Miris! Tahu Ibunya yang Tua Cuma Bisa Jalan Ngesot, 3 Anak Ini Tetap Tega Buang Wanita yang Melahirkannya ke Panti Jompo, Alasannya Bikin Netizen Ngamuk!


Kasih ibu kepada anak sepanjang masa tampaknya tak selalu berbuah manis.

Merawat buah hati dari kecil hingga dewasa bukan jaminan untuk sang ibu akan diperlakukan dengan hal yang sama di masa depan.

Hal tersebut juga terjadi pada seorang ibu Trimah yang kisahnya sampai viral di media sosial.

Melansir dari postingan Instagram akun @soloinfo yang diunggah Jumat (29/10/2021), tampak seorang ibu yang mengenakan jilbab hitam tengah berada di ranjang sembari memegang roti yang hendak di makannya.

Di samping foto ibu tersebut juga tertulis kalimat yang mengatakan sosok tersebut sudah tiba di panti jompo.

“Ibu Trimah sudah tiba di Griya Lansia, Kamis 28 Oktober 2021 dini hari,” tulis akun tersebut.

Kemudian pada slide selanjutkan juga diperlihatkan sebuah surat pernyataan yang tampaknya dibuat oleh ketiga anak ibu Trimah.

Ya, usut punya usut, ibu Trimah tampaknya memang sengaja dibuang oleh ketiga anaknya sendiri.

Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa ketiga anak ibu Trimah sepakat akan menyerahkan perawatan orang tuanya itu ke panti jompo.

Ketiga anak ibu Trimah juga beralasan bahwa hal tersebut nekat dilakukan lantaran tak bisa merawat karena kesibukan masing-masing.

Dan ya, dalam kolom keterangan postingan akun tersebut, hal tersebut juga dijelaskan bhawa fakta tersebut memang benar adanya.

“Dini hari tadi, kami menerima satu ibu atas nama TRIMAH dari kota Magelang, Jawa Tengah.

Foto penyerahan dan surat kesediaan dari yayasan bisa di lihat di foto. (Nama dan alamat kami tutup, Tetap kami jaga Privasinya),” tulis akun tersebut,

Dibeberkan pula, bahwa wanita berusia 65 tahun itu kondisinya memang sudah tak fit.

Ya, ibu Trimah yang dibuang sang anak tenyata sudah tidak bisa berjalan normal dan hanya bisa berjalan dengan merangkat dan ngesot.

“Ibu Trimah sudah tiba dini hari di Griya Lansia, semoga sehat dan kerasan.

Ibu Trimah sudah tidak bisa berjalan normal, bisanya mbrangkang atau ngesot,” tulis akun tersebut.

Terakhir, pihak panti jompo tersebut, mengaku tetap akan merawat ibu Trimah sampai akhir hayatnya.

“Demikianlah, semoga kita bisa memetik pelajaran. Kami dari GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH MALANG, menyatakan SIAP merawat mbah Trimah sampai tutup usia,” tulis akun itu.

Sontak saja, usai diunggah tindakan yang dilakukan ketiga anak ibu Trimah langsung menuai banyak respon dari netizen.

Di kolom komentar, banyak netizen bahkan menyayangkan sikap yang diambil ketiga anak ibu Trimah yang malah tak merawat ibu kandungnya sendiri.

“Yaallahh, hanya karna kesibukan dunia sampai tidak mau merawat orang tua yg telah membesarkannya,” komentar @nurr_ai***ah.

“1 ibu bisa merawat 3 anak. Tapi 3 anaknya tidak dapat merawat 1 ibu,” tulis @nyayu***.

“Waktu pas jadi anak masih bayi,trus di titipkan panti asuhan dengan alasan yg sama ibu sibuk,gimana ya perasaan mereka. Ngenes tenan,” tambah @tika***.

“Jahat bgt sumpah…anaknya itu apa pada kerja diluar negri sih?,” komentar @didit

======

Sederet Manfaat Kurma Sukari yang Jarang Diketahui

Kurma sukari merupakan salah satu jenis kurma favorit di Indonesia karena rasa manisnya yang seperti permen. Namun, tahukan Anda bahwa banyak manfaat kurma sukari yang bisa diperoleh dari beragam kandungan nutrisi di dalamnya?

