Nomor 8 Paling Sering Ditemui, Inilah Ciri-Ciri 10 Wanita Yang Mudah Diajak S3l1ngkuh


Tuduhan yang mengatakan bahwa perselingkuhan selalu identik dilakukan oleh para pria adalah hal yang tidak benar. Faktanya, dimana ada pria berselingkuh maka pasti akan ada wanita yang menjadi selingkuhannya.

Artinya, baik pria maupun wanita mereka berpotensi sama besar dalam melakukan tindakan perselingkuhan. Lalu, seperti apakah ciri-ciri wanita yang mana ia memiliki kebiasaan mudah untuk diajak selingkuh? Berikut uraian serta penjelasan lengkapnya:

1. Wanita Yang Sangat Terobsesi Dengan Apa Pun Tentang Pria

Jika teman-temannya asik membicarakan tentang seorang pria, maka wanita yang satu ini sangat antusias ingin mendengarnya. Pembicaraan apa pun mengenai dunia pria akan membuat darahnya berdesir dan jiwanya bergejolak. Wanita tipe ini tidak akan pilih-pilih dalam menjalin hubungan dengan para pria. Hidupnya didedikasikan untuk menghitung berapa banyak ia mampu memiliki mantan kekasih.

2. Wanita Yang Mudah Menerima Kehadiran Orang Baru

Beberapa wanita memang terlahir memiliki sifat bawaan yang entah itu lebih tepat dianggap sebagai kelebihan atau justru kekurangan, mereka cenderung sangat mudah untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, begitu pun pula cara mereka bergaul, mereka akan cepat menyatu dengan orang yang baru dikenalnya. Wanita seperti ini berpotensi lebih mudah dalam menjalin hubungan dengan banyak orang mengingat cara mereka yang begitu pandai dalam bersosialisasi. Yang tak kalah menarik dari wanita pada golongan ini, sebagian besar dari mereka biasanya cenderung akan tetap mau menerima cinta dari orang lain meski diri mereka telah memiliki pasangan.

3. Wanita Yang Sedang Memiliki Masalah Dengan Pasangannya

Terkadang perselingkuhan terjadi dan tidak dapat dihindari meski kedua belah pihak sebenarnya tidak menginginkannya. Hal ini sesuai asas filsafat yang mengatakan; “Disaat tempat mendukung disertai dengan situasi yang sempurna maka apa pun bisa terjadi”. Keadaan seperti ini biasanya terdapat pada wanita yang sedang mendapatkan masalah dengan pasangannya. Para wanita dalam situasi ini sangat rapuh dan mudah sekali untuk dipengaruhi. Dengan begitu, celah bagi orang lain untuk mengambil hatinya menjadi semakin lebar.

4. Wanita Yang Pernah Diselingkuhi

Luka hati akibat mendapatkan tindakan perselingkuhan dari orang yang dicintai memang sulit untuk bisa disembuhkan begitu saja. Bahkan pada beberapa orang, terutama wanita yang mana mereka memiliki hati lebih lembut daripada pria, luka tersebut dapat membekas sepanjang hidupnya. Perasaan ingin membalas tindakan kejam itu pasti ada, akan tetapi dengan alasan tidak ingin memperpanjang masalah, maka mereka cenderung menerima perlakuan tersebut dengan lapang dada. Namun cerita dapat berubah manakala ada pria lain yang menawarkan perselingkuhan secara terbuka kepadanya. Bukan tidak mungkin kata hatinya yang paling dalam akan mengiyakan tawaran tersebut.

5. Wanita Dengan Tingkat Hormon Oestradiol Tinggi

Menurut Philip Hodson seorang pakar psikoterapi dari BACP, Inggris, ia mengatakan bahwa wanita dengan hormon oestradiol yang tinggi memiliki kecenderungan untuk terlibat perselingkuhan karena hormon tersebut bertanggung jawab atas naiknya tingkat daya tarik terhadap lawan jenis. Seiring dengan bertambahnya usia maka hormon oestradiol pada wanita akan berkurang. Hal ini kemudian membuat tindakan perselingkuhan yang dilakukan oleh wanita pun akhirnya cenderung semakin menurun drastis pada usia tua.

6. Wanita Yang Memiliki Iman Lemah

Iman yang kuat membuat seseorang merasa takut untuk melakukan perbuatan buruk. Hal ini berarti bahwa iman dapat menjadi benteng pertahanan bagi seseorang untuk menjauhkan diri dari perbuatan tidak terpuji seperti halnya tindakan perselingkuhan. Oleh karena itu, wanita dengan iman lemah tidak akan memiliki benteng yang dapat membuat dirinya merasa takut berbuat keburukan sehingga ia rentan terjerumus dalam lembah hitam perselingkuhan.

