Nasib Pilu Seorang Anak yang Dipakaikan Cincin Oleh Orang Tuanya. Jadikan Pelajaran!


Setiap orang pasti ingin tampil yang terbaik di hari Lebaran ya, Stylovers.

Nggak cuma sekadar menyiapkan hati untuk melaksanakan sholat Ied tapi juga menyiapkan masakan khas, seperti ketupat, opor ayam, dan teman-temannya.

Tapi nggak cuma itu lho, banyak orangtua yang memakaikan anaknya serba baru, seperti pakaian baru, sepatu baru, bahkan perhiasan.

Perhiasan itu dipakaikan pada anak-anak bukan hanya sekadar untuk mempercantik, tetapi juga untuk bergaya.

Memang tidak ada salahnya bila orangtua memakaikan perhiasan pada anak-anaknya, tapi bila tidak hati-hati ini malahan jadi malapetaka bagi anak-anak.

Anak-anak, terutama balita, masih sering bereksplorasi dengan anggota tubuhnya, seperti memasukkan jari ke dalam.

Seperti kejadian yang dilansir dari Grid.id pengalaman buruk dialami oleh seorang warga Malaysia bernama Siti Shuada.

Ingin tampil wah di hari raya, ia memakaikan anaknya sejumlah perhiasan emas.

Selain gelang, ia juga memberi anaknya cincin emas permata. Tak lama berselang, anaknya yang masih balita tiba-tiba batuk tanpa henti.

Siti awalnya tak panik. Ia mengira anaknya tersedak biskuit yang dimakan anaknya.

Dia masukkan jari ke mulut anaknya, tapi tidak menemukan sisa makanan di sana.

Dia mulai curiga, dan bertanya kepada anaknya yang lain. Menurut anaknya itu, adiknya tidur dalam kondisi menghisap jari tangan.

Dia pun mengatakan, mungkin adiknya itu menelan cincin yang dipakainya. Siti awalnya tak percaya, ia mengira cincin itu jatuh di tempat tidur anaknya.

Tapi, ketika mencari cincin, dia mulai panik. Dia tak menemukan cincin itu di manapun.

Siti mulai panik dan melarikan anaknya ke rumah sakit.

Benar saja, di rumah sakit, anak Siti diberi tindakan sinar rontgen.

Hasilnya seperti yang dikhawatirkan, memang benar ada cincin di perut anak Siti.

Dokter pun berterus terang, bahwa anak Siti harus dioperasi.

Dokter khawatir bagian tajam cincin itu akan melukai organ dalam anak Siti.

“Saya terkejut sekali dan sedih. Ya Allah, sungguh berat cobaan kami hari ini,” tulis Siti yang menuliskan pengalamannya itu di Facebook.

Dokter pun mencoba berharap ada keajaiban.

Dia mengatakan, ada cara lain dengan berharap, cincin permata itu keluar bersama tinja anak Siti.

Dan, keajaiban itu terwujud.

“Ya Allah, Keajaiban itu datang juga. Nangis dan gembira tak dapat kuungkapkan dengan kata-kata,” tulis Siti.

Siti berharap pengalamannya dijadikan pelajaran buat para orang tua.

Mereka yang punya anak, diharapkan memikirkan dua kali bila ingin memberi mereka perhiasan.

======

Hati-hati Bisa Bikin Orang Mati Muda, Inilah Dampak Buruk dari Mengonsumsi Pisang yang Terlalu Matang, Hindari Segera!

Salah satu buah yang paling sering dikonsumsi banyak orang adalah pisang.

Pasalnya, pisang adalah sumber potasium yang paling baik dari buah lainnya.

Bahkan, di dalam pisang juga terkandung folat yang penting untuk perkembangan janin bagi ibu hamil.

Nutrisi pisang juga semakin diperkaya dengan triptofan yang memicu produks hormon bahagia serotonin serta karbohidrat yang menjadi sumber energi.

Tapi, banyak yang tak mengetahui bahwa makan pisang yang terlalu matang tidak dianjurkan.

Pisang yang terlalu matang dicirikan pada kulitnya yang terdapat bintik-bintik coklat.

Padahal, pisang yang sangat matang memiliki tekstur sangat empuk dan rasa yang sangat manis, sehingga enak untuk dikonsumsi.

Melansir dari Eat This, makan pisang yang terlalu matang tidak direkomendasikan karena terjadi perubahan pati.

Kandungan pati yang bermanfaat terurai diubah menjadi gula ketika pisang terlalu matang.

Pisang berukuran sedang yang terlalu matang hingga kulitnya berwarna coklat mengandung sekitar 17, 4 gram gula total.

Sedangkan, pisang berwarna kuning mengandung sekitar 14,4 gram gula.

Ini berarti terjadi peningkatan 3 gram gula.

Kadar gula bisa meningkat karena pati pisang yang merupakan karbohidrat kompleks secara alami terurai menjadi gula sederhana seiring waktu.

Makan pisang yang terlalu matang juga lebih rendah serat.

Ketika terlalu matang, pisang hanya mengandung serat sekitar 1,9 gram.

Berbeda dengan ketika pisang dalam keadaan matang sempurna mengandung serat sebesar 3,1 gram.