Sukari atau dalam Bahasa Arab “sukkar” memiliki arti gula. Cita rasanya yang ekstra manis dan dagingnya yang lembut membuat kurma ini menjadi salah satu jenis kurma kualitas premium yang paling terkenal di Arab Saudi.

Manfaat kurma sukari pun tak perlu diragukan lagi. Kurma dengan tampilan yang unik berwarna keemasan ini diketahui memiliki banyak nutrisi penting dan kaya akan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Beragam Manfaat Kurma Sukari

Rasa manis kurma sukari berasal dari kadar gulanya yang tinggi. Meski tinggi gula, kurma ini juga merupakan sumber serat, mineral, dan antioksidan alami yang dapat membawa manfaat bagi tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat kurma sukari yang sayang untuk Anda lewatkan:

1. Menyehatkan pencernaan

Satu porsi atau setara dengan 5 buah kurma sukari dapat memenuhi sekitar 8–12% kebutuhan serat harian Anda. Inilah yang membuat kurma sukari baik untuk kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit, apalagi bila dikombinasikan dengan makanan tinggi serat lainnya.

Selain karena kandungan seratnya, manfaat kurma sukari ini juga didukung oleh kandungan antioksidan flavonoid yang terbukti mampu menjaga kesehatan usus dan menurunkan risiko kambuhnya radang usus atau terjadinya kanker kolorektal.

2. Menangkal radikal bebas

Kurma sukari adalah salah satu makanan bernutrisi tinggi yang mengandung banyak antioksidan alami, seperti fenolik dan flavonoid. Kandungan antioksidan ini berperan penting dalam menangkal paparan radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan dini dan berbagai penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit jantung.

3. Mengontrol tekanan darah

Tekanan darah yang tinggi adalah faktor risiko penyakit jantung, penyebab kematian utama di seluruh dunia. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan darah adalah menjalani pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi kalium.

Kalium merupakan mineral tertinggi yang terkandung dalam kurma sukari. Bahkan, kadar kalium pada kurma sukar terbukti lebih tinggi daripada pisang yang terkenal kaya akan kalium. Dengan kalium yang tinggi dan kandungan sodium yang rendah tersebut, kurma sukari dinilai cocok untuk Anda yang mengalami hipertensi.

4. Meningkatkan energi

Kandungan gula alami yang ada dalam daging kurma sukari, seperti glukosa dan fruktosa, bisa diserap dengan cepat oleh usus untuk dijadikan sumber energi sel-sel tubuh Anda. Oleh karena itu, kurma sukari bisa menjadi pilihan yang baik untuk sumber energi di pagi hari atau saat berolahraga.

5. Memperkuat tulang

Kandungan kalium, kalsium, dan magnesium juga merupakan mineral yang banyak ditemukan dalam kurma sukari. Nyatanya, kandungan mineral ini lebih tinggi dibandingkan kandungan dalam beberapa buah lainnya, seperti delima, manga, dan pisang.

Berkat tingginya kadar mineral inilah kurma sukari dapat memberikan manfaat untuk kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis, serta membantu otot, jantung, dan otak Anda bekerja dengan optimal.

Manfaat kurma sukari tidak hanya itu. Makanan ini bisa menjadi pelengkap sumber nutrisi yang baik bagi ibu hamil dan menyusui, anak-anak, serta lansia. Kurma ini juga bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin mengurangi konsumsi gula tambahan.

Cara mengonsumsi kurma sukasari pun mudah. Anda bisa memakannya secara langsung, mencampurnya dengan pisang untuk dijadikan smoothie, mencampurnya dengan susu untuk menjadi susu kurma, atau mencampurnya dengan bubur oatmeal untuk menambah cita rasanya.

Selain itu, kurma sukari juga bisa dijadikan salah satu bahan untuk membuat infused water.

Untuk memperoleh manfaat kurma sukari secara maksimal, Anda disarankan untuk mengonsumsi buah ini secukupnya dan tidak berlebihan. Selain itu, konsumsi gula harian juga harus dibatasi. Bila perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai porsi kurma sukari yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

======

Glioblastoma: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Glioblastoma atau yang juga disebut dengan glioblastoma multiforme adalah salah satu jenis kanker ganas yang tumbuh di otak atau sumsum tulang belakang. Kanker ini dapat diderita oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa dan lanjut usia.

