Mer*ndahkan Orang Lain Tak Menjamin Dirimu Lebih Tinggi, Jadi Berhati-hatilah Dalam Berkata!


Berhati-hatilah dalam bersikap dan berperilaku, terlebih jagalah perkataanmu bila berada didepan orang lain, jangan sampai kamu hina dengan perkataanmu sendiri.

Dan yang terperting adalah sehebat apapun dirimu jangan sampai merendahkan orang lain hanya untuk tetap terlihat hebat, karena yang demikian tidak akan menjamin dirimu lebih tinggi, tapi justru sebaliknya.
Jangan Menjelek-jelekkan Orang Lain Hanya Untuk Terlihat Lebih Baik

Berbijaklah membawa diri dan menjaga hati, jangan menjelek-jelekkan orang lain hanya untuk terlihat lebih baik, karena bila kamu senantiasa berbuat demikian maka tentu kamu akan terlihat lebih buruk.

Dan mungkin benar saat kamu menjelekkan orang lain kamu akan seaolah-olah telah lebih baik, tetapi bila kebenarannya terungkap maka kamu akan lebih jelek dari yang telah kamu jelek-jelekkan.
Jangan Menghinakan Orang Lain Hanya Untuk Terlihat Lebih Mulia

Jangan pula menghinakan orang lain hanya untuk terlihat lebih mulia dimata manusia. Sebab, bila kamu senantiasa menghinakan orang lain maka pada akhirnya kamu sendiri yang akan hina dengan kata-kata hinamu, setelah orang lain tahu siapa dirimu sebenarnya.
Jangan Mengada-ngada Hanya Untuk Terlihat Lebih Ada

Jangan mengada-mengada hanya untuk terlihat lebih ada, dan adakah yang seperti ini? Banyak. Karena tidak jarang pula diantara kita yang rela berkata bohong dan menebar kebohongan kepada orang lain hanya untuk terlihat mampu dimata manusia.
Jangan Merendahkan Orang Lain Hanya Untuk Terlihat Lebih Hebat

Jangan merendahkan orang lain hanya untuk terlihat lebih hebat, karena saat kamu merendahkan orang lain justru disitulah sebenarnya kamu telah menjatuhkan harga dirimu sendiri, dan mengakui bahwa dirimu bukanlah orang yang hebat, karena orang hebat yang sesungguhnya adalah yang senantiasa menjaga hatinya untuk selalu merendah.
Baiklah Tanpa Menjelekkan Yang Lain Dan Mulialah Tanpa Menghina Yang Lainnnya

Oleh karenanya, bijaklah selalu menjaga hati, sikap, perilaku, dan lisan. Baiklah tanpa menjelekkan yang lain, dan mulialah tanpa menghinakan yang lainnya.

Serta sadarlah, bahwa penilaian manusia tidaklah lebih peenting dari penilaian Allah, maka kejarlah penilaian Allah, sebab bila mulia dimata Allah maka dihadapan manusiapun kamu akan selalu mulia. Insyaallah

======

Merasakan Sakit Kepala Setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Di balik perasaan gembira karena buah hati telah lahir ke dunia, tidak sedikit wanita yang mengeluhkan sakit kepala setelah melahirkan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tapi bisa juga menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Yuk, kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Sebanyak 40% wanita mengeluhkan sakit kepala setelah melahirkan. Biasanya, kondisi ini terjadi dalam 6–8 minggu pertama setelah proses persalinan. Sensasi sakit kepala yang dirasakan bervariasi, bisa seperti tekanan, ketegangan, tusukan, atau denyutan, dan bisa dirasakan di seluruh kepala atau hanya di satu sisi.

Penyebab Sakit Kepala Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, hormon estrogen dalam tubuh bisa menurun secara signifikan. Nah, penurunan kadar hormon inilah yang dapat memicu sakit kepala.

