Muak lihat ulahnya, Dokter Tifa: Denny Siregar dan Abu janda itu musuh agama!


Adanya pegiat sosial yang kerap menyoroti dan mengkritisi kebijakan pemerintah di Indonesia dirasa meresahkan oleh Dokter Tifa.

Dokter Tifa tak segan turut memberikan kritikan pedas dan menyebut jika Denny Siregar, Abu Janda hingga Eko Kunthadi yang seorang pegiat sosial adalah gembong buzzer.

Hal itu diungkapkan doker Tifa melalui cuitan di akun Twitternya. Lantas, apa yang membuat dokter Tifa geram? Simak ulasan berikut.

Sebut buzzer adalah orang berbahya dan munafik

Pada cuitannya, dokter Tifa tampak garang dengan lugas menyebut jika ada orang-orang munafik mengaku Islam namun menjadi penghasut. Ia pun tak segan menyebutnya dengan sebutan munafik.

“Orang paling berbahaya adalah orang yang mengaku Islam, tetapi menghasut untuk membenci Islam. Itulah orang munafik,” cuit dokter Tifa dikutip Hiops.ID, Sabtu, 23 April 2022.

Menyebut Denny Siregar, Abu Janda hingga Eko Kunthadi sebagai orang munafik

Lebih lanjut, dokter Tifa pun lebih spesifik menyebut jika Denny Siregar, Abu Janda hingga Eko Kunthadi adalah orang-orang munafik.

“Contoh orang munafik paling nyata itu gembong buzzer Denny Siregar, Abu Janda, Eko Kunthadi,” lanjutnya.

“Mereka itulah musuh agama sekaligus musuh negara,” tegasnya.

Seperti diketahui, ketiga orang tersebut sering mengutarakan kalimat-kalimat kontroversi terkait agama dan juga pemerintahan.

Dokter Tifa pun seakan terusik dan memberikan pendapat menohok pada ketiga orang tersebut.

“12 tahun tidak ada perubahannya. Tetep kucel. Dosa numpuk, sementara tuan mereka makin kaya raya. Sadar nggak sih mereka itu,” pungkas dokter Tifa.

Heboh, ustaz tuding Ade Armando, Denny Siregar dan Abu Janda sebagai pesanan pemerintah untuk hal ini

Keberadaan pegiat media sosial seperti Ade Armando, Abu Janda, Denny Siregar dan lain-lain ternyata telah dikhawatirkan oleh seorang ustaz.

Ustaz tersebut merasa khawatir karena agama Islam dapat hancur sebab sering diadu domba oleh Ade Armando, Abu Janda, Denny Siregar orang-orang seperti tadi.

Ade Armando, Abu Janda dan Denny Siregar adalah orang-orang yang kerap membuat kegaduhan lewat pernyataan sarat kontroversi ketika berbicara soal agama.

Berdasarkan sebuah unggahan video di akun TikTok, @mujahidd_bandung, ustaz tersebut mengkritik dan mempertanyakan pemerintah mengenai fungsi dari mereka sampai-sampai dibayar mahal untuk keempat orang tadi.

“Ade Armando ini orang Minang, dosen Universitas Indonesia dan seorang muslim,” kata ustaz itu.

“Tapi ditugasi oleh pemerintah untuk melecehkan Allah, Rasulullah, Islam, Alquran dan melecehkan ulama,” lanjutnya.

Dia juga merasa heran dengan Ade Armando yang hingga saat ini belum juga dijebloskan ke penjara terkait kata-kata kontroversinya.

“Di Indonesia ini kan ada undang-undang KUHP pasal 156 A tentang penodaan agama,” ujarnya.’

“Indonesia kan negara hukum, kira-kira pernah tidak Ade Armando ditangkap. Tidak pernah, karena dia ditugasi negara,” lanjutnya.

Selanjutnya, dia juga mengatakan soal Abu Janda yang sama seperti Ade Armando tetapi belum juga di tindak oleh Kepolisian.

Dia menuding jika Abu Janda diperkerjakan oleh pemerintah untuk menghancurkan Islam di Indonesia.

“Denny Siregar juga ditugaskan negara untuk melecehkan Islam, ulama, dan Alquran. Dia juga tokoh syiah yang digaji oleh pemerintah Rp74 milliar dari APBN,” pungkas ustaz tersebut. ***

Sosok Ustaz ini sebut buzzer Denny Siregar kebal hukum, sampai jumlah bayaran

Potongan video ceramah seorang Ustaz yang belakangan diketahui bernama Andri Kurniawan mendadak ramai di media sosial. Pasalnya, ia menyeret sejumlah nama pegiat media sosial yang disebutnya sebagai buzzer bayaran Pemerintah.

Entah mendapat informasi dari mana, ia menyebut buzzer seperti Denny Siregar, Abu Janda, Ade Armando, hingga Eko Kuntadhi merupakan orang bayaran Pemerintah yang ditugaskan untuk memprovokasi agama sehingga menimbulkan perpecahan umat Islam.

“Ade Armando ini orang minang, dosen Universitas Indonesia dan seorang muslim. Tapi ditugasi oleh pemerintah untuk melecehkan Allah, Rasulullah, Islam, Al-Quran dan melecehkan ulama,” ujar Ustaz Andri dikutip dari TikTok @mujahidd_bandung, Selasa, 26 April 2022.

Ustaz Andri bahkan menyebut buzzer seperti mereka itu sebagai orang-orang yang kebal hukum karena dilindungi negara. Pasalnya, selama ini rakyat selalu disuguhi laporan yang menuding mereka sebagai penista agama, tapi tak kunjung ditangkap.