7. Wanita Yang Mempunyai Gen DRD4

DRD4 merupakan penamaan ilmiah untuk Dopamine Receptor D4, sebuah gen yang paling bertanggung jawab dalam mempengaruhi kadar dopamin otak manusia. Tidak semua orang terlahir membawa gen DRD4. Beberapa orang yang memiliki gen ini mempunyai karakter 3x lipat lebih sering melakukan tindakan perselingkuhan karena DRD4 menciptakan pola pada otak mengenai ketertarikan terhadap lawan jenis sebagai sebuah candu.

8. Wanita Yang Memiliki Kebiasaan Berbohong

Berbohong merupakan perbuatan dimana seseorang sedang berusaha menyembunyikan suatu kebenaran yang terjadi. Wanita yang senang berbohong mencerminkan bahwa dirinya mempunyai kebiasaan menyembunyikan sesuatu dari pasangannya. Kebohongan terbesar yang terjadi pada wanita pembohong adalah adanya orang ketiga di kehidupannya yang tidak akan pernah diungkapkan kepada pasangannya.

9. Wanita Yang Mudah Tertarik Dengan Orang Lain

Kebiasaan mudah tertarik secara visual kepada lawan jenis bukan hanya didominasi oleh para pria, beberapa wanita dengan karakter tertentu juga memiliki perilaku demikian. Tak jauh berbeda dengan seorang pria, wanita seperti ini akan mudah terbuai saat melihat pria yang dianggapnya menarik hati. Akan tetapi, rasa ketertarikan yang ia miliki berlaku kepada setiap pria yang mana itu berarti ia adalah pengagum banyak pria dan akan selalu bisa menerima setiap cinta dari mereka.

10. Wanita Yang Memiliki Kebiasaan Menggoda Pria

Wanita terhormat pada umumnya berusaha menyembunyikan lekuk tubuhnya dibalik pakaiannya dengan baik, namun wanita penggoda justru sebaliknya, mereka dengan sengaja kerap menunjukkan keindahan tubuhnya kepada para pria. Selain itu, mereka juga lebih suka merias diri secara berlebihan seolah memaksakan diri dengan harapan dapat menjerat setiap mata pria yang melihatnya.

Itulah ciri atau tanda wanita yang memiliki kepribadian mudah untuk diajak berselingkuh. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan untuk para pembaca pria.

Inilah 9 Ciri-ciri Anak yang Membawa Rezeki Melimpah Untuk Orang Tuanya. Semoga Bermanfaat Ya..

Banyak anak banyak rezeki, itulah ungkapan yang sering kita dengar. Hal itu menyatakan bahwa anak yang diamanahkan Allah kepada kita adalah rezeki bagi orangtuanya. (foto cover: ilustrasi, sumber)

Tapi mengapa banyak orang yang tetap susah rezekinya meski memiliki banyak anak? Karena rezeki Allah yang membagi, mungkin memang orangtuanya sendiri yang menghalangi rezeki mereka sekeluarga. Ciri-ciri anak pembawa rezeki:

1. Cinta Pada Allah dan Rasul-Nya

Anak yang mencintai Allah dan RasulNya artinya selalu menurut apa yang diperintahkan dan menjauhi laranganNya, tidak menyekutukanNya dengan apapun dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladannya. Sejak dini anak ini telah menjadi anak yang mudah dibimbing menuju agama dan tidak keras hatinya.

Kondisi itu terus menerus bertambah seiring bertambahnya umur anak tersebut. Mudah menerima pelajaran agama. Anak-anak ini akan dilimpahi rezeki yang bisa diberikan langsung padanya atau lewat orangtuanya.

2. Suka Membaca al-Qur’an

Beruntunglah orangtua yang memiliki anak yang menjadikan Al Quran sebagai bacaan wajibnya. Tidak pernah malas disuruh ngaji. Bahkan ngaji menjadi salah satu kegemarannya. Dimudahkan menghafal surah-surah dalam Alquran.

3. Suka Berbuat Amal Shaleh dan Kebajikan

Anak ini mengerjakan kewajibannya sebagai hamba Allah sedari dini, seperti shalat, puasa, zakat dan memiliki akhlak yang baik.

Anak yang membawa rezeki begitu mudah tergerak hatinya untuk melakukan amal saleh. Hatinya begitu peka pada lingkungan, mudah berbuat baik serta gampang diarahkan.

4. Berbakti Pada Orang Tua

Anak yang menempatkan orangtuanya di atas segala-galanya. Paham betapa pentingnya peranan orangtua bagi kehidupannya. Dia tak bakalan dapat membalas jasa orangtuanya.

Bakti itu ditunjukkan dengan menghormatinya, mematuhi perintahnya, tidak menyakiti hatinya, dan selalu berbuat baik kepada mereka. Bahkan jika orangtuanya berbeda keyakinan / agama dengan dirinya pun tetap tidak mengurangi rasa hormat padanya.