Kecenderungan mengalami sakit kepala setelah melahirkan bisa diturunkan dalam keluarga. Namun, jika Bunda sebelum melahirkan memang sering mengalami sakit kepala, setelahnya Bunda juga akan rentan mengalami ini.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang dapat memicu sakit kepala setelah melahirkan, di antaranya:

  • Kelelahan
  • Kurang tidur
  • Dehidrasi karena kurang minum saat menyusui
  • Efek samping obat bius yang digunakan saat melahirkan
  • Faktor lingkungan, misalnya udara yang terlalu dingin
  • Penghentian mendadak konsumsi kafein (caffeine withdrawal)
  • Depresi pascamelahirkan

Sakit kepala setelah melahirkan juga bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan, mulai dari yang ringan, seperti alergi dan sinusitis, hingga yang berat, seperti preeklamsia, meningitis, dan penyumbatan pembuluh vena dalam otak.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Setelah Melahirkan

Sakit kepala setelah melahirkan tentu dapat mengganggu aktivitas Bunda sebagai ibu. Selain membuat tidak nyaman, Bunda bisa kehilangan fokus untuk merawat Si Kecil. Namun, Bunda tak perlu risau. Jika sakit kepala masih terasa ringan, berikut ini adalah tips untuk mengatasinya:

1. Cukupi waktu istirahat

Merawat Si Kecil yang baru lahir tentu menyita banyak waktu Bunda. Namun, jangan sampai Bunda melewatkan waktu istirahat, ya. Cobalah untuk ikut tidur saat Si Kecil tidur. Bunda juga bisa menyisihkan waktu tidur siang kurang lebih selama 30 menit untuk mengisi ulang energi.

Selain itu, jauhkan ponsel serta matikan lampu dan TV agar tidur bisa lebih nyenyak. Cara ini akan membuat sakit kepala yang Bunda rasakan berangsur-angsur menghilang.

2. Konsumsi makanan sehat dan cukupi asupan cairan

Agar tubuh lebih berenergi dan sakit kepala mereda, pastikan Bunda selalu mengonsumsi makanan sehat, seperti telur, ikan, daging, sayuran, dan buah-buahan. Bunda juga bisa makan camilan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, terutama jika Bunda sudah telat makan.

Jangan lupa perbanyak minum air putih, ya, Bun. Mencukupi asupan cairan akan membuat tubuh tetap terhidrasi dan menghilangkan sakit kepala yang mengganggu.

3. Konsumsi sedikit kafein

Sakit kepala bisa terjadi karena pembuluh darah di otak melebar. Nah, kafein memiliki kemampuan untuk menyempitkan pembuluh darah. Jadi, konsumsi kafein dapat membantu meredakan sakit kepala yang Bunda rasakan.

Buatlah secangkir kopi atau teh hangat disela-sela waktu istirahat Bunda. Namun, pastikan Bunda tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan, ya. Batasi 1–2 cangkir kopi atau 2–3 cangkir teh per harinya.

4. Gunakan kompres hangat atau dingin

Kompres hangat atau dingin merupakan salah satu cara yang mudah dan sederhana untuk mengatasi sakit kepala setelah melahirkan. Untuk melakukannya, celupkan handuk ke dalam air hangat atau dingin, peras airnya, kemudian tempatkan handuk di kepala sampai Bunda merasa lebih nyaman.

5. Lakukan aktivitas yang disukai

Luangkanlah waktu Bunda untuk melakukan me time. Lakukan aktivitas apa pun yang Bunda sukai, misalnya mandi air hangat, membaca buku, olahraga, jalan-jalan santai, atau berbincang dengan teman-teman.

Hal ini akan membuat tubuh Bunda lebih rileks dan mengurangi ketegangan otot, sehingga sakit kepala pun bisa mereda.

6. Konsumsi obat-obatan

Bunda bisa minum obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit kepala setelah melahirkan. Namun, hati-hati karena tidak semua obat aman dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.

Obat pereda nyeri yang aman dikonsumsi ibu menyusui antara lain naproxen, paracetamol, dan ibuprofen. Sebelum mengonsumsi obat, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.

Meski umumnya tidak berbahaya, sakit kepala setelah melahirkan tidak boleh Bunda abaikan. Seperti yang telah disebutkan di atas, sakit kepala setelah melahirkan juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan berat.

Jika langkah-langkah di atas tidak kunjung meredakan sakit kepala Bunda, atau sakit kepala disertai gejala lain, seperti muntah, demam, leher kaku, penglihatan kabur, atau kejang, segera periksakan diri ke dokter.

======

Ini Ciri-Ciri Extrovert yang Perlu Anda Ketahui

Anda mungkin pernah mengenal seseorang dengan kepribadian extrovert atau mungkin justru Anda sendiri yang merupakan pribadi extrovert. Individu extrovert biasanya digambarkan sebagai orang yang ramah dan sangat suka berada dalam situasi sosial.

Senang berada dalam situasi sosial adalah ciri utama orang dengan kepribadian extrovert. Kebalikan dari introvert yang lebih suka menyendiri, individu extrovert sangat suka menghabiskan waktunya bersama orang lain, karena ini merupakan caranya untuk mendapatkan dan memulihkan energi.