“Di Indonesia ini kan ada undang-undang KUHP pasal 156 A tentang penodaan agama. Indonesia kan negara hukum, kira-kira pernah tidak Ade Armando ditangkap. Tidak pernah, karena dia ditugasi negara.”

“Abu Janda, pernah nggak dia ditangkap? Tidak pernah, karena dia memang ditugaskan negara untuk menghancurkan Islam di Indonesia,” sambungnya.

Geram dengan fenomena tersebut, Ustaz Andri sampai berani menuduh bahwa buzzer andalan Pemerintah seperti Denny Siregar itu dibayar pakai APBN sebesar Rp74 miliar untuk menjalankan tugas menghancurkan Islam di Indonesia.

“Deni Siregar juga ditugaskan negara untuk melecehkan Islam, ulama, dan Al-Quran. Dia juga tokoh syiah yang digaji oleh pemerintah Rp74 milliar dari APBN,” tandasnya.

Sejumlah netizen tampak memberikan reaksi atas video ceramah Ustaz Andri Kurniawan itu. Tak sedikit yang mengamini tuduhan sang Ustaz soal seluk-beluk para buzzer.

“Jika ada undang-undang yang membolehkan menggaji buzzer dari dana APBN, maka tugas DPR untuk menghapus undang-undang tersebut,” tulis akun @4l.f4**.

“Sepakat pak yai, lebih tepatnya di perintahkan oleh kelompok oknum satu kolam. Bukan negara, tapi oknum pemerintah,” sahut akun @denypanja**.

“Benar pak kiai, artinya kalau tidak ada tugas. Berarti mereka sudah ditangkap dari dulu, karena telah melanggar undang-undang,” timpal akun @agenbuah**.

“Apa yang diucapkan pak kiai benar, pak kiai ini tidak gila dunia, berani karena benar, dan takut hanya sama Allah swt,” tambah akun @shalahu**.***

Tantang penggal kepala, Abu Janda: Maaf ya, Bang Ade Armando itu pendatang baru…

Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan video Abu Janda menantang orang-orang yang berseberangan dengannya untuk duel. Tak hanya itu, ia juga mencari pihak yang dulu sempat mengancam ingin memenggal kepalanya.

“Mana nih yang katanya mau menggal leher saya? Ditungguin dari kemaren kagak nongol-nongol,” ucap Abu Janda dalam video yang diunggah akun Twitter @BossTemlen, dikutip Hops.ID pada Selasa, 12 April 2022.

Hingga kini, video yang diunggah pada Senin, 11 April 2022 itu telah ditonton setidaknya 300 ribu kali dan mendapat 2.400 retweets.

Lebih lanjut pemilik nama lengkap Permadi Arya ini sepertinya mengetahui identitas kelompok yang mengancam ingin memenggal lehernya itu. Sebab, ia kemudian meledek mereka yang tak pernah menemukan keberadaannya, meski dia sendiri berada di kota yang sama dengan orang-orang tersebut.

“Saya tinggal di mana kalian sudah tau. Masa kota sekecil ini kalian nyari saya enggak ketemu-ketemu? Jangan-jangan nyarinya cuman di medsos doang?” sambungnya sambil terkekeh.

Tak berhenti di situ, pria yang disebut-sebut dekat dengan organisasi GP Ansor ini juga menantang dan mengaku akan menunggu orang yang ingin memenggalnya.

“Ayolah. Kuy ditunggu. Penggal-penggal!” teriaknya.

Berdasarkan penelusuruan, video Abu Janda ini ternyata adalah rekaman lawas yang pernah diunggah lewat Instagram pribadinya pada Rabu, 27 Mei 2020.

Saat itu, media sosial memang tengah ramai dengan sebuah sayembara untuk membunuh dan memenggal Abu Janda.

Saat mengunggah video, pengguna akun @BossTemlen menilai bahwa omongan Abu Janda sama saja dengan ‘mencari penyakit’ hingga menjadi pemicu dari tindak anarkis massa.

“Cc @DivHumas_Polri provokasi seperti ini kalo kejadian mau nyalahin siapa? Dia sendiri yang cari penyakit, Ade Armando salah satu contoh kecil ketika emosi masa tidak terkendali! Jangan sampai ada korban lain dah!,” cuitnya.

Netizen pun lantas mengaitkan video Abu Janda itu setelah adanya pengeroyokan yang dialami oleh Ade Armando.

Terkait video ancaman tersebut, Abu Janda melalui Instagram pribadinya @permadiaktivus2 kemudian memberikan penjelasan dengan menyebut bahwa Ade Armando merupakan pendatang baru yang membuat kesalahan.

“Maaf ya, Bang Ade Armando itu pendatang baru di dunia influencer melawan radikalisme. Makanya dia bikin kesalahan, yakni: berasumsi orang2 yang dia kritik adalah manusia beradab seperti kita. TIDAK! Mereka tidak beradab seperti kita!” tegasnya dikutip Hops.ID dari postingan Instagram @permadiaktivis2 yang diunggah pada Selasa, 12 April 2022.

Abu Janda mengaku bahwa dirinya sudah menjadi bulan-bulanan massa sejak 2015. Ia bahkan pernah mengungsi selama sebulan karena rumahnya terus didatangi Laskar FPI.

“Saya sudah diburu ditarget sejak tahun 2015 waktu saya mengolok-olok ISIS yang mereka puja,” ungkap Abu Janda pada slide kedua postingannya.

Kemudian, pada 2020 muncullah sayembara tentang ancaman pemenggalan leher Abu Janda.

“Tahun 2020 ada sayembara penggal leher Abu Janda berhadiah umroh yang saya tantang datang ke rumah saya di Bandung tapi gak ada yang nongol karena rumah saya di dinas TNI kodam Siliwangi dekat SMA 5,” lanjutnya.***