Meski Sudah Suami Istri, Tapi Kalau “Berhubungan” Seperti ini Sama Saja Z*na


Meski Sudah Suami Istri, Tapi Kalau “Berhubungan” Seperti ini Sama Saja Z*na

EMANGNYA ADA PERNIKAHAN YANG DIKATEGORIKAN SEPERTI ITU..

Memang menikah adalah suatu jenis ibadah yang harus dilakukan oleh semua orang. Dan dengan menikah hubungan suatu pasangan yang awalnya bukan muhrim menjadi muhrim. Tapi jangan menikah dengan kategori yang seperti ini. Karena kamu bisa dianggap “z*na”.

Kategori bagaimana yang dimaksud?

Mengutip keluargacinta, Di antara yang masuk kategori pernikahan tidak sah menurut agama adalah pernikahan beda agama. Laki-laki non muslim menikahi wanita muslimah.

Pernikahan ini terlarang berdasarkan surat al-Baqarah [2] ayat 221.

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.

Seorang muslimah haram dinikahi oleh laki-laki non muslim, sebab istri harus taat kepada suami sebagai pemimpinnya. Larangan ini semakin kuat dengan banyaknya ayat yang melarang seorang muslim untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpinnya.

Target akhir dari pernikahan ini, adalah proyek besar kaum-kaum kafir yang ingin melemahkan Islam dari dalam. Mereka menikahi wanita-wanita muslimah, lalu mengajak sang istri masuk ke dalam agama mereka.

Jika ini terjadi, anak-anak yang lahir pun akan dimurtadkan. Diajak masuk ke dalam agama mereka, cepat atau lambat.

Jika pun tidak dimurtadkan, wanita-wanita muslimah akan dilemahkan gerak dakwah dan pengaruh keislamannya di dalam keluarga dan masyarakatnya. Alhasil, kekuatan kaum Muslimin menjadi terbonsai. Terkurung. Tidak bisa menghasilkan gerakan dakwah yang menyejarah.

“Wanita Muslim yang melanggar ketentuan ini,” tulis Drs Muhammad Thalib menerangkan pernikahan beda agama, “berarti telah melakukan pernikahan yang tidak sah, walaupun menurut hukum negara pernikahannya sah.”

“Hubungan s*ksual yang dilakukan,” lanjut Drs Muhammad Thalib dalam Menuju Pernikahan Islami, “dinilai sebagai perbuatan z*na.” Sebab hubungan badannya dihukumi z*na, maka anak-anak yang terlahir pun menjadi anak z*na. “Oleh karena itu, anak yang dilahirkan dari pernikahan ini merupakan anak z*na.”

Selain itu, wanita-wanita muslimah yang mau dinikahi oleh laki-laki non muslim juga akan mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat. Di dunia, akidahnya akan semakin larut, kecintaan kepada agama menjadi pudar seiring berjalannya waktu.

Di akhirat, jika mati sebelum bertaubat, mereka akan mengalami siksa yang pedih, dikumpulkan bersama penghuni neraka lain. Kekal. Menikmati kepungan azab yang tiada terperi.

Semoga apa yang kami sampaikan ini bermanfaat untuk anda semua. Dan supaya tau menikah itu bukan hanya sekedar untuk menuruti nafsu saja. Tapi ada aturan yang harus dilaksanakan.

======

Bisa Bikin Pendek Umur, Mulai Sekarang Stop Kebiasaan Makan Mie Instan Pakai Telur Setengah Matang, Bahayanya Bikin Menyesal Seumur Hidup

Mie instan terlanjur menjadi favorit banyak orang karena praktis dan rasanya yang enak.

Selagi menyajikan mie instan, kebanyakan orang akan menambahkan bahan tambahan untuk menambah kenimatannya.

Bahan tambahan yang sering dipilih adalah sayur-sayuran, sosis, bakso, hingga telur setengah matang.

Memakan mie instan dan telur setengah matang memang memberikan kenikmatan yang khas.

Banyak yang mengira menambahkan telur setengah matang akan membuat mie instan lebih bernutrisi.

Pasalnya, telur kaya akan protein, vitamin dan mineral yang sangat baik untuk kesehatan.

Namun, tahukah kamu bahwa makan mie instan pakai telur setengah matang justru membawa dampak buruk bagi kesehatan?

Melansir Stylo Indonesia, berikut bahaya mengonsumsi mie instan dan telur setengah matang secara bersamaan.

Adanya zat avidin

Zat avidin yang terkandung dalam telur setengah matang sebenarnya bermanfaat untuk melindungi nilai gizi telur.

Namun, jika dikonsumsi oleh manusia, zat ini akan memicu gatal-gatal dan pembengkakan pada kulit.

Berisiko adanya bakteri salmonella

Telur setengah matang dikhawatirkan mengandung bakteri salmonella yang berbahaya bagi kesehatan.

Melansir Kompas.com, bakteri ini dapat mempengaruhi saluran usus dan menyebabkan masalah serius seperti dehidrasi berat.

Adanya kandungan ovomucoid dan melamin

Kandungan ovomucoid dalam telur setengah matang bisa memicu reaksi gatal-gatal hingga gangguan pernapasan.

Sedangkan kandungan melamin pada telur setengah matang dapat membahayakan organ ginjal apabila masuk ke dalam tubuh.

