Mendengarkan Omelan Istri Baik Untuk Kesehatan Suami

434 views


“Wahai para suami, dengarkanlah omelan istri Anda” Anda sering pusing kepala karena tak tahan mendengar omelan istri? Tahan dulu, Ayah. Studi terbaru menunjukkan, pria yang sering diomeli istri di rumah justru lebih sehat daripada pria yang jarang diomeli pasangannya. (foto cover: ilustrasi, sumber)

Omelan istri memang membuat suami tidak bahagia dengan pernikahannya. Akibatnya, mereka berisiko menderita diabetes. Namun ini “berhasil” membuat para suami yang menderita diabetes mengatur dan menjaga kesehatan diri.

Studi ini dilakukan oleh Michigan State University, dengan mengambil sampel dari 1228 pasangan suami istri selama lima tahun.

Para pasangan itu berusia 57 sampai 85 tahun saat studi dimulai. 389 dari mereka menderita diabetes saat studi berakhir.

Ketua studi Dr. Hui Liu mengatakan, tujuan studi adalah menentang asumsi tradisional bahwa pernikahan yang tidak bahagia akan merugikan kesehatan.

Studi juga bertujuan mengingatkan para ahli di bidang keluarga untuk mengenal sumber dan tipe kualitas pernikahan yang berbeda.

Mengomel Itu Tanda Sayang

Siapa yang akan merawat suami jika ia sakit? Jelas istrinya. Di sinilah istri berperan penting untuk mengingatkan suami kapan harus check up, minum obat, apa makanan atau minuman yang boleh dan tidak boleh, dll.

Istri dapat membantu suami yang menderita diabetes dengan mengingatkannya untuk menjaga kesehatan.

Di sisi lain, suami kadang merasa terganggu dengan anjuran istri dan menganggapnya berlebihan. Akibatnya, suasana pernikahan pun menjadi tegang dan kurang bahagia.

Dr. Liu meneliti peran kualitas pernikahan pada risiko dan penanganan diabetes. Ia menemukan dua fakta menarik.

Pria bisa memiliki risiko diabetes lebih rendah jika pernikahan mereka kurang bahagia. Kemampuan untuk menjaga kesehatan pun meningkat, jika mereka telah terserang diabetes.

Sedangkan wanita cenderung kurang berisiko menderita diabetes jika pernikahan mereka bahagia.

Dr Liu mengatakan, wanita dapat lebih sensitif dari pria mengenai kualitas pernikahan. Kesehatan wanita akan meningkat jika pernikahan mereka bahagia.

Oleh karena itu, Ayah, jangan pasang tampang masam kalo Ibu selalu cerewet mengingatkan Ayah agar banyak minum air putih dan tidak begadang melulu. Ibu mengomel karena sayang sama Ayah loh…

======

6 Cara Mudah dan Efektif untuk Detoksifikasi Pikiran Agar Lebih Sehat, Mulai Jaga Kesehatan Mental Kita dari Sekarang yuk!

Di masa-masa sulit ini, penting untuk menjaga diri kita sendiri.

Apalagi dalam menjaga kesejahteraan mental kita dan menerima kenyataan.

Dengan melewatkan interaksi sosial, pertemuan fisik, dan terus-menerus hidup dalam ketakutan, kesehatan mental kita pasti berdampak.

Ketidakpastian terus menumpuk dan kita membiarkan pikiran-pikiran ini mengacaukan pikiran kita.

Melansir Pinkvilla.com, berikut adalah 6 cara sederhana untuk mendetoksifikasi pikiran dan tubuh agar terhindar dari stres.

1. Manjakan diri dengan pekerjaan rumah

Dengan melakukan ini, kamu akan mengalihkan pikiran dari pikikiran yang tidak diinginkan.

Pekerjaan rumah yang dilakukan dengan sepenuh hati adalah cara yang sehat untuk mendetoksifikasi pikiran negatif.

