Mulai Sekarang Tolong Hentikan Kebiasaan Menahan Kentut, Bahayanya Lebih Mengerikan Daripada yang Kita Kira!


Kentut adalah proses mengeluarkan gas yang menumpuk pada usus melalui anus.

Hal ini merupakan mekanisme alami tubuh yang wajar dan justru baik untuk tubuh.

Mengutip Kompas.com, ada beberapa manfaat kentut bagi kesehatan yang tidak boleh diremehkan.

Di antaranya adalah mengurangi kembung, baik untuk usus besar, membantu menyeimbangkan pola makan, hingga menunjukkan kondisi bakteri baik pada usus.

Sayangnya, bagi kebanyakan orang, kentut malah identik dengan sesuatu yang memalukan dan menjijikan.

Apalagi, kentut seringkali menghasil bau yang tidak sedap yang mirip seperti baru telur busuk.

Karena hal inilah banyak orang yang terpaksa menahan kentut, terlebih ketika berada di situasi penting.

Menahan kentut memang terkesan sepele, padahal dapat mendatangkan bahaya serius bagi kesehatan.

Dilansir dari Kompas TV, berikut adalah bahaya menahan kentut yang tidak boleh diremehkan lagi.

Mengganggu kesehatan usus besar

Mengeluarkan gas melalui kentut adalah cara tubuh mengeluarkan sisa-sisa proses pencernaan yang membahayakan.

Oleh karena itu, kentut harus dilakukan supaya tidak mengganggu kesehatan pencernaan, terutama usus besar.

Mengakibatkan nyeri

Jika kamu terbiasa menahan kentut dalam waktu yang lama, hal ini dapat menyebabkan adanya tekanan besar pada usus bagian bawah. Akibatnya, perut akan terasa nyeri dan tidak nyaman.

Kentut lebih bau

Ketika menahan kentut sekali, seringkali kentut yang akan dikeluarkan selanjutnya menghasilkan bau yang lebih tidak sedap. Hal ini dikarenakan gas yang tidak dikeluarkan sebelumnya akan mulai membusuk.

Menyebabkan kembung

Seperti yang sebelumnya dijelaskan, kentut merupakan cara tubuh mengeluarkan gas berlebih dalam tubuh. Nah, mehanan kentut artinya menahan gas tersebut untuk keluar dari tubuh sehingga akan mengakibatkan kembung.

Selain itu, gas-gas yang gagal dikeluarkan melalui kentut akan diserap kembali oleh tubuh dan menimbulkan penyakit gastrointestinal.

Merusak dinding usus

Bagi kamu yang memiliki sfingter atau dinding usus lemah, sebaiknya jangan lagi menahan kentut. Sebab, menahan kentut akan membuat gas menumpuk dan dapat membuat kerusakan pada dinding usus.

======

Kadang-kadang Bikin Malu Sih, Tapi Ini 10 Fakta Unik Tentang Kentut yang Perlu Kamu Tahu, Ternyata Orang Mati Juga Masih Bisa Kentut Loh

Setiap manusia pasti pernah kentut.

Ini merupakan hal alamiah terjadi pada semua orang.

Kentut merupakan pelepasan gas yang ada di dalam perut.

Jika kita tidak kentut, gas akan berkumpul di perut kita.

Hal ini akan menyebabkan perut kita kembung dan kita akan merasa tidak nyaman.

Oleh karena itu, kentut merupakan suatu tanda bahwa sistem pencernaan kita bekerja dengan baik.

Meskipun merupakan hal biasa, namun banyak orang tak mengetahui fakta tentang pembuangan gas ini.

Dilansir Grid.ID dari Mandatory, inilah sederet fakta tentang kentut yang perlu kamu tahu:

  1. Kata kentut diciptakan pada tahun 1632, yang didefinisikan sebagai “mengeluarkan angin dari anus”
    Bahkan, kentut digunakan sebagai cara untuk meringankan suasana hati. Kentut berasal dari kata Inggris Kuno ‘feortan’ yang berarti ‘mematahkan angin’, istilah itu sering digunakan dalam puisi epik terkenal dari Geoffrey Chaucer dan William Shakespeare.
  2. Kentut bisa mencapai kecepatan 10 kaki per detik, loh
    Seseorang dapat mengeluarkan kentut yang cukup cepat. Manusia dapat mengirim gas hingga 7 mph, menurut Muscle and Fitness Magazine.
  3. Karena kandungan hidrogen sulfida yang lebih tinggi, rata-rata bau kentut wanita lebih buruk daripada pria
    Peneliti kentut terkemuka Dr. Michael Levitt memperhatikan konsentrasi hidrogen sulfida yang lebih tinggi pada jari kaki wanita, hal ini memberi wanita peningkatan pada faktor bau.
  4. Sebanyak 9,41 juta galon kentut manusia dilepaskan ke atmosfer kita setiap hari
    Sebagai perbandingannya, seperti hampir 10 juta galon air.
  5. Sekitar 1,15 juta kentut terjadi setiap detik di bumi
    Jika kamu memperhitungkan rata-rata orang kentut 14 kali dalam sehari, dikalikan dengan 7,125 miliar orang, dan dibagi dengan 86.400 detik dalam sehari. Kamu akan mendapatkan total 1.158.564 kentut setiap detik. Artinya sekitar 100 miliar setiap hari.
  6. Di China, “pencium kentut profesional” menghasilkan hingga 50.000 dollar untuk mendeteksi bau perut guna mendiagnosis penyakit Menurut Rocket News, pria dan wanita pemberani ini mampu mengidentifikasi penyakit dubur dan menentukan lokasi tubuh mereka. Aromanya apakah seperti daging, amis, mentah, pahit atau manis. Ini dapat memprediksi apakah seseorang mengidap penyakit, seperti infeksi usus atau peradangan.
  7. Digunakan untuk menyapa
    Suku Yanomami di Amerika Selatan menggunakan perut kembung sebagai alat untuk menyapa.
  8. University of Exeter mengatakan bau kentut dapat mengurangi risiko kanker, stroke, artritis, dan demensia
    Paparan hidrogen sulfida dalam jumlah kecil (yaitu bau telur busuk) dapat mencegah kerusakan mitokondria. Mitokondria, seperti yang kita semua pelajari dari sains adalah “pembangkit tenaga sel”. Intinya, kotoran ringan ini dapat melakukan keajaiban bagi kesehatan kita.
  9. Dibutuhkan sembilan kentut dari setiap orang di bumi untuk membuat bom hidrogen
    Rata-rata kentut mudah terbakar selama 147 Joule. Energi dan massa bom hidrogen adalah 1e13 Joule, menurut Dr. Jay Maron. Artinya, dibutuhkan 68 miliar kentut untuk menciptakan energi senjata termonuklir. Setiap orang di planet ini harus membuang sembilan kentut.
  10. Orang mati masih bisa kentut. Begitu tubuh mati, ia terus berkontraksi dan mengembangkan otot. Jika seseorang makan makanan Taco Bell hanya beberapa saat sebelum kematian, gas dapat keluar melalui usus hingga tiga jam setelah kematian.

