Nenek Memberi Cucunya Sebuah Gelang Perak Warisan Leluhur, Gelang Itu Semakin Hari Semakin Mengkilap, Dokter Marah : “Cepat Lepaskan !”


Kedatangan anak adalah hal yang paling membahagiakan bagi sebuah keluarga.

Huang dan suaminya telah menjalani hubungan cinta jarak jauh selama hampir 7 tahun, ketika mereka akan menikah, hubungan mereka terhalang karena mahar. Untungnya, kerja keras terbayar, dan cinta membuat keduanya tak terpisahkan, dan akhirnya memasuki istana pernikahan dan dianugerahi seorang putri yang cantik.

Kedatangan anak perempuan tersebut membuat seluruh keluarga sangat senang, dan nenek dari anak tersebut sangat senang, bahkan mengeluarkan gelang perak leluhur keluarga tersebut dan memasangkannya di tangan cucunya.

Melihat ibu mertuanya yang baik. Huang sangat lega, berpikir bahwa dia tidak hanya menemukan suami yang tepat, tetapi juga ibu mertua yang tepat.

Karena pergelangan tangan putrinya itu relatif tipis pada awalnya, dia belum bisa memakai gelang tersebut, jadi gelang itu disimpan oleh Huang sepanjang waktu.

Ketika putrinya berusia sekitar 1 tahun, pergelangan tangan secara bertahap tumbuh lebih tebal, dan dia memakaikan gelang itu pada anaknya. Namun hal yang aneh terjadi, gelang itu semakin hari semakin cerah, yang membuat Huang sangat penasaran.

Selang beberapa waktu, anak tersebut tiba-tiba jatuh sakit dan demam, sehingga pihak keluarga khawatir dan segera membawa anak tersebut ke rumah sakit.

Setelah pemeriksaan, dokter dengan marah memarahi keluarganya karena ketidaktahuan mereka dan menyuruh mereka untuk segera melepaskan gelang dari tangan anak itu. Anak itu telah keracunan logam berat karena gelang ini.

Tidak masalah jika itu adalah gelang perak murni, tetapi gelang ini sudah disimpan turun temurun dari nenek moyang, karena proses produksinya yang tidak canggih, dicampur dengan logam lain. Ketika anak tidak diperhatikan, dia suka menjilat gelang, yang menyebabkan gelang menjadi lebih cerah dan lebih cerah, dan tubuh anak menjadi lebih buruk.

Orang tua perlu belajar bagaimana menjaga anak-anak mereka tetap aman:

Singkirkan barang-barang berbahaya di rumah Anda

Jika ada kehidupan kecil yang lucu di rumah, orangtua harus membersihkan perabotan rumah untuk menghindari beberapa benda tajam berbahaya yang akan melukai tubuh anak.

Pada saat yang sama, letakkan baterai kacning dan sejenisnya di tempat yang relatif tinggi, dan jangan biarkan anak-anak menjangkaunya dengan mudah. Karena anak-anak sama sekali tidak mengetahui bahaya, mereka mudah untuk menelannya.

Ajari anak-anak beberapa pengetahuan keselamatan

Ketika anak secara bertahap tumbuh dan dapat mendengarkan orangtua, beritahu anak beberapa pengetahuan keselamatan yang relevan, sehingga ia dapat mengetahui apa yang berbahaya. Jagan begitu saja memasukkan barang-barang ke dalam mulutnya.

Jangan mendekati orang yang belum dikena, dan jangan menanggapi dengan santai ketika orang asing mendekati mereka.

Anak-anak harus diperlakukan secara ilmiah ketika mereka sakit

Beberapa orangtua relatif terbelakang dalam berpikir, ketika mereka menemukan bahwa anak mereka sakit, pikiran pertama mereka bukanlah untuk mengirim mereka ke rumah sakit dengan cepat, tetapi untuk menemukan beberapa obat alternatif. Dipercaya bahwa rumah sakit mengobati gejalanya tetapi bukan akar masalahnya.

Orang tua harus sadar secara ilmiah. Ketika anak-anak mereka sakit, bawalah mereka ke rumah sakit untuk diperiksa, dan jangan dengarkan klaim-klaim takhayul. Jangan beri anak Anda air jimat dan obat sembarangan.

