Orang Yang Suka Memberi Hutang, Pahalanya Akan Berlipat-lipat

552 views


Memberi hutang bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi bagi kita yang serba pas-pasan. Namun, memberikan hutang kepada mereka yang meminta atau yang membutukan merupakan perbuatan yang baik. Tak hanya itu saja, Allah SWT juga melipat gandakan pahala kita saat memberikan hutang kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Seperti ini keutamaannya, seperti yang dikutip dari kajianlagi.

1. Orang yang Suka Memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebtu menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699)

2. Jangan lupa menagih hutang

Meski kita disarankan untuk memudahkan urusan orang lain yang dalam hal ini member hutang, maka kita juga diwajibkan untuk menagih hutang dengan cara yang baik. Menagih dan mengingatkan dengan cara baik, terutama ketika sudah jatuh tempo. Jangan membiarkan orang dalam dosa akibat melupakan kewajibannya, karena Anda juga ikut berdosa jika tidak berusaha mengingatkannya.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih haknya (utangnya).” (HR. Bukhari no. 2076). Dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang ingin meminta haknya, hendaklah dia meminta dengan cara yang baik-baik pada orang yang mau menunaikan ataupun enggan menunaikannya.” (HR. Ibnu Majah no. 1965. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

3. Jika Belum Mampu Membayar Utang Tepat Waktu, Berikan Tenggang Waktu

Sudah ditagih, tapi masih saja belum mampu membayar atau justru minta tengat waktu lagi, maka sebisa mungkin Anda bersabar dan berikan tenggang waktu sesuai yang mereka mampu atau jika perlu sedekahkan sebagian uang Anda untuk meringankan beban orang tersebut.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 280)

4. Apa yang didapatkan jika kita bersedekah sebagian dari utang tersebut?

Disebutkan dalam ayat diatas jika menyedekahkan sebagian atau semua utang akan lebih baik bagimu bisa diartikan jika didalamnya ada banyak keutamaan. Bahkan disebutkan pula dalam sebuah hadits akan keutamaan menyedekahkan utang tersebut, yang diantaranya :

5. Mendapatkan naungan Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah.” (HR. Muslim no. 3006)

6. Mendapatkan pahala sedekah berlipat-lipat

Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya, “Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan, dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Majah, Ath Thobroniy, Al Hakim, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 86 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

7. Mendapatkan ampunan Allah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dulu ada seorang pedagang biasa memberikan pinjaman kepada orang-orang. Ketika melihat ada yang kesulitan, dia berkata pada budaknya: Maafkanlah dia (artinya bebaskan utangnya). Semoga Allah memberi ampunan pada kita. Semoga Allah pun memberi ampunan padanya.”(HR. Bukhari no. 2078)

8. Diberikan kemudahan di hari kiamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada seseorang didatangkan pada hari kiamat. Allah berkata (yang artinya), “Lihatlah amalannya.” Kemudian orang tersebut berkata, “Wahai Rabbku. Aku tidak memiliki amalan kebaikan selain satu amalan. Dulu aku memiliki harta, lalu aku sering meminjamkannya pada orang-orang. Setiap orang yang sebenarnya mampu untuk melunasinya, aku beri kemudahan. Begitu pula setiap orang yang berada dalam kesulitan, aku selalu memberinya tenggang waktu sampai dia mampu melunasinya.” Lantas Allah pun berkata (yang artinya), “Aku lebih berhak memberi kemudahan”. Orang ini pun akhirnya diampuni.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Meski begitu, jangan sampai tergoda dengan riba ya, dengan memberi bunga terhadap pinjaman tersebut. Bukannya pahala, malah dosa besar yang akan kita dapat.

Percaya Nggak Klo Suami Memberi “Uang Lebih” Pada Istri, Maka Semakin BANYAK Dan LANCAR Rezeki Suami

Semakin suami memberi uang lebih kepada istri semakin banyaklah rezeki suami, percaya nggak? Aku percaya karena aku sudah membuktikannya, Maka jangan heran kalau rezekimu segitu2 aja, semakin banyak kita mengeluarkan rezeki apalagi ke jalan allah.