Baginya, menghabiskan waktunya seorang diri justru akan terasa melelahkan dan membuatnya lesu serta tidak bersemangat.

Ciri-Ciri Extrovert

Selain suka bersosialisasi, berikut ini adalah ciri-ciri orang dengan kepribadian extrovert:

1. Suka berbicara

Orang dengan kepribadian extrovert biasanya sangat suka berbicara. Ini dilakukan tidak hanya kepada orang-orang yang dekat dengannya, tetapi juga kepada orang yang baru dikenalnya.

2. Memiliki banyak teman

Individu extrovert juga biasanya memiliki lingkaran pertemanan yang luas. Pasalnya, ia sangat pandai memulai percakapan dan berteman dengan orang baru. Ia juga sangat menikmati keberadaan orang lain bersamanya, meskipun ia baru mengenal orang tersebut.

Orang dengan kepribadian extrovert umumnya juga sangat ramah, ceria, positif, dan menyenangkan. Oleh sebab itu, orang lain juga akan merasa nyaman berada di dekatnya.

3. Terbuka

Ini juga merupakan salah satu ciri pribadi extrovert. Orang extrovert umumnya sangat terbuka. Ia bahkan tidak segan untuk curhat dan membagikan pemikirannya dan perasaannya dengan orang lain.

Misalnya, saat dihadapkan pada suatu masalah, orang extrovert cenderung akan menceritakan dan mendiskusikan masalah yang dihadapinya kepada orang lain. Menurut individu extrovert, masalah akan terasa lebih ringan jika dibicarakan dan penyelesaiannya juga akan lebih mudah ditemukan.

4. Fleksibel

Pribadi extrovert juga sangat fleksibel dan mudah beradaptasi dengan segala situasi yang sedang dihadapinya. Ia juga sangat spontan dan inovatif dalam menghadapi segala masalah dan situasi.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Extrovert

Jika Anda merupakan seorang dengan kepribadian extrovert, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

Cobalah untuk menikmati waktu sendiri

Sebagai seorang extrovert, kesenangan Anda dalam menghabiskan waktu bersama orang lain terkadang bisa membuat Anda menjadi terlalu bergantung kepada orang lain. Anda mungkin juga kerap merasa kesulitan jika harus melakukan suatu hal seorang diri.

Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini bisa membawa dampak yang tidak baik, terutama dalam hal pekerjaan. Pasalnya, di tempat kerja umumnya setiap individu juga dituntut untuk bisa bekerja secara mandiri.

Maka dari itu, sesekali cobalah untuk menikmati waktu seorang diri, misalnya dengan berbelanja, menonton di bioskop, atau mengerjakan tugas di kedai kopi sendirian. Ini baik untuk melatih diri Anda agar tidak terlalu bergantung kepada orang lain.

Hati-hati dalam mengambil keputusan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, individu extrovert umumnya adalah orang yang fleksibel dan spontan. Ini mungkin merupakan hal yang baik, tetapi juga bisa menjadi penyebab pengambilan keputusan yang terburu-buru, misalnya pada saat mengerjakan tugas, memulai sebuah pekerjaan, atau bahkan berlibur.

Keputusan yang dibuat secara terburu-buru sering kali membuat orang extrovert mudah bosan dengan suatu hal. Ini tentu saja bukan merupakan hal yang baik, terlebih jika berhubungan dengan pekerjaan.

Maka dari itu, jika Anda dihadapkan pada situasi yang mengharuskan Anda mengambil keputusan, usahakan untuk mempertimbangkan semua hal dengan matang terlebih dahulu.

Jika dilihat dari ciri-ciri yang dimiliki, seorang extrovert mungkin terlihat sangat sempurna dan menyenangkan, tetapi bukan berarti ia tidak pernah mengalami kesulitan sama sekali.

Di masa pandemi seperti sekarang, ketika semua orang harus menjaga jarak dengan orang lain dan membatasi keluar rumah, orang extrovert mungkin akan lebih mudah mengalami stres, cabin fever, atau bahkan depresi.

Apabila sebagai seorang extrovert Anda merasa perlu berkonsultasi mengenai kesulitan-kesulitan yang Anda hadapi, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada psikolog atau psikiater.

Tags: #cara mengatasi sakit kepala saat melahirkan #ciri-ciri orang ekstrovert #jangan merendahkan orang lain #penyebab sakit kepala saat melahirkan