Kronologi Raffi Ahmad Operasi Saraf Kejepit Setelah Gendong Rafathar, Waktu Santai Berubah Bencana


Berikut ini kronologi Raffi Ahmad operasi saraf kejepit yang terjadi beberapa waktu lalu.

Waktu bersantai bersama keluarga berubah jadi bencana saat Raffi Ahmad harus opeasi saraf kejepit secara mendadak.

Harus menjalani prosedur operasi saraf kejepit, ternyata risiko yang harus dialami Raffi Ahmad tidaklah berbahaya.

Selain itu, suami Nagita Slavina itu pun bisa langsung pulang ke rumah setelah tindakan namun dengan peringatan khusus.

Berikut adalah rangkuman terkait operasi Raffi Ahmad yang berhasil tim SURYAMALANG.COM rangkum:

1. Akibat Gendong Rafathar

Kabar soal kondisi kesehatan Raffi Ahmad menjadi sorotan setelah dirinya dikabarkan harus melakukan operasi.

Keputusan Raffi Ahmad harus segera operasi itu merupakan imbas saat suami Nagita Slavina menggendong sang anak, Rafathar Malik Ahmad.

Momen Raffi Ahmad gedong Rafathar sebelum insiden saraf kejepit

Meskipun melakukan operasi, dokter yang menangani menyatakan jika operasi yang dilakukan Raffi Ahmad hanya kecil kemungkinan bisa mengakibatkan kelumpuhan.

Bagian tubuh Raffi Ahmad yang merasakan sakit hingga harus dioperasi adalah bagian pinggang.

Dokter yang menangani pun tak mau menunda prosedur operasi karena suami Nagita Slavina itu terus mengeluh kesakitan.

Kondisi Raffi Ahmad harus segera operasi itu terjadi setelah menggendong Rafathar.

2. Hasil Pemeriksaan

Akibat berat badan Rafathar yang sudah bertambah, Raffi Ahmad mengalami keseleo dan saraf kejepit dibagian pinggangnya.

Akibat berat badan Rafathar yang sudah bertambah, Raffi Ahmad mengalami keseleo dan saraf kejepit dibagian pinggangnya

3. Harus Segera Dioperasi

“Aku udah lama gak gendong-gendong yang berat, kemarin gendong Rafathar terus langsung berasa nih kecetet,” ucap Raffi Ahmad dikutip dari kanal YouTube Rans Entertainment, Kamis (17/3/2022).

Menelisik hasil ronggent, dokter memperlihatkan bagia saraf pinggang Raffi Ahmad yang terjepit.

“Ini sakit karena ini syarafnya sedikit ketekan, ini syaraf kejepitnnya Mas Raffi,” kata dokter yang menangani Raffi Ahmad.

Proses Raffi Ahmad menjalani operasi

Melihat hasil pemeriksaan yang mengkhawatirkan, dokter akhirnya menyarankan suami Nagita Slavina itu untuk segera melakukan operasi.

“Kalau dulu harus dioperasi, kalau sekarang teknologi udah bagus, diendoskopi,” ucap dokter yang menangani Raffi Ahmad.

Dokter pun menjelaskan agar Raffi Ahmad tidak panik karena saat ini teknologi kesehatan sudah semakin maju.

“Dengan endoskopi kecil kemungkinan lumpuhnya. Kalau bisa sih sekarang langsung. Kan sudah sakit banget,” ujar dokter yang menangani Raffi Ahmad lagi.

4. Boleh Langsung Pulang Setelah Operasi

Mendengar hal tersebut, Raffi Ahmad langsung menelepon Nagita Slavina untuk meminta izin melakukan operasi.

“Waduh, ya sudah saya izin dulu sama istri saya, ‘Sayang aku hari ini langsung operasi’,” kata Raffi Ahmad.

Ruang operasi Raffi Ahmad

Setelah mendapat izin dari Nagita Slavina, Raffi Ahmad langsung bergegas melakukan tindakan operasi.

Ayah Rafathar dan Rayyanza itu pun sangat gugup karena ini pengalaman pertamanya.

Untung operasi kecil yang dilakukan Raffi Ahmad lancar.

Suami Nagita Slavina pun lansung diperbolehkan pulang.

Dengan catatan, Raffi Ahmad dilarang melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.

“Istirahat dulu, jangan terlalu berat aktivitasnya,” ucap dokter yang mengoperaasi Raffi Ahmad.

Raffi Ahmad Pernah Idap Hipertiroid

Menilik dari YouTube ESGE Entertainment Minggu (23/2/2020), Raffi Ahmad pernah memiliki penyakit yang berkaitan dengan suara.

Penyakit Raffi Ahmad diungkap oleh dr. Dede Supriyatna setelah Raffi datang ke klinik akupunturnya.

Raffi Ahmad ternyata divonis oleh dokter memiliki penyakit hipertiroid.

Hipertiroid merupakan penyakit yang jarang didengar oleh masyrakat Indonesia. Penyakit ini bahkan dikatakan sebagai salah satu penyakit langka.

Dilansir dari Medicinenet.com, penyakit hipertiroid berada di kelenjar tiroid di leher.

Penyakit hipertiroid biasanya disebabkan karena stres, kelelahan, efek merokok, radiasi, efek obat, dan juga virus.

Penyakit hipertiroid yang diderita Raffi dikatakan telah menyerang pita suaranya.