Maka insya allah, allah akan melipat gandakan setiap harta yang kita keluarkan. Pergunakanlah hartamu sebaik mungkin dan berbagilah karena berbagi tak pernah rugi, dengan berbagi kita akan mendapatkan keuntungan yang berlipat lipat, bagi yang enggak percaya silahkan di coba maka kamu akan merasakan hasilnya. (foto cover: ilustrasi, sumber)

Untuk para suami jangan pelit sama istri ya.. kalau mau rezekimu lancar terus. karena menafkahi anak istri juga salah satu bentuk jihad di jalan Allah. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya apa saja yang engkau nafkahkan dengan maksud mencari keridloan allah, niscaya engkau akan diberi pahala, bahkan juga apa saja yang engkau sediakan. (muttafaq ‘alaih).

Dengan bekerja untuk keluarga yang disandarkan pada niat lillahi ta’ala. serta mencari keridloan-Nya, seseorang akan memperoleh pahala yang tak terhingga.

Diceritakan, suatu ketika saat Rasulullah dan para sahabat sedang duduk bercengkerama, lewat seorang laki-laki yang tampak dari kulitnya bahwa ia seorang pekerja keras.

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang diusahakannya itu dijalan allah?”

Rasulullah menjawab, “apabila bekerja untuk anaknya yang masih kecil, ia berada dijalan allah. Apabila bekerja untuk orangtuanya yang telah renta, ia dijalan allah. Apabila bekerja untuk dirinya sendiri demi terhindar dari perbuatan tercela, ia dijalan allah. Namun jika bekerja karena riya’ dan takabur, ia berada dijalan setan (HR. Tabrani).

Dari Abu Mas’ud. dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda : “Apabila seseorang menaafkahkan harta untuk keperluan keluarganya dan berharap dapat memperoleh pahala, itu akan dicatat sebagai pahala baginya” (muttafaq ‘alaih).

Disisi lain, ada seseorang yang enggan mencari nafkah buat keluarganya, sehingga keluarganya mengalami kesusahan dan terlunta-lunta, maka Rasulullah mengecamnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra, ia berkata, “Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyia-nyiakan orang yang harus dinafkahinya’” (HR. Abu Dawud)

Sabda Rasulullah diatas mengecam dengan keras penyelewengan yang dilakukan suami atas anak-istrinya dengan meremehkan tanggung jawab untuk menafkahi keluarga.

Tanggung jawab itu harus dipenuhi seorang kepala keluarga agar mereka tidak sampai merendahkan martabat dirinya.

Tapi kita juga perlu memperhatikan sifat istri yang melancarkan rezeki suami lho.

Ada beberapa keterangan tentang sifat istri yang mendatangkan rezeki bagi suami.

1. Wanita yang taat pada Allah dan rasul-Nya

Wanita yang taat pada Allah dan Rasul-Nya akan membawa rumah tangga menuju surga, menuju ketentraman.

Rumah tangga yang tentram, nyaman, bahagia adalah rezeki yang sangat berharga. Rumah tangga yang dinahkodai suami yang shalih didampingi istri yang shalihah akan menjadikan rumah tangga itu berkah, menghasilkan anak-anak yang salih atau shalihah, mendapatkan ridha dan rahmat Allah.

2. Wanita yang taat pada suaminya

Sepanjang perintah suami tidak bertentangan dengan agama, maka istri wajib mentaatinya. Ketaatan seorang istri pada suaminya akan membuat hati suami tenang dan damai dan bisa menjalankan kewajibannya mencari rezeki yang halal untuk keluarga. Akan halnya wanita yang berkarier di luar rumah bisa tetap bekerja sepanjang suaminya mengizinkan dan kewajibannya untuk menjaga diri dengan baik di tempat kerja.

“Laki-laki adalah pemimpin atas wanita karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang shalih adalah yang taat lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya,” (Q.S. An Nisa : 34).

3. Wanita yang melayani suaminya dengan baik

Tugas utama istri adalah menjalankan tugas rumah tangga dengan sebaik-baiknya, melayani suami dengan baik serta mendidik anak-anaknya. Istri yang baik berusaha melayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan makanannya, menyiapkan keperluannya, memenuhi kebutuhan biologisnya, menjaga perasaan suaminya jangan sampai suaminya terluka karena sikapnya.

