Menikah Baru 2 Minggu, Tapi Sudah Hamil 1 Bulan. Begini Penjelasan Dokter

465 views


“Aku hamil, Pah. Kata dokter, usia kehamilanku sudah 4 minggu”
“Hah, kok bisa? Kamu menikah belum ada sebulan, lho. Kalian nggak macem-macem sebelum menikah, ‘kan?”

Bukan kata syukur dan ucapan bahagia yang muncul dari mulut Papa ketika kamu mengabarkan bahwa kamu hamil, tapi justru lebih ke pernyataan kaget, panik dan menuduh.

Ya wajar saja, kabar kehamilanmu diikuti dengan usia kehamilan yang kata dokter sudah masuk pada minggu ke-4 membuat Papamu jadi berpikiran yang tidak-tidak. Pernikahanmu saja belum sampai sebulan.

Banyak pasangan diberi rezeki berupa kehamilan dengan sangat cepat, bahkan di usia pernikahan yang baru memasuki minggu ke-2. Tentunya hal ini bisa terjadi jika pada pihak wanita sedang berada di masa subur yang menyebabkan proses pembuahan berhasil.

Tapi, jangan kaget saat dokter kandungan mengatakan kalau usia kehamilan sudah melebihi usia pernikahan kalian. Kok bisa?

Usia Kehamilan Dihitung Dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), Bukan Saat Bertemunya Sperma dan Ovum
Misalnya, dengan ilustrasi seperti di atas, bahwa kamu divonis hamil sebulan, padahal baru menikah dua minggu, beginilah cara menghitungnya.

Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT): 19 Juli 2016
Menikah: 8 Agustus 2016
Kontrol kehamilan pada dokter kandungan: 22 Agustus 2016

Dalam kasus di atas, sudah bisa dipastikan dokter tidak akan mengatakan usia kehamilanmu 2 minggu (sesuai umur pernikahan), melainkan 4 minggu.

Hal ini dikarenakan rumus menghitung usia kehamilan dilihat dari Hari Pertama Haid Terakhir, bukan saat bertemunya sperma dan ovum.

Lalu, Jika Usia Kehamilan Sudah Diketahui, Bagaimana Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)?
Hari Perkiraan Lahir (HPL) bisa dilihat melalui rumus Neagele (rumus yang menghitung Minggu Ke-40 Dari HPHT), yaitu:

(Hari+7) (Bulan-3) (Tahun+1)
Pengeculian jika bulan HPHT adalah Januari-Maret, maka rumus yang digunakan adalah:
(Hari+7) (Bulan +9) (Tahun)

Dalam kasus di atas, dimana HPHT adalah 19 Juli 2016, maka kita bisa menghitung sendiri HPL-nya menjadi seperti ini:

(Hari+7) (Bulan-3) (Tahun+1)
(19+7) (7-3) (2016+1)
26 – 4 – 2017

Maka, janin untuk kasus ini akan dilahirkan sekitar tanggal 26 April 2017 atau 40 minggu usia kehamilan, dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Berbeda jika terdapat kasus dimana sebagai contoh HPHT adalah 23 Januari 2016, maka perhitungan HPLnya menggunakan rumus:

(Hari+7) (Bulan +9) (Tahun)
(23+7) – (1+9) – (2016)
30 – 10 – 2016
Perkiraan lahir untuk janin dalam kasus ini adalah sekitar tanggal 30 Oktober 2016

Yang perlu digarisbawahi, tanggal tersebut merupakan perkiraan, di mana pada kenyataanya hari kelahiran tidak selalu sama dengan prediksi.

Selain Itu, Tahu Nggak Sih Kalau Ternyata Usia Kehamilan dan Usia Janin Merupakan Hal yang Berbeda, Lho!
Ternyata, usia kehamilan dan usia janin merupakan 2 istilah yang berbeda. Jika usia kehamilan dihitung dari HPHT, usia janin merupakan hitungan lamanya janin dari saat pembuahan terjadi. Nah, kalau yang ini rumusnya mudah; usia kehamilan dikurang 2 minggu.

Beberapa ahli mengatakan bahwa ovum keluar dari ovarium diperkirakan pada hari ke-14 atau 2 minggu setelah mens terakhir. Itu sebabnya usia janin diprediksi dengan mengurangi usia kehamilan dengan 2 minggu. Jadi sebenarnya jika seseorang melahirkan di usia kehamilan 40 minggu itu sama saja dengan usia janin 38 minggu.

Sekarang jadi makin mengerti ‘kan tentang perhitungan usia kehamilan seorang wanita? Jadi, jangan mikir yang aneh-aneh dulu ya jika suatu ketika menemui atau bahkan mengalami sendiri kasus seperti ini.

5 Cara Sederhana Untuk Mengetahui Subur Tidaknya Seorang Wanita

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menikahi wanita yang penyayang dan subur.

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud. Hadits senada diriwayatka oleh An Nasa’i dan Ahmad)

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara mengetahui bahwa calon istri kita subur atau tidak, sementara dia masih gadis? Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan:

Tes Kesuburan
Cara yang paling valid untuk mengetahui wanita subur atau tidak adalah melalui serangkaian tes kesuburan yang dilakukan oleh ahli medis (baca: dokter).

