Pantas jadi rebutan, ini daya tarik Rachmawaty Prilly yang bikin Kasatpol PP Makassar nekat habisi NS


Rachmawaty Prilly menjadi salah satu nama yang banyak diperbincangkan pada beberapa waktu terakhir.

Hal itu karena dugaan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan yang dilakukan Iqbal Asnan pada pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang.

Santer dikabarkan Najamuddin ditembak oleh Iqbal Asnan yang menjabat sebagai Kasatpol PP Pemkot Makassar karena permasalahan cinta segitiga.

Lantas, apa daya tarik Rachmawaty sehingga ia begitu diperbutkan oleh dua lelaki tersebut? Simak ulasan berikut.

Berparas rupawan dan modis

Dalam unggahan-unggahan Instagram pribadinya di akun @rahmawatyprilly, Rachmawaty kerap memperlihatkan kegiatan sehari-harinya. Termasuk saat ia sedang berlibur di sebuah pantai.

Pada foto tersebut nampak janda satu anak ini mengenakan pakaian casual dan tersenyum ke arah kamera. Ia nampak cantik dengan kulit putih bersih yang dimilikinya.

Pada foto lain pun ia nampak mahir mamdupadankan busana hingga terlihat modis. Terlihat pula beberapa aksesoris dikenakannya.

Berstatus sebagai janda satu anak, membuat Rachmawaty menjadi seorang wanita karier. Ia bertugas sebagai kepala seksi (kasi) Transportasi Publik Dinas Perhubungan Makassar.

Masih dalam unggahannya, Rachmawaty kerap membagikan kegiatannya saat bekerja. Termasuk dengan seragam lengkap kedinasannya.

Bisa karate bersabuk hitam

Ia diketahui sebagai salah satu pengurus persatuan atlet karate di Makassar. Ia pun sering mengunggah foto saat dirinya sedang menggunakan pakaian karate lengkap dengan sabuk berwarna hitam.

Wanita bisa bela diri menjadi salah satu daya tarik yang tak banyak dimiliki wanita lain.

Ini sosok janda cantik yang jadi rebutan Kasatpol PP Makassar hingga berujung pembunuhan

Rachmawati, sosok perempuan ini tengah disoroti terkait kasus penembakan yang berujung kematian beberapa waktu lalu.

Rachmawati merupakan janda cantik yang terlibat cinta segitiga antara pelaku Kasatpol PP Makassar, M. Ikbal dengan pegawai Dishub, Najamuddin Sewang.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanton ternyata mengenal baik sosok Rachmawati. Danny menyebut Rachma bekerja di Dishub Kota Makassar sebagai kepala seksi.

Tidak hanya itu, Rachma juga merupakan salah satu pengurus persatuan karate.

“Kepala seksi kah apa (di Dishub Makassar). Maksudnya saya tahu orangnya,” kata Danny dikutip Hops.ID dari Suara Soppeng jaringan Pikiran Rakyat, Selasa 19 April 2022.

“Iya, kalau tidak salah dia pengurus karate atau pengurus olahraga apa. Saya kan Ketua Forki Makassar,” lanjut Danny Pomanto.

Namun Danny sendiri enggan berspekulasi terkait keterlibatan sosok Rachma di cinta segitiga yang membuat Kasatpol PP Makassar Iqbal membunuh Najamuddin.

“Namanya rumor sering kita dengar tapi pastinya itukan biarkan di penyelidikan (polisi),” kata Danny.

Sebelumnya diberitakan, Kasatpol PP Makassar Iqbal Asnan, terungkap sebagau dalang penembakan maut petugas Dishub Makassar Najamuddin Sewang.

Korban dan pelaku disebut memiliki hubungan cinta segitiga dengan seorang wanita berinisial R, yang diketahui salah satu pejabat di Dishub Makassar.***

Diduga cemburu, Kasatpol PP Makassar tembak mati petugas Dishub, begini kronologinya

Polisi telah berhasil meringkus seorang Kasatpol PP Makassar bernama M. Iqbal Asnan, yang diduga sebagai dalang pembunuhan sadis petugas Dishub, Najamuddin Sewang.