Glioblastoma terbentuk dari sel astrosit, yakni sel yang mendukung kerja sel saraf. Glioblastoma umumnya tumbuh di otak besar, tepatnya lobus frontal (bagian depan) dan lobus temporal (bagian samping). Namun, jenis kanker otak ini juga bisa tumbuh di batang otak, otak kecil, dan sumsum tulang belakang.

Sel kanker glioblastoma bisa tumbuh dan menyebar dengan sangat cepat di dalam otak penderitanya, karena sel kanker ini dapat menyediakan suplai darahnya sendiri. Kendati demikian, sel kanker glioblastoma sangat jarang menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Penyebab dan Faktor Risiko Glioblastoma

Hingga saat ini, penyebab glioblastoma belum diketahui secara pasti. Namun, pertumbuhan sel kanker glioblastoma diperkirakan memiliki kaitan dengan perubahan gen. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang membuat seseorang lebih berisiko menderita glioblastoma, yaitu:

  • Jenis kelamin laki-laki
  • Usia di atas 50 tahun
  • Ras kaukasia dan asia

Gejala Glioblastoma

Karena glioblastoma dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat, gejala yang dirasakan pertama kali oleh penderita umumnya disebabkan oleh tekanan pada otak. Gejalanya juga bisa berbeda-beda, tergantung lokasi sel kanker tumbuh, di antaranya adalah:

  • Sakit kepala berkepanjangan
  • Kejang
  • Muntah-muntah, terutama di pagi hari
  • Kesulitan berpikir
  • Kesulitan berbicara
  • Perubahan suasana hati
  • Perubahan kepribadian
  • Penglihatan ganda atau kabur
  • Hilang ingatan (amnesia)
  • Hilang selera makan
  • Lemah satu sisi badan (hemiparesis)
  • Lemah otot

Penanganan Glioblastoma

Saat seseorang mengalami keluhan di atas, dokter pertama-tama akan meninjau lebih dalam mengenai gejala dan riwayat kesehatannya. Dari sini, dokter akan memperkirakan penyebab gejala dan memastikannya dengan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan saraf, tes pencitraan dengan CT scan atau MRI, hingga biopsi.

Setelah itu, dokter baru bisa mendiagnosis apakah pasien benar-benar menderita glioblastoma atau tidak. Jika diagnosisnya glioblastoma, ada beberapa perawatan yang mungkin akan dianjurkan, antara lain:

  • Operasi, untuk mengangkat sel kanker sebanyak mungkin
  • Radioterapi, untuk membunuh sel kanker yang tersisa
  • Kemoterapi, yang dilakukan bersamaan dengan radioterapi atau setelahnya

Selain itu, obat-obatan lain yang mungkin akan diresepkan untuk penderita glioblastoma adalah:

  • Antikonvulsan, untuk mengurangi rasa sakit dan risiko kejang akibat kanker
  • Kortikosteroid, untuk mengurangi pembengkakan otak

Glioblastoma umumnya sangat sulit untuk diobati, karena kanker ganas ini berbentuk seperti jari-jari yang sulit untuk diangkat saat operasi. Selain itu, kanker ini juga terdiri dari berbagai jenis sel ganas, dan perawatan yang diberikan biasanya hanya efektif pada beberapa jenis sel saja.

Maka dari itu, tujuan utama pengobatan glioblastoma adalah untuk memperlambat dan mengontrol pertumbuhan sel kanker, bukan menyembuhkan. Selain itu, pengobatan juga dilakukan untuk membantu meringankan gejala, sehingga penderita glioblastoma dapat hidup dengan lebih nyaman.

Glioblastoma merupakan kanker ganas yang bisa menyebar dengan cepat. Semakin banyak penyebarannya, semakin sulit pula penanganannya. Oleh karena itu, diagnosis glioblastoma yang lebih dini akan lebih baik bagi penderitanya.

Jika Anda mengalami gejala yang mirip dengan gejala glioblastoma, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter, sehingga Anda dapat mengetahui dengan cepat kondisi apa yang sedang Anda alami. Dengan begitu, Anda bisa menerima perawatan dan pengobatan yang tepat sesegera mungkin.

Tags: #anak buang wanita yang melahirkannya di panti jompo #cara mengatasi glioblastoma #gejala glioblastoma #manfaat kurma sukari bagi kesehatan #penyebab glioblastoma