Serat yang kurang ini bisa menyebabkan kamu kekurangan serat sehingga bisa berdampak pada pencernaan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Diabetic Medicine menemukan bahwa pengidap diabetes yang mengonsumsi pisang matang tidak mengalami lonjakan glukosa darah yang tinggi.

Namun, bila pengidap diabetes mengonsumsi pisang terlalu matang bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cukup tinggi.

Para peneliti mengingatkan bahwa kadar gula pada pisang yang terlalu matang lebih rendah dibandingkan kandungan gula pada roti putih.

Setelah diteliti, kandungan nutrisi pada pisang yang terlalu matang juga mengalami penurunan.

Beberapa nutrisi yang menurun pada pisang diantaranya vitamin A, vitamin B6, dan vitamin K.

Itulah dia sederet penjelasan mengapa sebaiknya tidak mengonsumsi pisang yang terlalu matang, terutama bagi pengidap diabetes.

======

Kenali Manfaat Kayu Manis untuk Ibu Hamil

Memasuki masa kehamilan, Bumil mungkin jadi ekstra hati-hati terhadap makanan, termasuk rempah-rempah seperti kayu manis. Padahal, mengonsumsi kayu manis ketika hamil bukanlah suatu hal yang dilarang, kok. Justru kayu manis bisa memberikan banyak manfaat kesehatan bagi Bumil.

Kayu manis adalah sejenis rempah yang terbuat dari irisan kulit kayu pohon Cinnamomum. Memiliki bau yang khas, kayu manis kerap digunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada makanan atau minuman.

Selain digunakan sebagai bumbu masakan, kayu manis pun sudah lama digunakan sebagai obat tradisional karena dipercaya memiliki manfaat luar biasa untuk kesehatan semua orang, termasuk ibu hamil.

Sederet Manfaat Kayu Manis untuk Ibu Hamil

Selama dikonsumsi dalam batas wajar, kayu manis tidak akan membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin. Justru, kayu manis dapat memberikan beberapa manfaat untuk Bumil, di antaranya:

1. Menurunkan risiko infeksi

Saat hamil, daya tahan tubuh Bumil cenderung lebih lemah, sehingga Bumil jadi lebih rentan mengalami infeksi. Nah, salah satu manfaat mengonsumsi kayu manis adalah meningkatkan sistem imun tubuh sehingga menurunkan risiko infeksi.

Khasiat kayu manis ini datang dari senyawa aktif cinnamaldehyde dan berbagai senyawa aktif lainnya yang memiliki efek antioksidan. Selain mampu meningkatkan daya tahan tubuh, senyawa-senyawa ini juga membantu tubuh melawan radikal bebas berlebih penyebab penyakit kronis.

2. Membantu mengatasi peradangan

Saat hamil, berat badan biasanya akan naik. Pertambahan berat badan ini dapat memberikan tekanan ekstra pada persendian yang menyebabkan sendi menjadi mudah nyeri dan bengkak.

Pada ibu hamil, kayu manis dapat bertindak sebagai antiinflamasi yang bisa mengatasi dan mengurangi peradangan di seluruh tubuh, termasuk sendi, sehingga mengurangi nyeri sendi dan otot ketika hamil.

3. Menurunkan tekanan darah

Kondisi yang disertai tekanan darah tinggi saat hamil, misalnya hipertensi gestasional atau preeklamsia, bisa mengancam risiko kesehatan Bumil dan janin.

Untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi, Bumil bisa mencoba manfaat dari kayu manis, sebab rempah ini diduga memiliki khasiat untuk menurunkan tekanan darah.

4. Membantu mengontrol diabetes gestasional

Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup, sehingga kadar gula darah menjadi tinggi. Jika mengalami ini, Bumil bisa mengonsumsi kayu manis untuk membantu mengontrol gula darah.

Kandungan polifenol pada rempah ini dipercaya mampu meningkatkan kerja insulin, sehingga pemakaian gula dari darah jadi lebih maksimal dan kadarnya terkontrol. Oleh karena itu, kayu manis cocok dikonsumsi oleh ibu hamil, baik dalam bentuk makanan atau minuman.

Itulah beragam manfaat kayu manis untuk ibu hamil yang perlu Bumil ketahui. Walau berkhasiat, jangan lantas mengonsumsi kayu manis secara berlebihan, ya. Cukup konsumsi kayu manis sebagai penambah rasa atau aroma pada masakan atau minuman Bumil.

Sebagian ibu hamil bisa mengalami alergi kayu manis yang ditandai dengan gatal pada bagian mulut atau lidah, ruam kulit, hingga sulit bernapas. Selain itu, mengonsumsi kayu manis terlalu banyak juga dapat menyebabkan Bumil mengalami nyeri ulu hati dan kembung.

Jika Bumil mengalami gejala tersebut setelah mengonsumsi kayu manis, segera konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga kondisi kesehatan Bumil dan janin tetap terjaga dengan baik.

Tags: #dampak buruk konsumsi pisang terlalu matang #jangan memakaikan cincin kepada anak #manfaat kayu manis untuk ibu hamil