Dari hasil penyelidikan terungkap, korban sempat dianiaya sebelum akhirnya ditembak mati oleh pelaku. Lantas apa motif yang melatarbelakangi aksi Kasatpol PP tersebut?

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga kuat kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Kasatpol PP, M Iqbal Asnan dilakukan dengan terencana.

Hal ini terlihat dari tanda-tanda kekerasan dan luka tembak pada tubuh korban.

Iqbal dibekuk polisi di tempat persembunyiannya di wilayah Makassar pada Minggu, 17 April 2022. Proses penangkapan itu dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar.

Saat diringkus, Iqbal hanya bisa pasrah, namun sang istri sempat menangis histeris dan merengek agar suaminya tak dibawa polisi.

Dari kasus ini, penyidik menyebut ada empat tersangka lain yang ikut terlibat. Mereka diduga adalah kaki tangan Iqbal.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald Simanjuntak, menduga, aksi pembunuhan itu dilatarbelakangi cinta segitiga.

Di antara pelaku dengan korban diduga memperebutkan seorang perempuan yang juga berstatus sebagai ASN di Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Atas perbuatannya itu, tersangka terancam dijerat Pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.***

Bunuh pegawai Dishub karena cinta segitiga, Kasatpol PP Makassar terancam hukuman seumur hidup

Kasus pembunuhan yang didalangi oleh Kasatpol PP Makasar berbuntut panjang. Kasus penembakan yang diduga kuat akibat cinta segitiga ini menyebabkan kepala Satpol PP terancam hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati.

Dikutip dari laman Pikiran Rakyat pada Senin 18 April 2022, kasus cinta segitiga ini diduga melibatkan pelaku dan korban yang sudah sama-sama berisitri sedang memperebutkan seorang perempuan yang disebut-sebut seorang ASN.

Kasus cinta segitiga ini juga sempat menjadi perhatian bagi pemerintah kota Makassar Sulawesi Selatan. Wakil Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto atau biasa dipanggil Danny Pomanto sampai mengucapkan keprihatinan atas kasus ini dan berharap tidak ada kasus serupa lainya yang terjadi.

“Saya sangat prihatin karena ini menyangkut keluarga besar Pemkot Makasar. Meski ini persoalan pibadi, kami beri apresiai ke kapolres dan jajarannya yang berhasil mengungkap dengan cepat. Setelah penetapan tersangka, kami akan ikuti aturan,” ucap Danny.

Sedangkan ketika ditanya soal bagaimana nantinya status jabatan tersangka, Danny menegaskan untuk sementara akan diberhentikan. Tetapi, nanti ketika putusan pengadilan yang sifatnya lebih permanen sudah dijatuhkan, ia menegaskan bahwa jabatannya akan digantikan secara permanen.

Mengapresiai kerja kepolisian yang dinilai cepat tanggap, kakak korban mengucapkan terimakasih atas penetapan keempat pelaku pembunuhan adiknya.

Sebelumnya, kakak korban menceritakan bahwa ia pernah mendapatkan ancaman dari pelaku sekitar tahun 2019 lalu.

“Dia yang mengancam langsung saya melalui telepon. Itu sudah lama kalau tidak salah tahun 2019. Saya kenal dia bukan sekarang tetapi jauh sebelum menjabat dan sebelum jadi ASN kami kenal lama,” ucap kakak korban.

Sebelumnya, keempat tersangka yang terlibat penembakan tersebut telah ditetapkan oleh Polrestabes Makassar.

Tersangka yang ditangkap berinisial S, MIA, AKM, dan A, termasuk Kasatpol PP Makassar yang menjadi dalang penembakkan terhadap Pegawai Dishub Makassar, Najamudin Sewang pada hari Minggu, 3 April 2022 lalu di Jalan Tanjung Bunga.***

Sebelum tembak mati, Kasatpol PP Makassar ternyata pernah lempar barang ngeri ini ke rumah korban

Kasatpol PP Kota Makassar, M Iqbal Asnan ternyata sempat melempar barang mengerikan sebelum memutuskan untuk menembak mati korbannya, Najamuddin Sewang.