======

Awas! Tidak Bisa Kentut Bisa Jadi Gejala Penyakit Ini, Bisa Sampai Membuat Dinding Usus Bolong

Buang angin atau yang biasa disebut kentut seringkali dianggap sebagai hal memalukan karena bau yang ditimbulkan.

Padahal kentut adalah bagian dari proses membuang kelebihan gas dari sistem pencernaan. Kentut adalah kebutuhan fisiologis, di mana tubuh memang perlu untuk melepaskan semua gas usus yang terbentuk dari pencernaan makanan.

Gas ini dapat ditemukan di seluruh organ pencernaan termasuk lambung, usus kecil, usus besar dan rektum. Nah, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang susah atau tidak bisa kentut. Akibat gas yang tertahan di saluran pencernaan, perut jadi terasa begah dan tidak nyaman.

Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, berikut kemungkinan tidak bisa kentut bisa menjadi gejala penyakit apa saja.

Sembelit

Sembelit atau konstipasi merupakan penyebab umum seseorang tidak bisa kentut. Dikutip Web MD, gas pada kentut bisa terbentuk di usus besar saat bakteri mencerna karbohidrat dalam kotoran.

Dalam kondisi sembelit, gas kentut tersebut jadi susah melewati usus besar. Kondisi ini rentan bikin penderitanya kembung dan merasa tidak nyaman. Cara agar lebih mudah kentut saat sembelit sebenarnya bisa diatasi dengan obat-obatan dari dokter.

Selain itu, kamu juga bisa mengikuti diet makanan tertentu seperti susu, kacang-kacangan, dan buah-buahan yang bisa meningkatkan produksi gas di perut.

Di antaranya apel, aprikot, kacang polong, kedelai, kembang kol, bawang putih, eks krim, susu, buah pir, serta gandum.

Saat sembelit, hindari makanan yang bisa memberikan bahan bakar bagi bakteri di perut tersebut. Namun, jangan lupakan asupan serat agar kelancaran pencernaan tetap terjaga. Kamu juga disarankan untuk mengonsumsi jahe.

Rempah ini dapat mempercepat pergerakan makanan melalui usus. Sehingga, bisa meredakan kembung.

Usus buntu

Dikutip dari Everyday Health, sakit perut sebelah kanan merupakan salah satu gejala usus buntu yang paling umum. Tak hanya sakit perut sebelah kanan, penderita radang usus buntu (apendisitis) juga mengalami susah atau tidak bisa kentut.

Selain tanda-tanda di atas, gejala usus buntu yang lain di antaranya sembelit, muntah, dan demam. Radang usus buntu kerap menyerang remaja atau orang berusia 20 tahunan. Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit ini diidap orang berusia mapan atau kalangan lanjut usia.

Radang usus buntu perlu mendapat penanganan medis sebelum pecah agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan serius.

Ileus

Melansir Healthline, ileus adalah kondisi saat pergerakan di usus minim, sehingga makanan jadi menumpuk di usus.

Kondisi ini bisa terjadi saat ada masalah otot atau saraf yang terhubung dengan usus. Ileus dapat menyebabkan makanan, cairan, dan gas di usus tersumbat.

Gejala ileus di antaranya tidak bisa kentut, sakit perut, kehilangan nafsu makan, sembelit, perut bengkak, mual, dan muntah.

Ileus jamak dialami orang yang baru dioperasi, karena efek samping penggunaan obat tertentu.

Namun, ada juga ileus yang disebabkan penyakit seperti kanker usus, penyakit autoimun crohn, parkinson, dan intususepsi.

Kondisi medis tertentu seperti ketidakseimbangan elektrolit, trauma usus, penurunan berat badan dengan cepat, dan penuaan juga bisa memicu ileus.

Lebih lanjut, Ileus tak boleh diabaikan. Tanpa perawatan, ileus bisa membuat dinding usus berlubang. Kondisi ini rentan menyebabkan isi usus yang banyak mengandung bakteri bocor ke bagian tubuh lainnya.

Jika mengalami gejala ileus, lebih baik kamu segera mendapatkan perawatan medis.

Tags: #bahaya menahan kentut #fakta unik tentang kentut #hentikan kebiasaan menahan kentut #waspada tidak bisa kentut