5. Gemar Menuntut Ilmu Bermanfaat

Anak yang selalu haus ilmu yang bermanfaat bagi dirinya, agama dan masyarakatnya. Dengan keinginan sendiri dia melengkapi diri dengan bacaan bermanfaat, les, kursus di sela waktu luangnya, ikut terlibat dalam aktivitas sosial, kegiatan kepemudaan, remaja mesjid atau klub-klub olahraga yang bermanfaat.

6. Mampu Mengingatkan Orang Tuanya

Sejatinya orangtualah yang harus mengingatkan anak agar senantiasa berada di jalan yang benar. Tetapi orangtua juga manusia biasa yang penuh kelemahan dan kesalahan.

Anak yang baik akan mengingatkan orangtuanya jika cenderung melakukan dosa / maksiat dengan cara yang ma’ruf. Hal itu dilakukan semata-mata karena rasa cintanya pada mereka dan tidak ingi mereka terus-menerus melakukan maksiat dan jadi penghuni neraka nantinya.

7. Senantiasa Minta Doa dan Restunya

Apapun yang hendak dilakukannya, sejak dari kecil bahkan setelah dewasa, sukses dan sudah berkeluarga kebiasaan meminta doa restu orangtuanya tak pernah dilupakannya.

Karena dia paham restu orangtua adalah tiket untuk mempercepat dan memudahkan rezekinya. Senantiasa melibatkan orangtua dalam setiap keputusan penting yang akan dibuatnya.

Sebelum ujian, hendak mendaftar ke sekolah yang lebih tinggi, memilih calon pendamping, hendak menikah, hendak memulai usaha dan sebagainya.

8. Tak Pernah Lupa Mendoakan Orang Tuanya

Anak yang saleh tak pernah lupa menyertakan orangtuanya dalam setiap doa-doanya. Dia ingin Allah menjaga, mengasihi, memberi kekuatan, kesehatan pada mereka seperti halnya yang dilakukan orangtuanya saat dirinya kecil.

Dia memohon agar Allah menjaga hatinya untuk tetap senantiasa berbuat baik pada keduanya.

9. Selalu Menceriakan Hati Orangtuanya

Anak-anak adalah rezeki dan keceriaan hati orangtuanya. Anak yang senantiasa menyenangkan dan menceriakan hati orangtua, selalu membuat bangga mereka adalah anak yang membawa rezeki.

Anak ini sangat menjaga nama baik dirinya, orangtua dan keluarga besarnya. Prestasi dan ukiran nama baik menjadi tolak ukurnya. Bukan anak yang memancing rasa susah, kegalauan, kesedihan, ratapan, umpatan bahkan keluarnya sumpah orangtua padanya.

Itulah 9 ciri anak yang membawa rezeki buat orangtuanya. Anak itu karunia dan rezeki Ilahi, diberikan pada orang-orang yang terpercaya untuk menjadi orangtua. Tidak semua orang diberi rezeki ini bukan?

Memiliki Anak Sholeh dan Membawa Rezeki Itu Harus Diupayakan

Mulai dari proses pembuatanya yang menyertakan Allah di dalamnya. Ucapan bismillah saat melakukan hubungan suami isteri dan doa yang dipanjatkan padaNya agar jika hubungan tersebut menghasilkan janin, akan diiringi rahmatNya.

Proses kelahiran, membesarkan dan mendidiknya dengan ilmu agama dan ilmu yang bermanfaat. Senantiasa memantau perkembangan anak, menggiring ke jalan yang benar dan menariknya segera jika tercebur dalam kemaksiatan.

Senantiasa ada saat anak membutuhkannya. Sehingga setelah tua nanti anak akan selalu ada juga untuk dirinya. Mendidik dengan pujian dan penghargaan serta meminimalkan hukuman.

Menjadikan Diri Teladan Terpuji Buat Anak

Tak usahlah menyebut-nyebut kebaikan dan jasa kepada anak. Karena itu sudah semestinya dan menjadi tanggung jawab orangtua. Berusaha melindungi anak dari pengaruh luar yang membahayakan.

Berikan apa yang terbaik bagi tumbuh kembangnya. ASI sejak lahir sampai 2 tahun, makanan bergizi, merangsang kreativitasnya dan sosialisasinya.

Jika ingin memiliki anak saleh dan membawa rezeki, mulailah dari diri anda terlebih dahulu. Jadilah manusia saleh-salehah yang akan menjadi contoh dan teladan bagi mahluk kecil yang murni jiwanya itu. Masa kecil anak hanya sekali, jadikan masa itu terindah baginya.

Wallahu alam.

Semoga Bermanfaat.