Diketahui, kasus penembakan yang diduga diotaki oleh Iqbal, menewaskan Najamuddin yang berprofesi sebagai Anggota Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Pembunuhan itu diduga kuat lantaran adanya rasa kecemburuan Najamuddin melihat kedekatan Iqbal dengan perempuan yang juga ia dekati.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budi Haryanto menjelaskan, Iqbal yang kini berstatus sebagai tersangka sudah merencanakan aksi pembunuhan itu sejak dua tahun silam.

“Diketahui dari sekian keterangan saksi, akhirnya kami putuskan untuk menangkap salah satu yang kita curigai sebagai tersangka. Kemudian dari situ kita kembangkan dan rupanya berkontruksi perkara ini sudah direncanakan dari tahun 2020 dan baru tahun 2022 baru terlaksana,” ujar Kombes Budi, dalam konfrensi pers yang diselenggarkan pada Senin, 18 April 2022.

Pihak kepolisian juga menemukan bukti lain dari rencana Iqbal untuk menghabisi nyawa Najamuddin. Salah satunya, Iqbal tak segan-segan memakai jasa dukun untuk menghabisi nyawa Anggota Dishub Kota Makassar tersebut.

Berdasarkan penulusuran dan fakta yang diungkap, Iqbal pernah menginstruksikan seseorang untuk melempar barang sebagai sarana ilmu hitam ke rumah Najamuddin.

“Adapun cara otak pelaku melakukan pembunuhan berencana ini mulai dari mencari dukun, ada orang yang disuruh melempar sesuatu ke rumah korban tapi tidak meninggal,” imbuhnya.

Kemudian lantaran tak berhasil membunuh Najamuddin, lantas Iqbal mencari cara lain. Setelah bertemu dengan beberapa rekannya yang juga sebagai tersangka dalam kasus tersebut, dirinya langsung melakukan perencanaan yang kemudian meregang nyawa Najamuddin Sewang.

“Setelah gagal, akhirnya dia berusaha untuk mencari siapa yang bisa membunuh korban ini. Setelah ketemu terjadi lah peristiwa penembakan tersebut,” tandas Kombes Budi.

Sebagai informasi, dalam kasus penembakan yang diduga didalangi Kasatpol Makassar ini, setidaknya lima orang diamankan polisi termasuk Kasatpol PP Makassar yang menjadi dalang. Selain itu juga diamankan seorang oknum anggota polisi yang merupakan eksekutor penembakan.

Kasatpol PP diduga jadi otak pembunuhan petugas Dishub di Makassar, sewa ‘jagal’ untuk lancarkan aksinya

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Makassar, Muhammad Iqbal Asnan disebut sebagai otak di balik pembunuhan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Najamuddin Sewang.

Peran Kasatpol PP Makassar itu dalam otak pembunuhan petugas Dishub telah dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar, Komisaris Besar (Kombes) Budi Haryanto pada hari Sabtu, 16 April 2022. Dia mengatakan jika Muhammad Iqbal Asnan menyewa seorang eksekutor untuk membunuh Najamuddin Sewang.

Kejadian pembunuhan terjadi pada tanggal 3 April 2022, di pertigaan jalan Danau dan Manunggal 22, kota Makassar.

“Telah (menjadi) tersangka Kasatpol PP. Ya, dia otak pelaku penembakan ini,” kata Budi.

Eksekutor yang disewa oleh Kasatpol PP itu melancarkan serangan pembunuhan Najamuddin Sewang dengan menggunakan sepeda motor.

Sepeda motor yang digunakan oleh eksekutor telah diamankan untuk menjadi barang bukti.

“Penembak beraksi dalam posisi dia berkendaraan roda dua dan kendaraan itu sudah kami sita,” ujar Budi.

Sebagai informasi, Kasatpol PP, Muhammad Iqbal Isnan menjadi orang nomor satu dalam satuan Polisi Pamong Praja Makassar yang kini telah diamankan oleh Kepolisian terkait kasus pembunuhan petugas Dishub Makassar.***