“Di sana dijelaskan bahwa Raffi Ahmad terkena hipertiroid, jadi kerusakan pita suara,” ungkap Dede.

Mengutip TribunnewsMaker ‘Tak Banyak yang Tahu, Raffi Ahmad Ternyata Idap Penyakit Langka’.

Penyakit hipertiroid yang diderita oleh Raffi Ahmad, bahkan telah masuk ke stadium tiga.

“Levelnya level tiga, itu kalau tidak diperbaiki sangat beresiko dengan kehilangan suara, sedangkan dia bekerja di dunia entertain itu kan keartisan, dia membutuhkan suara yang super power,” tutur Dede.

Dede menceritakan bahwa penyakit yang diderita oleh Raffi adalah penyakit berbahaya.

“Jadi kalau dia terlambat aja sangat beresiko (kehilangan suara),” ungkap Dede.

Dede mengungkap alasan mengapa bahwa Raffi Ahmad bisa terkena penyakit hipertiroid.

Dede mengungkap bahwa Raffi Ahmad merupakan orang yang gila kerja hingga tak memiliki banyak waktu istirahat.

“Selama ini kan dia diforsir, enggak ada istriahat, tidur pun dia agak aja sulit, dia mungkin pulang kerumah, tidur sebentar, terus jam shooting,” ungkap Dede.

Akibat penyakit Hipertiroid ini, Raffi Ahmad sempat memutuskan istirahat dari dunia hiburan selama beberapa bulan.

Raffi Ahmad memboyong keluarga dan tim RANS Entertainment keliling dunia sejak akhir tahun 2019 – awal tahun 2020 atau sekitar 4 bulan.

Raffi Ahmad butuh waktu untuk istirahat dan berhenti bekerja sementara demi tahap pengobatan yang dijalaninya.

Kredit Rumah Haram, Mobil Haram, Motor Haram, Bagaimana Kita Mau Hidup?

Kalau semua haram bagaimana kita mau hidup? via Hidayatulloh

Bagaimana kita mau hidup di zaman yang serba susah ini, kalau semua serba haram

Kerja di Bank gajinya haram, padahal cari kerja susah. Kredit motor buat kerja haram, ingin menyenangkan keluarga kredit mobil haram, ingin nyicil rumah di KPR haram juga.

Jangan mengeluh, wahai semua saudara muslimku, ini jawabannya!

Banyak manusia terdahului oleh rasa pesimisnya di banding rasa optimisnya, perasaan manusia seperti ini merupakan akar masalah munculnya sikap sinis dan skeptis dalam diri manusia, dimana mereka hanya memandang kegagalan di banding kesuksesan.

Akhirnya akan bermuara pada penyakit skeptisisme manusia yang mempertanyakan adakah rahmat Allah Subhanahu Wata’alabagi saya? Akankah Allah Subhanahu Wata’ala mengampuni dosa saya?

Kalau semua yang saya lakukan selama ini haram bagaimana saya mau hidup? Mau jual semuanya?

Salah satu penyakit manusia yang selalu bersemayam dalam hatinya, selalu dihantui rasa keragu-raguan, dan selalu dihantui rasa ketidak pastian.

Penyakit ini awal mulanya dipicu dari rasa pesimis akan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala dan muncul akibat kuman dalam hati manusia yaitu kuman bisikan setan, bisikan ini bermuara dalam hati manusia dimana setan begitu gencar menyebar virus kesesatannya secara inklusif yang berujung pada hegemoni setan dalam diri manusia.

Allah Subhanahu Wata’ala nyatakan dalam firmannya :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah swt. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’alamengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Karena itu janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Bahkan tentang rezeki sudah dijelaskan.

Rezeki kita akan diberikan kepada kita sesuai dengan porsinya. Dengan demikian kita cari dengan jalan halal ataupun jalan haram akan tetap sama.

Kenapa tidak kita tempuh jalan yang halal?
Allah banyak menyebutkan dalam Al Qur’an ayat ayat tentang rezeki masihkah kita tidak beriman kepada Allah, Rasulullah dan Al Qur’an?

Surat Al-Baqarah Ayat 212

Kredit Rumah Haram, Mobil Haram, Motor Haram, Bagaimana Kita Mau Hidup?

Artinya: “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas“.

Surat Ali ‘Imran Ayat 27

Kredit Rumah Haram, Mobil Haram, Motor Haram, Bagaimana Kita Mau Hidup?
Artinya: “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)“.

Surat Ali ‘Imran Ayat 37
Artinya: “Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab“.

Surat An-Nisa’ Ayat 100
Artinya: “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak“.

Surat Hud Ayat 6
Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhil mahfuz)“.

Dan masih banyak lagi dalam ayat ayat Al Qur’an yang lain. Apakah kita masih ragu dengan Sang Pemberi Rezeki?

Dalam kitab Nasaihul Ibad dikatakan :

من ترك الذنوب رق قلبه

“Barangsiapa yang meninggalkan dosa maka hatinya akan lembut”.

Wahai Akhi, wahai ukhti, jika hati kita masih bersikeras masih tidak mau meninggalkan yang haram maka segeralah bertaubat. Sehingga hati kita menjadi bersih dan dapat menerima hidayah dan rahmat dari Allah. Aamiin.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai hambanya yang selalu berkeyakinan penuh akan rahmatnya, selalu diampuni akan setiap kesalahan dan dosa kita, serta dijadikan hambanya yang selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Wallahu a’lam bishowab. Semoga bermanfaat.