Kamu dapat mencoba memasak, mencuci piring, mencuci pakaian, membersihkan rumah, dan berbagai pekerjaan lainnya.

Dengan cara ini, kamu akan lebih fokus pada tugas daripada pikiran yang tidak terkontrol.

2. Matikan semua gadget dari waktu ke waktu

Penting untuk memberikan mata dan pikiran istirahat dari semua perangkat.

Jika tidak, pikiranmu akan terus mengembara ke informasi berlebih yang kamu konsumsi sepanjang hari.

Biarkan pikiran kamu rileks dan berbaring dalam keheningan.

Kamu juga dapat menghabiskan waktu di alam terbuka selama waktu ini.

Detoks digital dari waktu ke waktu akan membuat pikiran kamu tetap waras.

3. Meditasi

Ini adalah praktik yang harus diikuti setiap orang setidaknya dua kali seminggu untuk menjaga kecemasan seseorang.

Meditasi mendeklarasikan pikiran dengan menghilangkan pikiran yang tidak diinginkan.

Setelah kamu fokus pada pernapasan, kamu akan belajar bagaimana menjadi lebih hadir dan hidup di saat ini.

4. Terima kenyataan dan akui emosi

Dengan melakukan ini, kamu akan lebih menyadari apa yang terpenting.

Jika kamu terus lari dari kenyataan, itu akan membawa kamu dari kekecewaan.

Terima situasinya dan lanjutkan. Sadarilah emosi kalian dan ketahuilah bahwa sebagai manusia, kita diizinkan untuk memiliki lebih dari satu jenis emosi.

Jadi tidak apa-apa untuk mengalami semuanya pada tahap kehidupan yang berbeda.

Namun, yang terpenting rangkulah emosi kalian, kesadaran diri adalah kuncinya.

5. Dengarkan musik

Musik adalah bentuk terapi yang langsung membuat kamu dalam suasana hati yang baik.

Pasang musik dan dengarkan lagu favorit untuk menghibur diri.

Terkadang, itu satu-satunya hal yang dapat kamu lakukan untuk mendeklarasikan pikiran yang konyol.

6. Ikuti diet sehat

Semuanya dimulai dari pola makan yang sehat, apa yang kamu makan mencerminkan di luar juga.

Diet sehat dengan nutrisi dan vitamin yang tepat akan memberi kamu cahaya yang sehat.

Pikiran yang bahagia dan tenang. Pastikan kamu mengikuti diet seimbang yang meningkatkan kesehatan dan sistem kekebalan tubuh.

Semoga bermanfaat!

======

Tolong Jangan Lagi Cek HP Saat Baru Bangun Tidur Kalau Masih Sayang Nyawa, Bahayanya Lebih Ngeri dari yang Kamu Kira!

Setelah bangun tidur, hal pertama yang kebanyakan dilakukan orang pasti melihat HP.

Ya, mengecek handphone setelah bangun tidur sudah seperti kebiasaan umum.

Padahal kebiasaan melihat HP setelah bangun tidur justru punya efek samping yang mengerikan.

Kalau kamu punya kebiasaan satu ini, mulai sekarang coba hindari.

Studi dari IDC Research menemukan 80% pengguna smartphone mengecek ponsel mereka 15 menit setelah terbangun, dan ternyata itu bukanlah hal yang bagus.

Sebab, kebiasaan buruk mengecek ponsel saat bangun tidur sebenarnya dapat berdampak pada kesehatan, utamanya kesehatan otak dan aktivitas kita sepanjang hari.

Layar LED pada perangkat elektronik mengeluarkan apa yang disebut sebagai cahaya biru.

Tidak seperti namanya, cahaya biru yang dipancarkan dari layar elektronik kebanyakan justru berwarna putih terang.

Namun bagaimanapun, penelitian telah menunjukkan bahwa cahaya biru memiliki efek buruk pada manusia.

Riset tahun 2007 yang terbit di Journal of Neural Transmission mengidentifikasi paparan cahaya biru sebagai peningkatan kinerja kognitif.

