Nasib Artis FTV Cantik Dulu Tenar, Kini Di Belanda Bareng Suami Bule Jualan Nasi, Sempat Depresi


Sangg artis cantik bahkan sempat depresi dan idap bipolar hingga sempat jualan nasi demi hidupp.

Apakah Anda masih ingat dengan sosok artis cantik bernama Nanda Gita?

Nanda Gita sebelumnya dikenal sebagai artis yang sering muncul di FTV dan sinetron.

Sosoknya juga diketahui pernah bermain di sinetron ABG Jadi Manten dan berbagai FTV lainnya sejak usianya 17 tahun.

Sayangnya kini Nanda Gita sudah tak pernah lagi muncul di layar kaca, yakni semenjak ia menikah dengan pria bule.

Ya, Nanda Gita menikah dengan pria bule asal Belanda dan kini pindah mengikuti sang suami.

Mantan artis Ibu Kota ini lebih tepatnya tinggal di Utrecht, Belanda, seusai menikahi kekasih idamannya.

Nanda Gita juga kini telah dikaruniai seorang putri kecil yang menggemaskan bernama Hasya.

Hidup jauh dari ketenaran, cara Nanda Gita hidup bak langit dan bumi dengan kehidupannya dulu.

Kini tak lagi menjadi artis, Nanda Gita telah memiliki kehidupan dan karier barunya dan tinggal di Belanda.

Perjalanan hidup Nanda Gita itu pun dibagikannya lewat video di channel YouTube Inces Bolang.

Ya, meski tak pernah lagi tampil di layar kaca, Nanda Gita beralih profesi menjadi YouTuber sekaligus tukang masak.

Ia kerap diminta membuat makanan untuk makan siang dan juga bekerja sebagai pengasuh anak tetangga.

“Sekarang ini aku on the way, mau jemput anak tetangga pulang sekolah.”

“Ini kerja aku, jemput, ajak main, dan jaga mereka,” tuturnya.

Meski kerap kerepotan karena cuaca yang dingin, Nanda Gita selalu membawa anaknya saat bekerja.

Ya Allah gini amat ya hidup,” tuturnya sembari tertawa.

“Tapi enggak apa-apa guys, jangan mengasihani diri sendiri. Harus bersyukur, okay?”

“Pekerjaan apapun, jangan gengsi. Kita enggak makan gengsi teman-teman,” sambungnya.

Nanda Gita juga kerap memberikan pesan penyemangat untuk para wanita yang harus mengurus anak dan membantu suami mencari nafkah.

“Pada video aku ingin memberikan semangat terutama untuk para ibu, para wanita calon ibu, para istri, dan calon istri,” tulisnya melalui akun Instagram pribadinya @nandagita16, dikutip Jumat (2/4/2021).

“Menjadi wanita adalah sebuah kodrat yang sangat mulia. Karena dengan keadaan apapun kita dituntut untuk menjadi multitasking. Kita adalah sekolah utama anak-anak kita,” sambungnya.

“Teman-teman aku harap dengan melihat video ini dapat menguatkan kita, wanita di seluruh dunia. Kita semua memiliki perjuangan yang berbeda tapi hanya satu tujuan yaitu mendapatkan berkah dari Tuhan dan semesta,

Teruskan berusaha, terus bertahan, jangan lupa sisihkan doa dalam setiap aktivitas yang akan kita lakukan,” tambahnya.

Tak seindah yang terlihat, Nanda Gita juga rupanya harus berjuang melawan penyakit mental selama tinggal di Belanda.

Hal ini diketahui dari salah satu tayangan kanal YouTube-nya yang berjudul ‘Tetap happy hidup dengan bipolar disorder type 2’, yang diunggah pada 25 Oktober 2018.

Lebih Utama Mana, Sedekah Pada Orang Miskin Atau Pada Kerabat Sendiri?

Lebih utama mana, sedekah kepaada orang miskin atau kada kerabat sendir? Pertanyaan ini mungkin dirasa sepele namun kenyataannya, kebanyakan muslim yang belum tahu lebih memilih untuk bersedekah pada fakir miskin daripada bersedekah terhadap keluarga atau kerabatnya sendiri.

Padahal, Setiap perintah sedekah dan infak di dalam al Qur’an, selalu yang pertama kali disebutkan adalah untuk karib kerabat. Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini: “….dan memberikan harta yang ia cintai kepada karib-kerabat…..” (QS. Al Baqarah 177)

Dan berikanlah kepada karib-kerabat akan haknya dan orang miskin….” (QS. Al Isra 26)

Dan banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu. Jika kita cermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan. Yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk menerima infak atau apapun bentuk kebaikan.

Sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan apakah ada di antara orang terdekat yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur, tidak perlu disantuni lagi.

