Nasib Penyanyi Pilih Menjanda daripada Dipoligami, Lepas Hijab dan Nikah Ketiga Kali, Lihat Suaminya


Masih ingatkah Anda dengan sosok penyanyi nyentrik ini.

Penyanyi ini dulu populer setelah menjadi juri di ajang pencarian bakat menyanyi Akademi Fantasi Indosiar (AFI).

Kisah asmara penyanyi yang satu ini sempat menjadi sorotan.

Belakangan, kehidupan percintaan terbarunya terungkap.

Penyanyi senior ini adalah Trie Utami.

Ia juga dikenal sebagai vokalis grup musik jazz legendaris bernama Krakatau.

Mengenai kehidupan rumah tangganya, Trie Utami pernah alami perceraian dua kali.

Dikutip TribunJatim.com dari TribunnewsMaker, tahun 1991, Trie Utami pernah menikah dengan Viva Permadi.

Namun pernikahan mereka hanya bertahan seumur jagung dan bercerai pada 1993.

Di tahun 1995, penyanyi berdarah Jawa Sunda ini menikah dengan Andi Analta Baso Amir.

Andi Analta Baso Amir sendiri merupakan tokoh masyarakat asal Sulawesi Selatan yang juga terlibat dalam aktifitas syiar ajaran Islam.

Setelah 10 tahun menikah, Trie Utami memutuskan untuk bercerai dari suami di tahun 2005.

Trie Utami memilih bercerai karena tak mau dipoligami.

Kakak Andi Analta Baso Amir pernah mengabarkan pernikahan siri adiknya tersebut.

Ia mengatakan bahwa Andi Analta sudah menikah siri dengan wanita bernama Aisyah pada bulan Desember 2004 di Jawa Timur.

“Nikah siri, 13 Desember 2004 di Jawa Timur,” ujar Naria.

Bahkan ia juga membeberkan kalau Trie Utami kerap menangis lantaran tak bisa menjalani kehidupan bersama istri kedua suaminya.

“Selama itu Iie menangis dan Saya hanya diam karena tidak tahu banyak,” kata Naria.

Cerai dari Andi Analta, Trie Utami juga membuat publik terkejut dengan penampilan barunya.

Wanita yang akrab disapa Iie ini atau Trie Utami putuskan melepas hijab.

Ia langsung memamerkan penampilan terbuka nan seksinya.

Sampai saat ini, Trie Utami diketahui masih dengan penampilan terbukanya tanpa hijab.

Kini, terkuak Trie Utami diam-diam menikah lagi.

Tak diketahui secara pasti kapan pernikahan wanita berusia 54 tahun ini digelar.

Pernikahan kali ini merupakan pernikahan ketiga Trie Utami.

Nama hingga latar belakang sang suami pun tak banyak diketahui publik.

Kendati demikian, Trie Utami kerap membagikan potret mesra bersama sang suami di akun Instagram pribadinya.

Ia juga beberapa kali membagikan potret saat liburan bersama sang suami tercinta.

Usia terus bertambah, Trie Utami justru terus meng-upgrade penampilannya.

Wanita kelahiran 8 Januari 1968 ini memiliki penampilan yang cukup nyentrik.

Saat ini Trie Utami pilih gaya rambut pendek untuk penampilannya.

Ia juga kerap mengecat rambutnya dengan berbagai warna.

Gaya pakaian yang dipilihnya pun cukup beragam.

Di usianya yang tak lagi muda, gaya pakaian Trie Utami tetap mengikuti zaman.

Saat ini ia masih disibukkan dengan kegiatan di dunia tarik suara.

Trie Utami bahkan bergabung dengan grup vokal Rumpies yang beranggotakan penyanyi senior lain seperti Yuni Shara, Ita Permatasari, Memes, dan Vina Panduwinata.

Jangan Malu ataupun Gak Enak,Ingat.. Menagih Hutang Juga Akan Meringankan Orang Lain Saat Mati

Jika ada orang yang belum membayar utang, apa yang akan Anda lakukan? Banyak dari kita membiarkannya, sambil gerutu sendirian. Ya, mereka menggerutu karena orang yang berutang belum saja bayar. Padahal, untuk apa menggeretu, lebih baik tagih saja. Tapi sayang, banyak orang malu jika menagih utang.
Tahukah Anda, bahwa menagih utang adalah kewajiban. Mengapa? Sebab, boleh jadi orang yang berutang lupa terhadap utangnya. Dan Anda sebagai pemberi utang, wajib untuk mencatat utangnya. Tentunya, ada waktu yang telah disepakati dalam pelunasan utang. Jika pada waktu yang telah ditentukan itu masih saja belum terlunasi, maka Anda jangan hanya berdiam diri saja.

Dengan Anda menagih utang, maka Anda telah membantu orang yang berutang itu dalam menunaikan kewajibannya. Sebab, orang yang berutang memiliki tanggungjawab yang berat. Jika utang belum dilunasi hingga ajal menghampiri, maka itu akan menjadi penghalang bagi dirinya.

Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah ﷺ, “Ruh seorang mukmin yang meninggal dunia akan terus menggantung selama utangnnya belum dilunasi,” (HR. Turmudzi).

Dalam menagih utang, Anda bisa melakukannya dengan cara yang baik. Sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah ﷺ, “Jika yang punya utang mempunyai iktikad baik, maka hendaknya menagih dengan sikap yang lembut penuh maaf. Boleh menyuruh orang lain untuk menagih utang, tetapi terlebih dulu diberi nasihat agar bersikap baik, lembut dan penuh pemaaf kepada orang yang akan ditagih,” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Hakim).

Kita pun harus ingat bahwa, “Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kasih sayang-Nya kepada orang yang bermurah hati ketika menagih utang,” (HR. Bukhari). Bahkan, sangat baik kalau kemudian mengikhlaskanya dan menyedekahkannya. Karena menyedekahkan utang terhadap orang yang menemui kesulitan atau kesukaran mengembalikannya, itu lebih baik. Sebagaimana Allah berfirman, “Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui,” (QS. Al-Baqarah: 280).

Jika diperlukan, Anda juga boleh menagih dengan agak “keras”. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah, “Seseorang menagih utang kepada Rasulullah ﷺ, sampai dia mengucapkan kata-kata pedas. Maka para sahabat hendak memukulnya, maka Nabi ﷺ berkata, ‘Biarkan dia. Sesungguhnya si empunya hak, berhak berucap. Belikan untuknya unta, kemudian serahkan kepadanya.’ Mereka (para sahabat) berkata, ‘Kami tidak mendapatkan, kecuali yang lebih bagus dan untanya.’ Nabi ﷺ bersabda, ‘Belikan untuknya, kemudian berikan kepadanya.’ Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang paling baik dalam pelunasan utang,” (HR. Bukhari).