Bahkan jika gelang perak tidak berbahaya, orangtua tidak boleh memakainya di tangan anak-anak mereka ketika mereka terlalu muda. Karena gelang cenderung membatasi perkembangan pergelangan tangan anak, mengakibatkan pergelangan tangan mengecil.

Aspek lain dari pengetahuan keselamatan juga dikuasai, jangan tunjukkan beberapa barang berbahaya di rumah, dan beri tahu anak-anak cara melindungi diri. Dengan begitu anak bisa tumbuh sehat dan aman.

Apakah anak Anda pernah berada dalam situasi berbahaya yang serupa?

Tega 3 Anak di Magelang Serahkan Ibunya ke Griya Lansia Gara-gara Kesibukan Mereka Masing-masing

Kisah seorang ibu di Magelang yang diserahkan 3 anaknya kepada Griya lansia menjadi viral.

Kisah itu viral usai diunggah oleh pemilik akun Arief Camra sekaligus pemilik Griya Lansia Husnul Khatimah di Malang.

Dalam postingan yang diunggah pada Kamis (28/10/2021) itu, Arief membagikan 3 foto sekaligus.

Pengunggah menuliskan jika ada seorang lansia wanita bernama Trimah asal Magelang, Jawa Tengah yang diserahkan anaknya ke griya lansia Husnus Khatimah Malang.

“Dini hari tadi, kami menerima satu ibu atas nama TRIMAH dari kota Magelang, Jawa Tengah. Foto penyerahan dan surat kesediaan dari yayasan bisa di lihat di foto.

(Nama dan alamat kami tutup, Tetap kami jaga Privasinya).Ibu Trimah sudah tiba dini hari di Griya Lansia, semoga sehat dan kerasan. Ibu Trimah sudah tidak bisa berjalan normal, bisanya mbrangkang atau ngesot.
Demikianlah, semoga kita bisa memetik pelajaran.

Kami dari GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH MALANG” tulisnya di keterangan.

Sedangkan foto pertama adalah surat pernyataan yang ditandatangani 3 anak mbah Trimah.

Dalam surat itu 3 anak mbah Trimah tega menyerahkan ibunya ke Griya Lansia karena kesibukan mereka masing-masing.

Bahkan jika nanti mbah Trimah meninggal, proses pemakaman juga diserahkan pada pihak Griya Lansia.

“Bersepakat untuk menyerahkan orang tua kami kepada Griya Lansia Husnul Khatiman Malang, dikarenakan kesibukan kami masing-masing. Apabila orang tua kami meninggal dunia, maka kami menyerahkan proses pemakaman orang tua kami kepada Griya Landia Husnusl Khatimah”

Surat itu kemudian ditandatamgi oleh tiga anak mbah Trima dengan materai Rp 10 ribu pada 27 Oktober 2021.

Sedangkan dalam foto selanjutnya, terlihat kondisi Mbah Trimah yang sudah berada di Griya Lansia.

Unggahan ini pun mendapat banyak komentar dari para netizen.

Dipta Ofa “Ada surga bagi setiap anak yang berbakti pada orang tua, namun surga itu telah kalian jauhi lalu kau sia-siakan…”

Jujud “Anak2 yg tdk mempunyai ilmu agama yg benar, semoga harta anda semakin menumpuk krn kesibukan kalian krn harta dunia lebih indah dimata kalian drpd merawat ortu kandung kalian”

Hayat Pizan “Padahal ini jalan ke surga yg paling dekat ,kenapa mereka seperti itu”

Amara P “Seorang ibu bisa merawat 10 anaknya namun 10 anak belum tentu bisa merawat seorang ibu”

Heriyanti Lalu “Azab akan ttp berlaku apa yg kita tanam itu yg akan kita tuai klau kita menyangangi orang tua akan ada balasan dri anak2 kta tuk merawat kta itu contoh untuk anak2x smga akan mendpatkan petlakuan yg sama”

Unggahan ini sudah dibagikan lebih dari 8 ribu kali oleh pengguna Facebook.

Sebelumnya, Griya Lansia juga pernah menerima seorang bapak asal Sidoarjo yang ditelantarkan dua anaknyak.

Kemudian 3 minggu lalu Griya Lansia juga menerima seorang ayah yang dilepas perhatian oleh 3 anaknya.

Griya Lansia Husnul Khatimah sendiri merupakan tempat perawatan lansia terlantar di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Di tempat ini para lansia juga diberi kegiatan seperti mengaji, olahraga dan juga berkebun supaya tidak bosan.