Amat disayangkan bila seseorang memiliki kekayaan yang membuat ia mampu menyantuni orang lain, dan ia sangat peduli dengan dengan masalah sosial di lingkungannya, mudah memberi kepada fakir miskin, anak yatim dan berbagai bentuk amal sosial lainnya.

Namun sayang beribu sayang ia sangat cuek dan pelit kepada saudara kandungnya sendiri. Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala. Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Allah. Oleh karena itu pemahaman yang salah ini perdu diluruskan.

Tidakkah memilukan, bila seseorang tinggal di rumah yang bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS (rumah sangat sederhana sekali).

Tidakkah kita mengangkat alis bila seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu mobil mewah dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung mewah ke gedung mewah berikutnya.

Namun saudara kandungnya menjadi kuli atau babu yang siap diperintah-perintah dengan suara tinggi sambil diacungi telunjuk kiri, wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta badan yang membungkuk.

Ingatlah.. Rasulullah SAW bersabda:

“….Wahai umat Muhammad, demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran, Allah tidak akan menerima sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memberikan sedekah atau bantuan itu kepada orang lain. Dan demi Allah yang jiwaku berada dalam genggamannya, Allah tidak akan memandangnya di hari kiamat nanti”. (HR. Thabrani)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

“Sedekah kepada orang miskin dinilai satu sedekah, sedangkan kepada karib (saudara dekat) nilainya sama dengan dua, nilai sedekah dan nilai menghubungkan persaudaraan”.

Ada pesan penting yang sangat jelas disini:

“Jika anda menjadi orang yang kaya, jadikanlah orang terdekat anda yang pertama sekali merasakan kekayaan itu. Ibu-bapak, anak-istri, saudara kandung, baru yang lainnya. Jangan sampai masyarakat anda memuji kedermawanan anda, sementara orang terdekat mengurut dada karena kebakhilan anda, padahal mereka dianggap kaya oleh orang lain karena anda sebagai saudaranya”.

Jangan Biarkan Persaudaraan Kita Pudar Hanya Karena Harta yang Bahkan Bukanlah Kunci Kebahagiaan

harta, dalam pemikiran orang-orang tertentu harta terlihat jadi segalanya dalam kehidupan yang sering kali saya kurang ingat kalau masih banyak yang lain yang lebih berharga daripada harta maupun kekuasaan.

banyak dari kita yang mempertaruhkan persaudaraan cuma demi harta yang pertama lagi berharga kunci dari kebahagiaan untuk kehidupan kita.

jangan bairkan persaudaraan kita memudarkan harta dunia.

hakikatnya persaudaraan jauh lebih berarti dan tidak dapat diganti dengan harta maupun kekuasaan
jangan perkenankan hidup kita dibutakan oleh kekuasaan dunia, harta berlimpah tetapi jadi buta dalam seluruh dunia.

hakikatnya persaudaraan merupakan setengah penggalan terutama dalam kehidupan kita yang tidak dapat diganti dengan harta maupun kekuasaan dan juga jauh lebih berarti dari segalanya.
jangan perkenankan memudar, persaudaraan tingkatnya jauh diatas harta yang sifatnya dapat lenyap seketika

bukanlah baik bila sangat berambisi buat jadi penguasa tetapi jadi kurang ingat pada perihal yang betul betul tidak dapat dihilangkan dari kehidupan kita.

persaudaraan tingkatnya jauh diatas harta, lagi harta cumalah kepemilikan dunia yang dapat lenyap dengan mendadak, namun kerabat merupakan penggalan terutama yang wajib senantiasa kita jaga dan juga jangan hingga jalinan persaudaraan kita jadi pudar cuma karna urusan dunia.

kerabat tidak dapat dikorbankan demi whatever terlebih karna harta dan juga kekuasaan semata
jangan hingga kita jadi kurang ingat diri dan juga buta hati cuma karna harta dunia, karna sering kali hartamembuat kita acuh taak acuh pada kerabat maupun keluarga yang yang lain sebaliknya kerabat jangan hingga jadi korban cuma karna harta dan juga kekuasaan semata ataupun terlebih lagi demi whatever.

harta tidaklah kunci dari seluruh kehidupan, tetapi persaudaraan merupakan harta yang sesungguhnya

harta tidaklah kunci kebahagiaan dala hidup kita, tetapi persaudaraan pula jadi kunci kebahagiaan hidup kita yang betul-betul wajib diaga kerukunannya karena kerabat dan juga keluarga merupakan harta yang sebetulnya.

genggam erat persaudaraan kita supaya bersama ketahui dan juga menyadari kalau kerabat merupakan segalanya

kerabat merupakan harta yang wajib dilindungi dan juga dirawat dengan sebaik -baiknya, karna kerabat merupakan tempat rehat amat aman baik dalam kondisi suka maupun duka.

genggam erat persaudaraan kita jangan hingga teman mengusiknya terlebih cuma karna harta, kita wajib bersama ketahui dan juga siuman kalau kerabat merupakan segalanya.