itu juga ane nangis mas,” ungkap Bilal kepada Arie Untung.

Meminta Maaf dan Meminum Air Basuhan Kaki Orangtua
Tangisan diirinya uraian air mata itu sempat membuat rekan-rekannya terkejut. Sampai-sampai mereka menyangka Bilal tengah kesurupan. Bilal memutuskan untuk pulang tanpa menjawab pertanyaan dari teman-temannya.

” Ada yang bisikin gitu, tahu-tahu nangis. Semua bingung kan, disangkain kesurupan atau apaan. Cuma ane enggak jawab pada saat itu, langsung pulang ke rumah,” lanjut Bilal.

Saat tiba rumah, orangtuanya juga sempat dibuat kebingungan. Kali ini mereka mengira Bilal sedang terjerat kasus di kepolisian.

Bilal lantas meminta maaf kepada ayah dan ibu hingga mencuci kaki keduanya. Sampai-sampai ia tak segan meminum air basuhan kaki orangtuanya tersebut. Pria yang baru mendapa hidayah itu melanjutkan dengan mandi wajib hadas besar dan membaca Alquran hingga waktu subuh.

“ Ane enggak jawab, ane langsung minta maaf, cium kakinya, cuci kakinya, minum airnya. Bilal lalu mandi wajib hadas besar dan membaca Alquran hingga waktu subuh,” lanjut Bilal.

Enggan untuk Bermaksiat Kembali
Hidayah datang kepada Bilal dalam keadaan yang sulit untuk dinalar oleh logika. Ketika Bilar sedang teler-telernya menikmati pesta, bisikan di hatinya itu datang agar ia kembali ke jalan Allah SWT. Arie Untung yang penasaran, bertanya kepada Bilal kembali.

” Mungkin waktu itu kamu lagi ada kejadian putus cinta atau mungkin lagi pakai (Narkoba,red) terus mikir bagaimana gitu, sampai tiba-tiba dapat hidayah?” tanya Arie Untung.

Kecurigan putus cinta dibantah oleh Bilal yang mengakui kondisinya saat itu memang lagi tinggi. ” Tapi malah dapatnya itu (bisikan). Kan sejak NATO, enggak pernah ngaji lagi juga,” jawab Bilal.

Setelah malam itu, esok harinya Bilal merasa kembali seperti bayi yang baru dilahirkan. Ia merasa lebih bersih. Hatinya tak lagi memiliki keinginan untuk melakukan maksiat.

” Berasa kek bayi dilahirin. Ane sama sekali enggak gimana ya, biasanya kan kalau habis giting (teler) gitu, ada rasa buat ngulangin lagi. Itu enggak sama sekali,” terang Bilal.

Bukti Keseriusan Bertobat

Untuk menunjukan niatnya bertobat, Bilal memutuskan membuang handphone-nya agar terputus dari dunia maya. Dengan tato yang tampak dari tubuhnya, Bilal mengaku hanya keluar untuk menjalankan sholat jumat karena sempat dibekap rasa malu.

Sekitar enam bulan setelah mempelajari lebih dalam ilmu Islam, Bilal memberanikan diri untuk mengikuti pengajian haul ditemani karyawan yang bekerja di rumahnya.

” Hampir setengah tahun ane di rumah,” kenangnya.

Impian Menunaikan Ibadah Umrah di Tanah Suci Mekah
Belasan tahun menjalani kemaksiatan, Bilal kini telah berubah menjadi sosok baru. Bilal mengungkapkan selalu berdoa agar bisa diizinkan pergi ke tanah suci Mekah. Keinginan itu sangat besar sampai-sampai Bilal memindah tempelen kulkas bergambar Kabah dari ruang keluarga ke amarnya.

Doa yang akhirnya terkabul ketika Bilal diberi hadiah umrah sang ayah dan bisa menunaikan ibadah di tempat impiannya itu. Menurutnya, ini adalah jawaban dari Allah SWT.

“ Walhasil jarak 2 atau 3 bulan, bokap nawarin umrah. Wah jawaban Allah ini menurut ane. Berangkat sama adik. Enggak nyangka juga, orang kayak ane bisa sampai situ (tanah suci),” pungkasnya.