Wanita yang demikian akan menjadi kesayangan suaminya dan bisa menjadi partner yang baik dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik hal-hal positif dalam rumah tangganya, termasuk rezeki bagi suaminya.

4. Wanita yang berhias hanya untuk suaminya

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah,” (H.R. Muslim).

Adalah sifat wanita yang suka bersolek dan berhias, tapi wanita yang shalih hanya berhias dan menampakkan perhiasan untuk suaminya. Wanita yang jika dipandang suaminya selalu menyenangkan dan tahu bagaimana menyenangkan suaminya. Wanita yang bahkan malaikat pun mendo’akannya akan memudahkan rezeki datang padanya.

5. Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami

Saat suami keluar mencari nafkah, istri yang ditinggalkan di rumah harus menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari tamu yang tidak pantas, membatasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Harta suami yang dititipkan padanya dipergunakan pada hal-hal yang bermanfaat dengan seizin suaminya.

Wanita seperti ini memudahkan rezeki masuk ke dalam rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah dan kesetiaan pada suaminya.

6. Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya

Wanita ini tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya. Menjaga sikap dan perilaku agar tidak menyinggung dan melukai perasaan suaminya. Dia selalu berusaha agar suaminya tidak marah padanya. Dia tidak akan pergi tidur dalam keadaan marah atau meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk menceriakan perkawinannya. Berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik. Menjaga rahasia perkawinan dari orang lain.

”Maukah kalian kuberitahu istri-istri yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya, dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata ” Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha,” (H.R. An Nasai).

Istri seperti ini adalah istri yang dimudahkan rezekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya,

7. Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas

Wanita yang tidak pernah mengeluh berapapun rezeki yang dibawa pulang suaminya. Selalu ikhlas menerima dan menghargai apapun yang diberikan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun diterima dengan ikhlas. Wanita seperti ini adalah wanita yang mensyukuri rezekinya.

Allah sudah menjanjikan bahwa jika kita bersyukur Dia akan menambah rezeki kita. Wanita yang bersyukur dan ikhlas rezekinya senantiasa bertambah baik kuantitas maupun keberkahannya yang akan diberi Allah langsung padanya ataupun melalui suaminya.

8. Wanita yang bisa menjadi partner dalam meraih ridha Allah

Wanita yang menjadikan rumah tangganya sebagai ibadah, pengabdiannya kepada Allah. Bisa menjadi teman diskusi yang berimbang bagi suami. Bisa melakukan koreksi dan menyampaikan dengan lembut kepada suaminya.

Mendengarkan nasihat dan kata-kata suaminya dengan penuh perhatian. Sebelum melaksanakan ibadah sunnah seperti puasa sunnah meminta izin kepada suaminya dan tidak melaksanakan jika tidak diizinkan. Bisa menjadi pendorong dan motivator suami untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ada kalimat ” dibalik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya”. Karena wanita seperti ini adalah rezeki utama suaminya.

9. Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya

Wanita yang bersyukur adalah wanita yang menerima semua kehendak Allah padanya tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik termasuk dengan mendoakan suami dan anak-anaknya agar sukses dunia akhirat. Wanita ini tidak pernah putus do’a, tapi menjadikannya sebagai rutinitas harian, penghias bibir setelah shalat.

Wanita ini tahu bahwa rezeki suaminya akan ditambah dan diberkahi jika dirinya senantiasa melibatkan Allah pada langkah suaminya melalui doa-doa yang dipanjatkannya setiap hari.

Dan betapa beruntungnya seorang laki-laki jika bisa mendapatkan istri dengan ciri-ciri seperti di atas. Jika pun istri ternyata belum memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah tugas suami untuk mendidik istrinya, karena istri adalah tanggung jawab suaminya dan dia akan ditanya di akhirat tentang hal itu. Wallahu a’lam

Tags: #pahalanya akan berlipat lipat #rezeki semakin banyak dan lancar #suka memberi hutang #suka memberi uang lebih pada istri