Meski Suami Tidak Selingkuh, 6 Hal inilah Bikin Istri Merasa Dikhianati

546 views


Perselingkuhan merupakan hal yang paling menyakitkan bahkan pelanggaran bagi mereka yang suda mempunyai pasangan. Apapun bentuk ketidak setiaan pasti menyakitkan. Dilansir The Huffington Post, sejumlah pakar hubungan menjelaskan 7 bentuk pengkhianatan non fisik diantanya adalah:

1. Mengeluhkan Pasangan Kepada Lawan Jenis yang Ditaksir
Curhat masalah keluarga kepada orang lain terutama kepada orang yang dicintai meski tujuannya bukan selingkuh bisa membuat orang lain merasa kasihan dan bisa membuka kesempatan sahabat menjadi cinta. Meski bukan perselingkuhan namun disebut perkhianatan dan menjadi latar perselingkuhan fisik kemudian hari.

2. Memprioritaskan Pekerjaan, Hobi, atau Minat Lain di Atas Hubungan
Ketika pasangan dinomer seduakan dan menomer satukan pekerjaan, hobi danlainnya amaka hal tersebut juga dianggap sebagai pengkhianatan. Tak ada salahnya mengedepankan pekerjaan namun jangan keseringan. Karena bisa berakibat fatal pada pernikahan.

3. Membocorkan Informasi Pribadi Tanpa Sepengetahuan Pasangan
Ketika sang pasangan curhat tentang suatu hal lantas dibeberkan kepada orang lain padahal sang suami sudah percaya kepadanya. Padahal sebagai pasangan wajib menjaga informasi. Dan ketika sudah terlanjur dibocorkan tentu orang lain akan membocorkan informasi tersebut kepada orang lain juga.

4. Berbohong Masalah Keuangan
Tidak memberi tahu pasangan masalah uang yang dipinjamkan kepada orang lain. Atau suka mengecek uang suami, padahal hal sepele seperti ini bisa merugikan pernikahan.

5. Selingkuh hati
Ketika berteman dengan seseorang namun dirahasiakan dari pasangan. Meski tidak pernah berselingkuh fisik namun memiliki hubungan yang intens dengan seseorang hingga memasuki ranah pribadi juga dikatakan sebagai perselingkuhan secara emosional.

6. Merendahkan atau Mengkritik Pasangan di Depan Orang Lain
Suka mengejek, mengkritik pasangan didepan orang lain hingga menyakitkan maka hal tersebut dianggap sebagai pengkhianatan.

Nah sobat dakwah, Itulah beberapa hal yang membuat istri merasa dikhianati meski suami tidak selingkuh. Semoga yang singkat ini dapat menjadi pengingat dan bermanfaat

Ternyata Melayani Suami Setara dengan Pahala Jihad, Ini Haditsnya

Jangan anggap enteng pahala melayani suami. Sebab itu pernah ditanyakan oleh salah seorang sahabiyah langsung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diabadikan oleh Imam Muslim dalam shahih-nya.

Sahabiyah yang bertanya itu tak lain adalah Asma’ binti Yazid radhiyallahu ‘anhu. Ia adalah wanita anshar pertama yang beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yakni sewaktu Baiat Aqabah.

Sebenarnya ini bukan pertanyaan pribadi Asma’. Namun ia mewakili para sahabiyah yang “iri” melihat banyaknya amal para sahabat mulai dari shalat Jumat hingga jihad. Karena mewakili para sahabiyah itulah Asma’ gelar “juru bicara wanita.”

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku,” tanya Asma’ kepada Rasulullah.

“Sesungguhnya Allah mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepada Anda dan membaiat Anda. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum laki-laki dan kami adalah tempat menyalurkan syahwatnya. Kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi kaum laki-laki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat Jum’at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan mendidik anak-anak mereka. Maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”

Mendengar pertanyaan Asma’ itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda, “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agama yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”

Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya, Rasulullah!”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah wahai Asma’ dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang engkau sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.”

Maka Asma’ pun kembali sambil mengucapkan tahlil dan takbir, gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim)

Wahai Saudariku, mari garis bawahi petunjuk dari Nabi: perlakuan baik seorang istri kepada suaminya, upayanya mendapatkan ridha dan ketaatannya kepada suami bisa mengimbangi seluruh amal laki-laki yang telah disebutkan Asma’ mulai dari sholat Jumat hingga jihad. Maka mari melayani suami dengan sepenuh hati.