Untuk menyiasati ini, kamu bisa memasak telur hingga matang dan tidak terlalu sering mengonsumsi mie instan.

======

5 Tips Mengontrol Tekanan Darah pada Anak

Ada beragam tips mengontrol tekanan darah pada anak. Namun, diperlukan perencanaan yang baik dan kedisiplinan dalam menjalaninya, terutama pada anak yang memang sudah menderita hipertensi.

Secara umum, tips mengontrol tekanan darah pada anak tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, yaitu melakukan perubahan gaya hidup sehat. Tak hanya berlaku bagi anak penderita hipertensi, tips ini juga perlu diterapkan pada semua anak agar senantiasa sehat.

Tips Mengontrol Tekanan Darah pada Anak

Tekanan darah tinggi atau hipertensi pada anak sering kali dikaitkan dengan kondisi kesehatan lain yang mendasarinya, seperti kelainan jantung, penyakit ginjal, kelainan genetik, atau kelainan hormonal.

Selain itu, hipertensi juga biasanya dialami oleh anak berusia 6 tahun ke atas dengan berbagai faktor risiko, mulai dari kelebihan berat badan, memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi, diabetes tipe 2, dan kolesterol tinggi, hingga terlalu banyak asupan garam, sering terpapar asap rokok, dan kurang aktif bergerak.

Agar tekanan darah anak tetap terjaga, penting untuk menerapkan berbagai tips mengontrol tekanan darah pada anak berikut ini:

1. Jaga berat badan anak

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan menyebabkan tekanan darah ikut naik. Jadi, salah cara efektif untuk menurunkan sekaligus mengontrol tekanan darah adalah dengan menjaga berat badan.

Jika berat badan anak Anda berlebih atau obesitas, ajak ia untuk melakukan diet sehat agar berat badannya turun hingga mencapai berat badan yang ideal.

2. Terapkan pola makan sehat

Tekanan darah pada anak dapat terkontrol jika ia dibiasakan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan produk olahan susu rendah lemak dan gula.

Selain itu, berikan anak makanan yang mengandung kalium, karena nutrisi ini juga berperan dalam menurunkan dan menjaga tekanan darah. Beberapa makanan tinggi kalium yang bisa dimasukkan ke dalam menu makanan harian anak antara lain ikan, ayam, daging sapi, kentang, bayam, pisang, papaya, dan kurma.

3. Kurangi asupan garam

Untuk mengontrol tekanan darah pada anak, batasi jumlah garam pada makanan yang dikonsumsinya. Pasalnya, asupan garam berlebihan secara bertahap dapat menyebabkan tekanan darah tinggi pada anak.

Contoh makanan tinggi garam yang sebaiknya perlu dihindari atau dibatasi adalah makanan cepat saji, seperti burger, chicken nugget, pizza, atau keripik kentang.

Untuk mengetahui batasan asupan garam pada anak, berikut panduannya:

Anak usia 4–8 tahun tidak disarankan untuk mengonsumsi garam lebih dari 1.200 mg sehari
Anak yang usianya lebih dari 8 tahun tidak boleh mengonsumsi garam lebih dari 1.500 mg sehari

4. Ajak anak untuk aktif bergerak

Tips mengontrol tekanan darah pada anak selanjutnya adalah mendorong aktvitas fisiknya. Ajak anak untuk aktif bergerak dan melakukan olahraga rutin agar otot jantungnya lebih kuat dan bisa memompa darah dengan lancar.

Untuk mendorong anak agar lebih aktif bergerak, batasi waktu menonton televisi, bermain komputer, atau bermain handphone. Untuk anak berusia di atas 2 tahun, batasi anak untuk melakukan aktivitas ini, yaitu tidak lebih dari 2 jam sehari.

Kemudian, ajak anak untuk berolahraga secara rutin bersama minimal 3 kali seminggu dengan durasi 30–60 menit. Olahraga yang bisa dilakukan ada banyak, namun sesuaikan dengan usia dan kondisi anak.

Anak yang menderita hipertensi misalnya, tidak disarankan untuk melakukan olahraga angkat besi, angkat beban, atau latihan kekuatan lainnya.

5. Jauhkan anak dari asap rokok

Asap rokok bisa membuat tekanan darah naik. Pasalnya, paparan asap rokok dapat secara langsung merusak jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, sebisa mungkin lindungi anak dari paparan asap rokok orang-orang disekitarnya.

Dengan menerapkan tips tersebut, tekanan darah anak akan senantiasa terjaga. Bahkan, pada anak dengan hipertensi, perubahan pola hidup sehat mampu membuat pengobatan yang dijalaninya lebih efektif atau mungkin untuk membuat anak tidak lagi mengonsumsi obat penurun tekanan darah.

Agar anak mudah untuk diajak menerapkan pola hidup, orang tua dan keluarga di sekitarnya harus turut terlibat atau melakukan hal yang sama. Dengan memberikan contoh yang baik, anak akan lebih mudah tergugah untuk menjalaninya.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar cara mengontrol tekanan darah pada anak atau Anda merasa anak Anda berisiko terkena hipertensi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Hipertensi yang terdeteksi sejak dini akan lebih mudah ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kondisi berbahaya.

Tags: #bahaya makan mie instan dengan telur setengah matang #sudah suami istri masih dianggap berzina #tips mengontrol tekanan darah pada anak