Secara umum, melalui pemeriksaan ini dapat diketahui apakah ovarium mampu menghasilkan sel telur dan melepaskannya saat ovulasi, ada tidaknya sumbatan dalam tuba dan apakah ada kelainan dalam rahim yang dapat menghambat terjadinya implantasi dan perkembangan janin.

Permasalahannya, meminta calon istri melakukan tes kesuburan adalah yang tabu dan aneh dalam budaya kita. Meskipun hasilnya paling akurat, ia tidak bisa menjadi pilihan terbaik. Bisa-bisa, malah calon istri atau keluarganya membatalkan rencana pernikahan yang telah disusun sebelumnya.

Jumlah Anggota Keluarga
Cara kedua ini sangat mudah dilakukan karena sangat sederhana. Untuk mendeteksi calon istri subur atau tidak, lihatlah anggota keluarganya.

“Dengan mengetahui jumlah anggota keluarganya, kita bisa mengukur seberapa besar peluang calon istri memiliki keturunan. Biasanya keturunan dari keluarga ‘subur’ jauh lebih mudah menghasilkan keturunan. Anak tunggal, dengan banyak sepupu yang juga anak tunggal bisa pula menjadi indikator,” tulis dr Egha Zainur Ramadhani dalam buku Sehat & Sukses Pranikah. Kendati demikian, peluang ini hanya sekedar prediksi, tidak sevalid tes kesuburan.

Siklus Haid
Cara lain untuk mendeteksi seorang wanita subur atau tidak, adalah dari siklus menstruasinya. Jika lancar, peluang kesuburannya lebih besar. Siklus ini adalah indikator terjadinya ovulasi dan hormon bekerja dengan normal.

Karenanya banyak dokter yang menyarankan pasangan suami istri yang ingin segera punya anak untuk melakukan hubungan pada proses ovulasi yang umumnya terjadi pada hari ke-16 dari sejak hari pertama siklus menstruasi atau hari ke-14 sebelum menstruasi berikutnya.

Bagaimana cara mengetahui siklus haid calon istri lancar atau tidak? Dalam budaya kita, ini juga menjadi hal yang tabu jika langsung menanyakannya. Maka calon suami bisa mengutus seorang wanita untuk menanyakan kepada calon istrinya.

Berat Badan
Subur tidaknya wanita juga bisa dideteksi dari berat badan. Tubuh yang terlalu kurus atau terlalu gemuk, dapat menyebabkan kinerja hormon tidak maksimal, ovulasi menjadi tidak teratur. Terlalu kurus menyebabkan sistem bekerja minimal untuk menghemat energi yang keluar.

Sedangkan terlalu gemuk dapat menyebabkan terjadinya perubahan level hormon dalam tubuh karena estrogen tidak hanya diproduksi di dalam ovarium tapi juga dalam lemak tubuh.

Masih dalam buku Sehat & Sukses Pranikah, dr Egha Zainur Ramadhani menjelaskan, 12% masalah ketidaksuburan disebabkan oleh masalah berat badan. “Terlalu kurus atau terlalu gemuk sangat mempengaruhi kesuburan bagi wanita,” tulisnya.

Nah, untuk mengetahui calon istri terlalu gemuk atau terlalu kurus, calon suami tidak perlu mengutus orang. Sebab dalam Islam disunnahkan nazhar, melihat calon istri. Mungkin dalam istilah sekarang, melalui forum ta’aruf.

Jalannya Menarik
Liputan6 pernah melansir hasil penelitian yang dilakukan Universitas Göttingen, Jerman, bahwa cara berjalan kaum wanita bisa memperlihatkan subur atau tidaknya mereka. Yang intinya, cara jalan wanita yang secara alami ‘menarik’ perhatian laki-laki merupakan salah satu indikator kesuburan mereka.

Bagaimana caranya calon suami mengetahui cara jalan calon istri? Pernah ada ikhwan yang meminta akhwat yang dita’arufkan dengannya untuk jalan. Ia ingin mengetahui cara jalan calon istrinya itu.

Entah untuk mengetahui ia subur atau hal lainnya. Hanya saja, cara ini dianggap tabu khususnya di kalangan aktifis dakwah. Lalu bagaimana? Sahabat seperti Jabir bin Abdullah dan Muhammad bin Maslamah mencontohkan, mereka mengamati calon istrinya secara diam-diam.

“Aku bersembunyi untuk memperhatikan calon istriku itu hingga aku melihat hal yang menarik bagiku untuk menikahinya,” kata Jabir bin Abdullah dalam sebuah hadits yang dikutip Ustadz Mohammad Fauzil Adhim dalam buku Saatnya untuk Menikah.

Wallahu a’lam bish shawab

Tags: #berbakti pada orang tua yang sudah meninggal #cara mengetahui subur tidaknya wanita #menikah baru 2 minggu #sudah hamil 1 bulan