Penasaran Suami Selalu Pulang Subuh dan Langsung Mandi, Istri Menemukan Rahasia Besar

Seorang istri akhirnya menemukan sesuatu yang mengejutkan. Ini setelah penasaran dengan tingkah suaminya yang selalu pulang subuh dan langsung mandi dan cuci baju. (foto cover: ilustrasi)

Dilansir Vocketnews.com, sang istri mengaku lebih dari menjalani kehidupan rumah tangga dengan suaminya. Selama mengarungi bahtera rumah tangga, ia tidak merasa aneh dengan sikap suaminya.

Namun beberapa minggu terakhir suaminya kerap pulang subuh, langsung mandi, dan mencuci baju.

“Sepulang kerja, ia langsung pergi mandi dan tidak pernah perhatikan aku, kemudian ia pasti langsung mencuci bajunya”

Hingga akhirnya ia menemukan sesuatu yang amat mengejutkan setelah melihat keanehan yang dilakukan suaminya. Berikut cerita selengkapnya:

Saya dan pasanganku sudah menikah setahun lebih. Sebenarnya, kehidupan kami biasa saja, setelah pacaran beberapa waktu kami merencanakan pernikahan.

Karena kami lahir di desa, biasanya cuman perlu mendaftarkan diri di KUA saja, tidak mengadakan pesta apapun.

Setau kami juga tidak berencana begitu cepat punya anak, setelah menikah setahun, suamiku akhirnya mendapat kenaikan gaji dan bisa menabung sedikit.

Ditambah dengan uang pinjaman ke sanak saudara, akhirnya kami membeli rumah kecil. Di hari kami mendapatkan kunci rumah kami, suamiku memelukku dan berkata.

“Istriku, aku berjanji akan memberikan keluarga bahagia, mulai sekarang, kita punya ‘rumah’ yang sebenarnya, kamu harus bersiap, aku akan berjuang.”

“Kamu harus jaga kesehatan, kita akan segera punya anak Aku mengangguk bahagia mendengar semua ini.”

Ku tak tahu apa aku yang salah, atau suamiku yang berbeda, sejak kami membeli rumah. Karena harus mengembalikan uang pinjaman, ekonomi kami memang lebih sulit dan lebih banyak tekanan.

Tapi sejak itu, suamiku sering berkata harus lembur, awalnya aku pikir lembur seperti biasa. Tapi dia harus lembur setiap hari, dan pulang larut sampai jam 1 atau jam 2 subuh.

Sepulang kerja, ia langsung pergi mandi dan tidak pernah perhatikan aku, kemudian ia pasti langsung mencuci bajunya. Saat itu aku pulang kerja lebih cepat dan menunggu di depan kantornya.

Ternyata, suamiku benar-benar tidak lembur! Begitu jam pulang kerja dia langsung keluar kantor dan mengendarai sepedanya, tapi ia tidak pulang ke rumah.

Hal ini membuat aku semakin yakin ia selingkuh! Apalagi ia pulang langsung mandi dan cuci baju karena takut aku mencium wangi wanita lain.

Tetapi kemudian aku melihat dia masuk ke sebuah restoran barbeque. Aku waktu itu diam di sebrang jalan memperhatikan, aku melihat dia keluar dengan baju putih dan mulai memanggang daging.

Suamiku memang pernah bilang dulu dia suka memanggang daging di rumahnya dan semua orang bilang danging panggangannya itu enak.

Melihatnya sedang memanggang disana, aku mulai meneteskan air mata. Aku memutuskan untuk menyebrangi jalan dan duduk di restorannya.

Seorang pegawai menanyakan apa yang mau aku pesan, aku cuman berkata. Aku mau segelas minuman, tolong antarkan ke koki yang sedang memanggang daging.

Si Pegawai itu merasa aneh, namun tetap melakukannya, saat menerima minuman itulah, suamiku mengangkat kepalanya dan melihat aku.

Lalu meminum habis minuman itu dan langsung menghampiri aku. Sayang, kenapa kamu bisa datang kesini? Aku langsung memeluknya dan berkata, Aku tunggu kamu pulang kerja.

Di saat malam itu suamiku menjelaskan semuanya. Ia punya kemampuan memanggang dan tidak merasa lelah, dia cuman ingin menghasilkan sedikit uang tambahan.

Aku berkata pada suamiku, Aku bingung kenapa kamu setiap pulang langsung mandi dan cuci baju. Ternyata kamu takut aku mencium bau asap dan daging, aku malahan mengira kamu punya perempuan lain.

Jadi hari ini aku pergi mencari kamu Suamiku kemudian memelukku dan mencium keningku, Mana mungkin? Kamu adalah wanita paling sempurna buat aku, nggak ada orang yang bisa menggantikannya!