Kemudian, studi 2011 yang terbit di Journal of Applied Physiology menemukan, cahaya biru menekan hormon melatonin pada otak manusia.

Melatonin berfungsi untuk mengatur siklus malam dan siang atau siklus bangun dan tidur.

Keadaan gelap dapat merangsang tumbuh untuk memproduksi lebih banyak melatonin, yang akan mengirim sinyal ke otak agar tubuh siap tidur.

Sedangkan cahaya dapat menurunkan produksi melatonin dan memberikan sinyal pada tubuh untuk bangun.

Beberapa orang yang memiliki masalah sulit tidur memiliki kadar melatonin dalam tubuh yang cukup rendah.

Studi lain yang terbit tahun 2014 di The Journal of Sleep menyebutkan, paparan cahaya biru dapat melawan kelelahan sepanjang waktu dan membuat kita terus terjaga.

Dipercaya, jeda paling baik untuk mengecek smartphone adalah satu jam setelah terbangun dari tidur.

Dikutip dari Kompas.com, berikut ini adalah tiga masalah yang bisa terjadi kalau melihat hp setelah bangun tidur.

1. Meningkatkan stres dan kecemasan

Ketika bangun tidur lalu mengecek ponsel, kita akan segera dibombardir dengan tumpukan, pesan, e-mail, pemberitaan negatif yang ada di sekitar, dan lain sebagainya.

Hal-hal ini akan menciptakan perasaan stres dan cemas seharian. Rangsangan eksternal yang diberikan ponsel tidak memberi kita waktu dan ruang untuk memulai hari dengan tenang.

“Saat bangun tidur langsung memeriksa ponsel akan berpotensi meningkatkan stres dan membuat Anda kewalahan,” ungkap Dr Nikole Bender-Hadi, psikiater di San Francisco, California.

Hal ini pun didukung riset yang dilakukan University of Gothenburg di Swedia.

Tim ahli yang melakukan riset pada pengguna ponsel pintar (smartphone) berusia 20 tahunan ini menemukan, penggunaan ponsel yang tinggi berkorelasi pada peningkatan depresi, baik pada pria maupun wanita.

Lebih lanjut, studi ini mengukur efek penggunaan ponsel pada orang berusia 20-an selama setahun dan menemukan penggunaan ponsel yang tinggi secara langsung berkorelasi dengan peningkatan laporan depresi baik untuk pria dan wanita.

2. Waktu dan perhatian tersita

Dengan mengecek media sosial, kita bisa menemukan berbagai macam hal dan opini dari banyak orang.

Hal ini bisa membuat otak sudah dipenuhi pikiran sejak terbangun.

Tanpa disadari bahwa pikiran, ide, dan fokus sedang dibajak oleh isi pesan, e-mail, dan informasi lain dari ponsel.

Dibanding memeriksa ponsel, disarankan agar kita melakukan aktivitas yang dapat merangsang otak, seperti membaca, meditasi, membuat jurnal, memprioritaskan jugas, menjadwalkan hari, atau meluangkan waktu membuat sarapan sehat.

3. Otak terganggu sepanjang hari

Menurut Dr Nikole Benders-Hadi, “Informasi yang terlalu banyak melanda sebelum benar-benar terbangun mengganggu kemampuan kita untuk memprioritaskan tugas.”

Dengan kata lain, sepanjang hari, kita akan lebih mudah teralihkan dari tugas alias kurang fokus.

Hal ini pun bisa mengacaukan produktivitas sepanjang hari.

Oleh sebab itu, berhentilah memeriksa ponsel setelah bangun tidur demi menjaga kesehatan otak.

Sebagai gantinya, mulailah pagi dengan santai dan tenang.

Latih otak untuk terbiasa dengan tingkat stimulasi yang lebih rendah.

Tags: #cara detoksifikasi pikiran #jangan cek HP ketika bangun tidur #mendengar omelan istri baik untuk kesehatan suami